NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:577
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 Akhirnya bertemu

Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan Gita segera berlari kedepan dan membukakan pintu dan benar saja dari tamu yang sudah Gita tunggu dari tadi. Jenar bersama kakeknya sudah berada didepan pintu. Tak lupa Jenar membawakan beberapa kue untuk oleh oleh. Tau saja jika Gita suka sekali dengan kue kue buatan Jenar.

Gita segera mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah, diruang tamu mereka yang sederhana tapi tertata dengan rapi dan dihiasi beberapa tanaman sehingga terlihat asri. Gita segera mempersilahkan mereka untuk duduk dan menawarkan minuman.

Tapi kakek malah minta makan bukan minum.

" Eyang.....ini baru juga sampai tapi langsung minta makan gak enak Eyang ini bukan rumah kita sodara juga bukan bahkan baru saja kenal." Jenar sambil berbisik kepada kakeknya.

"Kan tujuan kita kesini untuk makan Jenar bukan untuk minum jadi apa salahnya iya kan."

"Iyaa mbak gak papa, tadi begitu mbak jenar hubungi Gita, Gita langsung bilang ke ibuk dan sekarang masih didapur untuk mempersiapkan semuanya jadi kita akan makan siang bersama disini tunggu sebentar ya mbak , eeemmmm kita harus panggil apa ya ke kakek maaf ."

"Panggil saja seperti Jenar panggil Eyang supaya lebih akrab seperti keluarga sendiri." Sambil melihat lihat sekililing rumah dan ya Eyang langsung berdiri dan mengambil satu buah foto yang terpajang di meja sudut diruang tamu.

Foto yang sudah cukup usang, terlihat disana foto sepang suami istri di tahun delapanan. Tiba-tiba Ibu Gita yang bermaksud ingin menyapa tamu yang datang.

"Selamat siang mohon maaf sudah menunggu lama."

Eyang pun berbalik sambil membawa foto yang tadi beliau ambil dimeja. Sementara itu Gita dan Jenar bingung apalagi dengan ibu.

" Siapa wanita difoto ini?" Eyang bertanya kepada ibu Gita yang belum sempat menyapa dan berkenalan.

Tapi Jenar buru-buru menyela. Untuk memperkenalkan dirinya dan Eyangnya.

" Maaf tante saya Jenar dan ini Eyang saya mohon maaf kami datang tiba-tiba dan maaf sekali lagi jika kami merepotkan."

" Oh foto itu adalah foto ibu saya Pak beliau sudah lama meninggal, tidak papa Jenar malah senang sekali karena beberapa waktu lalu sudah menolong Gita."

Eyang kembali menyela.

" Apa kamu kinasih?"

Ibu ( Kinasih) TERKEJUT KENAPA BISA Bapak yang baru saja datang mengetahui namanya padahal baru saja bertemu bahlan belum sempat menyebutkan nama.

" Maaf bagaimana bapak bisa tahu jika nama saya Kinasih." Semakin penasaran.

"Ya....AYAH mu lah yang memberitahu."

Ibu Kinasih semakin bingung apalagi Jenar dan Gita yang saling menatap tapi juga tidak mengerti.

" Sudah lama sekali saya mencari kamu, tepatnya saya mencari kedua orang sahabat lama saya ini ya saya dan kedua orang tua mu adalah sahabat sejak kami masih remaja kami bersekolah ditempat yang sama, bahkan setelah kami sama sama menikah kami juga masih bersahabat, tapi sejak waktu itu ayah kamu memutuskan untuk pindah dari kota kelahiran kami selama itu juga kami tidak pernah berkabar lagi apalagi saat itu saya juga harus pindah keluar kota hanya ada sepucuk surat yang mengarkan bahwa dia sudah memiliki seorang putri yang diberi nama KINASIH selain itu dia juga bercerita tengah membuka usaha warung soup buntut karena masakan ibu mu begitu lezat, citarasa masakan Ibu kamu juga berbeda itu mengapa saja bisa mengenali rasa dari soup yang kamu masak hampir sama persis seperti masakan ibu kamu."

" Iya dulu ayah dan ibu juga pernah bercerita jika mereka memiliki seorang sahabat bernama Rudi jadi itu bapak sahabat kedua orang tua saya Ya Allah saya tidak menyangka bisa bertemu dengan bapak. " perasaan haru membuat ibu meneteskan air mata.

Begitu juga dengan Jenar dan Gita yang tidak menyangka jika Kakek mereka adalah sabahat lama walau sekarang kakek dan nenek Gita sudah tiada tapi tetap saja mengharukan. Ternyata mereka memiliki hubungan dimasa lalu.

Sambil duduk Eyang kembali menceritakan masa mudanya dulu bersama kedua orang sahabat baiknya sementara Jenar dan Gita menjadi pendengar yang baik. Saking asiknya bercerita mereka lupa jika makan siang sudah tersedia dimeja makan sedari tadi.

Dan obrolan pun berlanjut dimeja makan. Eyang menikmati makanya kali ini dengan sangat lahap begitu begitu juga dengan Jenar. Tak terasa sudah cukup lama mereka disana dan karena Jenar hari ini ada pekerjaan penting makan dengan berat hati harus pamit dan berjanji lain kali akan datang lagi.

Tak lupa jenar meminta semua untuk datang diacara grand opening cafenya nanti.

Setelah Eyang dan Jenar pulang.

" Buk mereka orang kaya tapi baik banget ya sama sekali gak sombong apalagi mb Jenar itu lhi buk naik banget sebelum tau jika kakek kita dulu berteman baik aja sudah baik banget sama Gita."

" Iya Gita ibu tidak sangka bisa bertemu dengan teman baik kakek kamu dulu, dan benar saja kata kakek kamu beliau orang yang baik dan ramah hari ini ibuk bahagia."

" Jadi Ibuk udah gak sedih lagikan sekarang gara gara wanita kaya raya sombong itu kemaren"

" Hussss.... Gita gak boleh berkata seperti itu kamu gak cerita kan sama mas mu."

Tiba-tiba Banyu datang.

" Hayo apa sih yang gak boleh Banyu tau "

" Eh mas Banyu udah pulang ih siapa bilang mas gak boleh tau justru mas harus tau tapi tunggu bapak sekalian dari pada berita diulang ulang kan capek Gita."

"Cerita apa sih buk....si gita ini sok rahasia segala."

" itu bukan rahasia tapi Gita ada benarnya tunggu bapak pulang sekalian nanti ibuk ceritakan kamu bersih bersih dulu aja lalu makan ibuk siapkan ya Mas."

"Oh yaa baiklah tapi sepertinya manti malem Banyu mau keluar ya sama Aliya."

" iya tapi gimana dengan masalah kamu apa sudah ada jalan keluarnya mas ."

" Ibuk gak usah mikirin itu buk semua masih proses penyelidikan dan karena Banyu yakin benar jadi ibuk jangan khawatir."

" iya mas....."

Banyu lalu bergegas pergi kekamarnya. Dan setelah bapak pulang ibu dan gita menceritan kejadian siang ini pada bapak dan juga Banyu. Mereka juga ikut merasa senang sama seperti yang dirasakan Gita dan Ibu.

Di sisi lain Aliya masih bingung harus bagaimana, malam ini sebenarnya dia ada janji bertemu Banyu tapi sepertinya Aliya belum bisa bertemu karena hati dan perasanya masih kacau balau.

Terpaksa dia kirimkan pesan singkat ke Hp Banyu .

- Banyu maaf hari ini aku gak bisa bertemu tiba tiba saja mama meminta Aliya untuk ikut keacara amal, maaf ya sayang besok Aliya kabari lagi.....

Baru kali ini Aliya terpaksa berbohong pada Banyu karena tidak tau lagi harus membuat alasan apa.

Aliya membuang Hp nya di ranjang, sambil merebahkan tubuhnya.

Tiba tiba pintu kamarnya diketuk dan ya Papa nya yang ada diluar sana.

Aliya masih malas berbicara pada papanya tapi kali ini Aliya terpaksa keluar karena papanya mengancam akan membuat masalah baru di Ruma sakit tempat Banyu bekerja.

Bersambung dulu ya.

Jangan lupa bagi yang sudah membaca dihalaman ini tinggalkan like dan komenya terima kasih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!