NovelToon NovelToon
Pedang Penguasa

Pedang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / System / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Philipus Nahaya

Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reuni Di Kota Kecil Xio

Setelah cukup lama berjalan ,akhirnya mereka tiba di kediaman Walikota Mo Guan.

"Mari silahkan masuk Tuan Muda dan Nona Muda" sapa Mo Guan lalu berjalan menuntun mereka berdua.

"Kamu seorang pemimpin yang hebat paman Guan, Bisa menjadikan desa kecil menjadi kota kecil hanya dalam waktu beberapa bulan saja" puji Xio Sin

"Semua ini berkat dan usaha semua rakyat, Sekte Gunung Suci dan Toko 1000 Herbal" ucap Mo Guan lalu mempersilahkan Xio Sin dan Mu Huanran untuk duduk.

"Pelayan segera siapkan perjamuan untuk menyambut kedatangan tuan muda Xio malam ini di aula pertemuan, dan sebelum itu siapkan makanan disini" ucap Mo Guan kepada pelayan.

"Tidak perlu repot paman, keluarkan saja makanan terenak yang paman miliki" canda Xio Sin.

"Hahahhaha, Tuan Muda masih seperti yang dulu" ucap Mo Guan

"Oh iya paman, kenalkan teman saya namanya Mu Huanran teman seperjalanan saya" ucap Xio Sin memperkenalkan Mu Huanran.

"Salam paman walikota" ucap Mu Huanran sambil berdiri dan memberi hormat setelah itu duduk kembali.

"Hahaha ,bagus, pilihan tuan muda memang sangat tepat" puji Mo Guan

"Hahahha, apakah paman sudah mendapatkan pasangan?" tanya Xio Sin.

"Eh.... untuk itu belum dipikirkan, yang utama mmeimpin rakyat dulu" ucap Mo Guan kaget

"hahaha paman, Bagaimana dengan Menejer Han, aku kira paman cocok dengannya!" ucap Xio Sin.

"Untuk masalah itu biar dewa saja yang tahu" ucap Mo Guan malu-malu.

Memang sebenarnya Mo Guan mulai menyukai Menejer Han, tapi dia takut bahwa perasaannya akan ditolak oleh menejer Han.

"Jika paman menyukainya, tidak ada salahnya paman coba, lagian paman tidak akan tahu jika tidak mencoba" ucap Xio Sin.

"Baiklah, baiklah, terima kasih atas sarannya Tuan Muda" ucap Mo Guan

Ketika sedang berbincang, makanan sudah tiba dan diatur dengan baik diatas meja oleh pelayan.

"Mari silahkan dinikmati tuan muda dan nona muda!" ucap Mo Guan

Ketika sedang asyik menikmati hidangan pintu ruangan terbuka, disana menampilkan sosok wanita cantik dengan gaun putih keunguan. Ya dia adalah Menejer Han.

"Melakukan perjamuan kok tidak memberi kabar" ucap Menejer Han berbasa basi

"Hahahah menejer Han, anda terlihat sangat bahagia" Ucap Xio Sin menggoda Menejer Han, dimana sebenarnya dia juga menyukai Walikota Mo Guan yang memiliki kharisma pemimpin dan juga sangat bijaksana.

"Maaf nona Han, ini hanya perjamuan kecil, nanti malam baru akan diadakan perjamuan" ucap Mo Guan dengan sopan dan hormat kepada Menejer Han.

"Silahkan duduk nona Han dan nikmati makanannya" lanjut Mo Guan.

Setelah selesai makan perbincangan kembali dilanjutkan oleh empat orang berbeda usia dan kelamin dimeja makan.

"Oh iya menejer Han, ini teman saya" ucap Xio Sin melihat ke arah sosok wanita cantik seperti dewi khayangan yang berada disampingnya.

"Salam Nona Han, Saya Mu Huanran teman seperjalanan Gege Sin" ucap Mu Huanran memberi hormat.

"Ah adim huanran, Saya menejer Han yang merupakan menejer sekaligus pemilik Toko 1000 Herbal" ucap Menejer Han.

"Hahaha Menejer Han, anda sangt terlihat serasi dengan Paman Guan, cantik dan jago bisnis dan Tampan yang handal dalam memimpin serta bijaksana, saya yakin jika kalian bersama Toko 1000 Herbal akan bisa menjadi Toko Herbal no 1 di Benua Barat ini" ucap Xio Sin menggoda Nona Han.

Mendengar itu wajah Nona Han terlihat memerah dan tersipu malu.

"Adik Sin, apa yang kamu bicarakan?" ucapnya malu-malu

"Nona Han, tidak perlu malu, jika memang menyukai Paman Guan, katakan saja daripada nanti, Paman Guan diambil wanita lain" ucap Xio Sin.

Mo Guan dan Nona Han saling lirik kemudian sama-sam tersenyum.

"Ah paman Guan, bisa tunjukan kamar kami? kami akan membersihkan diri dulu, sudah sangat lelah dan gerah" Xio Sin.

Padahal tujuan utamanya adalah memberika waktu kepada Nona Han dan Paman Guan untuk lebih dekat.

"Baik, akan saya antarkan" ucap Mo Guan.

"Tidak perlu paman biar pelayan saja yang mengantar kami" ucap Xio Sin lalu menggandeng tangan Mu Huanran menuju pelayan yang ada didapur untuk menanyakan letak kamar tamu.

Di kediaman walikota Kamar tersisa hanya satu saja, sedangkan yang lainnya sudah diisi oleh para pelayan yng bekerja disana.

Setelah diantarka pelayan ke kamar tamu, Xio Sin llau merebahkan badannya pada ranjang.

"Huahh, sangat melelahkan" gumam Xio Sin.

"Gege, bersihkan diri dulu, baru berbaring di kasur" ucap Mu Huanran lalu menarik tangan Xio Sin untuk segera membersihkan diri.

"Baiklah Ran'er, owh iya besok aku akan mengajakmu jalan-jalan dipasar dan kita akan berkunjung ke Toko menejer Han" ucap Xio Sin lalu keluar dari kamar untuk membersihkan diri.

"Gege, semakin hari, rasa itu semakin bertambah" gumam Mu Huanran

Lima belas menit kemudian, Xio Sin masuk kembali kekamar dan melihat Mu Huanran sedang berdiri didepan jendela dan memandang keluar dengan senyuman yang terukir di bibirnya.

"Ayo, lagi memikirkan apa?" ucap Xio Sin sambil menyentuh pundak Mu Huanran yanh membuatnya kaget hampir jantungan.

"Ah gege, begitu mengagetkan saja" ucap Mu Huanran melihat pemandangan tidak biasa dengan mata melotot.

Bagaimana Tidak ketika selesai mandi Xio Sin hanya menggunakan celana pendek saja sehingga menampakkan dadanya yang bidang dan berotot.

"Kamu kenapa?" ucap Xio Sin yang melihat wajah merah Mu Huanran.

"Gege sangat mesum" ucapnya lalu bergegas pergi untuk membersihkan diri.

"Wanita memang susah ditebak" ucap Xio Sin kebingungan.

20 menit kemudian mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu. Dan tanpa diduga mereka sudah ditunggu oleh Mo Guan Dan Nona Han untuk pergi ke tempat perjamuan.

"Tuan muda dan nona muda, mari kota ke aula pertemuan untuk menghadiri perjamuan" ucap Mo Guan

"Mari paman" ucap Xio Sin

Mo Guan dan Nona Han berjalan berdampingan layaknya sepasang kekasih, begitu juga dengan Xio Sin dan Mu Huanran yang bergandengan tangan.

Xio Sin sebenarnya ada rasa risih ketika digandeng oleh wanita ditempat ramai karena tidak terbiasa, namun untuk menjaga perasaan Mu Huanran dia tetap membiarkan tangannya digandeng oleh Huanran.

_____

Diaula pertemuan sudah ada beberapa orang penting dikota Xio, diantaranya, Komandan pasukan, dan beberapa tetua yang bekerja pada walikota, Patriak Sekte Gunung Suci dan juga Kepala Akademi Gong Liu sudah berkumpul dan berbincang sambil menunggu kehadiran walikota.

Ketika mereka sedang berbincang, Walikota dan nona Han memasuki aula dengan disusul sepasang pemuda dan wanita yang bergandengan tangan, lalu para tamu berdiri dan memberi hormat.

"Salam Walikota" ucap mereka.

lalu duduk kembali setelah walikota duduk pada kursi yang sudah disiapkan begitu juga dengan Xio Sin dan Mu Huanran. Sedangkan Menejer Han duduk disebelah kiri Mo Guan.

"Baiklah, silahlan dinikmati jamuan kecilnya" ucap Mo Guan.

"Adapun jamuan ini untuk merayakan kedatangan Pahlawan Kota Xio yaitu Tuan Muda Xio" ucap Mo Guan sambil menunjuk kearah Xio Sin.

"Salam semuanya" ucap Xio Sin berdiri dan sedikit membungkukkan badannya begitu juga dengan Mu Huanran.

Memang ada yang sudah mengenal dan mengetahui Xio Sin secara langsung, namun ada juga yang hanya mengenal namanya saja.

'Benar-benar pemuda yang rendah hati' icap beberapa orang yang belum mengenal Xio Sin.

Lalu mereka menikmati jamuan yang sudah disiapkan oleh Walikota sambil berbincang dan bertukar cerita sehingga keakraban diantara mereka terjalin sangat erat.

Dan yang paling istimewa di Kota Xio, tidak ada mengenal yang namanya Clan berkuasa, karena disini rakyatlah yang berkuasa dan aturan sangat ketat tidak memandang status seseorang, semua dianggap sama jika salah ya harus dihukum sesuai aturan yang berlaku sehingg kesejahteraan rakyatnya lebih terjamin.

Dari sisi pengamanan sendiri, Walikota sudah berada pada Ranah Pendekar Raja tingkat empat, dan beberaoa tetua sudah berada pada Ranah Pendekar emas Puncak.

Patriak Sekte Gunung Suci Sendiri sekarang berada pada Ranah Pendekar Kaisar tingkat 5. dan pusat Sekte sudah dipindahkan di Kota Xio semuanya. Dan untuk pengamanan Toko 1000 Herbal sendiri dijaga oleh 5 orang Pendekar Kaisar dan 5 orang pendekar Raja sehingga menjadi aliran yang sangat ditakuti dikota Xio.

Total prajurit Keamanan sendiri berjumlah 1000 orang yang semuanya berada pada ranah pendekar perak.

Sehingga tidak ada yang berani menyerang ataupun menganggu Kota Xio dan juva dirumorkan bahwa pendirinya merupakan pemuda yang memiliki kekuatan dilur nalar mereka.

1
kayla
Msih banyak typo, nulisnya santai aja thor jngan takut diburu pocong.
Pitoyo Tw
mantap
Sang M
sialan
Sang M
Xio sin beraksi setelah jatuh korban..payah.....
Sang M
gak penting,,, lewati....
Sang M
bantaiiii jgn kasih ampun iblis2 berwujud manusia.potong tangan kaki kepala
Sang M
Thor ini yg gak bener kayaknya
Sang M
Xio sin dasar malas kultivasi. musuhmu level atas. otak keong lu crita makin jelek kalo karakter tokoh juga memalukan gak sempurna
Sang M
lakon model apa ini???? Xio yan......payah. thor ini
Sang M
Naif skali otakmu Xio yan.memalukan aja lu..
Sang M
dasar otak kadal lu, xio . kalo musuh menang pasti di bantai juga sektemu. kalo otak lu waras ya wajib bantu kekaisaran Meng. egois lu dancok. mo rugi dan korban. cookkk
Sang M
Xio sin ini kayak orang sontoloyo
Sang M
Alur cerita gak jelas
Sang M
halah .... .
Sang M
herbal penting kok dilelang....dasar bocil bodoh dan tolol
David Jonathan
Luar biasa
Rizky Fadillah
aku tidak suka mcnya Terlalu lambat membatu nya,katanya Kita harus Saling membantu,ini kok di biarin Penduduk desa di perkosa
Wiliam Andries
bagus dan seru
Supriadi
Luar biasa
da Widey
ceritanya tentang petualang apa,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!