NovelToon NovelToon
BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Maria_azis

"Maaf Tuan, saya tidak sengaja mendorong Anda, karena tadi ada sepeda motor yang melaju kencang", ucap gadis bermata hitam dan bercadar biru tosca sambil membantunya berdiri.

"Apa Tuan tidak apa-apa? Apakah ada yang luka Tuan? ", sambungnya sambil melihat laki-laki yang ditolongnya dari atas kebawah.

"........... ",

Karena tidak ada tanggapan malah diam saja dan menatapnya tanpa berkedip gadis bercadar tersebut akhirnya pamitan untuk pergi.

"Kalau begitu saya permisi ya Tuan, Assalamu'alaikum", ucap gadis bercadar.

Karena masih terpesona dengan mata hitam legam gadis tersebut laki-laki tadi hanya mampu menjawab salam didalam hatinya.

Setelah beberapa saat dia baru tersadar karena mengabaikan gadis bercadar yang menolongnya.

"Oh... Shitt", umpat laki-laki yang bernama Raffasya Qiyas Irawan.

*Siapakah gadis bercadar tersebut kenapa bisa membikin CEO yang terkenal sholehnya tidak bisa menundukan pandangannya seperti biasanya.*

Yuk simak😊😊
Dan maaf jika banyak Typo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MILA YANG BIKIN GREGET

Sekitar jam sepuluh pagi Qiyas, Kia dan Mila sudah diperjalanan pulang menuju rumah mereka. Sebelum pulang mereka sudah berpamitan kepada semua keluarga Pak Kyai. Dan sekarang mereka sudah didalam mobilnya Qiyas. Dan didalam mobil terjadi kecanggungan antara Kia dan Qiyas, sedangkan Mila sedang asyik bermain Hp. Kia dan Mila duduk dikursi belakang, sedangkan Qiyas duduk dikuris depan untuk mengemudi.

Qiyas sibuk mengemudi tanpa mengajak berbicara Kia ataupun Mila karena Qiyas masih kefikiran tentang Ustadz Faris yang ternyata sudah meninggal, dan dia juga diam saja daritadi karena sedang memikirkan semua nasihat dan pembicaraan bersama Pak Kyai, Qiyas menggabungkan semua nasihat-nasihat Pak Kyai dan sekarang dia mudeng akan maksut semua nasihat Pak Kyai.

Benar apa kata Pak Kyai, jika dia terlambat memperjuangkannya lagi dia yakin tidak ada kesempatan untuk kedua kalinya. Dengan langkah tekat dan bulat Qiyas sudah mempunyai rencana untuk memperjuangkan cintanya kepada Kia. Dan aqiyas akan mencari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan Ayah Ibrahim. Yaaah begitulah unek-unek difikiran Qiyas.

Eheeemm

Deheman Qiyas mengalihkan Kia yang daritadi hanya melihat pemandangan jalan. Kia sebenarnya malu, kikuk dan rasanya untuk bergerak pun susah karena satu mobil bersama Qiyas. Entah rasa tak nyamannya berbeda ketika bersama Ustadz Faris dulu. Jika dulu Kia masih bisa santai dan tidak kikuk, berbeda dengan sekarang.

Mila pun yang mendengar deheman Qiyas langsung mengeluarkan suara mautnya.

"Kakak bule kenapa, sakit tenggorokan ya??, ini Mila ada air mineral yang belum Mila buka dan apalagi minum", kata Mila polos sambil memberikan air mineral yang masih segelan.

Qiyas menggaruk tengkukknya yang tidak gatal sambil tertawa garing dan langsung mengambil minum yang disodorin Mila.

"Sepupu Balqis satu ini, selalu bisa bikin orang jantungan dan mati kutu, kasihan nanti yang akan menjadi suaminya, eeh kalau aku jadi suaminya Balqis kasihan juga dong sama aku, dia kan otomatis jadi sepupuku juga, bathin Qiyas menggerutu.

Ya jika Qiyas bisa bersanding dipelaminan dengan Kia, jika tidak ya kasihan deh babang Qiyas😅😅😋

"Emb Balqis saya sangat minta maaf ya, karena saya benar-benar tidak tahu tentang Ustadz Faris", kata Qiyas mencoba mencairkan kesunyian.

Perkataan Qiyas kepada Kia belum dijawab, eeh dasar si Mila. Dia ada saja celetukannya yang bikin suasana menjadi akhward.

"Kakak bule ganteng dan Kakak Kia cantik, kalau kaliyan menikah, pasti anaknya sangat cantik dan sangat ganteng deh, tapi-tapi Kakak bule belum punya Istri kan, kalau sudah ya berarti jangan nikah sama Kakak Kia", celetukkan Mila sambil membayangkan wajah anak-anak Kia dan Qiyas.

Mila sebenarnya tidak selalu melihat muka Qiyas, akan tetapi pertama kali bertemu dirumah Pak Kyai dia selalu teringat muka Qiyas yang keblasteran. Jadi dia memanggil Qiyas dengan Kakak bule.

Sontak celetukannya Mila membuat Kia reflek membekap mulut Mila. Dan Qiyas yang melihat interaksi antara Kia dan Mila sangat terhibur, dan sekarang dia tidak menahan lagi rasa yang membuncah dihatinya. Qiyas reflek tertawa kecil mendengar celetukannya Mila dan juga menanggapinya.

"Aamiin, do'akan saja ya Mila, semoga Kakak bisa mengambil hatinya Kakakmu itu, apa kamu tidak mau mempunyai Kakak ipar bule kayak Kakak", kata Qiyas dengan tertawa dan sambil menggoda Kia. Sedangkan mata Qiyas hanya melirik Kia dan Mila melalui spion yang ada didalam mobil.

"Mau dong, Mila setuju banget jika Kakak bule sama Kakak Kia, kan jika Kaliyan menikah Mila juga yang kena imbasnya", jawab Mila membingungkan Kia dan Qiyas yang mendengarkan.

"Maksutnya?? ", jawab Qiyas.

"Ya kan jika kaliyan mempunyai anak, pasti lucu tidak malu-maluin Mila jika disuruh momong dan menjaganya jika Kak Qiyas dan Kak Kia mau menambah lagi", jawab polos Mila yang membuat Qiyas tertawa bahagia, bukan sekedar bahagia saja, tapi sangat-sangat bahagia.

Dan didalam hatinya Qiyas dia sangat-sangat mengaamiinin kata-kata Mila. Sedangkan Kia menepuk jidatnya dan langsung reflek mencubit pinggang Mila karena gemas, mempunyai ponakaan yang satu itu mulutnya terlalu polos atau terlalu lemes, begitulah bathin Kia.

"Ternyata mulut Mila tidak pedes juga, kalau jantungan yang seperti ini aku malah mau", bathin Qiyas tertawa mengingat perkataan Mila.

"Kakak bule Mila mengantuk Mila ijin tidur dulu ya, jika sudah mau sampai tolong bangunkan Mila ya Kakak", kata Mila kepada Qiyas.

Qiyas hanya berdehem menanggapi Mila. Bahkan baru beberpa menit dan baru saja mengeluarkan celetukan maut, eh sudah terdengar dengkuran halus dari Mila.

"Jika kamu mengantuk, silahkan tidur saja Balqis tidak apa-apa, dan maafkan perkataanku yang tadi dan mengenai Ustadz Faris", kata Qiyas kepada Mila.

"Iya tidak apa-apa Ustadz Fasya, saya mengerti", jawab Kia akhirnya dan sambil mengangguk.

"Emm Kia maukah kamu memanggilku Kak Fasya saja, karena lebih enak didengar, sedangkan saya sudah tidak mengajar lagi dipesantren, dan jika kita nanti menjalin kerjasama rasanya aneh jika ada yang mendengar kamu memanggilku begitu", kata Qiyas kepada Kia.

Kia hanya mengangguk memberi jawaban, dan dia berfikir apa yang dikatakan Qiyas ada benarnya juga, serasa aneh jika nanti para kolega mendengar dia memanggil Qiyas dengan panggilan Ustadz Fasya.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Terjadi keheningan lagi karena Kia ternyata juga tertidur didalam mobil Qiyas dan Qiyas hanya melirik Kia dan Mila dari spion atas

"Andai kita sudah menikah, ku ingin menggantikan tempat duduk itu sebagai sandaran tidurmu", bathin Qiyas.

Qiyas langsung tersadar dengan perkataan bathinnya dan langsung beristighfar.

"Astaghfirullah, ternyata berada satu mobil dengan Kia sangat besar godaannya, astaghfirullah, aku harus segera menemui Ayah Ibrahim", bathin Qiyas.

Tiba-tiba Qiyas menghentikan mobilnya disalah satu rest area yang dia lewati, karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu, sudah waktunya sholat dhuhur dan waktu makan siang.

Qiyas dengan pelan-pelan membangunkan Kia dan Mila tanpa menyentuhnya dengan cara memanggilnya. Mila dan Kia samar-samar membuka matanya karena seperti mendengar seseorang memanggil namanya.

"Sudah sampai ya Kak, cepat banget", kata Mila sambil mengucek mata.

"Belum, masih jauh, ini kita lagi direst area sudah jam setengah satu, kita sholat dhuhur dulu dan makan siang dulu ya", jawab Qiyas.

Kia yang mendengar perkataan Qiyas langsung mengecek jam yang ada dipergelangan tangannya. Ternyata benar masih lama untuk sampai dirumahnya.

Mereka akhirnya turun dari mobil. Qiyas dan Mila juga sholat dimushola yang disediakan disitu, sedangkan Kia yang sedang berhalangan hanya mencuci muka dikamar mandi yang ada.

Serta mereka juga akhirnya makan siang bersama diresto kecil yang ada disitu.

"Kakak bule dan Kakak Kia ko bisa samaan menu makannya, janjian ya?? ", kata Mila dengan polosnya.

"Kan kamu tahu sendiri Mila, jika ini makanan kesukaan Kakak", jawab Kia.

"Eh iya-iya Mila lupa, terus kalau Kakak bule kenapa memesan kayak Kakak Kia, itu nasi anget, sambal goreng cumi rasa pedas manis dan udang bakar madu", tanya Mila ke Qiyas.

"Ya kan ini memang makanan favorit Kakak Mila dari dulu, mana Kakak tahu jika kesukaan Kakak sama kayak Balqis, mungkin kita jodoh kali ya Mil", celetuk Qiyas, mungkin Qiyas sudah ketularan somplak kayak Mila😅

"Eeeh, iya juga ya paling jodoh ya Kak, tapi Kakak tidak bohong kan kalau itu beneran makanan favoritenya Kakak?? ", tuduh Mila kepada Qiyas.

"Nih, telfon Bundanya Kakak, tanyain makanan favoritenya Kakak apa", kata Qiyas sambil menyodorkan Hpnya keMila.

Dasar Qiyas, sudah tahu Mila orangnya aneh ko ya dijabanin, ya diambil Hpnya dan langsung beneran nelfon Bunda Lili.

Qiyas yang saat itu sedang akan menyuapkan nasi kemulutnya sampai berhenti ditengah jalan ketika Mila langsung menelfon sesorang, karena kata sandi diHp Qiyas sudah Qiyas buka ketika dia menyodorkan keMila.

"Hallo Assalamu'alaikum, apa benar ini Bundanya Kakak bule?? ", salam Mila kepada sesorang diseberang sana.

"Wa'alaikumussalam, ini siapa ya, bukannya ini nomer anak saya yang bernama Qiyas, dan siapa itu yang kamu maksut Kakak Bule?? ", tanya Bunda Lili dengan nada khawatir.

Qiyas akhirnya menaruh kembali nasi yang ada disendoknya dan reflek menepuk jidatnya ketika melihat kelakuan Mila adik sepupunya Kia. Sedangkan Kia menjadi sangat malu dengan kelakuan Mila, dan memberi kode dengan menarik-narik gamis Mila.

"Apaan sih Kak bentar", bisik Mila ke Kia ketika Kia tidak henti-hentinya menarik gamis Mila.

"Iya maksut saya Kak Qiyas Bunda, apa benar ini Bundanya Kak Qiyas", kata Mila lagi.

Dasar Mila bukannya memanggil tante malah ikut-ikutan memanggil Bunda.

"Iya, dan ini siapa ya, ko bisa menelfon pakai nomer Hp anak saya", tanya Bunda Lili.

"Oh perkenalkan nama saya Mila Bunda, adik sepupunya Kak Kia wanita yang ingin dinikahi sama Kak Qiyas bunda", celetukan Mila yang sangat bikin Qiyas senang, malu, gregetan dan rasanya ingin menjitak kepalanya si Mila. Sedangkan Kia langsung menyembunyikan kepalanya diatas meja.

Langsung saja panggilan tadi berubah menjadi panggilan video call.

"Hallo Bunda saya Mila", kata Mila sambil melambaikan tangannya kepada Bunda Lili.

"Hallo sayang, kamu cantik sekali, terus Kak Qiyasnya mana Nak", tanya Bunda Lili kepada Mila.

Mila langsung saja memberikan Hpnya kepada Qiyas.

"Assalmu'alaikum Bunda", salam Qiyas sambil meringis dan tertawa malu.

Setelah menjawab salam, Bunda Lili langsung memberikan pertanyaan dimana wanita yang katanya akan dinikahinya dan bla, bla, bla,........... Jangan ditanya bagaimana keadaan Kia, rasanya dia ingin segera pergi dari situ. Qiyas yang melihat gelagat tidak nyaman dari Kia dia ingin segera mengakhiri telefonnya dengan Bundanya.

"Bunda Qiyas sedang makan, Hpnya Qiyas mat......... ", perkataan Qiyas terpotong karena Hpnya tiba-tiba diambil oleh Mila. Mila sengaja mengambil karena tahu jika Qiyas akan mematikan Hpnya. Sedangkan Qiyas melongo melihat kelakuan Mila.

"Hai Bunda ini Kakak saya Bunda yang akan dinikahi Kakak Qiyas", kata Mila yang langsung menghadapkan Hpnya kepada Kia, Kia yang masih menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya langsung membukanya karena desakan Mila.

"Apakah kamu yang bernama Balqis Nak", tanya Bunda Lili ketika sudah menjawab salam Kia.

"Iya tante", jawab Kia.

"Masyaallah cantiknya", kata Bunda Lili yakin walaupun Kia hanya terlihat matanya saja.

"Cantik kan Bunda, sudah ya Bunda kita mau makan siang dulu, karena perjalanan pulang kita masih jauh, Assalamu'alaikum", kata Mila langsung dan ingin mengakhiri telefonnya karena perutnya sudah lapar. Dasar Mila.

Setelah panggilan telefonnya mati dan sudah dikantongin lagi Hpnya oleh Qiyas. Tiba-tiba terdengar notifikasi whatsapp masuk.

"Bunda tunggu penjelasannya dirumah", Wa bundanya yang singkat padat dan jelas. Dan Qiyas mengetahui apa maksut Wa itu.

Setelah menghabiskan makan siang, mereka melanjutkan perjalanan pulang lagi. Kia dan Qiyas ingin rasanya marah kepada Mila, tapi rasanya sulit, dan kalaupun Kia marah, Kia hanya menasihati Mila didalam kamar, tidak didepan umum.

Dan Qiyas sedang menyiapkan diri untuk mengahadap sang Bunda jika sudah sampai dirumahnya, karena celetukannya Mila. Sudah kepalang basah kenapa tidak mencebur sekalian fikirnya.

Sedangkan Mila kenapa bisa menyeletuk kayak tadi, karena firasat Mila mengatakan jika Qiyas sangat mencintai Kakaknya Kia, sangat terlihat ketika dirumah Pak Kyai, dan toh Kakaknya Kia juga sedang sendiri, kenapa tidak Mila bantuin saja mendekatkan mereka. Fikir Mila.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

***TBC***

1
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
😍😍
𝔪𝔢𝔩𝔦𝔞𝔫𝔞𝔣𝔟𝔯𝔫
happy ending 😭😭🥰🥰🥰
Ita Yuhana
buat cetakan yang imut kk/Facepalm//Facepalm/
Ita Yuhana
bearti tunangannya qiyas KK nya kia
Bunda SalVa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ida Erwanti
Luar biasa
ukhty fulanah
hmm prbuatannyabsgt tdk cocok bagi lelaki ygnmengaku sholeh, aplgi bersentuhan dgn prempuan yg bkn mahram nya
ukhty fulanah
mahram thor
ukhty fulanah
ternyata aulian itu cowo ya wkwkwk
ukhty fulanah
sdh mulai ikutan aneh ni si zidan wkwkkw
ukhty fulanah
yah :(
ukhty fulanah
nah kalo ngobrol gini jadi enak hehe, langsung sama walinya
ukhty fulanah
buset wkwkwk, berani nyaa kamu milaa, bagi dikit keberaniannya wkwkwk
ukhty fulanah
dan didalam islam juga dilarang ikhtilat ya zidan. lebih baik jangan bermudah mudah an ngobrol sperti ini tanpa ada kperluan
ukhty fulanah
ana pun bingung, sebatas ilmu yg ana tau, perkara ghaib hanya Allah yang tau. ada memang beberapa orang yang mempunyai firasat yg dinamakan "firasatul mukmin" tpi itu utk org yg imannya sdh tdk diragukan lagi.

Ahsannya lebih diperjelas thor
ukhty fulanah
hmm terlalu dimudah mudahkan dalam mengobrol, lebih baik hal ini di hindari thor krn ini trmasuk ikhtilat, biarpun ini bkn khalwat tpi ini ikhtilat
ukhty fulanah
hm cukup aneh si, ini termasuk khalwat, lebih baik tadi ada 1 orang yang menemani seperti omnya
ukhty fulanah
Maa syaa Allah, afwan tapi sbnrnya tdk boleh sujud kepada manusia walaupun itu ibu kita. ada hadist nya itu
Maria_azis: terimakasih banyak Kak atas Krisannya 🤗🤗🤗😉☺️ jujur aku sudah lupa sama jalan ceritanya, ini novel pertama saya, maaf jika banyak salah 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
ukhty fulanah
baru kali baca novel yang laki lakinya sholeh, biasanya lakilakinya pasti dingin/arogan hehe

Aku suka dengan novel ini beda dgn yg lain
Maria_azis: mampir di novel terbaru saya Kak, jodoh 1 meter 🤗🤗
total 1 replies
Femy Pantow
tgu antrian ya 😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!