Reno yang berniat meneruskan kuliah S2 di kota harus terpaksa menikahi anak saudara jauh dari ayahnya.
Reno terpaksa menikah karena wasiat ayahnya yang sudah meninggal.Rianti yang anak yatim piatu harus menuruti kemauan ibu Ningrum untuk menikahkannya dengan anaknya Reno.
Reno yang merasa tidak menginginkan pernikahan itu,selalu mengabaikan Rianti,dan tak pernah pulang ke rumahnya.
Ibu Ningrum yang mengetahui kelakuan anaknya sampai marah hingga membuat siasat agar Reno bisa tidur dengan Rianti.
Apakah yang di lakukan ibu Ningrum?
Bagaimana setelah Rianti mempunyai anak,apakah Reno berubah?
Yuk,kepoin ceritanya yah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.Poto Pernikahan
Setelah dua hari yang di tunggu,akhirnya Rianti boleh pulang.Di rumah mbok Surti mempersiapkan segala kebutuhan dan tempat yang nyaman bagi Rianti sesuai perintah Reno.
Reno menyuruh mbok Surti kamar Rianti pindah di kamarnya,bukan lagi di tempat biasanya.Kamar yang biasa Rianti tempati sekarang di tempati oleh mbok Surti.
Walaupun Rianti belum bisa mengingat apapun yang pernah dia alami,namun dia tidak pernah menolak atas permintaan Reno.Reno sangat senang Rianti jadi penurut seperti biasanya.
"Akhirnya neng Rianti pulang juga."ucap mbok Surti dengan gembira dan bersemangat.Dia memeluk Rianti dengan penuh haru.
Rianti yang di peluk mbok Surti hanya diam,bingung.Kenapa dia di peluk oleh orang ini'pikir Rianti.
Sedangkan Reno membawa barang pakaian Rianti dan dirinya ke dalam kamarnya.
"Neng istirahat dulu ya."ucap mbok Surti menggandeng tangan Rianti untuk duduk di sofa depan ruang tamu.Dan seperti biasa Rianti hanya menurut.
"Neng,makan dulu ya.Nanti mbok ambilkan."lalu mbok Surti beranjak dari tempat di mana Rianti duduk.
Mata Rianti berkeliling,dia melihat setiap sudut rumah Reno.Tidak banyak hiasan terpajang di dinding,hanya poto-poto Reno ketika wisuda S1 dulu bersama ibu dan ayahnya.Mata Rianti masih berkeliling,mencari sesuatu yang penting untuk dia yakinkan pada dirinya sendiri.
Jika dia memang sudah menikah,setidaknya ada sebuah foto pernikahan di pasang di dinding.Tapi Rianti tidak menemukan foto pernikahan.
Reno kembali lagi ke ruang tamu di mana Rianti duduk sambil selonjoran.Dia masih bingung dengan semuanya.Reno menggendong Raka,dia dudukkan di pangkuannya.Raka yang baru menyadari ibunya sudah kembali setelah lama tidak bertemu,dia menangis histeris sambil tangannya dia sodorkan ke arah Rianti.
Rianti hanya diam saja,dia bingung kenapa anak kecil itu menangis dan minta di gendong olehnya.Rianti menatap Reno,suaminya itu hanya tersenyum dan mengagguk.
"Dia anak kita,kamu membesarkan dia dengan baik.Dia minta di gendong oleh bundanya."ucap Reno.
Lalu Rianti mengambil alih Raka dari gendongan Reno.Anak laki-laki itu diam seketika setelah di gendong oleh ibunya.
Secara naluriah,Rianti sangat merindukan anak kecil.Tapi dia masih belum mengenali anaknya.Dan dia mendekap erat bocah laki-laki itu,dia tersenyum.Reno yang melihat Rianti tersenyum ikut tersenyum.Ingin dia mendekap keduanya,namun dia masih canggung.
Sementara kedua suami istri itu sedang bercanda dengan anaknya,di balik tirai ruangan keluarga mbok Surti menatap kedua majikannya itu dengan bahagia dan terharu.Air matanya menetes pelan.
Semoga selamanya seperti itu ya neng'ucap mbok Surti dalam hati.
_
Malam hari,ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan baik Reno dan Rianti masuk ke dalam kamar.Mereka akan tidur satu kamar dan ini untuk pertama kalinya Reno mengajak dengan keinginan hati.
Ada rasa canggung di hati Reno,namun dia memang harus membawa istrinya tidur di kamarnya.
Rianti yang masih tidak tahu hanya menurut saja,dia masuk ke dalam kamar Reno.Dia melihat sekeliling,mencari sesuatu yang menegaskan dan meyakinkan dirinya bahwa memang dia adalah istri Reno.
Rianti berhenti di depan ranjang,hanya menatap kasur empuk itu lalu berbalik dan melangkah hendak keluar dari kamar.
Reno yang tahu Rianti akan keluar dia mencegah Rianti.
"Mau kemana?"tanya Reno pelan.Rianti menatap Reno dalam.
"Saya lihat di kamar juga tidak ada foto."
"Foto apa?"tanya Reno heran.
"Foto pernikahan kita.Jika kita benar-benar sudah menikah pasti di dinding kamar ini atau di ruangan lainnya ada foto pernikahan.Tapi saya tidak melihat foto satu pun.Itu artinya kita bukan suami istri."ucap Rianti.
Hati Reno mendengar ucapan Rianti jadi ngilu.Benar,tidak ada foto pernikahan satu pun di sini maupun di ruangan lainnya.
"Itu hanya ada di kampung.Yah foto pernikahan kita ada di rumah ibu di kampung."ucap Reno gagap.
Dia tidak menyangka Rianti akan menanyakan hal yang di luar perhatiannya.
"Kenapa harus di rumah ibu?Bukankah ini rumahmu?"
"Iya,aku lupa bawa fotonya.Nanti kalau kita ke kampung akan di bawanya ke sini."ucap Reno beralasan.
"Saya masih belum yakin kalau kita sudah menikah.Lebih baik saya tidur bersama mbok Surti aja.Lalu tanpa persetujuan Reno,Rianti keluar dari kamar Reno.
Reno tidak bisa mencegah,dia hanya diam saja.Memang dia akan sanksi jika tidak ada bukti dari pernikahannya sama Rianti.Apa lagi jika nanti Rianti bertanya lagi kemana surat nikahnya,dia akan tambah bingung menjawabnya karena dia sendiri tidak menyimpan surat nikah itu.
_
Rianti keluar dari kamar Reno menuju ruang tamu.Di sana dia akan tidur,karena dia juga tidak ingat dulu tidur di kamar yang sekarang di tempati mbok Surti dan Raka.Dia tidak enak jika harus membangunkan mbok Surti.Lebih baik dia tidur di sofa ruang tamu.
Raka sengaja tidur bersama mbok Surti karena Rianti belum ingat dengan anaknya.Kalau tidur sama Rianti nanti rewel akan mengganggu tidur Reno dan Rianti.
Rianti tidur di sofa ruang tamu,dia memiringkan badannya agar lebih nyaman dengan posisinya.
Reno yang melihat Rianti tidur di sofa jadi sedih,kenapa istrinya tidak percaya dengan pernikahan mereka.Reno sedih dengan Rianti seperti itu.
Dia pikir dengan hilang ingatan seperti itu,akan mudah mendekatkan diri dengan Rianti.Setelah kejadian itu dia benar-benar ingin berubah.Reno.menghela napas panjang,lalu mendekat ke tempat Rianti tidur.
Duduk di kursi single di samping kepala Rianti.Ternyata Rianti sudah tidur,napas teraturnya berhembus pelan.Reno menunggu,memandangi istrinya yang terlihat polos ketika sedang tidur.
Baru kali ini Reno menatap intens wajah Rianti,manis.Ada getaran halus di dada Reno ketika dia menatap Rianti,senyum mengembang di bibirnya.Betapa bodohnya dia telah menyia-nyiakan istrinya itu.
Kenapa dia dulu tidak mencoba untuk menerima Rianti,padahal Rianti itu sangat penurut tidak pernah menuntut.Bahkan dia tidak memberinya nafkah pun hanya bisa pasrah.
Lagi,Reno terasa sesak ketika mengingat dia pergi satu bulan observasi ke Kalimantan tanpa memberikan uang sepeserpun.Hatinya makin nyesek tatkala ingat Panji pernah bilang Rianti bekerja di toko roti untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Reno terisak,sesak rasanya dadanya mengingat semua perlakuannya pada istrinya itu.Hanya kata maaf yang selalu dia ucapkan.
"Maaf,maafin aku."suaranya parau Reno meminta maaf pada istrinya yang sedang tertidur.
Setelah lama dia meratapi apa yang pernah dia lakukan,dia usap air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.
Lalu tanpa menunggu lama,dia mengangkat Rianti pelan.Hendak di bawa masuk ke kamarnya,tak peduli jika nanti Rianti bangun akan kesal padanya.
_
Pagi sekali Rianti bangun dari tidurnya.Sempat kaget ketika dia merasakan ada seseorang yang tidur di sampingnya.Dia menengok ke arah belakang,ternyata Reno masih tidur sambil membelakanginya.
Rianti bangun pelan,memandang punggung Reno,lalu dengan hati-hati Rianti beranjak dari ranjang kemudian keluar dari kamar Reno.
Rianti pergi ke dapur dan melihat mbok Surti sedang sibuk di dapur.Rianti mendekati mbok Surti.Mbok Surti menengok ketika dia merasa ada orang di belakangnya.
"Eh neng Rianti sudah bangun.Neng Rianti mau sarapan?Mbok nanti buatkan nasi goreng udang kesukaan neng Rianti."ucap mbok Surti yang sedang mencuci piring.
"Ngga mbok,saya mau mandi tapi saya ngga tahu kamar mandinya."ucap Rianti ragu.
"Lho,kan di kamar den Reno ada kamar mandinya.Neng Rianti mandi di kamar saja."
"Saya ngga enak mbok,belum terbiasa.Lagi pula apakah pantas saya mandi di kamar mas Reno."
"Itu juga kamar neng Rianti juga,kenapa harus ngga enak."
"Biar mbok saya mandi di kamar mandi lain saja.Di mana kamar mandinya?"dia juga lupa letak kamar mandi yang biasa dia gunakan.
"di ujung sana neng ada kamar mandi.Neng nanti harus di biasakan mandi di kamar sendiri,tidak bergantian sama mbok Surti neng.Neng kan sudah jadi istri den Reno."Rianti diam lalu dia bertanya yang semalam memang masih ragu.
"Mbok,saya masih ragu apa benar sudah menikah dengan mas Reno.Soalnya di rumah ini tidak ada foto satupun yang terpasang,di kamar juga tidak ada foto pernikahan.Jadi saya ragu kalau saya istri mas Reno."ujar Rianti.
Mbok Surti yang mendengar itu jadi sedih.Benar,di rumah ini tidak ada foto pernikahan satupun.Jelas saja neng Rianti meragukannya.
Tapi mbok Surti ingat,dia pernah memotret Rianti dengan Reno ketika sedang ijab kabul.
"Mbok Surti punya neng di ponsel.Nanti mbok tunjukkin ke neng Rianti.Neng Rianti mandi dulu ya,nanti setelah mandi mbok tunjukin fotonya."ucap mbok Surti.
Dia benar-benar tidak tahu sejak kemarin Rianti meragukan statusnya sebagai istri Reno dan anak yang tadi siang dia gendong adalah anaknya.
_
_
_
_
****(@@***@@)*****