Kisah seorang anak yg tak kenal orang tua..mencoba bertahan dari keras nya hidup dalam dunia persilatan...di asuh oleh 3 orang gembong iblis, mencoba bertahan hidup..untuk mebalas dendam..terhadap orang2 yg tlah mencelakai orang2 yg di cintai nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jack mad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch : 32 Setan Arak dan Pengemis Tangan Api
"Ciu Mo, ayo kita ke sana!
Kedua kakek itu melayang perlahan, seperti
sedang memperlihat kan ilmu meringankan tubuh,
ke arah tempat Shin Mo dan Wan ji berada.
Shin Mo yang merasakan angin berdesir perlahan menuju ke arahnya, hatinya merasa ta enak.
Siapa mereka Wan ji? Tanya Shin Mo.
"Aku juga tidak tahu," Jawab Wan ji
kakek bertubuh agak kecil itu sampai, kemudian berkata.
Hai bocah, boleh kami bergabung? tanya salah seorang kakek yang datang.
"Silahkan lociapwe! Seru Shin Mo, lantas berkata
kepada Wan ji.
"Tolong kau periksa lagi Pendekar Yo! Barangkali ada luka yang lain," ucap Shin Mo.
Wan ji mengerti maksud Shin Mo, lalu mengangguk.
"Lociapwe berdua, aku pamit dulu untuk melihat guru," Wan ji berkata kepada kedua kakek itu.
Seperti tak peduli dengan perkataan wan ji.
kakek tinggi kurus dan berjubah hitam itu, melirik
ke arah Shin Mo, lalu berkata.
"Hai! pengemis busuk apa pemuda ini yang di maksud oleh cucu mu, Liie Hoa?
"Aku belum tau, pemuda ini atau bukan," jawab kakek yang di panggil pengemis busuk.
Shin Mo hanya mendengarkan perkataan mereka,
ia tak mengerti apa maksud dari perkataan kedua kakek itu.
Tak lama kemudian, terlihat dua orang lelaki yang ternyata hakim Li dan pendekar Yo yang telah ber angsur angsur sembuh, mendatangi mereka di beri tahu oleh Wan ji, tentang kedatangan kedua orang kakek itu.
Wan ji khawatir terhadap Shin Mo dan membujuk kakeknya serta guru Yo Han untuk melihat,
siapa kedua orang kakek itu.
Tampak kedua orang kakek itu mengerutkan kening, tanda tak senang dengan kedatangan hakim Li dan pendekar Yo.
Kakek yang berbaju pengemis malah seperti mendengus.
Shin Mo! Terima kasih atas pertolongan mu, maaf
baru sekarang aku bisa mengucapkannya,
berkata pendekar Yo untuk meredakan suasana yang sedikit tak enak, dengan kedatangan mereka berdua.
"Tak apa pendekar Yo," jawab Shin Mo.
Kakek kurus yang berjenggot panjang mendengus
Hmm!
"Mengganggu saja," kakek itu berkata, tapi entah kepada siapa perkataan itu ia tujukan.
Pendekar Yo merasa tidak enak mendengar perkataan kakek itu, Pendekar Yo tahu maksud kakek itu adalah Ia dan hakim Li.
Pendekar Yo lantas berkata, "maaf kan hamba
yang tidakk tahu tinggi nya langit dan dalam nya laut."
"Hamba adalah Yo Han, tongcu baju biru dari
perguruan Naga langit, bila Yo Han boleh tahu
siapakah lociapwe berdua? Dan maaf kan
kata kata Yo Han, bila menyinggung perasaan
lociapwe berdua," Yo Han berbicara sudah sangat
merendahkan diri di hadapan kedua kakek ini.
"Hai, pengemis busuk! kau di tanya diam saja,
cepat panggil cucu mu ke sini lalu tanyakan, apa benar pemuda ini yang dia lihat? kakek berjenggot bertanya kepada kakek pengemis seakan akan tak peduli dengan pertanyaan Yo Han.
"Setan tua! Kau tak sabaran amat sih,"
jawab orang yang di panggil pengemis busuk.
"Lie hoaaa....Lie hoooaa....!
Teriakan sangat keras bergema, menggetarkan hati semua orang yang berada di sana, tanda teriakan itu menggunakan tenaga dalam tinggi.
Hakim Li dan Yo Han terkejut mendengar teriakan itu, karena mereka merasakan gendang telinganya seakan akan mau pecah.
Hanya Shin Mo yang yang terlihat santai.
Tapi tidak ada sahutan atau orang yang mendatangi, mendengar panggilan dari kakek pengemis itu.
Kakek berjenggot, lalu melirik ke arah Shin Mo,
dan berkata.
"Hai bocah! Kau bicara dengan kami
berdua, masa tidak kau buka capingmu, seperti
orang buta saja," mendengar perkataan itu,
hati Shin Mo menjadi panas.
Memang pada jaman itu, kebanyakan yang bercaping kalau bukan musim penghujan,
orang buta atau peramal, tetapi Shin Mo merasa
omongan kakek itu seakan akan menghinanya.
"Memang aku buta! Jawab Shin Mo dengan nada ketus
"Oh, kau benar benar buta! kakek itu membalas
perkataan Shin Mo.
"Ya, aku memang buta, lantas kau mau apa? ketus jawaban Shin Mo.
Roman wajah kakek berjenggot dan kakek pengemisnberubah kelam, mendengar jawaban Shin Mo.
"Wu Bai! kau dengar ucapan bocah itu," ucap kakek berjenggot dengan nada gusar.
Yo Han mendengar kakek berjenggot itu menyebut
nama Wu Bai, Ia terkejut.
Wu Bai, alias Pengemis Tangan Api, pelindung dari perkumpulan pengemis tongkat hijau, sebuah perkumpulan pengemis terbesar dari golongan netral, pasti kakek berjenggot itu adalah Tio In, si Setan arak sahabat dekat Wu Bai.
Kedua orang kakek itu memiliki kepandaian tinggi,
mungkin lebih tinggi dari Setan rubah, tokoh yang
sering terdengar nama, tp jarang orang bisa melihat wajah nya.
Sipat mereka sangat Ku Koay ( aneh ).
Perguruan besar golongan hitam atau putih,
enggan ber urusan dengan mereka.
karena sipat ku koay dan ketinggian ilmu
dari kedua kakek itu yang bikin pusing kepala.
"Buka kataku!?" teriak kakek berjenggot, sambil
tangannya bergerak ke arah caping Shin Mo.
Merasa ada gerakan tangan ke arah nya, Shin Mo menangkis.
"Dhuaar !
Terdengar suara tangan beradu, kakek
itu terkejut melihat tangkisan Shin Mo, yang bisa membuat tangannya bergetar.
Shin Mo loncat menjauhi api unggun.
Ia menjauh, karna di situ ada hakim Li dan Yo Han yang belum sembuh.
"Hendak melarikan diri kemana kau bocah buta?
teriak tio in gusar, karena tangannya yang hendak
mengambil caping Shin Mo di tangkis.
Ia merasa terhina, apalagi di situ ada sahabat nya, Wu Bai.
Kakek itu melesat dan telah berada di hadapan Shin Mo.
"Kakek bau! Aku cari tempat luas, bukan mau melarikan diri," ucap Shin Mo dengan nada ketus.
Wu Bai lalu menyusul sahabatnya dan berkata,
"Setan tua!kau dari kanan dan aku dari kiri, kita lihat apa capingnya bisa terlepas atau tidak? Wu Bai berkata.
"Kau tidak takut di tertawakan orang pengemis busuk? Kita tua bangka berdua maju bersama cuma mau merebut caping bocah buta ini." Tio In membalas perkataan Wu Bai.
Shin Mo panas mendengar perkataan Tio In.
Shin Mo bergerak cepat ke kanan menghantam Tio In
Melihat gerakan Shin Mo yang cepat dan walau buta tapi tahu tempat dia berada, Tio In tak mau sungkan lagi.
Tio In bergerak maju, sambil menghindari hantaman tangan Shin Mo.
Wu Bai tak peduli omongan Tio In tadi, hati Wu Bai panas melihat lagak Shin Mo.
Wu Bai mengibas kan tangannya, suara angin menderu berhawa panas menerjang ke arah Shin Mo.
Whuuuus !
Tubuh Shin Mo terlihat terhuyung ke kanan menghidari kibasan Wu Bai.
Serangan Wu Bai lewat, Shin Mo lalu bergerak ke arah Wu Bai.
Sambil melancarkan sabetan ke arah pinggang Wu Bai yang lowong, Wu Bai loncat mundur menghindari tebasan tangan Shin Mo.
karena belum lama keluar lembah dan belum banyak bertempur, Shin Mo kurang pengalaman.
Ia tak tak menyadari, bahwa di situ masih ada
Tio In, si setan arak.
Jaraknya dan Tio In sangat dekat.
Tio In langsung menendang kaki Shin Mo, melihat ada kesempatan dan ketika Shin Mo bergerak ke atas menghindari kaki Tio In, tapi itu jurus tipuan.
Tangan Tio In, telah bergerak cepat mengibas ke arah wajah Shin Mo.
Shin Mo tak bisa menghidar, Ia hanyabmenahan kibasan itu dengan tangan kiri nya.
Blar!
Terdengar suara beradunya tenaga dalam, tapi angin pukulan Tio In menyebar ke atas dan menghantam atas caping Shin Mo, caping itu terlepas dan terlempar jauh.
Shin mo kaget dan ketika ia berbalik, sebuah tangan merah seperti terbakar, dengan telak menghantam dada Shin Mo.
Shin Mo langsung terseret mundur dua langkah ke belakang.
Tapi hanya baju tengahnya saja hangus terkena pukulan tangan api Wu Bai.
Badan Shin Mo tak mengalami luka, karena ilmu penakluk iblis adalah ilmu tenaga dalam yang bisa menahan atau menolak pukulan tenaga dalam tinggi, yang masuk ke tubuhnya.
Ha Ha Ha
"Akhirnya lepas juga," Tio In tertawa seakan mengejek Shin Mo, karena capingnya terbang.
Wajah Shin Mo tampak kelam mendengar suara tawa dan perkataan Tio In.
Shin Mo lalu mengeluar kan suling hitam berkepala setan dari balik baju.
"Tua bangka, bersiaplah! Hari ini nyawa mu akan ku bikin terbang," Shin Mo berkata dengan nada dingin.
Shin Mo kemudian menyalurkan setengah tenaga dalamnya, ke dalam suling iblis yang berada di tangannya.
Suling iblis nya bergetar, dari lobang lobang suling
itu terdengar suara melengking seperti suara setan gentayangan menjerit jerit.
Tio In hati nya bergetar melihat suling aneh itu dan medengar suara aneh yang keluar dari suling, entah kenapa hati nya, tiba² merasa takut.
Shin mo loncat ke arah Tio In dan terdengar suara
suling seperti melengking lengking tak beraturan.
Melihat hal itu, Tio In hanya bisa pasrah, kaki nya seakan akan di paku ke tanah tak bisa bergerak.
Ketika suling itu akan menghantam kepala Tio In
Terdengar suara teriakan sangat keras.
"Tuuuunggu!"
Mendengar teriakan itu, Shin Mo berhenti dan menarik kembali suling iblis nyandan berbalik
ke arah Wu Bai walau Tio In di dekatnya Shin Mo tidak peduli, dan yakin Tio In tak bisa melukainya.
Mata merah Shin Mo menyala, seakan menatap dan hendak menelan Wu Bai
Terlihat sebuah liontin berkepala setan, dengan
kedua mata yang di hiasi permata merah darah,
di tengah bajunya yang hangus terbakar.
Melihat liontin iblis itu, muka Wu Bai berubah pucat.
Lantas ia bersujud di depan Shin Mo
Hamba budak bernama Wu bai, kepala bagian rumah tangga dari perguruan Dewa iblis.
Memberi hormat kepada ketua