Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.
Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ribut.
Jova POV
"Ah, SiAL!!!" aku menggeprak meja di dekatku karena sangat kesal.
"Kenapa Maila bisa ngikutin gue sih?!"
"Bodoh! Benar-benar bodoh! Apa yang sudah gue lakuin?! Dia pasti melihat dan mendengar apa yang gue ucapin!" ucapku yang benar-benar sangat marah pada diriku sendiri.
"Kalo nggak ada anak geng motor itu, pasti kejadiannya nggak bakal seperti ini. Dan gue juga nggak mungkin nolongin Lexa, sehingga gue membawanya ke tempat sepi dan masih punya perasaan padanya."
"Tenang aja kali, lo kan bisa bujuk dia!" ucap Baim padaku dengan menepuk pundakku untuk menenangkan amarahku.
"Kenapa sih anak geng motor itu bisa datang ke sekolah, dan menghancurkan acara kita? Apa lo yang bikin gara-gara kepada mereka, sehingga mereka marah dan mendatangi kita untuk balas dendam?" ucapku padanya dengan menatap tajam ke arahnya. Namun dia hanya terdiam, dan tidak menjawab ucapanku.
"Ayo jawab!" bentakku padanya dengan meremas kerah bajunya.
"Santuy napa!" ucapnya.
"Jawab!" ucapku semakin meremas kerah bajunya tersebut.
"Lepasin gue dulu!" ucapnya, dan aku pun melepaskan kerah bajunya.
"Ok, ok. Gue emang cari gara-gara pada mereka dengan mengirim pasukan geng motor kita untuk menyerangnya," jawabnya.
"Kenapa lo mengirim pasukan geng motor kita buat menyerang mereka?" tanyaku dengan menggepalkan tanganku dan menatap tajam ke arahnya.
"Karena mereka duluan yang menyerang gue!" ucapnya yang malah kesal padaku.
"Dan gue heran sama lo! Kenapa lo segitu marahnya karena itu cewek? Bukannya lo cuman----" ucapnya yang langsung ku potong.
"Udahlah! Gue kesel sama lo!" ucapku kesal padanya sambil beranjak meninggalkannya sendiri. Aku pun menghampiri motorku untuk pergi ke minimarket membeli minuman.
"Jov! Muka lo kenapa? Kelihatan kesel banget?" tanya Reza padaku, dan aku pun terdiam dan enggan untuk menjawabnya.
Ku pakaiankan helm ke kepalaku, menghidupkan motor dan melajukannya. Aku melajukan motorku untuk menuju minimarket. Setelah sampai dan memarkirkan motorku di depan minimarket tersebut. Aku masuk ke dalam, dan menghampiri pendingin untuk mengambil minuman. Setelah itu membayarnya di kasir. Aku duduk di kursi yang tersedia di depan pinggir minimarket tersebut sambil menekluk minuman yang ku beli.
Aku masih kepikiran dengan kejadian saat acara tadi. Benar-benar kacau!!!
#Flashback on
Aku menyanyikan lagu dengan begitu semangat, di tambah dengan alunan suara drum, gitar akustik, dan keyboard. Bahkan semua siswa yang sedang mendengarkan ku bernyanyi nampak sangat gembira.
Dan tiba-tiba saja semua orang bergemuruh riuh dengan teriak-teriak dan panik. Aku terdiam dan berhenti bernyanyi, dan begitu pun dengan teman anggota band ku. Aku memperhatikan mereka yang terlihat kepanikan dan masih bingung entah apa yang sedang terjadi.
"Anggi!" ucap seseorang dengan memanggil nama Anggi, dan ku toleh orang itu terlihat kepanikan sambil engos-engosan di depan Anggi.
"Kenapa?" tanya Anggi padanya, dan aku pun menghampiri mereka berdua untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Ada... Ada geng motor menyerang kita!" jawabnya yang terlihat sangat khawatir.
"Geng motor?" ulang Anggi dan orang itu pun mengangguk.
"Apa yang terjadi? kenapa semua orang terlihat panik?" tanya pak Iwan bertanya pada kami.
"Ada anak geng motor pak!" jawab orang itu.
"Geng motor?" ulang pak Iwan.
"Kalau begitu cepat kasih tau semua orang untuk keluar dari aula!" perintah pak Iwan pada Anggi, Anggi pun menggangguk untuk mengiyakan. Dengan cepat ia mengambil toa yang tersedia di aula.
"SEMUANYA!!! KELUAR DARI AULA SEKARANG JUGA!!! CARI TEMPAT YANG AMAN!!!" ucapnya menggunakan toa.
Dan saat aku melihat anak geng motor tersebut ketika mereka masuk ke aula, aku nampak terkejut. Karena anak geng itu adalah orang yang sangat ku kenal.
"BAIM!!! SINI LO! BR*NG*EK!!!" ucapnya dengan lantang memanggil nama Baim, dan ku yakin Baim pasti mencari gara-gara pada mereka.
Dan di sisi lain aku melihat Lexa nampak ketakutan ketika anak geng motor itu masuk ke aula. Aku segera menghampirinya, dan setelah itu aku memegang tangannya dan mengajakknya untuk keluar dari aula. Setelah itu aku mengajaknya ke tempat sepi, agar terasa aman. Aku memeluknya dengan erat, agar ia merasa baikan dan tidak ketakutan lagi.
"Untung lo nggak kenapa-kenapa," ucapku padanya.
"Gue sayang banget sama lo Lexa," ucapku lagi.
"Iya gue juga sayang, dan gue juga cinta sama lo. Makasih udah nyelamatin gue," ucapnya yang menambah erat pelukannya. Kemarin aku putus dengan dia hanya untuk Maila. Dan kemudian aku mendengar keluhan seseorang.
"Arrghhh!!!" aku dan Lexa pun melepaskan pelukan dan menoleh ke arah suara tersebut. Dan aku terkejut ketika melihat Maila hampir terjatuh tapi untung langsung di tahan oleh Larbi. Aku terdiam melihatnya yang menatap tajam ke arahku, dan dari wajahnya ia habis menangis. Dan ia pasti melihat dan mendengar apa yang aku ucapkan. Dan saat ia pergi dengan di kejar Larbi dari belakang, aku pun hendak mengejarnya juga. Namun Lexa menahanku dengan memegang tanganku.
"Jangan pergi! Biarin dia pergi!" ucapnya padaku, dan tiba-tiba saja ia langsung memelukku kembali.
#Flashback off
Yang harus ku lakukan adalah dengan membujuk Maila, dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Tentang anak geng motor itu aku tidak terlibat, dan yang terlibat adalah Baim. Anak br*ng*ek itu selalu berulah dan mencari gara-gara. Dia selalu menyulitkanku. Bahkan aku bersedia melakukan apa yang ia perintahkan, demi membantunya dan demi diriku juga.
"Ah!!!" aku meleparkan botol minuman yang sudah habis di minum, aku meleparkan minuman tersebut dengan kasar.
"Heh! Kalau buang sampah jangan sembarangan dong!" ucap seorang bapak-bapak dengan marah-marah padaku sambil mengambil botol minuman tersebut yang sudah ku lempar. Lalu memberikannya padaku.
"Buang sampahnya!" ucapnya kesal sambil memberikan botol tersebut padaku.
"Bapak aja yang buang sendiri, kan tanggung sudah di pegang bapak," ucapku dengan menolak untuk mdembuang botol tersebut.
"Heh, ngelawan kamu sama orang yang lebih tua? Nggak pernah di ajari sopan santun apa sama orang tuanya?!" ucap bapak tersebut, dengan kesal aku langsung mengambil botol minuman itu. Aku sangat kesal jika ada orang bilang menyangkut orang tuaku. Mereka berdua tidak pernah peduli lagi denganku.
Aku membuang botol minuman tersebut ke tong sampah yang tersedia disini, saat aku mau memasukan botol tersebut ke dalam tong sampah, ada tangan bersamaan membuang botol minuman sepertiku. Dan saat ku lihat orang tersebut, ternyata itu Larbi. Kami berdua saling pandang satu sama lain.
"Kebetulan lo ada disini, gue mau ngomong sebentar sama lo," ucapnya padaku.
"Ngomong aja," ucapku dengan menatap dingin padanya.
"Bukan disini," ucapnya. Aku terseyum miring ke arahnya seperti sedang meremehkannya.
"Apa yang ingin lo omongin ke gue begitu penting?!" tanyaku.
"Penting nggak penting. Gue cuman mau memperingatkan lo untuk jauhi Maila!" ucapnya dengan menunjukku dan menatap tajam ke arahku.
"Apa urusan lo terhadap gue?! Sehingga gue harus menjauhi Maila!" ucapku dengan mulai geram padanya.
"Apa lo nggak sadar diri? Apa yang sudah lo lakuin terhadap teman kecil lo sendiri?" tanyanya.
"Lo udah udah nyakitin dia!" ucapnya.
"Itu cuman cara lo untuk menjauhi gue sama Maila. Dan gue tahu kalo sebenarnya lo suka dan cinta sama dia! Jawab! Nggak usah mengelak!" ucapku. Dan ia pun terdiam dan tidak menjawab ucapanku. Dan ku yakin ia ragu untuk menjawab.
"Jawab! Lo sebenarnya suka kan sama dia?!" ucapku dengan nada yang begitu keras, sehingga orang yang lewat nampak memperhatikan kami.
"Iya! Gue emang suka sama dia! Dan gue juga cinta sama dia!" ucapnya. Sudah ku duga ia akan menjawab seperti itu.
"Dan gue melarang lo untuk menjauhi Maila. Karena... " ucapnya lagi dengan menjeda.
"Lo itu BUAYA DARAT PECUNDANG!!!" ucapnya dengan menekan kalimat terakhirnya, sehingga membuatku geram dan menggepalkan kedua tanganku dengan kuat.
"Yang hanya bisa menyakiti cewek!!!" ucapnya lagi. Karena aku tidak bisa menahan amarahku, aku langsung menonjok wajahnya.
Bugh!
Ia terpental ke belakang dan meringis kesakitan di area bibirnya yang mengeluarkan darah segar akibat tonjokanku.
"Sini lo!!! Mau ribut sama gue?!!!" ucapku yang penuh amarah, ia pun menatap tajam ke arahku. Dan langsung menghajarku, sehingga aku pun tersungkur ke belakang. Semua orang nampak melihat kami berdua.
"Gue nggak ada niatan sama sekali untuk mengajak ribut. Tapi karena lo sudah bikin gue marah, gue siap untuk ribut dengan lo disini!" ucapnya dengan penuh penekanan.
"Oh, mau lo begitu?!" ucapku dengan begitu geram padanya.
"Kalau begitu lo maju duluan!" ucapku.
"Apa lo bilang buaya darat? Gue yang maju duluan? Ada juga lo, punya gelar sejarah sebagai buaya darat! Tapi menyuruh gue untuk maju duluan... " ucapnya dengan mengejekku dan membuatku tambah geram.
"Tunjukan nyali lo, kalo lo itu sebenarnya Buaya darat setia di depan mantan lo, yang rasanya masih terasa pacar!" ucapnya sambil menunjuk ke seseorang, dan ku lihat ternyata orang itu adalah Lexa yang terus memperhatikan kami berdua.
Benar-benar membuatku sangat marah sekali, aku menatap tajam ke arahnya. Ingin sekali aku menghabisinya sekarang disini juga. Tanpa aba-aba aku langsung menyerangnya, namun tiba-tiba satpam disini menghentikanku.
"STOP!!!" ucapnya sambil menahan tubuhku yang hendak menyerangnya.
"Awas!!! Biar gue habisi lo!!!" ucapku dengan menatap tajam ke arah Larbi.
"Sudah! Sudah! Kalian kenapa sih bertengkar?" ucap satpam tersebut.
"Kalian berdua mending bubar!!! Dan pulang ke rumah masing-masing!" tegas satpam tersebut pada kami.
"Awas saja ya lo!" ucapku padanya.
Jova POV end
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.
Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰
Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️
Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!
Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
like😍
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧