NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Balas Dendam / Cintamanis / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 5
Nama Author: violla

Bukan novel Plagiat! Kalau ditemukan isi(Alur, nama tokoh, seting tempat, waktu, sudut pandang) cerita sama dengan yang lain, silahkan report karya ini, namun kalau tuduhan itu tidak terbukti, saya yang akan balik mereport anda, seperti itu😊

Berdasarkan kisah seorang teman ditambah dengan bumbu-bumbu halu. Nama dan profesi disamarkan. Sebut saja namanya Lia, dia datang ke kota untuk mencari kerja, sampailah dia bertemu dengan Sera, yang menawarkannya untuk bekerja menjadi pengasuh anaknya, dan inilah kisahnya.

Awalnya kupikir rumah tangga yang aku jalani dengan Mas Haris selama tiga tahun ini baik-baik saja. Tapi ternyata aku salah, saat itu aku tidak sengaja membuka pesan mesra yang dikirimkan suamiku untuk wanita lain, aku bertanya-tanya, siapa wanita itu? Mungkinkah Mas Haris cuma bercanda dengan rekan kerjanya?

Tapi ternyata orang ketiga itu adalah orang terdekatku, orang yang tinggal satu atap denganku, orang yang aku perlakukan dengan baik, ternyata dia orang ketiga di dalam rumah tanggaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Suka Kalau Kamu Cemburu

Setelah Sera keluar dan menutup pintu kamar, Hakim berdiri dan mengambil figura foto Sera yang tergantung di dinding, "dari dulu kecantikanmu tidak pernah luntur," jari jemari Hakim sudah menelusuri foto Sera sewaktu gadis itu masih belia dulu, bahkan kepolosannya juga masih terlukis jelas di dalam ingatan Hakim, "andai saja, dulu aku tidak terlambat, mungkin kamu tidak akan mengalami luka ini," Hakim kembali lagi meletakkan foto Sera di tempat semula.

Pandangan Hakim terarah pada jam yang menempel di dinding, sudah hampir jam sembilan malam, itu artinya ia terlambat setengah jam untuk menghubungi seseorang yang sedari kemarin terus saja menghubunginya, sepertinya wanita itu benar-benar mengkhawatirkan kondisinya sekarang, padahal Hakim sudah menegaskan kalau ia dalam keadaan baik-baik saja, tapi tetap saja Hakim dipaksa untuk memberikan laporan setiap tiga puluh menit sekali, sungguh menyebalkan pikirnya.

"Di mana ponselku?" Hakim menggeleda setiap kantong di celananya kosong...tidak ada apapun di dalamnya, lalu Hakim kembali lagi ke tempat tidur, berharap akan menemukan benda itu di sana, tapi tetap saja ia tidak menemukan apa yang dicarinya.

Hakim yakin kalau ponselnya pasti tertinggal di atas meja, saat Hakim menuju ruang tamu, ia melihat Sera berdiri dengan memegang ponselnya, apa yang sedang dipikirkan Sera? Apakah ponselnya berdering? Diam-diam Hakim berdiri di belakang Sera.

"Siapa perempuan cantik ini? Jawab gak ya panggilannya, siapa tahu penting, tapi aku terkesan lancang ya, atau aku kasih aja ponsel ini sama Mas Hakim ...tapi aku penasaran, siapa perempuan ini!"

Sera tampak berpikir, ingatan buruk saat ia membaca pesan mesra di ponsel Haris kembali mengusiknya, tiba-tiba saja wajah Sera menjadi sendu, "mungkinkah Mas Hakim diam-diam sudah mengkhianati aku juga?" gumam Sera.

"Buang jauh-jauh pikiranmu itu."

Bisikan ditelinganya membuat Sera terperanjat kaget, tanpa sengaja Sera menjatuhkan ponsel milik Hakim hingga menyentuh lantai. Hakim menunduk dan mengambil ponsel miliknya, benar saja ada 10 panggilan tidak terjawab dari orang yang sama.

Hakim menunjukan ponselnya pada Sera, "Jadi kamu masih meragukan aku? Bukankah kamu pernah bilang kalau tidak ada rahasia diantara kita? Karena itulah ponsel ini tidak dikunci, kamu juga berhak atas ponsel ini," ucap Hakim sedikit kesal.

Hakim menarik tangan Sera dan mengajaknya duduk di sofa, "kenapa kamu masih ragu? Sebentar lagi kita akan menikah, tanyakan apa yang mau kamu tanyakan, aku harap setelah ini kamu tidak lagi curiga dan berpikiran negatif tentangku."

Suara Hakim terdengar seperti orang yang sedang berbisik, ia tidak mau membangunkan calon mertua dan juga calon anaknya.

"Siapa perempuan itu, Mas? Kenapa dia terus saja hubungi kamu, apa yang kamu sembunyikan dari aku, Mas?" tanya Sera.

Hakim tersenyum dan mencubit kecil pipi Sera.

"Kamu cemburu?" tanya Hakim.

"Bukan karena itu, Mas. Kamu gak adil, Mas. Kamu sudah tahu banyak tentang aku, tapi aku gak tau apapun tentang kamu. Sekarang jawab siapa dia? Apa perempuan ini istri kamu, Mas? Apa saat kamu pergi dulu untuk menikah diam-diam, Mas? Tolong jangan kasih aku harapan palsu, Mas," akhirnya tercerus juga apa yang selama ini dipikirkan Sera.

"Baiklah, kita selesaikan semua disini. Beberapa waktu yang lalu memang aku pergi ke luar Negri, untuk ketemuan sama dia, tapi bukan untuk menikahinya, dia seorang dokter di salah satu rumah sakit di sana, hubungan kami hanya sebatas seorang dokter dan pasien biasa."

"Pasien?"

Hakim sudah kelepasan bicara, sampai Sera menjadi semakin penasaran.

"Kamu sakit apa, Mas?" Sera memeriksa sebagian tubuh Hakim, "pantesan malam itu aku lihat wajah kamu pucet banget, Mas. Setelah itu kamu pergi tanpa kabar, jawab aku Mas, kamu sakit apa?" Sera semakin panik.

"Sayang aku gak apa-apa, kamu lihat aku udah baik-baik aja, aku sudah sembuh." Hakim menunjukan otot dilengannya, "semua sudah berlalu."

"Jangan buat aku takut, Mas...tolong jangan rahasiakan apapun lagi, aku gak mau kehilangan kamu, Mas..." lirih Sera di dalam pelukan Hakim.

"Tidak ada yang aku sembunyikan, aku sempat sakit karena faktor kelelahan aja, tapi jujur aku suka kalau kamu cemburu," goda Hakim.

"Gak lucu, Mas. Aku serius."

Maafkan aku, Sera ...aku terpaksa merahasiakannya dari kamu, aku gak mau kamu menjadi berlarut-larut dalam kesedihan, aku gak mau kamu khawatir. Jika nanti sudah tiba waktunya aku pergi, setidaknya aku bisa istrahat dengan tenang, karena impianku untuk menikahimu sudah terwujud, ijinkan aku menghabiskan sisa umurku hanya untuk membuatmu bahagia.

...🌴🌴🌴🌴🌴🌴...

Empat iringan mobil sudah tampak memasuki wilayah perkampungan rumah Pak Dayo. Satu mobil berisikan Mama Hakim beserta keluarga yang lain, satu mobil lagi berisikan seserahan yang akan diberikan kepada Sera, satu mobil lain berisikan para perias pengantin, sedangkan satunya lagi ditempati seorang dokter wanita muda dan cantik lengkap dengan berbagai alat medis yang tidak pernah jauh dari dirinya.

Benar saja, tanggal pernikahan Sera dan Hakim sudah ditentukan, semua persyaratannya juga sudah dilengkapi, kini semua sudah rampung hanya tinggal menunggu acara inti, dimana Hakim akan mengucapkan ijab untuk menjadikan Sera sebagai istrinya.

Mobil itu sudah berhenti tepat di depan rumah Sera, satu per satu tamu penting dari kota ini sudah tampak turun dari mobil, hal ini juga menarik perhatian beberapa warga di sana.

"Calon mertuanya Sera yang baru."

"Sera beruntung menikah lagi, apalagi calon suaminya baik."

"Udah baik, ganteng, kaya lagi."

Bisik-bisik tetangga sudah mulai terdengar, ada yang memuji dan ada yang tampak iri.

"Silahkan masuk, maaf rumah saya kecil," ucap Pak Dayo menyambut calon besannya.

"Tidak masalah Pak, yang penting bisa menjadi tempat berlindung," jawab Mama Hakim, mereka terlibat percakapan, Sera dan Hakim juga sudah bergabung di ruang tamu.

Assalamu'alaikum....

Seorang wanita yang kemarin sempat membuat Sera curiga, kini sudah berdiri diambang pintu.

Wa'alaikumsalam....

"Sayang, sini aku kenalin sama Sonia," Hakim menggandeng tangan Sera, "Sonia, dia Sera calon istri yang sering aku ceritakan sama kamu, dan Sera sempat cemburu sama kamu, dia pikir kamu istri pertamaku."

Sera mencubit perut hakim, membuat sebagian orang tertawa.

"Aku bukan istri pertamanya, tapi aku dokter yang biasa menanganinya," Sonia mendadak berhenti bicara saat Hakim memberinya kode.

"Memangnya Mas Hakim sakit apa, sih Mbak?"

"Maksudnya, saya ini Dokter pribadi keluarga jadi jangan heran jika hubungan kami terlihat sangat dekat."

Sepertinya jawaban itu membuat Sera percaya, ntah apa yang akan terjadi kepada Sera, jika tahu apa yang disembunyikan Hakim darinya, yang pasti Hakim berharap ia bisa hidup bahagia dengan Sera dan anak-anak mereka nanti.

...🌴🌴🌴🌴🌴🌴...

Hakim😌

Jangan Lupa Like, juga komen genks....

Maaf gak bisa balas komentar satu persatu ya:-)

1
echa purin
/Drool//Drool//Drool/keren dah
Saras Aussie
Luar biasa
kimiatie
Haris sama Hana di isteri ketiga
kimiatie
betul juga apa kata Thor...biar aja eko yang meninggal...walau bagaimana pun kejahatan Haris di masa lalu yang penting ada niat di hati untuk berubah...pasti dia jodoh Hana👏👏
kimiatie
Haris kah pendonor nya?
kimiatie
semangat thor...semoga perjalanan Thor di bidang penulisan dipermudahkan...aamennn²🤲🤲
Vera Anzani
selalu suka dengan novel author yang satu ini,,love sebanyak2 nya buat author Violla❤️❤️❤️
Adinda
Mampus kau haris
Nur Hayati
Alur cerita nya bagus aku suka 👍👍
altanum
terus semangat berkarya thor.sangat suka dengan kemasan cerita sehari hari author yang ada di RT,tapi tidak membosankan membacanya.
scarlet
bgs
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Arif Hidayatullah
..
Adelia ZahrotusShifa
ok
Jur fans ccg
lanjut terus
Syauqi Perkasa
Haris yg harusnya donorin jantung, biar dia tetap memiliki Sera dan jg anaknya.
Gamers Alay
aku udah pernah baca ini blom sihh.. prasaan udh loh tp lupa.. haaha
momOf3AdorableKiddos
dah ga apa²...bikin haris pingsan jga ga pa² kok ...kejang² atau apalah😃😃😃
Nani Hasan
jgn mau memaafkan Haris ya Sera Krn klo sdh ular tdk akan pernah bisa menjadi kelinci....lbh baik hdp menjadi janda tp bahagia drpd punya suami tp makan hati & sll di sakiti 😡😡
Tiara Tari
visual nya dong 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!