Alvin Mark adalah pengusaha kaya pemilik perusahaan pembuatan Manequin terbesar di Paris dan Indonesia. Sudah lebih dari 10 tahun, ia berada di deretan orang terkaya di Paris. Dan namanya sangat terkenal karena memproduksi Manequin yang selalu mirip dengan manusia. Penjualannya selalu menduduki No. 1 dunia.
Alvin Mark memiliki satu Manequin kesayangan buatannya sendiri yang ia simpan di rumah besarnya. Manequin cantik itu ia beri nama Keke. Setiap ada masalah apapun ia selalu ceritakan pada Keke.
Suatu hari Keke hidup dan menjadi manusia persis seperti dirinya, awalnya Alvin Mark sangat ketakutan dengan kenyataan itu. Keke selalu mengikuti Alvin kemanapun, karena ia tak mengenal dunia manusia. Seiring berjalannya waktu pada akhirnya Alvin semakin mencintai Keke yang hidup sebagai manusia, ia sangat cemburu saat Keke mulai bergaul dengan banyak pria.
Siapakah Keke sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
Setelah mengirim Keke beristirahat di kamarnya, Alvin mengajak bu Farah berbicara di ruang kerjanya.
"Ia amnesia sementara bu, dokter bilang juga ia bisa kehilangan ingatannya secara tiba tiba jika ia tidak tenang atau tak nyaman." ujar Alvin.
Bu Farah terkejut. "Apa non Keke seperti kita?" tanya bu Farah.
Alvin mengangguk. "Menurut dokter Mattew, Keke normal seperti biasa. Hanya ada gangguan pada otaknya yang membuatnya hilang ingatan. Tapi seharusnya TGA terjadi pada usia lansia. Ia bisa diobati dengan cara terapi atau hipnotis, tapi kau tahu jika Keke bukan manusia, aku takut ia akan mengatakan yang sebenarnya di depan dokter Mattew." jawabnya.
"Tuan Alvin benar, kita tak bisa melakukan itu. Kita hanya bisa membuatnya tenang dan nyaman. Selama ia berada di dekat tuan Alvin, non Keke pasti bisa sembuh." ujar bu Farah.
"Lalu bagaimana aku bisa tahu umurnya sekarang?" tanya Alvin.
"Tuan Alvin, non Keke sebenarnya bukan dari dunia kita. Mungkin saja ia sudah berumur ratusan atau ribuan tahun seperti cerita yang ada di film film." ujar bu Farah.
Alvin tertawa hingga suaranya bergema si ruangan. "Bu Farah ada ada saja, mana mungkin cerita itu ada di dunia nyata." ujar Alvin.
"Aku mungkin terbawa cerita seperti itu tuan." jawab bu Farah.
"Baiklah, tinggalkan urusan Keke. Kita akan membahas masalah kebun mawarku." ujar Alvin. "Aku ingin membuat bahan pewarna dan juga bahan untuk parfum bu. Mawar itu hanya bertahan selama satu bulan, sedangkan aku akan mengadakan konferensi pers perkenalan Keke dan juga aku akan ke Indonesia bulan depan. Aku tak mungkin mengurus semua ini bersamaan. Tugas bu Farah hanya mengawasi pembuatan itu, mawar ini bukan mawar biasa, mawar ini adalah mawar biru yang sangat langka." sambung Alvin.
Bu Farah mengangguk. "Aku mengerti tuan. aku akan melakukan yang terbaik untuk mengurus semua itu. Tuan Alvin tenang saja." jawabnya. "Lalu bagaimana dengan Keke?" tanya bu Farah.
"Aku akan membawanya kemanapun, termasuk Indonesia. Aku akan membuatnya mengenal dunia manusia." jawab Alvin.
"Sejujurnya aku sangat senang tuan, aku berharap tuan bisa bahagia bersama non Keke selamanya." ujar bu Farah.
"Aku juga berharap seperti itu bu." jawab Alvin. "Siapkanlah semuanya untuk keberangkatan besok bu, aku akan merepotkan anda selama satu bulan disana." sambung Alvin.
Bu Farah kembali mengangguk. "Aku pamit dulu tuan, aku akan meminta pelayan yang lain untuk menjaga non Keke agar ia tetap tenang dan nyaman." ujarnya.
Alvin mengangguk. "Terima kasih bu." jawab Alvin.
Bu Farah meninggalkan Alvin di ruangannya, Alvin menatap langit langit kantornya, kini Keke ada di kamarnya, ia bahkan bisa menyentuh Keke tanpa harus takut jika ia akan kesakitan. Dan wanita itu juga sudah menganggapnya sebagai kekasihnya. Keke percaya padanya.
Apa Keke sekarang adalah manusia? Mengapa ia tak merasakan sakit atau panas ditubuhnya? Dan pemeriksaan dokter tak menunjukkan keanehan pada tubuhnya. Jika ia benar benar manusia sekarang, aku sangat bahagia tapi apa ia akan baik baik saja jika selamanya ia tinggal di dunia manusia? pikir Alvin.
Alvin menghela nafasnya, ia membuka pintu penghubung kamarnya. Disanalah wanita itu sedang tidur karena pengaruh obat. Ia mendekati Keke dan menatap wajah cantik itu.
Keke tetaplah bersamaku, jangan pernah kau tinggalkan aku. Jika kau mau bersamaku, aku janji akan terus membuatmu bahagia. Aku tak akan pernah berpaling pada wanita lain. gumamnya.
Keke hanya bergumam sendiri membuat Alvin tersenyum. Hari semakin siang, sudah saatnya mereka makan siang. Tapi Alvin tak tega membangunkan Keke. Ia keluar dari kamar itu menuju ke bawah.
*****
Sudah lebih dari satu jam ia berada di ruang santai, tapi Keke masih saja belum bangun.
"Bu Farah..." panggil Alvin.
Bu Farah segera menghampirinya. "Iya tuan." jawabnya.
"Bangunkan Keke, sudah waktunya makan siang. Aku takut ia kelaparan." perintah Alvin.
Bu Farah mengangguk. "Baik tuan." jawabnya.
Bu Farah naik ke atas menuju kamar tuannya dan membangunkan Keke. Beberapa menit kemudian, bu Farah kembali.
"Tuan, non Keke tak mau makan. Ia bilang masih mengantuk." ujar bu Farah.
Alvin menghela nafasnya dan bangun dari duduknya. "Biar aku saja yang membangunnya." ujar Alvin.
Saat ia mau menuju ke lantai atas, suara bel pintu berbunyi. Alvin menghentikan langkahnya. "Siapa yang bertamu siang siang begini bu?" tanya Alvin.
"Biar aku yang melihat tuan." jawab bu Farah.
Alvin menggeleng. "Biar aku saja, aku akan membiarkan Keke tidur sebentar lagi." jawabnya seraya melangkah ke pintu.
Alvin membuka layar yang menghubungkan ke pintu gerbang dan terbelalak saat melihat wanita yang tidak ia harapkan datang. Disanalah Karen berdiri dengan gelisah.
"Bu Farah, hampiri wanita itu. Katakan padanya jika aku tak ada, jangan biarkan ia masuk." perintah Alvin seraya menuju lantai atas.
Bu Farah tahu siapa yang tuannya maksud, wanita itu tentu saja wanita yang selama ini Alvin hindari.
*****
"Non Karen, mencari siapa?" tanya bu Farah.
"Selamat siang bu, kau masih ingat aku kan?" tanya Karen.
Bu Farah mengangguk. "Tentu saja bu Farah ingat. Tapi tuan Alvin tak ada di rumah." jawab bu Farah.
"Aku tahu, ia tak pernah ada di rumah. Aku kemari ingin berbicara padamu. Bolehkah aku masuk?" tanya Karen.
Bu Farah menggeleng. "Maaf non, tuan Alvin selalu melarang siapapun tamu masuk kedalam rumah. Apa yang ingin non tanyakan?"
Karen menghela nafasnya. "Baiklah, aku tanyakan disini saja. Bu Farah, benarkah Alvin memiliki kekasih sejak ia kecil dan sekarang ada didekatnya? Alvin mengatakan bahwa ia memiliki kekasih. Tapi aku tak percaya, ia mengatakan itu pasti karena ingin menghindariku kan?" tanya Karen.
"Maaf non, ini urusan pribadi tuan Alvin. Tapi yang aku tahu, tuan memang memiliki kekasih dan ia memang ada didekat tuan, di rumah ini. Sebentar lagi non juga akan tahu, karena tuan akan memperkenalkan wanita itu ke publik." jawab bu Farah.
Karen terbelalak. "Bu Farah pasti bohong kan? Bukankah di rumah ini hanya ada pelayan, apa diantara pelayan ada kekasihnya?" tanya Karen lagi.
Bu Farah tertawa. "Non Karen sangat lucu, mana mungkin tuan kami memiliki kekasih seorang pelayan. Tentu saja seleranya sangat tinggi, sudahlah aku banyak sekali pekerjaan. Lebih baik non pulang saja." ujar bu Farah seraya meninggalkan pintu itu.
"Tunggu dulu bu Farah, aku belum selesai. Bu Farah tunggu." teriak Karen namun tak diperdulikan oleh bu Farah.
Bu Farah masuk ke rumah dan menghela nafasnya.
"Dasar wanita aneh, mengganggu tuan saja. Tak pernah kapok dan tak tahu malu. Sudah berkali kali tuan menolak, tapi masih saja ia mengejar tuan Alvin." gumamnya sendiri.
Bu Farah kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Hara dan pelayan yang lain sedang menyiapkan makan siang untuk tuan mereka.
*****
1...
2...
3...
Next Part...
Happy Reading All...😘