[ Gendre: Fantasy, Petualang, Sci Fi, Petualang, Romance, Slide Life, Mafia, Militery, Fanfic dan Isekai.]
[ #Arc 1: Crazy Deluxe Hotel Dungeon.
Bab 01 - Bab 33.
# Arc 2: Dungeon Master jadi petualang.
Bab 34 - Bab 53.
**
Dungeon adalah penjara bawah tanah yang sangat gelap dan menakutkan juga berbagai monster – monster kuat yang didalamnya.
Tapi, tidak dengan Bagas Wijaya, dia pada awalnya hanyalah seorang pekerja kantoran biasa namun, dia mengalami kecelakan dan jiwa dipanggil oleh seorang Dewi Keharmonisan, Arathena.
Pada saat Bagas bertemu dengan Arathena dirinya di tawarkan untuk bekerja di dunia lain dan Bagas memilih untuk perkerjaan yang santai dan tenang yaitu Dungeon Master.
Tidak hanya itu, Bagas pun mendapatkan bonus poin yang berlimpah hingga dia menciptakan Dungeonnya menjadi sebuah tempat yang nyaman dan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya.
Akan tetapi, permasalahan dan peperangan terus terjadi di dunia tempat yang dihuninya tersebut.
Bagaimanakah cara Bagas untuk mempertahankan hidup mewah dan santainya?
Selamat membaca, guys!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Max melawan Emerald.
ilustrasi Emerald dari Anime Overload.
Pada saat ini Captain pengacau dan pembawa acara tiba di kolosium dan mereka melihat kehadiran Max disana.
“Captain, apakah kita akan melawannya?” Tanya pembawa acara.
“Tidak, Master Syelle mengatakan jika kita berhadapan dengan unit terkuatnya maka kita harus memanggil Emerald,” ucap captain.
“Aku mengerti!” jawab pembawa acara.
Setelah itu Captai pengacau mengeluarkan gulungan kertas dan menaruhnya di lantai lalu, dia melukai tangannya untuk mendapatkan darah dirinya dan menempatkan pada symbol yang berada di gulungan.
Di tempat pelelangan, Rufus terkejut saat melihat gulungan itu dari layar.
“Itu symbol sihir pemanggil!” seru Rufus yang menyaksikan di layar.
Bagas pun mendengar itu hingga melihat Rufus.
“Symbol sihir?!” gumam Bagas.
Di kolosium, captain pengacau merapalkan mantra nya.
“Jenderal Emerald, datanglah kami membutuhkanmu!”
Tidak lama kemudian, muncullah lingkaran sihir besar di atas dan meluncurkan cahaya terang yang jatuh kebawah.
Buangggg!
Suara gemuruh jatuhnya cahaya dan sosok besar pun turun dari langit.
Tidak lama kemudian, asap serta cahaya yang mengelilingi hilang dan terlihat disana sosok makluk besar dengan badan yang terang seperti berlian, tinggi 3 meter dengan empat tangan dan kaki serangga, mulut juga mata berupa serangga yang membawa tombak besar.
Di tempat pelelangan, Rufus dan Ignis terkejut.
“Ketua Rufus, monster itu?!” ucap kaget Ignis.
“Emerald, monster tingkat SS yang mampu membunuh enam petualang kelas adamanite,” jawab Rufus.
Srinsss!
Asap dingin keluar dari mulutnya dan dia melihat kebelakang captain dan wakil captain.
“Dimana ini? Dan kenapa kalian hanya berdua?” Tanya Emerald.
Captain dan pembawa acara berlutut satu kaki dihadapan Emerald.
“Jenderal, maafkan kami karena gagal menyusup dan membunuh Master Saga!” seru captain.
“Itu bukan urusanku, lalu siapa yang berdiri ditengah itu?” Tanya Emerald yang menunjuk kearah Max.
“Dia Max, unit terkuat kedua dengan ras machina,” ucap captain.
“Bagus, ini yang aku tunggu-tunggu!” ucap emerald yang menatap Max dan maju melangkah ke arena.
Captain dan membawa acara bersembunyi di kursi penonton.
“Sekarang lawanmu adalah aku,” ucap Emerald.
“Begitukah!” jawab santai Max.
“Sombongnya!” seru kesal Emerald.
Emerald pun meluruskan tangan nya kearah Max.
“Frozennn!” rapal Emerald.
Rapalan Emerald itu pun membuat seluruh arena membeku dengan cepat dan Max membeku serta berada didalam es.
“Hu … mudahnya, kamu tahu sihir es frozen itu mampu membekukan magma sekalipun,” ucap Emerald.
Emerald pun berbalik badan tapi …
Crack! Crack! Prank!!!
Suara pecahan dari es.
Emerald pun menoleh kebelakang dan melihat Max yang sudah terbebas dari kurungan es.
“Apa?” kaget Emerald.
“Master, izin untuk menyerang?” ucap Max.
Bagas yang sedang menyaksikan dari podium dia pun menjawab dengan santai.
“Izin diterima!” seru Bagas.
“Dimengerti!” jawab Max.
Emerald yang mendengar itu, dia pun berbalik badan kembali dan menodongkan tombaknya kearah Max.
“Seranglah!” ujar Emerald yang mempersiapkan senjatanya.
Max pun mempersiapkan kuda-kuda dengan kepalan tangan yang sudah di pinggang.
“Steam!” rapal Max yang langsung berada di hadapan Emerald dengan jarak yang sangat dekat.
“Apa?!” kaget emerald.
Bukkkk!
Suara pukulan keras kearah kepala Emerald yang membuatnya terpental jauh.
“Cepatnya!” gumam Emerald yang berusaha berdiri kembali.
“Meski begitu, kamu tidak akan bisa melukaiku!” sambung teriak emerald yang mengangkat tombak kearah langit.
Sesaat kemudian muncullah lingkaran sihir besar di atas langit.
“Meteorite Shower!” rapal Emerald.
Grugggkkk! Grugkkk!
Suara gemuruh dari kemunculan batu besar dari lingkaran sihir yang dijatuhkan kearah Max.
Sebelum batu-batu itu sampai di Max, dia juga meluruskan tangannya ke atas dan membiarkan batu besar datang kepadanya.
Bung!
Suara gemuruh jatuhnya batu disertai dengan debu tebal menutupi Max dan Batu.
“Matilah, tidak mungkin ada yang bisa menahan panas dari batu meteor,” ucap Emerald.
Sesuai mengatakan itu, Emerald tersadar bahwa batu tidak terjatuh melainkan ada sesuatu yang menahannya. Lalu terlihat Max yang memegang batu besar itu dari debu yang mulai menghilang.
“Tidak mungkin!” seru kaget Emerald serta captain dan pembawa acara.
Max yang sedang memegang batu, dia pun menatap tajam emerald.
“Black Hole,” rapal Max yang memunculkan bola hitam kecil didekat tangannya dan menghilangkan batu besar.
“Terlalu membosankan!” ucap Max yang maju mendekati Emerald.
“Dasar bedebah!” ucap Emerald yang terus menerus merapalkan mantra-mantra sihir kecil kearah Max namun tidak membuahkan hasil.
Dalam sekejap Max sudah meluncukan pukulan keras kearah dada emerald.
“Apa?!” kaget emerald kembali.
Emerald kembali terpental namun serangan max tidak berefek kepadanya karena tubuh Emerald yang tebal.
“Sudah aku katakan, tidak ada yang bisa melukaiku!” ucap Emerald.
Max pun berjalan kembali kearah emerald.
“Up power menjadi 30 persen,” rapal Max.
“Eh! Jadi kamu hanya mengunakan kekuatan mu kurang dari 30 persen,” ucap Emerald.
Emerald yang merasa kesal dengan hal itu membuat dirinya mengeluarkan sihir besarnya.
“Sihir kali ini, kamu tidak akan bisa lepas bahkan kamu dewa sekalipun,” ucap Emerald.
Emerald pun melepaskan tombaknya dan merapalkan dengan gerakan simpul tangan.
“Crystal Prison Eternity!” rapal Emerald.
Serangan es pun diluncurkan dan menjalar kearah Max lalu membekukan dirinya hingga dia menjadi Kristal.
“Sekuat apapun kamu melawan, maka Kristal semakin keras,” ucap Emerald.
“Maka aku tidak harus melawan Kristal,” ucap Max dari belakang Emerald.
Emerald terkejut dan dia pun menoleh kebelakang melihat Max yang sudah berada di belakangnya.
“Bagaimana bisa?” ucap Emerald.
Max pun tidak ingin melewatkan kesempatan lengahnya Emerald dan dia pun melompat dengan tangan kepal dipinggang.
“One Fist Destruction!” rapal skill Max yang melesatkan pukulan dengan cahaya merah pekat mengelilingi kepalan tangan nya dan mendarat pada badan Emerald.
Ciung!
Suara terpentalnya Emerald oleh pukulan keras.
Max pun berdiri tegak dan melihat Emerald dari kejauhan.
“Kurang ajar!” gumam kesal Emerald yang berlahan bangun.
Crack!
Suara retakan dari tubuh Emerald.
“Apa ini?” kaget bingung emerald saat melihat luka pukulan dari Max yang retak dengan garis merah seperti api.
“Serangan apa itu?” ucap kaget pembawa acara.
“Luar biasa!” ucap captain.
Emerald yang melihat luka pada dirinya membuat semakin marah kepada Max.
“Dasar Bedebah!!” teriak Emerald yang meluruskan tombaknya namun dikarena dirinya yang banyak bergerak membuat retakan pun menjadi melebar.
“Cocytus!” rapal Emerald.
Sosok Emerald pun berubah menjadi naga es yang melesat kearah Max akan tetapi Max menangkisnya dengan mudah kesamping.
Dung!
Suara Emerald yang terbentuk sisi kanan arena dan dia pun tidak bisa bangun kembali juga retakan semakin menyebar hingga seluruh tubuh Emerald terdapat retakan.
“Terima kasih, aku akan mati di tangan unit terkuat,” ucap Emerald.
“Beristirahatlah dengan tenang!” ucap Max.
Setelah mengatakan itu Emerald penutup matanya dan melebur menjadi debu hitam yang terbang ke udara.
jawab nya 👎
malah jadi ngawur thor ceritanya