NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Malam harinya, Paviliun Matahari Terbit kembali tenang. Elara sedang berbaring di kasur bulu angsa generasi ketiganya, mengipas-ngipaskan dirinya dengan kipas merak putih, sambil memakan anggur yang disuapkan Nira.

“Yang Mulia,” ucap Nira pelan. “Ada kabar dari gerbang depan. Seorang utusan dari Perbatasan Utara baru tiba. Dia membawa surat dari… Duke Adrian dari Utara.”

Elara berhenti mengunyah anggurnya.

Duke Adrian.

Dalam novel Mahkota Duri dan Darah, Duke Adrian adalah Male Lead kedua. Dia adalah komandan perbatasan yang tampan, dingin, dan sangat setia.

Di Bab 15 novel asli, Duke Adrian seharusnya kembali ke ibukota untuk melaporkan krisis kelaparan, dan di sinilah dia pertama kali bertemu dengan Putri Mahkota Aurelia. Pertemuan mereka di bawah hujan di gerbang istana adalah salah satu adegan paling ikonik yang memicu rute romansa kedua di novel itu.

Tapi tunggu. Jika Duke Adrian kembali ke ibukota sekarang, itu berarti..

“Sistem,” gumam Elara pelan, menatap langit-langit kamarnya. “Kamu sedang mencoba memperbaiki plot, ya?”

Teks bercahaya merah samar muncul di penglihatannya, hanya untuk sepersekian detik.

[Plot Correction Initiated. Target: Duke Adrian. Destination: Imperial Capital.]

[Anomaly Interference: Minimal.]

Elara menghela napas panjang. Ia meletakkan kipas meraknya.

“Nira.”

“Y-Ya, Yang Mulia?”

“Suruh Duke Adrian menunggu di Paviliun Musim Semi. Katakan padanya Kaisar sedang sibuk. Dan yang paling penting..” Elara menarik selimutnya hingga ke dagu. “Jangan biarkan Putri Mahkota Aurelia masuk ke paviliun itu. Kalau dia bertemu Duke Adrian di bawah hujan seperti di novel.. eh, seperti di ramalan bintang, alur ceritanya akan kembali ke jalur asli.”

“R-Ramalan bintang, Yang Mulia?”

“Ya. Ramalan bintang. Sangat tidak ilmiah. Sekarang, matikan lilin. Saya mau tidur. Besok pagi saya harus memikirkan cara agar Duke Adrian tidak jatuh cinta pada Putri Mahkota. Itu akan membuat pekerjaan saya di masa depan dua kali lebih lipat.”

Nira membungkuk dan mematikan lilin, meninggalkan ruangan dalam kegelapan.

Di dalam kegelapan itu, Elara memejamkan matanya. Ia bisa merasakan bahwa Sistem itu tidak akan berhenti. Dunia ini sedang mencoba memaksakan ceritanya, dan Elara si figuran yang malas, kini secara tidak sadar telah menjadi satu-satunya benteng yang menahan runtuhnya alur cerita asli.

“Sial,” bisik Elara dalam gelap. “Besok aku harus minta kenaikan gaji. Atau setidaknya, minta kasur bulu angsa generasi keempat.”

***

Pagi itu, Elara berdiri di depan jendela kamarnya, menatap langit dengan tatapan penuh curiga.

Langit Aethelgard berwarna abu-abu gelap. Awan tebal menggantung rendah, seolah-olah siap menumpahkan seluruh isi perutnya ke atas ibukota kapan saja. Angin bertiup sejuk, membawa aroma tanah basah.

Pemandangan yang indah. Puitis. Sangat sempurna untuk... adegan romantis.

"Nira," panggil Elara tanpa menoleh.

"Y-Ya, Yang Mulia?"

"Kapan Duke Adrian dijadwalkan menghadap Kaisar?"

"Siang ini, Yang Mulia. Pukul dua belas. Beliau baru saja tiba dari Perbatasan Utara dan sedang beristirahat di Paviliun Tamu Agung."

Elara memejamkan mata. Pukul dua belas. Langit mendung. Duke Adrian adalah pria tampan, berotot, dan penuh luka pertempuran. Putri Mahkota Aurelia adalah wanita anggun yang selalu tampil sempurna.

Jika Aurelia kebetulan berjalan di halaman istana saat hujan turun, dan Duke Adrian 'kebetulan' ada di sana dan menawarkan payungnya...

Boom.. Rute romansa kedua novel ini akan aktif. Dan jika rute itu aktif, Kaisar Lucian yang mulai posesif akan cemburu, Aurelia akan mendapat simpati, dan Elara? Elara akan kehilangan status konsultan paruh waktu dan kembali menjadi figuran yang bisa dibunuh kapan saja.

Tidak, aku tidak akan membiarkan tropes novel sialan ini merusak jadwal tidur siangku.

"Nira. Panggil Kepala Pelayan. Suruh dia mengerahkan dua ratus pelayan istana ke halaman utama Paviliun Musim Semi."

"Untuk menyambut Duke Adrian, Yang Mulia?"

"Bukan. Suruh mereka mencuci halaman. Pakai sabun cuci lantai yang paling berbau menyengat. Dan pastikan selokannya disiram air sampai berlumpur. Oh, dan pasang tenda-tenda inspeksi logistik raksasa di tengah halaman. Kita akan melakukan simulasi pembongkaran gandum."

Nira ternganga. "Tapi Yang Mulia, Duke Adrian adalah pahlawan perang! Membiarkan beliau melihat halaman yang berlumpur dan berbau sabun keras itu... itu tidak sopan!"

"Itu namanya Hostile Environment Architecture," jawab Elara datar, berbalik dari jendela. "Sekarang, bantu aku melepas gaun tidurku. Cari gaun yang paling kusut dan warnanya paling pudar. Kita akan menyambut pahlawan kita."

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!