NovelToon NovelToon
Sumur Ajaib Penghubung Dua Dunia

Sumur Ajaib Penghubung Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Pulau Terpencil
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Xiao Luo membeli sebuah rumah tua bergaya kuno yang sudah terbengkalai. Ia terpaksa membeli rumah itu karena harganya yang murah.

Selain rumah bobrok yang tak terawat, rumah itu memiliki halaman yang luas. Entah kenapa tidak ada yang mau membeli rumah itu. Mungkin karena rumor yang beredar diluar tentang rumah itu berhantu.

Entah itu keberuntungan atau justru kesialan, Xiao Luo jatuh ke dalam sumur.

Ia pikir hidupnya sudah berakhir, namun ternyata ia muncul di dunia yang berbeda.

Sumur itu seperti lorong waktu yang menghubungkan dua dunia. Xiao Luo bisa pergi ke dua dunia itu dengan mudah melewati sumur tua itu.

Apakah Xiao Luo bisa terus seperti itu atau justru terjebak di dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH HARAPAN

Binar mata Xiao Luo penuh antusias. Ia mendekati kotak kayu tua di sudut ruangan tersebut, lalu berlutut perlahan untuk mengamati isinya lebih dekat.

​Jemarinya menyentuh helai-helai kain sulam yang ada di dalam kotak. Meski gubuk ini kusam dan memprihatinkan, kualitas kain serta kerapian jahitan pada sulaman tersebut sangat luar biasa.

Setiap helai benang emas dan sutra yang tersisa membentuk pola burung phoenix dan bunga peony dengan detail yang hidup—sebuah bukti keterampilan tingkat tinggi kelas bangsawan kekaisaran yang mustahil ditemukan pada produk buatan mesin massal di zamannya.

​Tak hanya itu, di samping kain sulam, terdapat bungkusan kain linen berisi dedaunan dan akar kering yang memancarkan aroma herbal khas, tajam namun menenangkan.

​"Tingting," panggil Xiao Luo pelan, tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak kayu.

"Apakah kain sulam ini buatanmu? Dan tanaman-tanaman kering ini... apa fungsinya?"

​Shen Tingting mengusap bibirnya yang masih menyisakan rasa manis roti gandum, lalu mendekat dengan langkah agak ragu. "Sulaman itu... sebagian buatan mendiang ibu Yu Jin saat masih tinggal di ibu kota. Sisanya buatan ibuku. Saat ada waktu luang, Kakak ipar dan ibu sering membuat sulaman seperti ini. Aku malas, dan tidak bisa membuat sulaman seperti ini," kata Shen Tingting dengan agak malu.

​Tingting kemudian menunjuk bundel tanaman kering di sebelahnya. "Kalau itu adalah Ginseng Salju dan Akar Bintang Emas. Aku beruntung dapat menemukannya. Aku memetiknya di lereng tebing bagian utara pulau saat mencari kayu bakar. Tanaman ini tumbuh liar di area berbahaya yang jarang didatangi orang. Di tempat kami, tabib istana biasa menggunakannya untuk obat penenang jiwa dan penambah stamina, tapi di sini... tak ada tabib yang mau membelinya."

​Dada Xiao Luo berdegup kencang. Naluri bisnis dan pengetahuan umum manusia modern langsung bersatu di kepalanya.

​Sulaman tangan autentik kualitas bangsawan kuno... dan bahan herbal langka yang tumbuh liar tanpa terkontaminasi polusi!

​Di dunia modern, tren barang antik, kerajinan tangan custom bernilai seni tinggi, serta bahan herbal organik premium sedang berada di puncaknya. Kolektor barang antik dan pengusaha obat tradisional berani membayar puluhan hingga ratusan juta untuk barang-barang bernilai historis dan alami seperti ini.

​"Ini bukan sekadar barang bekas, Tingting," ujar Xiao Luo seraya mendongak, menatap Nyonya Tua Shen dan Tingting bergantian. "Di duniaku, kerajinan sulaman seindah ini dianggap sebagai karya seni bernilai sangat tinggi. Begitu pula dengan tanaman obat langka yang belum tersentuh kimia."

​Nyonya Tua Shen tertegun, menghentikan kunyahan rotinya. "Maksud Nona Xiao... barang-barang tak berguna kami ini memiliki harga di dunia Anda?"

​"Bukan cuma berharga, tapi bisa menjadi kunci kebebasan finansial kita!" tegas Xiao Luo dengan mata berbinar penuh tekad. "Duniaku menggunakan uang kertas dan koin untuk bertransaksi. Jika aku bisa menjual sulaman ini ke kolektor antik atau toko seni di duniaku, dan menjual herbal ini ke pengobatan tradisional, aku bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar."

​Xiao Luo berdiri, menggenggam kedua tangan Shen Tingting yang terasa kasar karena kerja keras.

​"Uang itu akan kubelikan pasokan makanan yang lebih melimpah, pakaian hangat yang tebal untuk menyambut musim dingin, vitamin dan obat-obatan medis terbaik untuk Yu Jin, bahkan alat-alat yang kalian butuhkan di sini. Kita tidak perlu lagi berhemat secara ekstrem atau takut kelaparan!"

​Shen Tingting terpaku. Matanya yang semula redup oleh ketakutan dan keputusasaan kini memancarkan percik harapan yang begitu terang. "Apakah... apakah itu benar-benar bisa membantu? Aku bisa latihan menyulam lagi. Aku tidak akan malas," katanya dengan semangat.

"Aku bisa menyulam lebih banyak lagi! Aku tahu pola-pola rahasia istana yang paling rumit!" semangan Nyonya Shen tak kalah sama shen Tingting.

​"Tentu saja!" senyum Xiao Luo merekah lebar. "Dan untuk herbalnya, nanti kita cari cara aman agar kamu bisa mengumpulkannya tanpa membahayakan diri di tebing."

​Nyonya Tua Shen melangkah mendekat dengan bantuan tongkat kayunya, lalu membungkuk dalam-dalam di hadapan Xiao Luo. "Dewa benar-benar telah mengirimkan malaikat pelindung bagi Keluarga Shen. Apapun yang Nona butuhkan dari tempat ini, ambilah. Kami menyerahkan seluruh harapan kami kepada Nona."

​"Nyonya Tua, jangan membungkuk seperti ini," cegah Xiao Luo seraya menahan bahu wanita tua itu. "Kita adalah tim sekarang. Kalian bertahan di sini, dan aku yang akan menjadi jembatan ke dunia luar."

​Tanpa membuang waktu, Xiao Luo mengambil dua lembar kain sulam terbaik dan beberapa sampel tanaman herbal kering, lalu membungkusnya dengan rapi ke dalam kain polos. Ia memasukkan bungkus berharga itu ke dalam ranselnya.

​"Malam ini, kalian beristirahatlah dengan tenang. Perut Yu Jin sudah kenyang, dan kalian juga sudah makan. Aku harus kembali ke duniaku sekarang. Besok Aku masih harus bekerja. Dan untuk kain sulaman dan obat herbal ini akan Aku tanyakan saat ada waktu luang," kata Xiao Luo mantap. "Besok malam, aku akan datang lagi. Semoga ada kabar baik.'

​"Hati-hati di jalan, Xiao Luo," bisik Tingting penuh perhatian.

​Dengan ransel yang kini berisi "harta karun" dari dimensi lain, Xiao Luo melangkah keluar gubuk menuju sumur tua. Di bawah naungan langit malam Pulau Pengasingan yang sunyi, ia menyentuh pendar hangat liontin gioknya, melompati batas dimensi, dan kembali menyembul di pelataran rumahnya di dunia modern.

​Sesampainya di kamarnya yang diterangi lampu LED, Xiao Luo meletakkan kain sulam di atas meja belajar. Di bawah cahaya terang, detail benang dan kerapian motif burung phoenix itu tampak semakin memukau dan sempurna.

​Xiao Luo mengepalkan tangannya di depan dada, menatap pantulan dirinya di cermin.

​"Roda takdir sudah berputar," bisiknya pada diri sendiri. "Keluarga Shen akan selamat, dan hidupku tak akan pernah sama lagi."

1
Fauziah Daud
lanjuttt
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍
Wahyuningsih
upnya jgn lma2 thor yg busnyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
kaylla salsabella
lanjut thor
kaylla salsabella
yeeeee berhasil
kaylla salsabella
kasihan xiao Lou
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
kaylla salsabella
aku mampir thor😍😍
Fauziah Daud
trusemangattt
Dinta Anikmah
bagus ceritanya, walaupun namanya susah banget buat nyebutinya
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Wahyuningsih
menarik
Wahyuningsih
thor xiao luo dpt ruang dimensi biar mkin sru
Wahyuningsih
q mampir thor
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Fauziah Daud
seru
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!