NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kena prank

Zain tidak habis pikir kepada saudaranya. Bisa-bisanya dia menyukai istri orang. Namun ia juga merasa kasihan. Karena selama ini Zean mungkin memang sering bercanda dengan kalimatnya yang bilang suka sama seseorang. Namun kali ini mendengar dan melihat mimik wajah Zean saat bercerita, sepertinya ia benar-benar memiliki perasaan kepada perempuan tersebut.

Zain pun pamit kembali ke kamarnya.

"Kamu juga tidur gih, ini sudah malam."

"Abang sih enak balik ke kamar sudah ada yang nemenin. Lha aku? "

"Makanya cepetan nikah. Jangan nunggu istri orang!"

"Astaghfirullah... tuh kan. Nyesel aku cerita."

"Sudah, pokoknya buang jauh-jauh itu perasaan kalau nggak mau di golok sama suaminya."

"Iya iya... "

Zain pun naik ke atas. Sedangkan Zean masih nonton TV di ruang tengah sendirian.

Sesampainya di kamar, Zain sudah disambut hangat oleh istrinya. Tumben hari ini istrinya memakai baju dinas tanpa ia minta. Lingerie warna hitam dengan model mirip bikini membuat mata Zain semakin sehat. Tentu saja Zean tersenyum senang mendapati hal itu. Tidak hanya itu, kali ini bahkan Tiyas menghampirinya dan memberinya kecupan.

"Ehem... mimpi apa aku semalam."

"Kok gitu, mas?"

"Iya, karena malam ini istriku luar biasa."

Tiyas tersipu malu.

Zain tidak menyiapkan kesempatan itu. Ia pun langsung menggendong istrinya ke atas tempat tidur. Dan terjadilah apa yang harus terjadi. Zean bahkan melupakan segelas susu hangatnya yang kini sudah dingin di atas laci.

Sedangkan Zean saat ini baru saja kembali ke kamarnya. Namun ia belum bisa memejamkan mata.

"Masa' iya aku tanya sama pak Hilman langsung. Pak, bapak poligami ya? ah tidak-tidak!Sreg... ada pa dengan otakku ini." Zean merutuki dirinya sendiri.

Beberapa saat kemudian, akhirnya Zean tertidur juga.

Satu minggu kemudian.

Sudah beberapa hari ini Zean tidak melewati jalan alternatif. Ia tidak ingin bertemu dengan perempuan itu lagi. Mungkin memang tidak pasti ketemu, namun kemungkinan kecil ada. Hari ini Zean terpaksa melewati jalan alternatif kembali karena ia ada jadwal manasik dengan jama'ah. Termasuk Pak Hilman, istri dan anaknya. Karena keberangkatan mereka bulan depan yang artinya tinggal satu minggu lagi. Setelah rombongan ummi dan abi pulang nanti rombongan jama'ah mereka yang akan berangkat.

Zean bersyukur pagi ini ia tidak ada hambatan apa pun saat melewati komplek tersebut. Ia bahkan hanya bisa melihat gerbang rumahnya saja.

"Alhamdulillah, semoga Engkau menjauhkan aku dari perasaan yang salah ini ya Allah."

Sekitar jam 9, Zean sampai di kantor. Dan jam 10 semua jamaah sudah berkumpul di aula untuk melakukan manasik.

"Pak, semuanya sudah hadir. Mari ke aula." Ujar Fadli.

"Baiklah. Kamu buka dulu, saya menyusul."

"Baik, pak."

Zean masih mempersiapkan diri untuk memberi edukasi dan memimpin praktik dalam membekali para calon jama'ah yang akan melakukan ibadah umroh.

Tidak lama kemudian, Zean pun pergi ke aula. Di depan aula ada beberapa orang yang mungkin menunggu keluarganya. Mata Zean justru tertuju pada satu orang yang sangat tidak ingin ia temui.

"Ya Allah... dia lagi. Tadi aku sudah bersyukur tidak bertemu dengannya di jalan. Tapi kenapa malah bertemunya di sini. Dia pasti sedang menunggu keluarganya. Tidak-tidak, suami dan madunya. Oh Astaghfirullah... kenapa dia mau dimadu." Zean sibuk dengan pikirannya sendiri.

Perempuan itu bahkan menyapa Zean meski hanya dengan menundukkan kepala dan tersenyum. Zean pun sontak membalasnya.

Zean segera masuk di dalam. Sudah ada Ustadz Haqi juga yang akan membantu Zean dalam memberikan arahan kepada para jama'ah. Zean dapat melihat Rafli beserta ummi dan abinya duduk di depan. Rafli sempat melambaikan tangannya kepada Zean. Zean pun membalasnya.

Dalam benak Zean masih tidak habis pikir kepada Pak Hilman yang tega berpoligami. Meki Zean belum tahu apa alasannya, baginya pal Hilman sudah melukai dua hati. Dan Zean juga berpikir berapa kuat hati perempuan yang di luar menunggu mereka.

"Ah... kenapa aku sibuk memikirkan mereka lagi! Stop Zean!"

Karena sedang adzan Dhuhur, kegiatan pun dihentikan. Para jama'ah dipersilahkan untuk istirahat. Saat itu juga Rafli langsung menghampiri om super heronya.

"Om super hero.... " Rafli mencium tangan Zean.

"Hai boy. Giman tadi bisa?"

"Bisa dong. Om keren!"

"Oh ya?"

"Iya."

"Pak Zean, kami mau shalat Dhuhur dulu." Pamit Hilman.

"Oh iya, monggo pak. Itu Mushalla nya sebelah sana ya."

"Iya, pak. Terima kasih."

Zean juga pergi ke mushalla untuk shalat. Di sana sudah ada ustadz Haqi yang siap mengimami.

Setelah selesai shalat, Zean masih duduk santai di Mushalla kebetulan Hilman dan Rafli juga masih duduk santai. Rafli menghampiri Zean.

"Om, om yang punya Mushalla ini? Tanya Rafli dengan kepolosannya.

Zean tersenyum mendengarnya.

"Mushalla ini milik Allah, boy."

"Iya Rafli tahu. Tapi om yang bangun?"

"Abinya Om yang bangun."

"Wah keren."

Zean mengusap kepala Rafli.

Melihat keakraban Rafli dan Zean, Hilman pun mengulum senyum.

Zean ingin sekali bertanya kepada Rafli, namun ia urungkan karena masih ada Hilman yang memantau mereka. Dengan jarak yang cukup dekat, Hilman pasti mendengar obrolan mereka.

Beberapa saat kemudian, mereka keluar dari Mushalla dan mau kembali ke aula.

"Bunda... bunda.... bunda dari mana?" Rafli berlari menghampirinya.

"Bunda beli minuman. Kamu mau?"

"Nggak deh. Rafli sudah kembung."

Lagi-lagi tatapan Zean tidak bisa dialihkan. Hilman melirik ke arahnya.

"Ehem... Pak Zean, anda baik-baik saja?"

"Ah iya, baik-baik, pak."

"Huf... hampir saja aku memandangi istri orang di depan suaminya. Ya Allah ampuni dosaku."

Mereka kembali ke aula untuk melanjutkan kegiatannya. Perempuan itu masih menunggu mereka di depan aula.

Satu jam kemudian, kegiatan selesai. Zean mengakhiri kegiatan tersebut dengan do'a. Satu per satu dari mereka keluar dari aula.

Rafli langsung nempel pada bundanya. Nampak istri Hilman pun ngobrol akrab dengan perempuan itu. Zean semakin heran melihat mereka.

"Pak Zean, maaf dari tadi saya melihat anda selalu memperhatikan ke arah mereka." Tegur Hilman.

"Astaghfirullah... maaf maaf Pak, bukan maksud saya.... "

"Pak Zean suka sama adik saya?"

Sontak Zean terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Hilman.

"Apa iya aku salah dengar?" Batinnya.

"Pak Zean, anda mendengar saya?"

"Eh iya, maaf. Kenapa tadi kata anda pak?$

Hilman menghela nafas panjang lalu tersenyum.

"Pak Zean suka sama adik saya?"

"Maaf jadi dia adik anda?"

"Iya, dia adik saya. "

"Maaf sekali pak Hilman saya kira dia juga istri anda karena Rafli memanggilnya bunda." Jujurnya.

Sontak Hilman terkekeh mendengarnya.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
secret
sumpaahh modusnya ngemoduss bgt Zeann🤣🤣 tp gpp lanjuutttkann sampe saahh🤭🤭
Bunda RH: iya kan, dasar Zean 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
mak comlangnya ragi ternyata 😁
Bunda RH: makasih banyak kak sudah suka dengan karya si ratu typo ini 😄😂
total 5 replies
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒
Rafli pintar ,, jadi Mak comblang
Bunda RH: mak coblang cilik 😄
total 1 replies
Novita Sari
senyum senyum lama lama suka.rafli pinter...
Bunda RH: iya Zean pintar mengambil kesempatan dan Rafli pintar membuka kesempatan
total 1 replies
secret
duhh nama aja ridho, kelakuan rawarass🤨 baruu Tyas marah aja udh gemeter, klo tau siapa suaminya Tyas bisa² ngompoll luu🤣
Bunda RH: ya kan nanti bisa pingsan kl tahu siapa Zain 🤭
total 1 replies
secret
*ayah indri
Sri Supriatin
Mampus kamu Dho, kena semprot Tyas🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwk dikira Toyas gak bisa marah😂
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ridho sakit hati karena gagal memperistri tiyas, makanya dia berusaha provokasi..... Tapi gagal, malah dia tengsin sendiri 🤣🤣
Bunda RH: iya kak gatot 🤭
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan otw zain junior....
Bunda RH: jangan jangan 😄
total 1 replies
secret
yokk zean, yakinin hilda dan bantu sembuhin traumanyaa
Bunda RH: yok yok gas pol
total 1 replies
Sri Supriatin
Jangan janda yg di selalu di ceritain Opa 🤭🤭🤭
Bunda RH: ah masa' sih 😂
total 1 replies
Novita Sari
semoga hilda berjodoh dengan zaen..
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
dewi rofiqoh
Lanjuut
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
Fitri Yah
habaja ... cah gemblung🤣
Teh Euis Tea
janda yg ini bkn sembarang janda umi, pokoknya janda yg buat hati zean berbunga bunga🤭
Teh Euis Tea: pokoknya siang malam terbayang bayang, sebelum preettt pada waktunya 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
secret
cah gemblungg gak tuu🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkk Zean radak memang
total 1 replies
Sri Supriatin
Gemblung2 putramu Ummi 😍😍😍🤣🤣🤣
Bunda RH: iya putra ummi yang 11 12 sama abinya
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣🤣🤣🤣Zean bocah gemblung ya ummi...... Akhirnya memakan omongannya sendiri, jatuh hati sama janda karena menolak janda🤣🤣🤣
Novita Sari
umi zaen lucu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!