NovelToon NovelToon
KETIKA ANGAN MENJADI NYATA

KETIKA ANGAN MENJADI NYATA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:231
Nilai: 5
Nama Author: Nura_thequeen

Bagi Shavia Aurelien (Via), dunia nyata adalah tempat yang abu-abu, bising, dan melelahkan. Itulah mengapa dia memilih menjadi arsitek di dalam kepalanya sendiri—menciptakan sebuah dunia khayalan yang sempurna. Di balik pelupuk mata yang terpejam, Via menganyam kisah cinta yang utuh bersama seorang pria tampan yang selalu dia panggil "Sayang". Sosok sempurna tanpa cela yang selalu memperlakukannya dengan penuh kehangatan.

Namun, dunia yang indah itu mendadak retak saat sang pria membawa Via masuk lebih jauh untuk menemui orang tuanya di alam mimpi. Sebuah penolakan dingin dari sang ibu seketika menghancurkan segalanya. Hubungan mereka tidak direstui karena adanya batas dimensi yang memisahkan. Sejak malam yang menyakitkan itu, sosok "Sayang" lenyap tanpa aba-aba, dan dunia khayalan Via perlahan mulai memudar kehilangan warnanya.

Disaat keputusaan itu melanda, jalan takdir mulai menunjukan arah warna nyata untuk hidup via, membuatnya beralih merangkai kisah indah di dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nura_thequeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan di Antara Rak Supermarket

Udara sore mulai mendingin saat aku dan Rara melangkah masuk ke dalam supermarket yang terletak tidak jauh dari area kosan ku.

Bau segar buah-buahan dan pendingin ruangan langsung menyambut kami. Aku mendorong troli belanja dengan semangat yang membuncah, sementara Rara berjalan di sampingku sambil memegang selembar kertas kecil berisi catatan bahan makanan yang sudah kami diskusikan di kantin tadi.

"Oke, Via. Sesuai request si gunung es, menunya harus gak pedas, kan?" Rara menoleh ke arahku saat kami melewati deretan rak bumbu.

"Gimana kalau kita bikin Chicken Katsu saus asam manis, atau tumis sapi lada hitam tapi ladanya dikit aja?"

"Hmm, kayaknya Chicken Katsu saus asam manis lebih aman deh, Ra. Ditambah salad sayur segar pakai saus wijen sangrai. Pasti dia suka," jawabku bersemangat, membayangkan bagaimana raut wajah Arga saat menerima bekal itu esok hari.

"Ya udah, yuk kita cari dada ayam fillet dulu di bagian daging segar," ajak Rara sambil menunjuk ke arah ujung koridor supermarket.

Kami pun memutar troli menuju area makanan segar. Namun, saat kami berbelok tidak sengaja aku melihat seseorang yang sangat familiar yang sedang berada di dekat rak buah-buahan dan dia tidak sendirian, yang membuat langkahku mendadak terhenti kaku dan jantungku terasa mau merosot.

Disana Arga wijaya tampak sedang memilih beberapa buah, dan di sampingnya berdiri seorang perempuan muda berwajah sangat cantik, berkulit putih bersih rambutnya tampak berkilau sangat sehat. Perempuan itu tertawa renyah sambil memukul lengan Arga pelan setelah menyerahkan sebuah melon kecil, Terlihat sangat akrab.

"Eh, Via, kenapa berhenti?" Kalimat Rara terputus saat matanya mengikuti arah pandanganku.

"Lho? Itu... si Arga, kan. Sama siapa dia?"

Rasa cemburu dan terancam langsung membakar dadaku. Tameng persaingan ketat seketika kupasang di dalam kepala.

Siapa cewek itu? Apa dia pacarnya Arga? Apa selama ini aku cuma jadi pengganggu di antara mereka? Berbagai pikiran buruk langsung berkecamuk dibenakku, rasanya ingin berbalik arah dan pergi dari sana.

Namun, sebelum aku sempat kabur, Arga mendadak menoleh ke arah kami. Sepasang mata tajamnya sempat melebar sedetik karena terkejut melihat keberadaanku, sebelum akhirnya kembali datar seperti biasa. Dia tidak bisa menghindar karena jarak kami sudah terlalu dekat.

"Via, Rara?" sapa sebuah suara ramah dari belakang Arga.

Ternyata Danu juga ada di sana, dia tiba-tiba muncul dari arah rak minuman sambil membawa beberapa kaleng soda.

"Wah, kebetulan yang gak disangka. Kalian lagi belanja juga?"

Mendengar suara Danu, perempuan cantik di sebelah Arga itu langsung menoleh ke arah kami dengan mata berbinar penasaran.

"Eh... iya, Danu. Lagi cari bahan makanan," jawabku pelan dengan suara yang mendadak parau.

Mataku tidak bisa lepas dari perempuan di samping Arga. Perempuan cantik itu tampaknya menyadari tatapan intens dan penuh selidik dariku. Bukannya tersinggung, dia justru tersenyum sangat manis, lalu melangkah maju mendahului Arga dan langsung mengulurkan tangannya ke hadapanku.

"Hai! Salam kenal ya. Aku Alya Wijaya, adiknya Kak Arga," ujarnya dengan nada suara yang sangat ceria dan ramah.

Deg.

Mendengar kata 'adik', tameng persaingan ketat yang sejak tadi kususun dalam benakku langsung runtuh berantakan dalam sekejap. Rasa cemburu yang membakar dadaku menguap tanpa sisa, digantikan oleh rasa canggung dan malu yang luar biasa karena aku sudah salah paham.

"Eh... ah, salam kenal, Alya. Aku... Via," jawabku terbata-bata, menyambut uluran tangannya dengan senyum yang dipaksakan se-natural mungkin.

Aku melirik Rara, yang diam-diam sedang menahan tawa di sampingku melihat mukaku yang memerah.

Alya melepaskan jabat tangan kami, namun matanya masih menatap lekat-lekat ke arah wajahku. Dia memiringkan kepalanya sedikit, mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk, seolah sedang berusaha mencoba mengingat sesuatu.

"Hmm... Kak Via... bentar deh," gumam Alya sambil terus memperhatikanku.

"Muka kamu kayak gak asing. Aku pernah lihat di mana, ya?"

"Alya, udah. Gak usah so kenal. Yuk ke kasir," sela Arga dengan suara baritonnya yang dingin, mencoba menarik lengan adiknya agar menyudahi interaksi kami. Wajah Arga tampak sedikit tidak nyaman.

"Bentar, Kak. Aku lagi mikir nih!" seru Alya, menepis pelan tangan kakaknya. Dia menjentikkan jarinya dengan heboh saat sebuah ingatan mendadak melintas di kepalanya.

"Ah... Aku inget kamu. Kamu yang waktu itu histeris, tiba-tiba meluk Kak Arga dari belakang ya, waktu di trotoar seberang ruko tua, kan?!"

Pertanyaan Alya yang meledak-ledak itu langsung membuatku dan Arga mematung di tempat.

Wajahku rasanya seperti terbakar saking malunya. Ternyata perempuan yang bersama Arga di hari pertama insiden dramatis itu adalah adiknya sendiri!

"Wah, parah Kak Arga... jadi kalian tuh sebenarnya pacaran ya. Kalian waktu itu lagi berantem ya, jadi pura-pura gak kenal. Bener kan?" tanya Alya lagi dengan mata berbinar-binar penuh semangat interogasi, menatap aku dan Arga secara bergantian.

"Enggak!". Serentak, aku dan Arga menyahut dengan kata yang sama dan volume yang cukup keras, membuat Danu dan Rara langsung tertawa lepas di belakang kami.

Wajah Arga yang biasanya sedatar papan kini tampak sedikit memerah karena jengkel dan malu.

Alya justru tertawa semakin renyah melihat kekompakan kami yang menolak. "Hahaha! Tuh kan, kompak banget jawabnya. Gak usah bohong deh."

"Alya, diem atau gue kasih tau Mama lu pernah bolos cuma buat nyamperin pacar matre lu," ancam Arga dengan tatapan mata yang luar biasa tajam, yang sukses membuat adiknya langsung mengerucutkan bibir meski matanya masih berkilat jail.

Aku buru-buru mengambil alih pembicaraan sebelum suasana menjadi semakin liar. "Alya... aduh, maaf ya. Kejadian di trotoar waktu itu bener-bener murni salah paham. Aku salah mengenali orang, karena wajah Kakak kamu mirip banget sama seseorang yang aku kenal. Kami benar-benar belum pacaran. Eh... maksudnya gak pacaran, dan waktu di trotoar kami beneran belum saling kenal. Baru semingguan kami kenal waktu aku nonton pertandingan basket bersama Rara."

Mendengar penjelasanku yang jujur dan panjang lebar itu, raut wajah Alya berubah menjadi lebih lembut. Dia mengangguk-angguk paham.

"Oh... gitu ya ceritanya. Padahal aku udah seneng banget lho. Ku kira Kak Arga akhirnya punya pacar setelah sekian lama menjomblo kayak manekin toko."

"Alya Wijaya, ke kasir sekarang." Arga tidak memberikan toleransi lagi. Pria itu langsung mendorong trolinya berjalan mendahului kami tanpa mengucapkan kata perpisahan, meninggalkan adiknya yang mendengus pasrah.

"Ya udah deh, Kak Via, Kak Rara... aku duluan ya menyusul monster es itu. Dadah! Sampai ketemu lagi ya,!" pamit Alya ceria sambil melambaikan tangan, lalu berlari kecil menyusul langkah lebar kakaknya.

Danu ikut melangkah pergi setelah menepuk bahu Rara pendek, menyusul Arga dan Alya. "Gue duluan ya, Via, Ra!"

Begitu mereka bertiga hilang di balik belokan menuju kasir, aku langsung lemas dan menyandarkan tubuhku pada pegangan troli belanja. Disusul dengan tawa Rara yang meledak, yang sejak tadi dia tahan sekuat tenaga sampai bahunya berguncang hebat.

"Hahaha! Astaga, Via. Muka lo tadi lho, dari yang tegang pasang tameng perang, langsung pias pas tahu itu adiknya. Sumpah, epik banget!" ejek Rara tanpa ampun.

"Ih, Rara... Aku kan gak tahu kalau Arga punya adik secantik itu," keluhku sambil menutup wajah yang masih terasa panas dengan kedua telapak tangan.

"Tapi... setidaknya sekarang aku tahu satu hal, Ra."

"Apaan?" Rara berhenti tertawa, menatapku penasaran.

"Perempuan yang waktu itu jalan bareng dia bukan pacarnya, dia benar-benar single," aku menurunkan tangan, menatap deretan buah apel dengan senyuman tipis yang kembali terbit di bibirku.

...----------------...

...****************...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

AUTHOR'S NOTE

Hallo Pembaca tersayang!

Pada kecewa gak nih kalau ternyata cewek kemarin itu cuma adiknya Arga? Hahaha. Tapi setidaknya lampu hijau untuk Via sekarang makin menyala terang, ya!

Terima kasih yang tak terhingga untuk kalian semua yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini di setiap babnya. Dukungan manis dari kalian itu bener-bener berharga banget buat aku.

Perjalanan 30 hari Via masih menyisakan banyak kejutan, jadi pastikan kalian terus semangat membaca dan kawal terus kisah mereka sampai akhir, ya.

Sampai jumpa di Bab 21, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, berupa Vote, komen save dan follow akun ini ya, agar gak ketinggalan bab dan cerita lainnya ya! 💙🙌

1
zru!
baguss kak
Nura_thequeen: terimakasih ♥️🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim bunga lagi🤭
falea sezi
lanjut q kirim bunga lagi 👍
falea sezi: siap thor🤭 rajin up nanti q rajin kasih hadiah
total 2 replies
falea sezi
😕 ga jangan sakitin. via atau php ya 😓bisa. gila anak orang ga
Nura_thequeen: iya ni. moga aja Arga gak gitu ya. bisa-bisa via balik lagi kesetelan halunya🤣
total 1 replies
falea sezi
moga aja Arga gk php ya🤣
falea sezi
🤣 sweet nya mas kulkas
falea sezi
akirnya rara jujur😕
falea sezi
👍 q kirim hdiah tp buat via jangan terlalu ngemis ya😓
Nura_thequeen: wihhh, terimakasih besti. gak kok tenang via gak ngemis. cuma agak cegil sedikit aja.... haha
total 1 replies
falea sezi
malu maluin mbk🤣 ngemis ngemis lu halu di bawa ke ngata
falea sezi
🤣🤣 kebanyakan halu ya gini
Nura_thequeen: begitulah🤣🤣🤣
total 1 replies
falea sezi
moga bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!