NovelToon NovelToon
Cinta Segalon

Cinta Segalon

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: wabula

Gilang cuma tukang galon biasa bangun sebelum subuh, dorong gerobak dari gang ke gang, dan pulang dengan tubuh remuk demi biayai kuliah malam dan ibunya yang sakit-sakitan. Sampai suatu pagi, sebuah alamat baru di komplek elite membawanya ke depan pagar tinggi milik Anindita Prameswari pewaris tunggal bisnis keluarga yang hidup dikelilingi kemewahan, namun sepi dari kehangatan yang sesungguhnya ia rindukan. Dari transaksi jual beli galon yang sederhana, tumbuh sesuatu yang tak pernah mereka duga: percakapan singkat di depan pagar, yang perlahan berubah jadi alasan bagi keduanya untuk menunggu hari berikutnya tiba. Tapi cinta yang lahir dari dua dunia yang begitu berbeda ini harus membayar harga yang mahal. Seorang paman licik dengan rahasia gelap, fitnah yang mengancam merenggut kebebasan Gilang, hingga pengkhianatan dari orang yang paling dipercaya keluarga Prameswari semua bersatu untuk memisahkan mereka selamanya. Akankah ketulusan seorang tukang galon cukup kuat melawan kekuasaan dan kelicikan yang mengintai dari dalam rumah mewah itu sendiri? Cinta Segalon adalah kisah tentang cinta yang menolak tunduk pada status sosial dan keberanian untuk memperjuangkannya, sekalipun dunia terus berusaha memisahkan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wabula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang tercium

Beberapa hari setelah penemuan mengejutkan Nindi mengenai dokumen keuangan mencurigakan tersebut, Om Hensa mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika dia memeriksa kembali arsip di ruang kerjanya dan mendapati beberapa map tidak tersusun sesuai urutan yang biasa dia terapkan, sebuah kejanggalan kecil yang bagi orang yang tidak terlalu teliti mungkin akan terlewatkan begitu saja.

"Ada yang masuk ke ruang kerja ini," gumam Om Hensa dengan nada curiga, memeriksa lebih lanjut dokumen-dokumen tersebut dan menyadari bahwa beberapa halaman laporan keuangan yang paling sensitif tampak sedikit bergeser dari posisi semula.

Dia segera memanggil Dedi untuk menyelidiki kemungkinan ada orang yang telah mengakses ruang kerja tersebut tanpa izin selama masa ketidakhadirannya beberapa hari sebelumnya. "Dedi, coba cek rekaman CCTV rumah untuk beberapa hari terakhir, terutama area sekitar ruang kerja saya."

Setelah memeriksa rekaman tersebut, Dedi menemukan sesuatu yang membuat Om Hensa semakin geram, sebuah gambar yang menunjukkan Nindi masuk ke ruang kerja tersebut pada hari ketika Broto dan dirinya sedang menghadiri pertemuan bisnis di luar kota. "Pak, ini rekamannya. Non Nindi yang masuk ke ruang kerja Bapak."

Melihat bukti tersebut, Om Hensa merasakan kemarahan yang begitu besar, menyadari bahwa keponakannya tersebut mungkin telah menemukan bukti-bukti penggelapan dana yang selama bertahun-tahun dia sembunyikan dengan begitu hati-hati. "Berani sekali dia. Kita harus cari tahu apa yang sudah dia ketahui, dan pastikan dia tidak bisa menggunakan informasi tersebut untuk melawan kita."

Om Hensa segera menemui Broto, menyampaikan kekhawatirannya dengan cara yang tetap menjaga posisinya sebagai pihak yang dipercaya penuh oleh kakak iparnya tersebut. "Broto, saya khawatir Nindi mulai mencari-cari informasi yang bisa disalahartikan mengenai pengelolaan keuangan perusahaan. Sepertinya pengaruh tukang galon itu membuat dia jadi terlalu curiga terhadap keluarga sendiri."

Broto, yang mendengar kabar tersebut, merasa semakin yakin bahwa hubungan Nindi dengan Gilang telah membawa dampak buruk terhadap sikap putrinya. "Astaga, jadi dia benar-benar sudah kelewatan. Saya akan bicara langsung dengannya."

Pertemuan antara Broto dan Nindi tersebut berlangsung dengan penuh ketegangan, dengan Broto langsung mengonfrontasi putrinya mengenai kunjungannya ke ruang kerja tanpa izin tersebut. "Nindi, Papa tau kamu masuk ke ruang kerja Papa waktu itu. Apa yang sebenarnya kamu cari?"

Nindi, yang menyadari bahwa kebohongannya kini telah terbongkar, memutuskan untuk mengambil risiko dengan mengungkapkan sebagian dari apa yang telah dia temukan tersebut, berharap bisa membuka mata ayahnya mengenai kebenaran yang selama ini tersembunyi. "Pa, aku nemuin dokumen yang nunjukin ada dana perusahaan yang dialihkan ke rekening pribadi Om Hensa. Aku curiga dia udah lama nggelapin uang perusahaan kita."

Mendengar tuduhan tersebut, Broto terlihat terkejut sekaligus tidak percaya, mengingat kepercayaannya yang begitu besar terhadap adik iparnya selama bertahun-tahun. "Nindi, itu tuduhan yang sangat serius. Kamu punya bukti kuat soal itu?"

"Aku punya fotonya, Pa, tapi ponsel aku disita. Coba deh, Papa periksa sendiri laporan keuangan itu lebih teliti," jawab Nindi dengan penuh keyakinan, berharap ayahnya bersedia menyelidiki kebenaran tersebut secara objektif tanpa terpengaruh oleh kepercayaan buta yang selama ini dia berikan kepada Om Hen

Namun sebelum Broto sempat memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut, Om Hensa yang telah bersiap mengantisipasi kemungkinan tersebut, segera masuk ke ruangan dengan berbagai penjelasan yang telah dia susun sedemikian rupa untuk mengaburkan kebenaran yang sesungguhnya. "Broto, saya dengar ada kesalahpahaman. Biar saya jelaskan, transaksi itu sebenarnya bagian dari investasi pribadi yang sudah disetujui bersama beberapa tahun lalu, mungkin Nindi salah menafsirkan konteksnya."

Penjelasan licik tersebut, yang disampaikan dengan begitu meyakinkan, membuat Broto kembali ragu mengenai kebenaran tuduhan putrinya. "Nindi, kalau memang benar seperti yang dijelaskan Om Hensa, kamu sudah membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap keluarga sendiri. Ini keterlaluan."

"Tapi Pa, coba deh periksa sendiri dokumennya, jangan cuma percaya omongan Om Hensa aja," bantah Nindi dengan penuh keputusasaan, menyadari bahwa kelicikan pamannya tersebut jauh lebih besar dari yang pernah dia bayangkan sebelumnya, mampu memutarbalikkan kebenaran dengan begitu meyakinkan di hadapan ayahnya sendiri.

Om Hensa, yang menyadari bahwa situasi tersebut mulai berbahaya bagi rencananya, memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih drastis. "Broto, saya rasa sudah waktunya kita percepat rencana merger dan pernikahan Nindi dengan Rafael. Semakin cepat semakin baik, sebelum ada kesalahpahaman lain yang bisa merusak reputasi keluarga kita."

Usulan tersebut, yang sesungguhnya bertujuan untuk segera menutup akses Nindi terhadap informasi lebih lanjut mengenai penggelapan dana tersebut, disetujui oleh Broto yang masih dipenuhi kemarahan terhadap tuduhan putrinya. "Baik, kita akan percepat pernikahannya bulan depan."

Keputusan tersebut membuat Nindi merasakan keputusasaan yang begitu mendalam, menyadari bahwa waktu yang dia miliki untuk mengungkap kebenaran dan menyelamatkan hubungannya dengan Gilang kini semakin menipis, sementara Om Hensa semakin mempercepat langkahnya untuk memastikan seluruh rencana liciknya berhasil terlaksana sebelum kebenaran yang sesungguhnya sempat terungkap ke publik.

1
Dewi Kasinji
ijin baca kaj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!