Bagaimana jadinya jika seorang laki-laki dan perempuan yang tidak saling mengenal terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka menikah?
Zivanya Anindita
Gadis berusia 19 tahun harus tinggal di kota besar seorang diri untuk menempuh pendidikan di bangku kuliah. Dia harus bekerja part time untuk menambah penghasilannya.
Kenzo Julian Abram
Seorang pengusaha yang sangat dingin. Dia hanya memikirkan pekerjaan dan tidak memikirkan pernikahan hingga kedua orang tuanya memberikan ultimatum
Ikuti kisah Kenzo dan Vanya yang harus menikah karena kesalahpahaman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suguhan Pagi
Seketika Kenzo membuka matanya dengan lebar karena merasakan sesuatu.
"Astaga, lenganku kejepit melon." Kata Kenzo.
Seketika Vanya melepaskan pelukannya dan memukul perut Kenzo menggunakan bantal. Dia beranjak berdiri dan menarik selimut serta dua bantal yang ada di atas tempat tidur tersebut sambil menggerutu. Vanya merebahkan diri pada sofa bed yang ada di dekat jendela. Meskipun angin masih terasa, namun dia lebih memilih tidur di sana daripada tidur di tempat tidur.
Kenzo yang melihat tingkah Vanya hanya terbengong-bengong. Dia bingung apa yang membuat Vanya terlihat kesal dan menggerutu tidak jelas seperti itu. Namun, dia tidak ambil pusing. Kembali Kenzo merebahkan dirinya karena matanya sudah sangat lengket. Tak berapa lama pun Kenzo sudah berlayar ke alam mimpi.
Sementara Vanya, dia masih membolak balikkan tubuhnya. Dia bergelung di atas sofa bed sambil memainkan ponselnya. Dia menonton drama komedi yang sangat digemarinya. Hingga tanpa sadar, akhirnya Vanya juga terlelap.
Pagi itu Kenzo terbangun lebih dulu. Dia meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Dia melihat jam yang ternyata sudah lumayan siang, pukul 06.40. Mungkin karena kelelahan dan beberapa aksinya semalam mereka jadi bangun kesiangan.
Kenzo beranjak turun dari tempat tidurnya dan beranjak membuka tirai serta pintu kamar yang menuju balkon lebar-lebar. Dia menghirup udara pagi yang berhembus dari lautan. Segar. Itu yang dirasakannya pagi itu.
Kenzo menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk meregangkan ototnya. Entah sudah berapa lama dia tidak berlibur. Setidaknya, jika ini tidak menjadi honeymoon yang sebenarnya untuk dirinya dan Vanya, ini akan menjadi liburan untuknya.
Setelah melakukan beberapa gerakan, Kenzo segera beranjak masuk ke dalam kamar kembali. Dia menghampiri Vanya yang masih tidur, bergelung di dalam selimut. Kenzo menggoyangkan tubuh Vanya agar segera bangun.
"Van, sudah pagi. Bangun gih." Kata Kenzo.
Namun, masih tidak ada gerakan dari Vanya sehingga membuat Kenzo kembali menggoyangkan tubuh Vanya.
"Van, cepetan bangun. Atau kamu mau aku cium agar bangun hah?" Kata Kenzo.
Seketika Vanya yang mendengar ancaman Kenzo segera membuka selimutnya dan menggeliat. Dia segera duduk dan menyibakkan selimutnya. Vanya masih belum menyadari jika saat itu dia menggunakan baju pancingan. Ya, baju tidur yang bisa saja membuat Kenzo ikut terpancing suasana panas.
Vanya duduk di atas sofa bed dengan mata masih mengantuk. Dia juga dengan sengaja mengangkat kedua tangannya keatas untuk meregangkannya. Kenzo benar-benar memelototkan kedua matanya dan membuka mulutnya dengan lebar.
Bagaimana tidak, pagi-pagi seperti ini dia sudah disuguhkan oleh dua buah melon alami yang sangat putih, mulus dan menggoda. Apalagi dengan balutan baju pancingan yang sangat menggoda. Kenzo melihat dua buah melon yang seperti hendak melompat keluar dari tempatnya hanya bisa melongo. Entah mengapa matanya tidak bisa beralih pada sesuatu yang menyembul, seperti memberontak ingin keluar itu. Pikirannya juga sudah travelling kemana-mana, bahkan mungkin sudah menjelajah ke video-video pemersatu bangsa.
"It-itu, seperti mau melompat keluar dari tempatnya. Apa kamu tambahi sesuatu hingga sebesar itu?" Tanya Kenzo masih tidak mengalihkan pandangannya.
Vanya yang masih mengantuk pun segera tersadar dan mengikuti arah pandangan Kenzo. Dan, betapa terkejutnya dia saat asetnya hampir terlihat sepenuhnya oleh Kenzo.
Aaarrrggggghhhh.
Vanya berteriak sekencang-kencangnya sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia juga melempar bantal yang ada di dekatnya kepada Kenzo.
"Apa-apaan sih. Dasar om-om mesuuummmm." Vanya masih berteriak-teriak tidak jelas. Dia benar-benar merasa malu dengan kecerobohannya itu.
Kenzo yang mendapat serangan dari Vanya hanya bisa menghindar.
"Apa-apaan sih teriak-teriak pagi-pagi. Malu didengar orang. Dikira aku menganiaya anak orang lagi." Kata Kenzo. "Lagian, aku juga sudah puas melihatnya, jadi tidak usah ditutup-tutupi lagi mulai sekarang."
Glek
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Masih adakah yang menunggu?
Nama terkenal doang Kenzo dan Rey..
aslinya sih Buambangg 🤣🤣🤣
temanmu hanya sebatas untuk menyenangkan hatimu saja..
dalam hati mereka bilang 52 tahun 😁😁🫣