NovelToon NovelToon
The Shadow For Revenge

The Shadow For Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aliet's

Di tempat semua orang yang sedang berjuang demi mengubah masa depan, hanya beberapa anak yang tengah berjuang demi membalaskan dendam. Ini adalah akademi bagi para bangsawan yang ingin mengubah masa depan dan memperjuangkan kemerdekaan mereka.

Pembantaian keji terhadap keluarga ternama dengan pasukan militer yang kuat, kini hanya tersisa nama. Sebagai satu-satunya yang terselamatkan, ia mengambil langkah untuk membalaskan dendam keluarganya. Panah api itu tak kunjung berhenti menembak, bangunan besar itu kini dilapisi oleh api, di setiap penjuru bangunan penuh dengan api dan asap.

Matanya membulat sempurna, wajahnya menegang, jari-jari kecilnya bergerak perlahan, kakinya melangkah ke depan, hanya satu langkah sebelum seseorang menahannya dari belakang. Satu tangannya terulur ke depan, berharap ini hanyalah mimpi. Kini pandangannya gelap setelah seseorang di belakangnya mulai menutup pandangan nya.

5 Tahun setelah Tragedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliet's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Balas Dendam kecil (8)

Di sela-sela menyantap makanannya, Eric menyunggingkan senyum tipis. Kilat kepuasan terpancar jelas di matanya menyaksikan kekacauan di sudut kantin.

​"Apakah kau merasa kenyang sekarang, Ric?" tanya Kazel yang memperhatikan sudut bibir Eric terangkat.

​Merasa tertangkap basah, Eric hanya terkekeh pelan. "Tentu saja. Bagaimana tidak kenyang jika porsinya di luar dugaanku?" balasnya.

​Ini bukanlah pembahasan tentang makanan yang sedang mereka santap. Bagi mereka, menyaksikan sebuah 'pertunjukan' adalah santapan yang sesungguhnya.

​"Sangat disayangkan jika kau merasa kenyang sekarang, hidangan utama masih dalam perjalanan," sahut Edith yang menyantap salad miliknya.

​Eric kembali terkekeh pelan. "Aku tunggu hidangan utamanya, semoga itu sesuai dengan selera Kapten kita," balasnya.

​"Tentu saja... Hidangan pembuka yang sudah lezat, akan kalah dengan hidangan utamanya," timpal Vincent.

"Karena tidak ada yang lebih nikmat dari 'hidangan utama' untuk dihidangkan kepada Kapten," sahut Kael.

​Mereka terkekeh pelan dengan apa yang baru saja mereka bicarakan—sebuah obrolan singkat tentang 'hidangan pembuka dan hidangan utama' yang hanya dapat dipahami oleh mereka.

Mereka berlima telah menyelesaikan santapan makan siang. Edith menjadi yang pertama bangkit berdiri dari mejanya.

​Edith menghela napas pelan seraya merapikan gaunnya. "Baiklah... saatnya kita pergi sekarang," ucapnya lalu berbalik melangkah.

​Keempat lelaki itu—Eric, Vincent, Kael, dan Kazel—segera mengekor, mengambil posisi sigap di depan dan belakang Edith untuk menjaga keamanan sang tabib. Langkah kaki mereka yang stabil dan teratur membelah riuh suasana kantin menuju lantai atas perpustakaan, persis seperti instruksi yang sebelumnya disampaikan oleh Eric.

​Tak butuh waktu lama, kelimanya telah tiba di balik deretan koridor sunyi dan berdiri tepat di depan pintu kayu raksasa perpustakaan akademi.

​Eric memutar gagang pintu dan mendorong pintu raksasa itu perlahan tanpa menimbulkan suara berdecit. Suasana perpustakaan yang sunyi, dingin, dan beraroma khas kertas tua langsung menyambut kedatangan mereka berlima.

​Di sudut lantai atas yang paling terisolasi, tampak Elouis masih terduduk tenang di antara gunung-gunung buku tebal. Pendar sihir tipis masih menari-nari melingkupi jemarinya.

​"Kami kembali, Kapten," bisik Vincent seraya melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti yang lainnya yang segera mengelilingi meja besar tersebut.

​Elouis tidak langsung menghentikan kepakan sihir di jemarinya. Ia hanya melirik tipis ke arah kelimanya melalui celah tumpukan buku, lalu mengibaskan tangannya pelan untuk memadamkan pendar sihir tersebut.

"Bagaimana dengan makan siang kalian?" tanya Elouis datar, nadanya tenang dan tegas.

​Eric menyeringai tipis, melipat kedua tangannya di dada. "Sangat membuat perut kenyang. Apa kau ingin kami ambilkan jatah makanmu?"

​"Tidak perlu. Kalian duduklah, tunda dulu laporan kalian tentang 'hidangan pembukanya'," ucap Elouis sembari meletakkan penanya dan menatap mereka berlima secara bergantian.

​Edith segera mengambil posisi duduk di tengah meja, diapit oleh Eric di sisi kanan dan Vincent di sisi kiri. Sementara itu, si kembar Kael dan Kazel berdiri sigap tepat di belakang ketiga orang tersebut, menyimak situasi dengan saksama.

​"Jadi, dengarkan aku baik-baik mulai sekarang," Elouis memajukan tiga lembar kertas catatan di hadapannya. Satu lembar ia serahkan kepada Edith, sedangkan dua lembar lainnya diberikan kepada Eric dan Vincent.

​"Pelatihan Khusus akan segera dibuka. Siapa pun yang mengikuti pelatihan berkedok ujian itu, jika berhasil keluar dalam keadaan hidup... mereka akan langsung diluluskan dari akademi ini," terang Elouis sebelum menyerahkan satu lembar kertas tambahan yang memuat data rinci kepada mereka.

​"Sepupuku memberi tahu bahwa peraturannya telah diubah. Di dalam sana, kita tidak hanya akan bertarung melawan monster... melainkan juga sesama siswa demi bertahan hidup. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menerima tawaran dari Pangeran Dominic, sebab anggota tim elit akademi juga dipastikan akan ikut serta dalam Pelatihan Khusus tersebut."

Satu jemari Elouis mengetuk-ngetuk pelan sampul buku tebal di hadapannya. Tatapan matanya yang tajam tertuju penuh pada kelima rekannya yang sedang menyimak dengan serius.

​"Kalian tidak keberatan jika harus bertarung melawan sesama siswa, kan? Maksudku adalah, pertarungan saling menyerang secara nyata... bukan sekadar simulasi bermain-main," tanya Elouis, memperhatikan tatapan kelimanya yang sempat saling bertukar pandang membayangkan kerasnya ujian tersebut.

​"Aku sama sekali tidak masalah," balas Edith tegas, menatap lurus ke dalam manik mata Elouis. "Jika memang ada siswa yang berani menyerang kelompok kita terlebih dahulu, kita hanya perlu membalasnya dengan porsi yang jauh lebih setimpal."

​"Bagus," sahut Elouis mengangguk pelan. "Jadi, di sela-sela kesibukan kalian menyiapkan 'hidangan utama dan hidangan penutup' untuk Darrius, asahlah kekuatan kalian hingga tajam. Aku tidak ingin anggota kelompokku terluka hanya karena kemampuannya tumpul saat ujian dimulai nanti."

​Elouis kemudian mengarahkan pandangannya pada Edith. "Untuk Edith... fokuslah melatih sihir penyembuh dan pembalik untuk beberapa minggu ke depan."

1
Miu.Nuha
yaahh selesai deh, padahal lagi tegang2nya...
Miu.Nuha
mereka bisa bercakap2 dgn saling batin begitu? hebat juga ya 👍 seperti esper gitu...
Miu.Nuha
ada untungnya ya El
tpi kamu harus tetap waspada dn jaga dirimu baik2 👍
-Thiea-
dia udah siap sepenuhnya menghadapi ujian apapun. udah ditempa dari kecil soalnya.
-Thiea-
terlalu banyak basa-basi. mending langsung mulai aja. udah gak sabar di elouis.
Filan
kak, ini panjang banget. apa 2500?
ali: tambah 3 kak.. aku kebablasan nulisnya
total 3 replies
Mingyu gf😘
Ayoo, kamu pasti bisa, demi membalas darah kedua orang tuamu
Filan
tegang sekali saling mengintai
Mingyu gf😘
Bersyukur masih ada pengawal setia yang mau menolong satu satunya anggota keluarga yang tersisa
Filan
waduh, berburu
Filan
mau ngapain bocah malam-malam. sibuk amat bukannya tidur.
Myz Pena
semoga aja kael dan kezil kawan yang baik untuk elois
Myz Pena
Vincent ternyata kemampuannya hebat juga ya...
ginevra
iya sih kalian terlalu lama tatap2an. ayolah gas dimulai kelasnya
ginevra
terus gimana Lou? mending di tengah2 kan ya
Xlyzy
yey kalian satu kelas aman deh kalau gutu
Three Flowers
banyak yang kembar karena lahir dari ras binatang ya?
ali: iyaa kakk, aku riset dulu sebelum bikin cerita ini hehe
total 1 replies
Three Flowers
kukira Noah itu laki-laki, ternyata perempuan
Three Flowers
memang sesuatu banget kalo sekelas sama bestie🥳
Myz Pena
rasain si carlo akhirnya bisa kalah juga 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!