NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Getaran yang Mengubah Segalanya

Keheningan yang tersisa setelah pengakuan jujur Arga terasa begitu berat, namun anehnya tidak lagi terasa dingin. Kinar masih berdiri mematung di dekat tumpukan koper Louis Vuitton yang memenuhi ruang tengah kontrakan mereka. Tangannya yang tadi digenggam erat oleh Arga kini terasa dingin terkena embusan angin pagi, namun di dalam dadanya, ada kehangatan aneh yang menjalar hingga ke ujung jari.

"Gue... gue mau mandi dulu, Ga. Gerah," cicit Kinar, akhirnya menemukan suaranya setelah beberapa menit terjebak dalam aksi bisu.

Tanpa menunggu balasan dari Arga, Kinar langsung berbalik dan setengah berlari menuju kamar mandi di bagian belakang rumah. Dia menutup pintu kayu itu dengan sedikit tergesa-gesa, lalu menyandarkan punggungnya di sana. Kinar menatap pantulan dirinya di cermin bundar kecil yang menggantung di dinding kamar mandi. Kedua pipinya sudah merah padam, persis seperti tomat matang.

Dia menyalakan keran air, membasuh wajahnya berulang kali demi mengusir bayangan tatapan mata Arga yang begitu intens tadi. Namun, kata-kata Arga seolah sudah terpatri di dalam otaknya.

“Gue udah jatuh cinta sama lo, Kinar Anindita. Sejak kita pertama kali masuk bangku SMP.”

Kinar memegangi dadanya yang masih berdentum ugal-ugalan. Semua potongan teka-teki masa lalu yang selama ini dianggapnya sebagai "keberuntungan" atau "solidaritas sahabat" mendadak tersusun rapi membentuk satu jawaban nyata. Sepeda baru di bangku SMP, cowok kelas sebelah yang mendadak pindah sekolah saat SMA... semuanya adalah ulah Arga. Cowok berkepala beton yang selalu memasang wajah datar dan hobi mengejeknya itu ternyata telah menjaganya dengan begitu egois dan tulus di dalam kegelapan.

Kenapa gue bisa gak sadar selama ini? batin Kinar merutuki ketidakpekaannya sendiri. Atau... jangan-jangan selama ini gue sebenernya punya perasaan yang sama, tapi gue terlalu takut buat ngakuin karena takut kehilangan dia sebagai sahabat?

Pertanyaan itu terus berputar-putar di kepala Kinar bahkan setelah dia selesai mandi dan berganti pakaian dengan kaus oblong santai dan celana kain semata kaki. Dengan gerakan pelan, dia membuka pintu kamar mandi dan melangkah keluar menuju dapur, berusaha menghindari kontak mata dengan Arga yang ternyata masih setia duduk di tepi kasur lantai ruang tengah.

Suasana kontrakan mendadak terasa begitu canggung, namun kecanggangan kali ini dipenuhi oleh ketegangan manis yang membuat udara terasa tipis.

Arga menoleh saat mendengar langkah kaki Kinar. Tatapan matanya tidak lagi se-intens tadi pagi, berganti dengan sorot mata teduh yang biasa dia tunjukkan, namun kali ini tanpa ada topeng gengsi lagi di sana.

"Nar," panggil Arga pelan, suaranya sudah tidak lagi serak.

"A-apaan?" sahut Kinar ketus, sengaja digalak-galakkan untuk menutupi rasa salting-nya yang sudah berada di ambang batas. Dia pura-pura sibuk mengisi air ke dalam teko listrik untuk membuat teh.

Arga berdiri dari kasur lantai, melangkah lebar-lebar mendekati dapur. Langkah kakinya yang tenang entah kenapa membuat Kinar otomatis menahan napas. Begitu posisi Arga sudah berdiri tepat di samping konter dapur kecil mereka, Arga mengulurkan tangannya, mengambil alih teko listrik dari tangan Kinar.

"Biar gue aja yang nyiapin airnya. Lo duduk aja," ucap Arga lembut. Jemarinya sempat bersentuhan dengan jemari Kinar saat mengambil teko, mengirimkan sengatan listrik kecil yang sukses membuat bulu kuduk Kinar meremang.

Kinar mundur satu babak, melirik Arga dari samping. "Lo... lo gak usah sok baik begitu deh, Ga. Gue malah merinding liatnya."

Arga terkekeh pelan, sebuah kekehan tulus yang terdengar sangat seksi di telinga Kinar. Dia meletakkan teko listrik ke tatakannya lalu menekan tombol on. Setelah itu, Arga memutar tubuhnya seutuhnya menghadap Kinar, bersandar santai pada pinggiran konter dapur dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana pendeknya.

"Gue kan udah bilang, Nar. Mulai hari ini, topeng gue udah lepas. Gue gak mau lagi pura-pura cuek atau pura-pura gak peduli sama lo. Kalau gue mau perhatian sama istri gue sendiri, emangnya salah?" tantang Arga dengan sudut bibir yang terangkat tipis, memamerkan senyuman tengilnya yang kini terasa sepuluh kali lipat lebih memikat.

Kinar membuang muka, tidak berani menatap mata elang Arga yang seolah bisa membaca seluruh isi hatinya. "Istri kontrak ya, inget! Jangan ngilangin kata 'kontrak'-nya!"

"Kontraknya kan mau kita ubah jadi misi bikin anak, Sayang. Lo lupa?" goda Arga sengaja merendahkan suaranya saat mengucapkan kata 'Sayang', membuat pertahanan diri Kinar runtuh total.

"ARGA!!! STOP BERCANDA YA!" jerit Kinar histeris, langsung memukul lengan tegap Arga dengan kepalan tangan kecilnya berulang kali demi meredakan rasa malunya yang sudah meledak.

Arga tidak menghindar. Dia membiarkan Kinar meluapkan rasa salah tingkahnya lewat pukulan-pukulan kecil itu, sebelum akhirnya tangan kiri Arga bergerak taktis, menangkap kedua pergelangan tangan Kinar dan menguncinya dengan lembut di depan dada bidangnya.

Jarak mereka kembali terkikis. Di atas ubin dapur kontrakan yang sederhana, di bawah deru suara air teko listrik yang mulai mendidih, Kinar mendongak menatap Arga yang kini sedang menatapnya dengan binar mata yang penuh dengan rasa sayang yang murni.

"Gue gak pernah bercanda soal perasaan gue ke lo, Kinar Anindita," bisik Arga dengan nada yang sangat dalam, mengunci seluruh pergerakan Kinar. "Gue bakal kasih lo waktu buat proses semuanya. Gue gak bakal maksa lo buat langsung bales perasaan gue sekarang. Tapi satu hal yang harus lo tahu... mulai detik ini, jarak yang ada di antara kita udah gak ada lagi. Gue bakal kejar hati lo dengan cara gue sendiri."

Dinding persahabatan belasan tahun yang mereka agungkan kini beneran sudah runtuh dan rata dengan tanah. Di balik reruntuhan itu, Kinar tahu, dia tidak sedang berjalan mundur menjauhi Arga, melainkan hatinya perlahan-lahan mulai ikut bergetar, bersiap untuk menyambut uluran tangan sang sahabat yang kini telah bertransformasi menjadi seorang pria dewasa di hidupnya.

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!