NovelToon NovelToon
CINCIN PESUGIHAN

CINCIN PESUGIHAN

Status: tamat
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Membeli rumah tua di pinggiran kota dengan harga murah adalah impian yang jadi kenyataan bagi Ferdi dan Selfi. Di rumah inilah mereka berencana menyambut kelahiran anak pertama mereka yang kandungannya sudah menginjak usia sembilan bulan. Bersama Siska, adik ipar Selfi yang seorang mahasiswi, mereka mulai menata kehidupan baru.
​Semua terasa sempurna, sampai suatu hari Selfi membersihkan sebuah lemari rias kuno yang ditinggalkan di kamar utama. Di dalam laci tersembunyi, dia menemukan sebuah cincin permata yang sangat indah. Terpikat oleh pesonanya, Selfi mencoba cincin itu. Namun anehnya, setelah terpasang di jari, cincin itu mendadak mencengkeram erat dan tidak bisa dilepas lagi.
​Sejak hari itu, suasana rumah berubah drastis.
​Pak Cahyo, tetangga sebelah yang misterius, sering menatap rumah mereka dengan cemas dan memberi peringatan aneh bahwa rumah itu menyimpan masa lalu yang kelam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 19

Langkah kaki Siska terasa sangat berat saat memasuki area pohon bambu tua itu. Suasana di dalam sini begitu gelap dan lembap, seolah-olah sinar matahari siang tertahan oleh rimbunnya dedaunan di atas sana. Bau tanah basah bercampur aroma busuk yang samar langsung menusuk hidungnya. Suasana bising dari klakson kendaraan di jalan raya mendadak lenyap, digantikan oleh keheningan yang mencekam.

​Srek... srek... srek...

​Suara gesekan di atas tanah itu kembali terdengar, menuntun langkah Siska semakin jauh ke dalam. Siska berjalan sambil memegangi dadanya yang bergemuruh kencang. Air matanya menetes pelan, membasahi pipinya yang pucat.

​Di sebuah area kecil di tengah-tengah rimbunnya pohon bambu, Siska akhirnya menemukan kakaknya.

​Ferdi sedang berlutut di atas tanah yang kotor. Posisinya membungkuk pasrah, dengan kedua tangan terkulai lemas di samping tubuhnya. Tatapan mata Ferdi benar-benar kosong, menghadap lurus ke bawah, ke arah sesosok makhluk kecil yang sedang merangkak mendekatinya.

​Siska menghentikan langkahnya, membekap mulutnya sendiri agar jeritannya tidak lolos.

​Makhluk itu adalah Doni. Ukuran tubuhnya masih kecil, persis seperti bayi manusia pada umumnya yang berumur beberapa bulan. Dia mengenakan sisa kain selimut yang sudah kusam dan penuh noda hitam. Namun, tidak ada lagi kesan lucu atau suci dari sosok bayi itu.

​Kulit tubuh Doni tampak sangat keriput, bergelambir meliuk-liuk menutupi tulang-tulangnya yang kecil, menyerupai kulit seorang pria yang sudah teramat sangat tua. Yang lebih menjijikkan, seluruh permukaan kulit keriput itu dilapisi oleh lendir bening yang kental dan mengilat. Lendir itu menetes perlahan ke atas tanah setiap kali dia bergerak, meninggalkan jejak basah yang berbau anyir menyengat.

​Wajah bayi Doni tampak begitu menyeramkan. Kulit wajahnya berkerut-kerut kaku, dengan hidung yang melesak ke dalam. Namun, sepasang matanya yang merah darah tetap menyala terang di tengah remangnya hutan bambu, menatap Ferdi dengan pandangan penuh rasa lapar yang amat kelam.

​"Mas Ferdi! Bangun, Mas! Lari!" jerit Siska sekuat tenaga, mencoba memecah hipnotis gaib yang mengikat kakaknya.

​Ferdi tidak mendengar. Jangankan berdiri, mengedipkan mata pun kakaknya tidak mampu. Bisikan setan dari kutukan pesugihan itu telah mengunci seluruh saraf di tubuh Ferdi, menjadikannya seonggok daging yang siap saji untuk ditumbalkan.

​Bayi berlendir itu mengeluarkan suara desisan rendah dari mulutnya. Dia menggerakkan kaki-kakinya yang patah ke arah dalam, memanjat tubuh Ferdi dengan sangat luwes melalui lipatan celana jinsnya. Setiap kali tubuh berlendir itu menempel, kain pakaian Ferdi langsung melepuh kecil dan mengeluarkan asap tipis yang bau.

​Makhluk itu merangkak naik hingga ke dada Ferdi. Dia mendongakkan wajah keriputnya yang menjijikkan, menatap lurus ke dalam bola mata ayahnya sendiri. Bayi Doni kemudian membuka mulut mungilnya lebar-lebar. Di dalam rongga mulutnya, deretan gigi-gigi kecil yang runcing dan tajam berkilau terkena sedikit bias cahaya.

​Tanpa ampun, bayi iblis itu mulai menyerang.

​SREEET... KREEEKK...

​Mulut tajam makhluk itu langsung mengoyak kemeja dan jaket yang dikenakan Ferdi. Dengan keganasan yang sama persis seperti saat dia menghabisi Mbak Selfi di ruang tengah malam itu, bayi Doni mulai menggigit, merobek, dan mengunyah daging dada ayahnya sendiri tanpa sisa.

​"AAAKKKHHH!!!"

​Ferdi akhirnya mengeluarkan suara, sebuah jeritan melengking yang sangat menyakitkan. Pengaruh hipnotis gaib itu tampaknya sengaja dilepaskan oleh sang iblis agar Ferdi bisa merasakan setiap detak rasa sakit dari kematian tragisnya. Tubuh Ferdi kejang-kejang di atas tanah, kedua matanya melotot lebar menahan siksaan yang luar biasa. Namun, tangannya tetap kaku, tidak bisa digunakan untuk mendorong makhluk kecil itu menjauh.

​Darah segar berwarna merah pekat menyembur keluar dengan deras dari dada Ferdi, membasahi tubuh keriput bayi Doni dan bercampur dengan lendir kental di kulitnya. Makhluk itu melahap setiap potong daging dada Ferdi dengan rakus, mengeluarkan suara kunyahan yang basah dan mengerikan di tengah keheningan hutan bambu.

​KRETEKKK...

​Suara derak tulang rusuk Ferdi yang patah terdengar sangat jelas di telinga Siska. Dada Siska rasanya seperti dihantam godam besar melihat pemandangan biadab itu. Kakak laki-lakinya, satu-satunya keluarga yang dia miliki di dunia ini, sedang dieksekusi dengan cara yang teramat sangat keji di depan matanya sendiri.

​"Mas Ferdi!!! Jangan, Doni! Jangan!!!" Siska berteriak histeris, mencoba berlari maju untuk menarik tubuh kakaknya.

​Namun, begitu kakinya melangkah mendekat, hawa sedingin es mendadak berembus kencang dari arah tubuh bayi Doni, menerpa wajah Siska. Tekanan gaib yang sangat besar langsung mengunci seluruh pergerakan tubuh Siska, membuatnya jatuh berlutut di atas tanah dengan tubuh yang lemas tak berdaya. Siska hanya bisa menangis sejadi-jadinya, menyaksikan akhir hidup kakaknya yang tragis.

​Bayi berlendir itu memasukkan tangan mungilnya yang berkuku tajam ke dalam rongga dada Ferdi yang sudah hancur terbuka. Dengan satu gerakan sentakan yang sangat kuat, makhluk itu menarik keluar organ jantung Ferdi yang masih berdenyut lirih untuk terakhir kalinya.

​Ferdi tersentak hebat untuk yang terakhir kali, sebelum akhirnya tubuhnya runtuh, jatuh terlentang di atas tanah yang bersimbah darah. Matanya tetap terbuka lebar, menatap kosong ke langit-langit pohon bambu. Kematian Ferdi benar-benar sama persis, tidak kurang dan tidak lebih, dengan cara kematian tragis istrinya, Mbak Selfi.

​Bayi Doni duduk di atas perut jasad ayahnya. Dengan wajah keriputnya yang dipenuhi lumuran darah dan lendir, dia mengunyah jantung Ferdi dengan sangat rakus. Darah hitam kental menetes dari sela-sela bibir kecilnya, mengalir membasahi selimut kusamnya.

​Setelah selesai menghabiskan santapannya, bayi iblis itu perlahan-lahan memalingkan kepalanya ke arah Siska.

​Dua titik mata merahnya menyala semakin terang, memancarkan kepuasan sekaligus rasa lapar yang baru. Makhluk itu mengeluarkan suara kekehan kecil yang sangat serak, memperlihatkan gigi-giginya yang penuh dengan sisa daging merah.

​Siska memandangi makhluk itu dengan tubuh yang bergetar hebat di atas tanah. Rasa sedih yang mendalam karena kehilangan Mas Ferdi kini bercampur dengan rasa ngeri yang teramat sangat. Di tengah hutan bambu yang gelap dan sunyi itu, Siska menyadari sebuah kenyataan yang mengerikan: setelah menghabisi ibu dan ayahnya, kini hanya tersisa satu aliran darah keturunan lagi yang berada di tempat ini. Dan makhluk itu sedang menatap lurus ke arahnya.

1
andhig Rosdiana
terima kasih udah meninggalkan jejak like dan koment .jangan lupa mampir di karya aku berikutnya BISIKAN LUKISAN BERDARAH ,🤗
Musliha yunos
ceritanya ok cuma kayak gantung end nya..
andhig Rosdiana: siap kak .. terimakasih atas dukungan nya 🙏
total 4 replies
Mega Arum
mampir kak
andhig Rosdiana: mksh udah mampir ... terima kasih atas dukungan nya🤗
total 1 replies
andhig Rosdiana
yuk jangan lupa di like dan komentar nya ya suy ...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!