NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Anak Kandungmu!

Keesokan harinya, matahari baru saja menyembul di cakrawala ketika ketenangan kamar Rachel hancur berkeping-keping.

​Brak!

​Pintu kamar Rachel terbuka dengan hantaman keras hingga membentur dinding, Rachel yang sedang duduk melamun di tepi ranjang tersentak, jantungnya berdegup kencang melihat Mommy Viona masuk dengan wajah yang jauh lebih mengerikan daripada semalam.

Rambutnya berantakan dan matanya merah karena kurang tidur. Di belakangnya, Paul tampak terengah-engah, mencoba menarik lengan istrinya.

​"Viona, sudah! Kendalikan dirimu!" seru Paul, namun suaranya hanya dianggap angin lalu.

Mommy ​Viona melemparkan sebuah tablet digital ke atas ranjang tepat di depan Rachel, layarnya menyala dan menampilkan grafik saham berwarna merah yang menukik tajam serta sebuah surel resmi dengan kop surat Pratama Group.

​"Lihat ini, anak tidak tahu diuntung!" teriak Mommy Viona, suaranya melengking memecah kesunyian pagi.

"Pratama Group secara resmi membatalkan seluruh kontrak eksklusif mereka! Proyek ekspansi kita di Asia macet total! Kita rugi ratusan miliar dalam satu jam terakhir hanya karena egomu semalam!" lanjutnya.

​Rachel menatap layar tablet itu dengan pandangan kosong, ia sudah menduga ini akan terjadi. Namun, melihat kegilaan Ibunya, ia menyadari bahwa ia bukan lagi dianggap manusia di rumah ini.

​"Itu konsekuensi dari bisnis yang dibangun di atas paksaan, Mom," jawab Rachel dingin, meski suaranya sedikit bergetar.

​"Konsekuensi!" Mommy Viona tertawa histeris, langkahnya mendekat hingga ia berdiri tepat di depan Rachel.

"Kau bicara soal konsekuensi? Kau tahu apa yang akan terjadi? Nama Trinity Beauty akan hancur di bursa saham! Kreditur akan menarik dana mereka!" bentak Mommy Viona.

​"Viona, cukup! Jangan gunakan kekerasan lagi!" Paul mencoba menengahi, namun Mommy Viona menyentakkan tangannya dengan kasar.

​"Diam kau, Paul! Kau yang membiarkannya melawan semalam!" Mommy Viona kembali menoleh pada Rachel, matanya berkilat penuh kebencian.

"Karena kau sudah menghancurkan asetku, sekarang kau tidak punya nilai apa-apa lagi bagiku. Tahu tidak? Kau itu tidak lebih dari sampah yang kupoles agar terlihat seperti berlian! Tapi pada akhirnya, sampah tetaplah sampah. Kau hanya tahu cara menghancurkan semua yang sudah kubangun dengan susah payah!" hina Mommy Viona tepat dihadapan Rachel.

Kalimat itu menghujam jantung Rachel lebih dalam daripada pecahan kristal semalam. Rachel terpaku, menatap wajah wanita yang melahirkannya dan mencari setitik saja rasa sesak atau penyesalan di sana. Namun, yang ia temukan hanyalah kebencian.

Mommy Viona meraih koper besar milik Rachel yang masih tergeletak di pojok ruangan, koper yang bahkan belum sempat dibuka sejak kedatangan Rachel dari London.

Dengan emosi, Mommy Viona menyeret koper itu dan membantingnya ke lantai tepat di depan kaki Rachel hingga bunyi dentuman kerasnya bergema ke seluruh sudut kamar.

​"Keluar dari rumahku sekarang juga!" teriak Mommy Viona.

"Mommy," gumam Rachel.

​"Jangan panggil aku Mommy. Mulai detik ini, kau bukan lagi putriku dan aku sudah membekukan semua rekeningmu, membatalkan semua kartu kreditmu dan mencabut namamu dari daftar ahli waris keluarga ini. Kau bukan lagi bagian dariku, sekarang kau pergi dari rumahku dan bawa barang-barangmu, aku tidak sudi kau ataupun barang-barangmu ada di rumahku!" usir Mommy Viona tanpa belas kasihan.

Mommy Viona melangkah maju dan memperpendek jarak hingga napasnya yang memburu terasa panas di wajah Rachel, ia menunjuk wajah Rachel dengan jari yang bergetar karena murka.

​"Tahu tidak, Rachel? Kesalahan terbesar dalam hidupku bukan menikahi pria pecundang seperti Daddy-mu, tapi membiarkanmu lahir ke dunia ini! Seharusnya aku menggugurkanmu saat kau masih berupa segumpal darah tak berguna, daripada harus menanggung malu dan kerugian sebesar ini karena ulahmu!" ucap Mommy Viona.

​Rachel mematung, kata-kata itu lebih dingin dari musim gugur di London, lebih tajam dari sembilu. "Mom... segitu bencinya Mommy sama Rachel hanya karena uang?" bisik Rachel dengan suara yang nyaris hilang, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

​"Uang adalah harga diriku! Dan kau baru saja menginjak-injaknya!" balas Mommy Viona sambil merenggut paksa tas tangan branded yang sedang dipegang Rachel lalu melemparnya ke arah pintu.

​"Kau pikir kau siapa? Kau itu bukan siapa-siapa tanpa namaku di belakangmu! Sekarang, pergi! Jadilah gembel seperti Daddy-mu! Tidurlah di selokan, makanlah sampah, aku tidak peduli! Aku menyesal telah membuang dua puluh sembilan tahun waktuku untuk membesarkan ular sepertimu!" bentak Mommy Viona.

​Paul mencoba memegang bahu Mommy Viona, "Viona, kendalikan mulutmu! Dia anak kandungmu!" ucap Paul.

​"Aku tidak punya anak yang menghancurkan hidupku sendiri, Paul! Dia hanya parasit!" balas Mommy Viona menyentakkan tangan Paul dan kembali menatap Rachel dengan tatapan yang sangat menghina.

"Kenapa masih berdiri di sana? Pergi! Sebelum aku menyuruh satpam menyeretmu keluar dengan cara yang lebih memalukan!" usir Mommy Viona.

​Rachel merasakan seluruh dunianya runtuh. Kehangatan palsu saat ia tiba, pelukan di bandara dan makan siang mewah tempo hari ternyata hanyalah topeng dari kebencian yang selama ini berkarat di hati ibunya.

Dengan tangan gemetar, Rachel meraih pegangan kopernya. Ia tidak menangis dengan suara keras, ia hanya membiarkan air matanya jatuh tanpa suara, membasahi pipinya yang masih bengkak akibat tamparan semalam.

​Rachel menyeret kopernya keluar dari kamar yang selama ini menjadi satu-satunya ruang pribadinya, setiap langkah di atas karpet bulu yang mahal terasa sangat berat. Di sepanjang koridor, para pelayan menunduk, tak ada yang berani menatap mata sang nona yang kini diusir layaknya sampah.

​Sesampainya di lobi utama, Rachel berhenti sejenak. Ia menoleh ke arah tangga, tempat Mommy Viona masih berdiri dengan napas tersengal dan mata yang menyala penuh kebencian.

​"Terima kasih, Mom," ucap Rachel lirih.

​"Pergi!" jerit Mommy Viona histeris dan suaranya menggema di seluruh mansion.

​Rachel melangkah keluar pintu, begitu ia menginjakkan kaki di halaman, cuaca Jakarta yang panas dan pengap langsung menyergapnya. Gerbang besar mansion itu tertutup dengan bunyi dentuman besi yang memekakkan telinga, mengunci Rachel di dunia luar tanpa uang, tanpa identitas keluarga dan tanpa tujuan.

​Rachel berdiri di pinggir jalan raya, menyeret koper besarnya di atas trotoar yang tidak rata, dress mahalnya tampak sangat kontras dengan pemandangan jalanan yang berdebu. Beberapa pengendara motor menoleh, menatap heran ke arah wanita cantik yang tampak hancur itu.

​Rachel meraba sakunya, ponselnya masih ada, namun ia tahu Mommy Viona benar-benar tidak main-main, seluruh fasilitasnya sudah diputus.

Rachel terduduk lesu di bangku halte yang kotor, debu jalanan Jakarta menempel pada gaun mahalnya yang kini tak lebih dari sepotong kain perca yang mengingatkannya pada kehancuran. Suara klakson yang bersahut-sahutan terasa memekakkan telinga, namun jiwanya terasa jauh lebih bising oleh makian Mommy Viona yang masih terngiang-ngiang.

​Tiba-tiba, sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan halte. Rachel menegang, mengira itu adalah satpam suruhan Ibunya yang datang untuk mengusirnya lebih jauh. Namun, kaca mobil menurun, menampilkan wajah Paul yang tampak kuyu dan penuh rasa bersalah.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!