NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 : Pesta ulang tahun Jenny

Terlihat suasana si ballroom malam itu terasa lebih ramai. Kini pesta ulang tahun Jenny sudah berlangsung begitu meriah. Ballroom termewah di kota itu kini telah dihiasi sesuai keinginan Jenny sendiri.

Langit-langit dipenuhi rangkaian kristal yang berkilauan diterpa cahaya lampu gantung. Bunga mawar putih dan merah muda menghiasi setiap sudut ruangan.

Di bagian tengah berdiri panggung megah lengkap dengan layar LED besar yang menampilkan tulisan, Happy Birthday Jenny Fanesya Agrasa.

Alunan musik orkestra terdengar lembut memenuhi seluruh ruangan. Satu per satu tamu mulai berdatangan memasuki area ballroom.

Di sudut lain, terlihat Ibu Vina yang tampak sibuk menyambut teman-teman arisannya.

"Selamat ulang tahun untung anakmu ya, Vina.”

“Omong-omong... pestanya mewah sekali, suamimu hebat ya.”

Ibu Vina hanya tertawa kecil. "Ah, biasa saja... terimakasih atas ucapannya, ayo silakan dinikmati peatanya."

Dan disisi lain Pak Arga sedang berbincang hangat dengan beberapa rekan bisnisnya.

Sementara para mahasiswa Kampus Rylance mulai memenuhi ballroom.

"Selamat ulang tahun, Jenny."

"Semoga panjang umur."

"Semoga sukses terus."

Jenny membalas semuanya dengan senyum anggun. “Terimakasih teman-teman.”

Di sampingnya berdiri Fania dan Meli yang sejak tadi tampil dengan gaun mahal sambil sesekali memandang rendah mahasiswa lain.

Sementara Kelly dan Ruby masih berdiri di salah satu sudut ballroom sambil sesekali melihat ke arah pintu masuk. Kelly terlihat terus melihat kearah jam tangannya.

“Anak ini kenapa lama sekali sih?” katanya cemas.

Ruby mengangguk pelan. "Kau benar... apa ada masalah ya?”

Jenny yang kebetulan melihat hanya ada Kelly dan Ruby di sudut ruangan, tampak langsung tersenyum sinis.

Ia melirik Fania dan Meli yang ada dibelakangnya. “Ikut aku."

Ketiganya berjalan perlahan menuju arah Kelly dan Ruby. Langkah mereka terlihat penuh percaya diri.

Begitu tiba di depan Kelly dan Ruby, Jenny terlihat menyilangkan kedua tangannya. "Hei kalian... kemana si miskin itu?"

Kelly langsung menjawab singkat. "Sebentar lagi juga datang."

Jenny tertawa kecil. "Benarkah? Atau jangan-jangan... dia memang tidak berani datang?"

Meli ikut menyeringai. "Mungkin dia tidak punya gaun yang pantas dipakai ke tempat seperti ini."

Fania mengangguk pura-pura prihatin. "Benar juga ya... aduh, kasihan. Ballroom semewah ini memang bukan tempat untuk orang miskin sih.”

Jenny, Meli, dan Fania langsung tertawa bersamaan.

Kelly langsung mengepalkan tangannya. "Heh! Jaga ucapan kalian itu!”

Namun Ruby segera menahan lengan Kelly. "Sudah Kelly... jangan cari masalah."

Jenny semakin tersenyum puas. "Oh iya, katakan pada Lyko bahwa dia harus tahu diri, kalau memang tidak punya pakaian bagus, lebih baik tidak usah datang... daripada mempermalukan diri sendiri.”

Baru saja Jenny selesai berbicara... tak lama terdengar suara lembut dari belakang mereka.

"Maaf... aku sedikit terlambat."

Semua orang spontan menoleh.

Lyko terlihat berdiri dengan gaun panjang berwarna biru pastel yang dikenakannya tampak sederhana namun sangat elegan.

Potongan gaunnya jatuh dengan anggun mengikuti langkahnya.

Rambut panjangnya kini ditata rapi dengan sanggul sederhana yang dihiasi aksesori kecil berwarna perak.

Di lehernya tergantung kalung semanggi berdaun empat yang berkilau diterpa cahaya lampu. Riasan wajahnya tipis, namun itulah yang membuat kecantikannya terlihat alami.

Seluruh mahasiswa langsung memandang ke arahnya.

"Bukankah itu Lyko?"

"Dia cantik sekali ya..."

"Gaunnya juga sangat bagus..."

Kelly dan Ruby sampai membelalakkan mata. "Lyko?!"

“I-ini kamu?”

"Kamu cantik banget!"

Lyko hanya tertawa kecil. “Hm, terimakasih teman-teman.”

Kemudian ia menoleh kepada Jenny. Lalu tersenyum ramah. "Selamat ulang tahun ya, Jenny."

Jenny membeku, senyumnya hampir menghilang. Di dalam hatinya ia benar-benar kesal. Bahkan ia sendiri merasa bahwa hari ini Lyko terlihat jauh lebih anggun daripada dirinya.

Namun karena banyak mahasiswa yang memperhatikan... Jenny segera memasang senyum manis. "Terima kasih, Lyko. Aku senang kamu bisa datang."

Lyko mengangguk kecil.

Tak lama kemudian terdengar suara MC menggema memenuhi ballroom. "Selamat malam, para tamu undangan, terimakasih atas kehadiran Anda semua."

"Mari kita sambut sang Nona rumah hari ini... Nona Jenny Fanesya Agrasa."

Tepuk tangan langsung terdengar.

Jenny langsung berjalan anggun menuju panggung bersama Fania dan Meli.

Sesampainya di depan ia kemudian menerima mikrofon. "Selamat malam semuanya, hari ini aku ingin mengucapkan terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu untuk datang di pesta ulang tahunku."

"Aku benar-benar senang, dan untuk itu selamat menikmati seluruh hidangan dan acara yang telah kami siapkan."

Tepuk tangan kembali terdengar.

Tak lama kemudian beberapa pelayan mendorong sebuah kue ulang tahun bertingkat menuju tengah panggung. Lilin-lilin kecil menyala indah.

Pak Arga dan Ibu Vina segera berdiri di sisi kanan dan kiri putri mereka.

MC kembali berbicara. "Mari kita nyanyikan lagu ulang tahun bersama-sama."

Seluruh tamu langsung ikut bernyanyi.

"Happy Birthday to you..."

Suara memenuhi seluruh ballroom.

Jenny tersenyum lebar, setelah lagu selesai ia kemudian meniup lilin.

Tepuk tangan langsung menggema.

Di sisi lain ballroom...

Kelly dan Ruby masih terus memperhatikan gaun Lyko.

"Jujur saja aku masih tidak percaya,” Kelly mengusap kain gaun itu perlahan. "Ini gaun yang tampak mahal sekali."

Lyko tersenyum canggung. "Ah tidak perlu berlebihan Kelly... ini gaun buatan Bunda... bukan gaun mahal ko.”

Ruby menggeleng. "Kamu yakin? Tapi dari segi kain nya... ini jelas kain yang harganya bisa sangat luar biasa mahalnya.”

Lyko langsung terlihat bingung. "I-Itu...”

Belum sempat ia kembali menjelaskan...

Pintu ballroom perlahan terbuka. Semua orang di sana langsung menoleh. Terlihat seorang pria berambut putih berjalan masuk dengan langkah tenang, ya itu Xavier.

Di belakangnya mengikuti Felix dengan tenang seperti biasa. Xavier tampak mengenakan jas hitam elegan tanpa banyak aksesori. Aura dinginnya langsung membuat suasana di ruangan itu berubah.

Beberapa mahasiswi terlihat langsung salah tingkah sendiri. "Itu... Tuan Xavier..."

"Kenapa dia ada disini ya?”

“Kalau dilihat secara langsung terlihat lebih tampan ya.”

“Kau benar...”

Lyko ikut menoleh, matanya sedikit membesar saat melihat sebuah sosok yang ia kenali.

Sementara di depan Pak Arga yang melihat Xavier langsung turun dari panggung.

Ia menghampiri Xavier dengan senyum lebar. "Selamat datang, Tuan Xavier, saya benar-benar merasa terhormat karena Anda bersedia menghadiri acara kami."

Xavier menganggukkan kepala. "Terimakasih kembali Tuan Arga, saya juga merasa terhormat telah diundang kemari.”

Pak Arga tersenyum lega. "Ah, iya. Perkenalkan Tuan, ini istri saya.”

Ibu Vina langsung membungkuk sopan. "Salam hormat, Tuan Xavier."

Xavier membalas dengan anggukan kecil.

"Dan ini putri saya.”

Jenny segera maju selangkah.

Ia memasang senyum termanis yang dimilikinya. "Salam, Tuan Xavier... senang sekali akhirnya dapat bertemu langsung dengan Anda."

Namun Xavier hanya menatap sekilas lalu mengangguk singkat. "Senang bertemu dengan Anda.”

Sikap datarnya membuat senyum Jenny sedikit kaku. Saat itu juga salah seorang rekan bisnis Pak Arga datang menghampirinya.

"Tuan Xavier... lama sekali tidak bertemu dengan Anda."

Xavier mengenali pria itu, ia kemudian membungkuk.

Pria itu kembali berkata, “Bisa kita bicara sebentar?"

Xavier mengangguk. "Tuan Arga, saya permisi dulu."

Ia bersama Felix berjalan menuju kelompok pengusaha tersebut.

Jenny memandang punggung Xavier yang menjauh. Lalu berbisik kepada kedua orang tuanya. "Ayah... bagaimanapun caranya... aku ingin mendapatkan hati Xavier."

"Kalau aku bisa menikah dengannya... bukankah keluarga Agrasa pasti akan jauh lebih kaya?” kata Jenny.

Ibu Vina langsung mengangguk setuju. “Yang di katakan Jenny ada benarnya... lagipula Tuan Xavier belum mempunyai wanita bukan? Itu bisa jadi kesempatan.”

Pak Arga berpikir sejenak. Lalu tersenyum. "Kalian benar, kalau begitu nanti saat acara dansa dimulai... kamu coba ajak Tuan Xavier agar berdansa denganmu.”

Jenny tersenyum puas. “Baiklah, Ayah."

Tak lama kemudian MC kembali naik ke atas panggung. "Baik hadirin sekalian... kini kita akan mulai acara berikutnya yaitu Mask Dance."

Beberapa pelayan segera membagikan topeng kepada seluruh tamu.

"Silakan memakai topeng masing-masing. Dan carilah pasangan lawan jenis Anda untuk berdansa."

Alunan musik waltz mulai terdengar memenuhi ballroom. Beberapa mahasiswa tampak sudah menemukan pasangan mereka dan kini mulai berdansa.

Jenny langsung menghampiri Xavier. “Tuan Xavier... maaf sebelumnya, tapi apa... Tuan mau ber..”

Belum sempat kalimat itu selesai. Xavier sudah melangkah pergi. Tatapannya lurus menuju satu arah.

Jenny dan kedua orang tuanya hanya bisa terdiam.

Sementara itu Lyko baru saja mengenakan topeng putih berhias motif emas di wajahnya.

Dan Kelly tiba-tiba mencengkeram lengannya. "L-Lyko..."

Ruby ikut menelan ludah. "Dia... Tuan Xavier berjalan ke sini..."

Lyko perlahan menoleh. Dan benar saja, Xavier kini berjalan Dan kemudian berhenti tepat di hadapannya.

Seluruh mahasiswa langsung memperhatikan mereka.

Tanpa berkata banyak Xavier mengulurkan satu tangannya. "Maukah kau berdansa denganku, Nona?”

Lyko berkedip beberapa kali. Ia tampak sempat ragu. Namun ketika matanya tanpa sengaja melihat Jenny yang berdiri tidak jauh di belakang dengan wajah yang mulai kesal, Lyko perlahan meletakkan tangannya di atas tangan Xavier.

"Aku bersedia."

Xavier menggenggam tangan itu dengan sopan. Lalu membawanya menuju tengah ballroom.

Musik waltz mulai mengalun.

Satu demi satu pasangan mulai berdansa.

Xavier meletakkan satu tangannya di pinggang Lyko dengan tetap menjaga jarak yang sopan. Dan Lyko sedikit gugup mengikuti langkahnya.

Di sisi lain ruangan wajah Jenny perlahan berubah kaku.

Kedua tangannya mengepal di balik gaunnya. Tatapannya penuh rasa iri melihat Xavier memilih Lyko tanpa sedikit pun melirik dirinya.

Di dalam hatinya, kemarahan mulai membara. ‘Berani sekali kau merebut perhatian Xavier dariku... lihat saja, nikmati saja dulu malam ini karena setelah pesta ini... aku akan membuatmu menyesal telah berdiri di hadapanku.’

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!