NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:110.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Keesokan harinya, di sebuah pusat perbelanjaan kelas atas di Jakarta Selatan, Yolanda melangkah dengan anggun melintasi deretan butik desainer. Di sampingnya, Kevin dengan setia menemani sembari membawakan beberapa tas belanjaan.

Yolanda sengaja mengambil cuti dari jadwal praktiknya di rumah sakit hari ini demi satu misi penting, menyiapkan seserahan untuk saudara kembarnya, Faas.

"Uang dari Ibu sepertinya lebih dari cukup kalau hanya untuk membeli perhiasan dan perlengkapan ibadah yang pantas, Vin," ucap Yolanda pelan saat mereka memasuki sebuah butik perhiasan ternama.

Teringat kembali oleh Yolanda momen mengharukan tadi malam setelah Faas pulang dari rumah Daneswara. Diana memanggil Yolanda ke kamarnya. Dengan tangan yang gemetar, sang ibu menyerahkan sebuah kartu ATM khusus, tabungan rahasia Diana yang tidak pernah diketahui oleh Jihan maupun Husen.

“Yolanda... Ibu tidak bisa turun langsung untuk membelikan barang-barang lamaran untuk kakakmu. Tolong, gunakan uang Ibu ini untuk membelikan seserahan terbaik yang bisa kita siapkan. Jangan biarkan Faas diremehkan oleh keluarga calon istrinya,” bisik Diana malam itu dengan air mata berlinang.

Yolanda mengusap sudut matanya yang mendadak terasa hangat. Sebagai saudara kembar, ia tahu betul bagaimana Faas selalu mengalah dan menyimpan kekuatannya sendiri. Meskipun Yolanda, dan juga Diana, belum tahu bahwa Faas sebenarnya memiliki Apex Core dan bisa membeli butik ini beserta isinya, bagi Yolanda, ketulusan uang dari sang ibu adalah berkah terbesar untuk pernikahan kembarannya.

"Kita pilihkan tas, pakaian, dan satu set perhiasan yang elegan. Biar Ibu tersenyum melihat foto-fotonya nanti," ujar Kevin mendukung, memberikan ketenangan pada istrinya.

"tapi Vin, kira-kira nomor sepatu Eliza berapa ya?" tanya Yolanda yang memang sudah tahu dari Maudi, kalau calon istri Faas adalah Eliza,itu sebabnya ia antusias untuk berbelanja seserahan.

"kau hubungi Maudi saja sekarang" ujar Kevin memberi saran.

Yolanda mengangguk,lalu menghubungi Maudi, setelah mendapatkan informasi dari Maudi bukan hanya nomor sepatu atau sendal saja, tetapi skincare dan ukuran berbagai gaun, Abaya dan perlengkapan lainnya.

Sementara Yolanda dan Kevin sibuk mempersiapkan seserahan, atmosfer di dalam mansion utama Abrari justru semakin memanas bagai sekam yang siap meledak.

Kabar bahwa Faas tetap bersikeras akan menikahi gadis biasa pilihannya dalam waktu satu minggu telah menyebar ke seluruh rumah. Husen menganggap tindakan putra sulungnya sebagai bentuk pembangkangan terang-terangan terhadap otoritasnya sebagai kepala keluarga.

Di ruang tengah, setelah makan malam, Husen berdiri dengan berkacak pinggang, menatap Faas yang baru saja turun dari lantai atas dengan setelan santai.

"Faas! Papa dengar dari pelayan, kamu meminta paspormu dan beberapa dokumen keluarga ke bagian administrasi rumah. Jadi kamu benar-benar mau melanjutkan pernikahan konyol ini?!" bentak Husen, suaranya menggelegar hingga membuat para pelayan di dapur menunduk ketakutan.

Faas menghentikan langkahnya di undakan tangga terakhir. Wajah blasteran Arab-nya tetap tenang, sedatar permukaan es. "Iya, Papa. Minggu depan saya akan melangsungkan akad nikah secara sederhana."

"Sinting kamu, Faas!" Gavin yang sedang duduk di sofa langsung menyambar dengan tawa mengejek yang kasar. "Nikah modal nekat! Pa, biarkan saja dia nikah. Paling juga nanti resepsinya cuma di balai RW atau di gang sempit. Jangan sampai ada nama Abrari Group yang dipasang di tenda nikahannya ya, bikin malu kolega bisnis kita saja!" ejek Gavin terkekeh.

Jenita ikut menimpali dengan gaya angkuhnya, sembari mengoleskan losion di tangannya. "Ih, bener banget kata Kak Gavin. Awas aja ya kalau sampai perempuan udik calon istrimu itu berani mengemis datang ke rumah ini setelah kalian nikah. Rumah ini terlalu mewah untuk menampung orang miskin baru!"

Jihan, yang duduk di samping Husen, menyunggingkan senyum jingganya yang sarat akan bisa tersembunyi. Ia menatap Husen dengan pandangan memprovokasi. "Mas, sudahlah. Kalau Faas memang lebih memilih wanita dari kalangan bawah dibanding masa depannya di Abrari Group, itu artinya dia memang tidak punya ambisi. Biarkan saja dia pergi dari rumah ini setelah menikah, toh kita masih punya Gavin yang bisa diandalkan untuk meneruskan kejayaan keluarga."

Mendengar hasutan Jihan, Husen mengepalkan tangannya. Keangkuhannya sebagai penguasa properti Jakarta merasa diinjak-injak oleh keteguhan Faas.

"Dengar, Faas!" desis Husen dengan mata memerah menahan amarah. "Jika kamu melangkah keluar dari rumah ini minggu depan untuk menikahi perempuan itu, maka detik itu juga Papa nyatakan kamu bukan lagi bagian dari keluarga Abrari! Papa tidak akan memberikanmu sepeser pun harta warisan, dan kamu tidak boleh lagi menginjakkan kakimu di mansion ini!"

Ancaman dicoret dari silsilah keluarga dan dimiskinkan itu terdengar begitu mengerikan bagi orang awam. Gavin dan Jenita sudah tersenyum puas, membayangkan abang tertua mereka akan hidup menderita di luar sana.

Namun, di hadapan ancaman mutlak ayahnya, Faas justru menunjukkan reaksi yang sangat tak terduga. Ia menarik napas pendek dengan sangat tenang, lalu menatap Husen, Jihan, Gavin, dan Jenita secara bergantian dengan sepasang mata elangnya yang dingin dan tajam.

"Saya terima keputusan Papa," ucap Faas, suaranya berat, rendah, namun bergaung penuh penekanan yang mutlak di dalam ruangan. "Saya tidak akan mengambil sepeser pun harta dari rumah ini. Dan mulai minggu depan... "

.Mendengar keputusan mutlak Husen untuk mengusir Faas, suasana di ruang tengah yang semula dipenuhi kepuasan bagi Jihan dan anak-anaknya mendadak bergeser seratus delapan puluh derajat.

Dari arah belakang, suara decit roda kursi roda memecah keheningan. Diana, yang dibantu oleh perawat setianya, perlahan memasuki ruang tengah. Wajah wanita paruh baya itu tampak pucat, namun sepasang matanya memancarkan ketegasan yang luar biasa, ketegasan seorang ibu yang siap mempertaruhkan segalanya demi sang anak.

"Kalau Papa mengusir Faas dari rumah ini karena dia memilih kebahagiaannya sendiri..." suara Diana bergetar, namun terdengar jelas di setiap sudut ruangan. "...maka detik ini juga, bawa Ibu pergi bersamamu, Faas. Ibu akan ikut ke manapun kamu dan belahan jiwamu pergi."

"Diana!" Husen tersentak. Langkahnya refleks maju mendekati kursi roda istrinya, wajahnya seketika dipenuhi kepanikan. "Apa yang kamu bicarakan? Kamu sedang sakit, tubuhmu lemah! Bagaimana bisa kamu berpikir untuk pergi dari sini?!"

"Aku lebih baik hidup sederhana di luar sana bersama anakku, daripada harus terus menetap di rumah megah yang tidak memiliki hati ini, Mas!" air mata Diana akhirnya luruh, mengalir membasahi pipinya yang tirus. dalam pikiran Diana, bagaimana anaknya akan menghidupi istrinya, sedangkan Faas sendiri belum memiliki pekerjaan, jadi Diana memutuskan untuk meminta Faas dan istrinya tinggal di rumah ini lebih dulu sampai Faas mendapatkan pekerjaan tetap untuk menafkahi Istrinya nanti.

Faas yang masih berdiri di undakan tangga langsung tertegun. Di dalam benaknya, ia sebenarnya sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat matang. Sebagai pemilik tunggal Apex Core, ia telah membeli sebuah rumah mewah yang sangat aman, nyaman, dan tersembunyi untuk tempat tinggalnya bersama Eliza setelah mereka sah menikah nanti. Ia sama sekali tidak butuh sejengkal pun tanah dari keluarga Abrari.

1
Sri Supriatin
hebat Fadil melindungi Noval 👍😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
ditunggu upnya n pasti saran2 pembaca.bakal mbludak... sy nenek2 nunggu dgn sabar🤭🤣🤣
Lovita BM
jadikan dia orang abnormal Thor 😆
Sukarti Wijaya
semedi dulu thior buat nyari ide pembalasannya, ayyooo semangat💪💪💪💪💪
suti markonah
part ini kok melani semua sih thor ?
Sri Supriatin
untung cemburu fadil blm mendarah daging, semoga selalu rukun💪💪💪
Sri Supriatin
eleuh2 kecil2 sdh cemburu🤭🤭
Sapna Anah
pedil keci kecil otaknya Uda licik
suti markonah
nah gitu dong fadil, kamu harus jadi sepupu yg baik untuk aufal👍👍👍👍👍
suti markonah
fadil kamu kan dr kecil dpt ksh syg dan kemewahan materi..kenapa mesti cemburu sm aufal yg notabene hidup serba kekurangan dan penyiksaan...
Sukarti Wijaya
waaduhh kasihan dong aufalnya kalau nanti di buly sama fadil/Frown/
Sri Supriatin
tks upnya thor, semoga kemahnya menyenangkan 👍👍😍
Sapna Anah
katanya diki ga perna nidurin regina , regina lebaran h banyak tidur sama rshan ko bisa mirip
suti markonah
aufal umur 10th masih di kasih bola warna warni sm prosotan thor🤭🤭🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: kam Aufal belum pernah 😄
total 1 replies
suti markonah
weleh" rehan ngajak melani ke grand indonesia emang bisa bayar?.
suti markonah
ayo dong kakak² yg cantik jelita semua nya~ bantu author kasih vote dan hadiah nya biar author tmbh semangat update nya 🙏🙏🙏
Cica Aretha
semangattt thor..kok up nya cuma satu bab thor🤭💪
Sri Supriatin
sehat thor kok belum up?🤭 ditunggu yah 👍😍😍
suti markonah
author nya kemana yo~
Sukarti Wijaya
èhm...ehm...ehmm...MP diki dan jenita🤭👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!