NovelToon NovelToon
Simpanan CEO Muda

Simpanan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Siapa sangka, niat Amira cuma mau bantu temannya nganter kopi ke ruang CEO malah jadi awal dari malam paling gila dalam hidupnya.

Amira Shalwanissa. Karyawan biasa yang terjebak lembur di kantor karena menggantikan temannya yang sakit.
Zian Ardana. CEO muda, anak pemilik perusahaan, terkenal kejam dan nggak punya hati buat karyawannya.

Malam itu, ruang kerja CEO yang biasanya sepi berubah jadi tempat paling berbahaya.
Zian jatuh pingsan. Amira panik dan menolong. Tapi demam tinggi membuat Zian kehilangan kendali.

“Lepaskan saya, bapak mau apa!”
“Shutt, apa kamu nggak bisa diam... kepalaku sakit.”

Amira melawan. Dia menendang, berlari, bersembunyi di bawah meja. Tapi bayangan Zian terus mengejarnya, dengan tawa rendah yang bikin bulu kuduk merinding.

Malam itu menjadi saksi bisu awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.
Apakah Amira bisa lolos? Atau dia benar-benar akan jadi... simpanan CEO muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

"Tadi... saya ada keperluan mendadak untuk mengantarkan berkas penting ke mansion Pak Zian, Pak Rian," bohong Amira, suaranya sedikit bergetar meski ia sudah berusaha keras menyembunyikan kegugupannya.

"Karena tujuannya sama-sama ke kantor, Pak Zian menawari saya untuk berangkat bersama."

Rian tampak mengangguk-angguk kecil, menerima alasan itu dengan senyum polosnya. Namun, sorot matanya yang jeli tiba-tiba tertuju pada jemari Amira yang sedang menggenggam erat cangkir teh di atas meja. Dahinya kembali berkerut saat melihat sebuah benda berkilau melingkar di jari manis wanita itu.

"Mir, itu... cincin di jari manis kamu?" tanya Rian penasaran, menunjuk lembut jemari Amira.

"Kamu sudah menikah?"Pertanyaan telak itu bagai menghantam dada Amira.Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat.

Di tengah kebingungannya untuk menjawab, sebuah bayangan tinggi besar mendadak berdiri di samping meja mereka, memotong ketegangan yang ada.

"Rian," panggil sebuah suara berat yang sangat familier

.Amira dan Rian serempak menoleh. Zian sudah berdiri di sana dengan wajah yang masih tampak tegang dan lelah, namun sorot matanya mengunci pandangan mereka berdua dengan tegas.

Pak Rian langsung berdiri dari kursinya dengan wajah semringah. "Kak Zian! Kakak sudah selesai urusannya? Oh ya Kak, lihat deh, aku lagi tanya ke Amira soal—"

"Ikut ke ruangan aku sekarang, Rian. Ada hal penting dari dokter di luar negeri yang dikirim ke email aku tentang perkembangan kesehatan kamu," potong Zian cepat dengan gaya bicara kakak-adik yang kasual, sengaja mengalihkan pembicaraan sebelum Rian mengorek informasi lebih jauh dari Amira.

Zian kemudian melirik Amira sekilas, memberikan kode mata yang sangat halus agar istrinya itu tetap tenang.

"Amira, kamu bisa kembali ke kubikel kerjamu sekarang. Terima kasih sudah menemani adik saya."

"Baik, Pak Zian," jawab Amira,sambil diam-diam menarik napas lega karena terlepas dari pertanyaan maut tentang cincin pernikahannya.

_______

Rian dan Zian berjalan beriringan menaiki lift eksekutif menuju ruang kerja utama di lantai paling atas. Sepanjang jalan, Rian tampak begitu bersemangat, sementara Zian berjalan dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana, menyembunyikan kepalan tangannya yang masih bergetar akibat menahan sisa ketegangan dari Armeta tadi.

"Kak, aku beneran nggak menyangka kalau Amira masih kerja di sini," buka Rian dengan senyuman lebar.

"Tiga tahun di luar negeri, fokus aku cuma pengen cepet sembuh biar bisa balik ke Indonesia dan ketemu dia lagi. Tapi tadi... pas aku nanya soal cincin di jarinya, Kakak malah langsung potong pembicaraan."

Zian berjalan tenang menuju balik meja kerjanya, berusaha menampilkan wajah sedatar mungkin.

"Aku cuma mengkhawatirkan kesehatan kamu, Rian. Kamu baru mendarat, jangan langsung sibuk memikirkan perempuan."

"Ini bukan sekadar perempuan, Kak!" potong Rian cepat,

"Aku pulang ke sini karena aku ngerasa jantung aku udah siap. Aku udah punya keberanian sekarang," lanjut Rian, tatapannya begitu mantap dan penuh kesungguhan.

"Aku berencana mau melamar Amira dalam waktu dekat, Kak. Aku pengen dia jadi masa depan aku. Menurut Kak Zian... Amira bakal nerima aku nggak?"

Deg!

Pertanyaan Rian melesat bagai anak panah yang tepat sasaran, menghantam pertahanan Zian hingga hancur berkeping-keping. Kata “Melamar” dan “masa depan”yang diucapkan sang adik dengan mata berbinar penuh harap terasa seperti racun tak kasat mata yang mencekik tenggorokan Zian.

Meja kerja yang kokoh di hadapannya mendadak terasa berguncang. Zian mematung.Namun, ekspresi wajahnya harus tetap mati, sekeras batu, demi menyembunyikan kenyataan bahwa wanita yang ingin dilamar adiknya adalah wanita yang beberapa bulan lalu telah sah menjadi istrinya.

"Kak? Kok malah bengong?" Rian mengernyitkan dahi, tawanya terdengar agak canggung melihat respons sang kakak yang tidak biasa.

"Kenapa? Kakak nggak setuju kalau aku sama Amira?"

Zian menarik napas perlahan melalui hidung, mencoba meredam badai emosi yang mengamuk di dadanya. Saat ia mendongak, tatapan matanya kembali dingin dan tajam, sebuah topeng sempurna dari seorang CEO sekaligus kakak yang protektif.

"Rian, kamu baru saja sembuh. Prioritas utama kamu saat ini adalah memastikan tubuh kamu benar-benar menolak sisa-sisa sel penyakit itu, bukan mengambil keputusan besar seperti pernikahan."

Rian mengembuskan napas panjang, sedikit kecewa dengan jawaban kakaknya yang selalu kaku dan rasional.

"Aku tahu, Kak. Aku tahu Kakak selalu memikirkan kesehatanku.Tapi selama tiga tahun berjuang di rumah sakit luar negeri, yang membuatku bertahan hidup adalah bayangan wajah Amira. Aku bertahan agar bisa pulang dan mengikat dia sebelum terlambat."

1
Blu Lovfres
lampir sinting😁🤣
Blu Lovfres
nyesek y ternyata nasibnya zian
Blu Lovfres
hadehh amira terlalu lebay banget 😁🤣
Blu Lovfres
😁🤣
Blu Lovfres
next thor
Blu Lovfres
ceo tolol o'on lebih tolol lagi astinnya, 😁
keven sekelas asisten buru di perkampungan yg ga tau kecangian, ceo ga bisa tau kelakuan mis yg sering menghukum amira, di kernakan amira bukan barang berharga buat zean karna itu don't care
Blu Lovfres
y udah datangkan saja mba kunti bibir merah untuk zian thor 🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
ga tau kelanjutannya pernikahan amira dn zian
Ni Cristi
yuk yukk pernah baca dimana nihh alur yang mirip nya
Blu Lovfres
Kayak nya ada pernah baca deh alur novel ini ,
Blu Lovfres
mampir kesini thor 😘
Ni Cristi: Welcome 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!