fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. menjadi petualang
Ke esokan hari nya tiba.
Di pagi hari fadli sudah pergi mencari makanan. Berjalan menuju ke sebuah pedagang kecil dan membeli roti dengan daging. Ia menghabiskan 1 keping perak. Setelah itu ia berjalan menuju ke tempat penjual baju.
Di tempat itu fadli memilih baju- baju, "hem.. bingung sekali, pak maaf apa ada jubah?" Tanya fadli pada penjual itu.
"Ada, tapi harga nya mahal. Ini dia jubah hitam yang bisa menutupi seluruh tubuh da penutu kepala juga," jelas pedagang itu.
"Begitu ya, bagus aku beli ini," kata fadli dengan senyuman.
"Harga nya mahal, 100 keping perak," jelas pedagang itu.
"Tidak masalah," jawab fadli sambil memberikan 100 keping perak pada penjual itu.
Setelah mendapatkan jubah dan sarapan ia pun berjalan menuju ke serikat. Sesampai nya di serikat ia masuk dan langsung ke resepsionis.
"Mbak, aku mau daftar jadi petualang," kata fadli dengan santai.
"Kamu mencurigakan sekali, memakai jubah hitam seperti itu. Tapi baiklah kamu bisa menjadi petualang biaya daftar nya 100 keping perak, " jelas resepsionis itu.
Fadli mengangguk dan memberikan 100 keping perak. Setelah itu ia lalu duduk dan menunggu selama beberapa menit. Setelah beberapa menit berlalu fadli di berikan sebuah kartu.
"Selesai. Sekarang kamu adalah petualang, tetapi kamu masih berada di peringkat F, mulai lah misi dan naik kan peringkat kamu," jelas resepsionis itu dengan wajah judes nya.
"Baiklah, tapi misi nya seperti apa?" Tanya fadli.
"Kalau mau yang berhadiah besar kamu harus ke kota pusat. Tapi lebih baik ambil yamg gampang dulu, kamu juga pasti lemah karena masih pemula. Di papan itu ada banyak kertas kamu ambil dan bereskan misi nya," jelas resepsionis itu dengan judes.
Fadli segera menghampiri papan besar di ding ding. Ia melihata banyak sekali kertas dengan berbagai tingkatan misi. Ia lalu berpikir cukup lama sampai akhir nya memilih satu kertas. Ia pun keluar dan berjalan menuju ke hutan.
"Mencari bunga obat ini adalah misi yang paling bagus untuk diriku. Soal nya aku punya kekuatan penilai meski pun level satu tapi gampang sih kayak nya," kata fadli dalam hati nya dengan senang.
Setelah tiba di padang rumput yang besar di dekat hutan. Fadli langsung berkata, "skil penilai aktip," seketika rerumputan langsung memiliki kata dan penjelasan kegunaan nya juga.
"Ah.. sudah aku duga sangat mudah, tapi alu tidak menyangka bunga sekecil ini bisa di pakai untuk mengobati luka?. Ya memang beda juga sih dunia ini dan dunia aku," kata fadli dalam hatinya sambil mengumpulkan bunga- bunga itu.
Setelah ia mendapatkan 10 bunga ia memutuskan untik kembali ke desa. Ia masuk kembali ke serikat dan langsung ke resepsionis.
"Aku sudah menyelesaikan misi ini," kata fadli sambil menunjukan kertas misi.
Resepsionis itu mengambil kertas nya dan bertanya,"jadi mana bunga nya,"
Fadli pun mengeluarkan bunga obat itu. Ia memberikan 10 batang dan berkata, " ini ternyata cukup mudah untuk mencarinya. Tapi lama sih sampai sore hari," jelas fadli.
Resepsionis itu sedikit terkejut, ia lalu memberikan 5 keping perak dan berkata, "bayaran nya. Lalu besok pagi kamu datang untuk melakukan tes."
Mendengar penjelasan itu fadli terkejut. ia lalu bertanya, "tes? Maksud kamu apa?"
"Tentu saja tes untuk menaikan level kamu menjadi D. Misi yang kamu ambil adalah misi tingkat c, itu artinya kamu sudah layak masuk petualang tingkat D tetapi tetap harus ada tes dahulu," jelas resepsionis itu.
Fadli mengangguk dan segera pulang. Ia kembali ke penginapan lalu tidur setelah makan. " besok ada tes ya. Tapi aku belum mau naik peringkat sih. Soal nya tujuan aku adalah menjadi penyendiri, aku ingin beli rumah besar di kota dan hidup sendirian," kata nya dalam hati.
Fadli pun tertidur pulas. Ke esokan pagi nya tiba. Di pagi haru fadli sudah berada di serikat. Di serikat ada resepsionis kemarin dan ketua serikat itu.
"Kamu mau melakukan tes ya, hem.. yakin mau mencoba di tes?" Tanya ketua serikat itu.
"Anu.. maaf memang nya kalau di tes ada apa?" Tanya fadli.
"Kalau mau di tes ulang kamu harus pergi ke kerajaan. Kamu harus pergi menemui penjaga di sana. Kalau dari aku sih lebih baik pergi dia akan mengantar kamu," jelas ketua serikat itu.
"Eh.. masuk ke istana raja? Males lah sudah di peringkat f saja tidak perlu naik lagi," jawab fadli mengeluh.
"Apa yang kamu katakan? Jika kamu masuk peringkat d kamu bisa bergabung menjadi prajurit kerajaan. Ya meski pun banyak yang tidak bergabung sih, maaf ya tapi aku sarankan kamu pergi ke kota dan ambil misi di sana," jelas ketua serikat itu.
"Memang itu rencana aku. Tapi aku mau bertanya satu hal lagi. Apa yang akan kerajaan lakukan padaku jika aku mengikuti tes nya?" Tanya fadli.
"Tidak ada apa- apa sih. Hanya saja kamu di suruh untuk meletakan tangan di bola sihir setelah itu kerajaan akan memutuskan kamu pantas masuk petulang tingkat apa," jelas ketua serikat tu dengan senyuman.
"Aku mengerti. Itu artinya kekuatan yang aku miliki bisa mereka lihat kan?" Tanya fadli terseyum sinis.
"Begitulah," jawab penjaga serikat itu.
Fadli terseyum ia berdiri lalu berterima kasih. Setelah itu ia pun segera pergi menuju ke pusat kota.
"Penginapan nya aku tinggal saja. Ah sudahlah Lagian hanya bayar sedikit juga, sekarang ibu kota aku datang," kata fadli dalam hati nya sambil berjalan dengan senyuman.
Setelah berjam- jam berjalan akhirnya fadli sampai juga di ibu kota. Ia pergi ke gerbang dan menunjukan kartu petualang setelah itu ia pun di ijinkan masuk ke dalam. Di ibu kota fadli langsung mencari penginapan. Setelah ia dapat penginapan ia langsung pergi ke serikat yang begitu besar lalu memesan makanan dan minuman.
"Besar sekali serikat ini, ya wajar saja ini serikat ibu kota. Tapi... biaya hidup mahal sekali. Aku sewa satu kamar di penginapan habis 500 keping perak, hem... bagaimana ini aku harus cari uang lagi, hem... ya kalau begitu setelah lakukan misi lagi saja deh. Pasti dapat bayaran." Kata fadli dalam hati nya.
Ia lalu menyelesaikan makan nya dan segera mendatangi papan misi. Saat ia melihat papan misi yang penuh dengan kertas. Ia kebingungan untuk mencari misi yang bisa ia lakukan. "Gawat kebanyakan misi di sini tingkat c, aku harus mengambil misi tingkat d atau e biar tidak ada yang curiga. Lagian aku juga cuma punya kekuatan penilai saja. Aku tidak akan bisa mengalahkan moster," kata fadli dalam hati nya. Setelah beberapa menit mencari akhirnya fadli mendapatkan misi yang paling cocok untuk diri nya. Ia mengambil kertas itu dan melapor dulu pada resepsionis. Setelah itu ia pun pergi ke luar dari tembok ibu kota untuk mencari jamur yang ada pada misi nya itu. Setelah sampai di hutan ia mulai mencari jamur dengan kekuatan penilai nya.
Setelah 1 jam berlalu fadli belum mendapatkan jamur yang ia cari. Ia justru mendapat banyak jamur jenis lain. "Gawat jamur itu langka ya? Hem.. kenapa aku belum mendapatkan nya. Padahal aku sudah berusaha dari tasi, tapi aku dapat banyak jamur yang tidak berguna itu sih haha...haha...haha..." kata nya dalam hati mulai merasa stres.