—
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobat Van, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
5 Hari Berlalu...
Seluruh pekerjaannya sudah selesai dan kini Affan sedang bersiap-siap untuk pulang ke kotanya.
Sudah tiga hari ia tidak mendapat kabar dari Mifta dan seketika telpon rumah berdering, sekretarisnya langsung mengangkatnya dan memberikannya pada Affan.
"Siapa?" Tanya Affan
"Kakek tuan" Jawabnya yang langsung pamit
"Apa?"
"Affan! Cepat kau pulang, kau ini bagaimana mengurus istri saja tidak becus!" Bentak kakeknya
"Apa maksud kakek?" Tanya Affan
"Cepat pulang!" Jawab kakek dan telpon pun terputus
"Ada apa dengan dia, baru di tinggal lima hari sudah berbuat onar" Kesalnya
Setelah mengemas bajunya kedalam koper ia langsung pergi dari Apartemen itu menuju mobilnya di garasi.
"Apa aku pulang dengan tangan kosong?" Batinnya
"Pak?"
"Mampir dulu ke toko buah dan suvernir" Ucapnya
Saat di perjalanan telponnya berbunyi dan itu dari Rifki sahabatnya.
"Assalamu../fan cepat pulang!" Potong Rifki
"Iya fan cepat pulang, di sini ada... Cepat pulang lah nanti juga tau" Sambung Nisa yang sepertinya sedang bersama Rifki
"Kenapa semua orang ingin aku pulang? Apa yang sudah Mifta perbuat hah!" Tanyanya terheran
"Ahh udahlah lu pulang aja ribet amat!" Sambung Rizky
"Rizky? Kenapa bersama mereka berdua" Batinnya
Setelah membeli beberapa Buah dan suvenir ia pun langsung bergegas pulang namun kemacetan menghambat perjalanannya.
"Sudah empat jam terdiam, ada apa sih di depan" Batinnya
"Pak sepertinya di depan ada pohon tumbang jadi perjalanan terhambat" Ucap Sekretarisnya
"Saya sudah terlambat" Jawab Affan
"Mau bagaimana lagi pak"
.
.
Di sisi lain...
Seorang laki-laki berkacamata sedang menunggu di depan rumah berwarna putih.
"Mana tu anak" Kata Rifki
"Katanya bentar lagi datang" Kesal Nisa
"Gue takut, dia marah gak ya pas denger kabar ini" Tanya Zakiya
"Kalau pun dia marah kan bukan ke lu tapi ke Mifta, lagian kenapa rahasia ini baru kalian bilang" Ucap Syurlina dengan raut wajah marah
"Hehehe maaflah soalnya kita sudah janji ia kan ki" Kata Nisa melirik Rifki
"Eh iya iya" Jawabnya
Lima jam berlalu...
Affan telah sampai di depan rumahnya, pak Untung langsung membuka gerbangnya dan setelah mobilnya masuk ia terkejut karena teman-temannya sudah ada di depan pintu.
"Ada apa kalian?" Kata Affan
"akhirnya lu datang lama bet dah" Kata Rizal
"Kemana aja sih lu" Kesal Zakiya
"Tadi kejebak macet dan mampir ke mushola dulu" Jawabnya
"Yuk ke rumah sakit" Kata Rifki
"Ngapain Rif, siapa yang sakit?" Tanya Affan
"Ntar juga kamu tau, disana sudah ada Kakek dan paman" Ucapnya
"Ayah dan kakek juga di rumah sakit? Ada apa sebenarnya" Batinnya
Iwan langsung mengambil mobil di garasi dan langsung melajukannya ke rumah sakit Melati.
Ia masih bingung dengan semua yang terjadi, tidak ada satupun orang yang menjelaskan apa yang sedang terjadi, ia hanya menebak-nebak di dalam hatinya.
"Rifki ada apa sebenarnya, eee.. Di mana Mifta?" Tanya Affan namun Pertanyaannya tidak di jawab oleh Rifki.
"Fan, kita disini tidak bisa menjelaskan detailnya" Ucap Nisa
"Dan ingat ya fan, lu jangan marah apapun saat berbicara dengan Mifta, awas aja kalau lu marah-marah dia, gue banting tau rasa lu" Ucap Zakiya
"Ada apa dengan mereka?" Batinnya
Sesampainya di rumah sakit...
Mereka langsung mencari ruangan Anggrek dan saat masuk ke ruangannya, Affan terkejut karena disana sudah ada Ayah dan kakeknya dan terlihat Mifta yang terbaring di ranjang dengan infus ditangannya.
"Ayah kakek, kenapa kalian disini?" Tanya Affan
"Kita pamit" Bisik Rizal yang langsung menutup pintu kamar dan tinggal lah Affan, Mifta, pamannya, kakek dan Ayahnya di ruangan itu.
"Kau kenapa?" Kata Affan yang hendak memegang lengan Mifta namun seketika tangannya di tepis oleh kakeknya.
"Ada apa kakek?" Tanyanya
"Ada apa... Ada apa... Dengan apa kau mengurusnya sampai kekurangan gizi dan terkena Anemia, kau mengabaikan dua nyawa Fan!" Kesal kakeknya
"Maksud kakek, tunggu apa dua nyawa?" Tanya Affan
"Iya fan, aku hamil" Ucapannya membuat Affan terdiam cukup lama.
"Apa? hamil? Gak.. gak mungkin" Kata Affan
"Apa maksud kamu gak mungkin fan?" Tanya Mifta
"gak mungkin, dia bukan..." Kata Affan
"Plakkk!!" Tamparan dari kakek mendarat di pipinya
"Apa maksud mu tidak mengakui bahwa dia anakmu" Kesal kakeknya
"Ya memang benar kek, aku tidak pernah.../ brakkk!" Pintu seketika terbuka
Pak Al langsung berjalan menghampiri putrinya dan langsung memeluknya.
Lia beserta ibunya juga datang dan langsung menghampiri Mifta, ibunya Mifta telah terbebas berkat pengacara yang di sewa Lia dari Pak Fardi.
"Kamu tidak apa-apa kan nak?" Tanya Ayahnya
"Aku baik-baik saja ayah" Jawab Mifta
"Affan, jaga pewaris keluarga Subadra" Ucap Ayahnya
"Pewaris apa ayah, dia bukan anakku" Kata Affan
"Heee... Pertengkarannya sudah di mulai" Batin Lia
Affan pun menghampiri Mifta dengan wajah kesalnya.
"Anak siapa Mifta!"
"Ini anakmu fan aku yakin" Jawabnya
"Tidak, dia bukan anakku, aku sama sekali tidak pernah menyentuhmu Mifta" Jelasnya
Mendengar keributan di dalam, Rifki dan kelima temannya ikut masuk kedalam ruangan.
"Tapi ini benar fan" Ucap Mifta serius
"Sudah ku duga akan seperti ini" Bisik Rifki
"Yahh... Kau kan tau sikap Affan" Balas Nisa
"Mungkin saja kau khilaf fan" Sambung Pak Al
"Anda diam, saya..../eits... tunggu... tunggu... Gue sedikit setuju dengan Affan" Kata Lia
Seketika seluruh orang yang berada di ruangan itu langsung menatap Lia dengan tatapan terheran-heran.
"Maksudmu apa gadis muda?" Ucap kakek
"Eh apa kalian lupa kejadian saat Mifta di culik, gue tau dari Ayah sih iya kan yah?" Kata Lia
"Apa maksud kakak?" Tanya Mifta
"Maksud ku, saat kamu di culik kan di bawa ke hotel bukan? Jangan-jangan...." Ucap kakaknya
Seketika semua orang disana terkejut mendengar penjelasan dari Lia yang sedikit masuk akal.
"Tapi masa sih, tapi pas kita disana memang ada laki-laki, gak.. gak mungkin!" Ucap Zakiya
"Tuh kan bener" Kata Lia memandang Adiknya
Dengan cepat Mifta langsung meyakinkan bahwa ucapan kakanya tidak benar, namun tetap saja sebagian dari mereka ada yang percaya akan ucapan Lia.
"Apa yang kakak bilang itu tidak benar, di hotel itu aku tidak.../cukup! Cukup kamu bicara sampai disini" Kesal Affan
"Tapi fan" Kata Mifta
"Husstt.. Hussstt.. Saya tidak percaya denganmu, ternyata memang benar apa yang paman bilang, kamu masuk ke keluarga saya untuk tujuan lain" Ucap Affan
"Affan!" Bentak Pak Al
"Oke, kalau kamu tidak percaya dengan semua ini tidak apa-apa, aku akan buktikan bahwa perkataan kak Lia tidak benar dan ini adalah anakmu!" Jawab Mifta dengan tatapan tajamnya
"Ouh oke silahkan buktikan semuanya, dan jangan temui saya sebelum ucapanmu tadi terbukti" Kata Affan dengan penuh penekan di setiap kalimat
Affan pun langsung pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal dan marah bercampur menjadi satu.
"Sudah mulai renggang ya... Hmm... Gue harus menggagalkan Mifta untuk mengumpulkan bukti" Batin Lia
"Kau pintar sekali Lia, akan ku tunggu rencanamu selanjutnya" Ucap Pak Fardi di hatinya
...***...
...dahlah buntu lanjutinnya:v...
...thanks...
sad ending ya😢
semangat yah....
jangan lupa mampir balik🙏
lima like kak
salam
Pasangan Terbaikku 😁