NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Tawaran Rektor dan Perang Melawan Wereng

​Kabar tentang bersatunya Dewa, Manusia, dan Iblis di bawah panji Rendang Ye Xuan akhirnya memicu kegemparan di Universitas Gastronomi Langit. Lembaga pendidikan paling bergengsi di seluruh dimensi itu merasa bahwa kurikulum mereka selama jutaan tahun telah usang. Mereka butuh sosok revolusioner untuk memimpin para calon koki dewa.

​Pagi itu, saat Ye Xuan sedang sibuk memeriksa daun ubinya, sebuah gerbang dimensi berbentuk sendok perak raksasa terbuka di langit. Turunlah sekelompok profesor tua dengan jubah putih bersih dan topi koki setinggi satu meter.

​"Tuan Ye Xuan yang terhormat!" seru ketua delegasi, seorang kakek dengan jenggot yang dikepang mirip kepang roti. "Kami datang dari Universitas Gastronomi Langit. Kami telah menyaksikan bagaimana Anda menaklukkan Raja Iblis dengan karamelisasi santan. Kami memohon, jadilah Rektor kehormatan kami!"

​Ye Xuan bahkan tidak menoleh. Ia sedang berjongkok, menatap sedih ke arah tanaman ubinya yang mulai berlubang. "Aduh, Kek. Rektor itu apa? Macam rektor (reaktor) nuklir? Maaf ya, saya sibuk. Lihat ini, tanaman ubi saya kena serangan wereng! Ini lebih gawat daripada masalah jabatan!"

​Para profesor itu saling pandang, bingung. "Wereng? Apakah itu monster tingkat Calamity yang baru bangkit?"

​"Bukan monster! Ini kutu daun!" keluh Ye Xuan konyol sambil menunjuk serangga kecil berwarna cokelat di daun ubinya. "Kalau ini tidak dibasmi, panen bulan depan gagal. Kalau gagal, tidak ada kolak ubi. Kalian mau tanggung jawab kalau tidak ada kolak?"

​Mendengar kata "Kolak," para profesor itu langsung berkeringat dingin. Mereka tahu, jika Ye Xuan berhenti memasak, seluruh alam semesta akan kembali ke masa kelam kelaparan rasa.

​"Jika demikian, Master, biarkan kami membantu!" seru sang kakek profesor. "Mahasiswa kami bisa menggunakan teknik 'Hujan Pestisida Surgawi' untuk membasmi serangga ini!"

​"Jangan!" teriak Ye Xuan panik. "Pestisida surgawi itu pasti mengandung bahan kimia aneh yang bikin ubi saya jadi glowing atau bisa bicara. Saya maunya yang alami! Pak Tua! Cepat ambilkan air rebusan tembakau dan bawang putih yang sudah difermentasi semalam!"

​Ao Guang segera berlari membawa ember kayu. Ye Xuan kemudian mengambil botol semprotan bekas yang ia temukan di gudang dan mulai menyemprot tanaman ubinya dengan penuh perasaan.

​"Lihat ini, wahai profesor," kata Ye Xuan sambil menyemprot seekor wereng. "Kalian sibuk memikirkan gelar dan posisi tinggi, tapi lupa bahwa dasar dari semua masakan adalah bahan yang sehat. Bagaimana mau jadi koki hebat kalau tidak tahu bedanya wereng dengan kutu loncat?"

​Para profesor itu terdiam, lalu secara serempak mengeluarkan buku catatan mereka. "Catat! Pelajaran pertama dari Rektor Ye: Kesejahteraan bahan pangan adalah kunci dari Dao Gastronomi."

​Tiba-tiba, salah satu wereng yang terkena semprotan air bawang Ye Xuan bukannya mati, malah mengalami evolusi. Karena air bawang itu mengandung "energi murni" dari tangan Ye Xuan, wereng itu berubah menjadi serangga emas kecil yang bisa mengeluarkan aroma wangi bunga melati.

​"Waduh! Kok malah jadi emas begini?" gumam Ye Xuan konyol. "Tapi ya sudahlah, setidaknya dia tidak makan daun lagi. Hei, Wereng Emas! Kalau kamu mau tinggal di sini, tugasmu adalah memijat akar ubi ini setiap pagi agar tanahnya gembur!"

​Wereng emas itu mengangguk patuh dan langsung menggali tanah dengan lincah. Para profesor universitas langung sujud syukur. "Luar biasa! Beliau mengubah hama menjadi asisten agrikultur legendaris hanya dengan air bawang!"

​"Jadi, bagaimana soal posisi Rektor, Master?" tanya sang kakek profesor penuh harap.

​"Sudah kubilang, aku tidak mau jadi Rektor!" sahut Ye Xuan sambil berjalan kembali ke gubuknya. "Tapi kalau kalian punya mahasiswa yang rajin, kirim saja ke sini. Saya butuh orang buat nyabut rumput liar. Nanti upahnya saya kasih sisa kolak ubi."

​Hari itu berakhir dengan dibukanya "Kampus Cabang" Universitas Gastronomi Langit di kebun belakang Ye Xuan, di mana para mahasiswa jenius dari berbagai alam kini berlomba-lomba mencabuti rumput liar demi setetes kuah kolak.

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!