NovelToon NovelToon
Fairytale

Fairytale

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romansa
Popularitas:380
Nilai: 5
Nama Author: @120

Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rantai kehidupan

"apa yang kau katakan ayah ?? Tiba-tiba sekali kau menyinggung soal perjodohan ???"

Jay sedang menikmati sarapan bersama ayah dan ibunya menjadi tidak berselera,dan langsung meletakan sendok di tepi piring dengan sedikit keras.

"kenapa kau seperti itu jay, kau tidak sopan dengan menyela ayahmu yang sedang berbicara." jelas ibu jay.

"tapi ibu...!!!"

"seharusnya kau sudah tau bagaimana kondisi perusahaan kita jay,"ucap ayah dengan tegas.

"iya aku tau ayah !!! Apa tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan perusahaan ??"

"aku sudah kesana kemari untuk meminta bantuan dari beberapa teman ayah,namun mereka enggan meminjamkan dana karena mereka tau,kita tidak akan bertahan lebih lama dengan persaingan yang semakin ketat ini !!!"

Ayah jay merasa putus asa dengan keputusannya untuk menjodohkan putranya dengan kenalannya yang mau membantunya.

"yang benar saja..!!!"

Jay marah,dan meninggalkan meja makan untuk bergegas ke kantor,perusahaan keluarga jay di bidang ekspedisi,meskipun terlihat baik-baik saja namun terdapat kendala internal yang bisa saja membuatnya bangkrut dengan persaingan bisnis yang semakin meraja lela.

"jika perjodohan itu terjadi,sama saja aku dijual oleh ayahku sendiri,untuk apa aku selama ini bekerja keras jika hasilnya sangat buruk..!!!"gumam jay.

"tok ..tok....

"permisi pak....

Seorang karyawan datang dengan tergesa-gesa dan memecah lamunan jay diruangannya.

"em....ada apa ???"

"salah satu karyawan terlibat kecelakaan di jalan,dia sudah dibawa kerumah sakit namun sepertinya mereka meminta ganti rugi,,"

"apa...!!!!"

Jay langsung bergegas kerumah sakit dan melihat kondisi karyawannya,,

Suasana sedikit menegangkan karena seorang pria yang tidak asing berada di samping karyawan tersebut.

"bukankah dia....???"

Pria tersebut mendengar kedatangan jay dan melihat kearahnya sambil tersenyum tipis.

"oh...kau bosnya ya...??"

"leon...!!" Ucap jay dalam hati.

"be..benar...,,apa anda yang terlibat kecelakaan dengan karyawan saya ??"

"em....,,,"

Leon menatap kearah karyawan yang sedang berbaring di ranjang dan memejamkan matanya.

"dia hanya sedang tidur, lukanya sudah dokter rawat,sepertinya rusuknya patah karena benturan,dia menabrak bagian belakang mobilku dengan keras,,mendengar dan melihat kondisinya aku sedikit kasihan, tapi managerku tetap meminta ganti rugi karena dia khawatir dengan keadaanku jadi sebaiknya kita bicarakan dengan baik-baik saja bila perlu..."jelas leon.

Jay berdiri dengan sedikit goyah setelah melihat kondisi mobil leon yang hancur,mobil mewah yang bahkan perawatannya saja sangat mahal,belum lagi kondisi karyawannya yang terlihat sedikit parah membuatnya menjadi sangat kebingungan.

"jika kau berkenan, kita bisa bicara disuatu tempat,"

Leon memberikan kartu namanya pada jay yang sedang melamun dan terlihat bingung,leon segera meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan hati-hati menggunakan tongkatnya.

setelah jay menerima kartu nama tersebut,jay menjadi sedikit bingung dengan perilaku leon yang berbeda,tidak seperti gosip orang-orang yang mengatakannya sangat kejam dan sombong.

Jay duduk di samping karyawan sambil memikirkan jalan keluarnya,

"apa aku harus meminta uang kembali pada luci ? Itu sangat memalukan,,tapi...!!! Aarrgghhhttt....!!! Sial...!!!"

jay sangat frustasi dan beberapa kali mengacak-acak rambutnya.

"leon kau lama sekali !!! Dokter sudah menunggu...!!!"

David berlari kearah leon yang berjalan dengan sangat pelan dilorong rumah sakit.

"kau tidak sabaran,kau lihat kondisiku kan !!!"

"ah...maafkan aku..,,,bagaimana ? Apa mereka mau mengganti rugi ??"

"tidak tau...,,dia tidak mengatakan apa-apa..."

"yang benar saja !! Kau tidak lihat lututmu tadi terbentur kan ? Bagaimana kalau itu memperburuk keadaanmu ??"ucap david dengan tegas.

" kau begitu mengkhawatirkan ku ya ?? Jangan katakan pada ayah dan ibu,aku tidak mau mendengar ocehan mereka yang berisik sepertimu !!!"

Semirik mata leon dengan bibir yang tersenyum tipis sedikit membuat david lega karena leon baik-baik saja.

"david...,cari tau tentang JJ express.."

"kenapa ??"

David merasa bingung dengan permintaan leon yang sedikit aneh akhir-akhir ini,

"waktu itu tentang pelayan menyebalkan itu,sekarang tentang apa lagi ini ?? Leon sekarang tertarik dengan hal-hal yang merepotkan,,apa dia tidak lagi memikirkan imajinasi liarnya itu ??" gumam david.

"akan aku cari tau..,,sebaiknya kau bergegas temui doktermu..."

David mendorong pundak leon dengan hati-hati saat leon memasuki ruangan.

David bergegas menjalankan perintah leon saat leon sedang melakukan terapi bersama dokter.

leon kembali bersama david menjelang malam,seperti biasa david mengantar leon hanya didepan rumahnya saja,

Leon meminta david untuk tidak memperlakukannya secara menyedihkan,

"hati-hati leon...."

"berisik...!!!"

Leon berjalan kearah pintu rumah dengan sangat hati-hati setelah david pergi menggunakan mobil lain,

"anda sudah pulang tuan...."

Sapaan ramah luci membuat leon sedikit curiga dengan perilaku yang tidak biasa itu,

"apa yang kau butuhkan ???"tanya leon tanpa basa basi.

"apa dia tau apa tujuanku ?? Setelah mendapatkan gaji waktu itu,aku sudah menghabiskannya untuk mengirim ke rumah,setelah itu sikapnya yang aneh membuatku takut dan aku memasang kunci didalam kamar tanpa sepengetahuannya,apa dia akan membantuku kali ini ??"gumam luci.

"anu....tuan...."

Luci ragu-ragu untuk meminta bantuannya,namun luci tidak memikirkan siapapun lagi selain leon.

"apa aku boleh meminjam uang padamu tuan..."

Luci langsung menutup mata dan mulutnya setelah mengucapkan kata yang sangat berat itu.

"bukankah kemarin baru dapat gaji ?? Untuk apa kau meminjam uang ? Seharusnya itu cukup untuk dirimu sendiri kan ?"

"tidak...!!,anu...,,sebenarnya....

"aku memiliki hutang tuan..."

"kau mau berhutang untuk membayar hutang ? Apa yang kau pikirkan ??"

Leon mengabaikan luci dan berjalan meninggalkannya,luci tidak patah semangat dan menarik baju leon untuk menghentikannya.

"aku mohon padamu tuan...!!!!"

Leon sedikit kesal dengan keberanian Luci,dia sedikit mengingatkan pada chloe yang tidak takut dengannya.

"jelaskan lebih detail...!!!"

Leon siap untuk mendengar penjelasan luci,namun luci malu untuk mengatakannya dan terasa sangat gugup,

Leon tidak pernah merasa sesabar itu untuk mendengarkan perkataan orang lain dan beranjak pergi lagi, dan luci tetap menahannya pergi,

Dengan wajah polosnya luci mulai menceritakan semua yang terjadi,sampai pada menyinggung kekasihnya itu.

"dia tidak tau kalau pacarnya terlibat denganku ?? Berkat david aku tau siapa bos JJ express itu,karena dengan melihat wajahnya aku sedikit merasa kesal, jadi pria itu yang bermesraan dengan luci didepan villaku ini"ucap leon dalam hati.

"aku bisa memberi berapapun yang kau mau...,,apa kau bisa tunjukan ketulusanmu ??"ucap leon.

Luci menatap mata leon dengan perasaan takut,luci tidak bisa mengartikan semua itu dalam hal positif mengingat leon adalah orang yang buruk,

"tentu saja dia akan meminta sesuatu,mana mungkin dia akan menbantu orang dengan cuma-cuma..,,apa yang harus aku lakukan,aku harus membantu jay.."gumam luci.

Luci terhanyut dalam pikirannya sendiri dan mengabaikan leon,

Leon melihat keraguan dalam diri luci dan membuatnya menjadi kesal,leon memilih meninggalkannya dengan perasaan marah,

"masih saja memikirkan pria tidak beguna itu !! Dengan wajahmu itu, beraninya memikirkan pria lain !!!"

Leon melepaskan mantelnya dan melempar kearah jendela,leon duduk ditepi kasur dan sedikit meluruskan kakinya yang sedikit kaku karena terlalu lama berdiri saat berbicara dengan luci.

"wanita itu sangat berani..!! Dia tidak takut sama sekali denganku,mungkin karena kondisiku seperti ini...,,seperti yang david katakan,keluarganya sangat berantakan,pantas saja dia menerima pekerjaan ini...,,orang yang waras tidak akan menerima tawaran dari orang yang telah menjatuhkannya."

"tuan...."

"apa..!!!"

tanpa mengetuk pintu luci masuk kedalam kamar dan mengejutkan leon yang sedang merenung dan membuatnya berkata sedikit lantang dari biasanya.

luci berjalan sambil memungut mantel milik leon dan merapikannya,

"keputusanku sudah final tuan..,,,aku akan melakukan apa saja jika anda mau membantuku..."ucap luci dengan penuh percaya diri.

"pada akhirnya orang akan tunduk dengan uang !!! Dia sangat bodoh dengan membela kekasihnya itu !! Apa yang dia pikirkan..!!!"ucap leon dalam hati.

Leon sangat kesal dengan keputusan luci yang seolah olah mengorbankan dirinya untuk kekasihnya,perasaan cemburu terus saja membakar hati leon.

"oh...begitu ya.? Baiklah...,,siap kan air,aku akan mandi sekarang.."

Luci bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk leon,

"sudah tuan....silahkan...."

"kau mau kemana ??"

Luci merasa bingung dan menatap kesegala arah,

"bukankah tuan tidak mau seorangpun melihat anda ?aku akan keluar..."

Dengan entengnya luci menganggap leon tidak marah kepadanya dan seolah sebuah kesepakatan yang mudah baginya.

"dia menganggap remeh diriku ya ??"gumam leon.

"masuklah...!!!"

Leon menarik tangan luci yang baru saja keluar kamar mandi dan membawanya masuk kembali.

"tapi tuan...!!!!"

"aku ingin lihat ketulusanmu..!! kesepakatan tergantung bagaimana kau bisa membuatku senang."

Tatapan yang penuh dengan amarah terasa membakar jantung luci,detak jantung yang semakin cepat membuat luci merasa sangat gugup,

"apa yang harus aku lakukan ??"

"mandikan aku..!!!" ucap leon.

Suara yang berat dan rendah,tatapan tajam yang terus menusuk mata luci,tidak ada pilihan lain ,luci tidak bisa menolak,

"tunjukan ketulusan..?? Aku harus melakukannya dengan tulus ? Yang benar saja !!! Pria ini sangat mengerikan !! bagaimana aku bisa merasa tulus padanya !!!"gumam luci.

luci membuka kaos leon dan perlahan membuka resleting celananya.

"yang benar saja...,,aku bahkan tidak pernah melakukan ini pada jay..,,kenapa dia terus melihatku seperti itu..!!dia pikir aku tidak melakukannya dengan tulus apa ??"

Luci mencoba tetap tenang,dan terlihat melakukan dengan tulus meskipun dalam hatinya merasa ketakutan.

Luci memutar tubuh leon dan membuatnya duduk disebuah bangku kayu yang leon buat,

"dia tau bahwa kakinya bermasalah,dia pasti kesulitan untuk mandi,"

Perasaan luci tiba-tiba menjadi sedikit luluh dengan kondisi leon yang menyedihkan,sebuah ketulusan yang luci pikirkan mulai dia rasakan.

"mungkin leon berpikir seperti itu....,,baiklah akan aku lakukan..."

"jika terlalu panas,katankan tuan..."ucap luci.

Leon hanya terdiam saat tubuhnya dibasuh oleh luci dengan hati-hati,

Luci mulai memakaikan sabun pada tubuh leon,dan sesekali menggosok punggungnya.

"punggungnya sangat lebar..,,banyak bekas luka..,apa yang dia lakukan sebelumnya ?"

Luci terlalu fokus dengan bekas luka yang berada dipinggul leon,bukan seperti goresan biasa,seperti sebuah tusukan dan luci mengusapnya terus menerus.

"apa yang kau lihat ??"

"apa ini tuan ? Apa kau tertusuk pipa disini ?"

"kau pikir aku sedang apa sampai pipa masuk dalam tubuhku ??"

"sepertinya ini luka baru,apa yang terjadi ??"

Luci sangat penasaran dengan luka tersebut dan ingin tahu lebih banyak dan sekedar memberikan ketulusannya itu.

"kenapa kau penasaran ?? Luka itu aku dapatkan dari babi hutan yang menyerangku,

"tentu saja itu baru...,,aku mendapatkannya belum lama ini...."

"yang benar saja..!! Memangnya kau habis dari hutan dengan kondisimu seperti itu ??dasar gila !!!"gumam luci.

"eh...jangan bercanda tuan..,,kau kan habis tidur lama,bagaimana bisa kau diserang babi hutan dalam rumah sakit ??"ejek luci.

"dia memang cerdas,tentu saja dia adalah perawat,dengan luka yang masih terlihat segar pasti dia memikirkannya dengan matang,untuk itu aku tidak mau menunjukannya pada siapapun,pasti mereka akan sadar dengan beberapa keanehan,namun untuk menjelaskannya tidak ada seorang pun yang akan mempercayainya."ucap leon dalam hati.

"lupakan itu...cepat selesaikan...,,aku ingin segera membaca buku...!!! Ucap leon dengan tegas.

"baiklah tuan..."

Malam itu leon sedikit merasa tenang setelah dimandikan luci,seperti sebuah nostalgia baginya,begitu juga luci yang telah berpikir buruk pada leon namun tidak terbukti dan sedikit merasa lebih tenang untuk terus melayaninya dengan baik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!