NovelToon NovelToon
Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Kehidupan Rafan sebagai komisaris polisi menjadi kacau balau setelah bertemu dengan gadis cantik bernama Myra.

Kriminal kejam yang selama ini ia cari, tak sengaja datang ke hadapannya menjelma bagai malaikat.

Bagaimana Rafan menahan diri agar tidak terseret pada kegilaan semata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak pesan

"Kenapa kamu diam saja?" Suara Yosep terdengar dingin, memecah kesunyian di dalam kabin mobil.

"Lalu aku harus apa?" gumam Myra datar. Ia enggan menoleh, memilih untuk mengabaikan pria yang kini memegang kendali di kursi kemudi.

"Kenapa kamu bawa mobil sendiri?"

"Memangnya... ada masalah jika aku menyetir sendiri?" Myra balik bertanya. Yosep menoleh sekilas, raut wajahnya sulit dibaca.

"Ya, tidak. Tapi kamu seharusnya membawa sopir--- aku tidak yakin dengan skill menyetirmu."

"Apa maksudmu? Kamu pikir aku tidak becus melakukan hal semudah ini?" potong Myra tajam. Ia benci diremehkan, apalagi oleh Yosep.

"Kenapa kamu bersikap sangat dingin padaku?" Yosep mengaktifkan mode auto-drive, melepaskan kemudi agar ia bisa sepenuhnya menghadap Myra.

"Aku tidak dingin. Kamu saja yang terlalu lebay," sanggah Myra dengan suara merendah.

"Aku merasa diabaikan."

"Aku tidak mengabaikanmu." Myra menarik sudut bibirnya tipis, sebuah senyum sinis yang samar.

Yosep terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Bagaimana bisa sebuah percakapan sederhana selalu berakhir menjadi perdebatan jika bersama gadis ini? Myra tidak berubah, ia tetaplah gadis kecil yang keras kepala.

"Baiklah, aku menyerah. Kamu memang pandai bersilat lidah."

"Apa? Bersilat lidah? Aku tidak suka istilah itu!" Myra mengernyitkan alis, merasa sebutan itu memiliki konotasi yang buruk.

"Oke, oke. Lupakan. Sekarang ceritakan saja, apa yang kamu lakukan selama jauh dariku?"

"Tanpamu?"

"Iya, tanpamu. Selama tujuh tahun ini, apa saja kegiatanmu?" Yosep mencoba mengalihkan topik sebelum emosinya sendiri ikut tersulut.

"Apalagi? Tentu saja setiap hari aku menghabiskan waktuku seperti manusia pada umumnya," sahut Myra ketus.

Yosep menghela napas panjang. Tujuh tahun berpisah ia tak pernah belajar cara membujuk wanita. Ia tidak tahu cara bersikap lembut. Yosep selalu mengandalkan caranya, diam dan acuh. Berpikir jika amarah seorang wanita akan mereda sendiri.

Tring!

Bunyi notifikasi memecah keheningan. Myra sigap merogoh ponsel dari tasnya. Sebuah surel masuk.

"Raf–fan?!" Myra tersentak lirih. Matanya membulat. "Bagaimana dia bisa tahu alamat surelku?!"

Dengan jari gemetar, ia membuka pesan itu.

"Aku tinggal di apartemen depan swalayan Jalan Hararki. Lantai 7, nomor 1. Jam 7 malam ini. Jika urusanmu sudah selesai, segera temui aku."

"Bajingan ini masih berani menyuruhku datang?" gerutunya dalam hati. Nama pria itu saja sudah cukup untuk membuat darahnya mendidih. Tanpa ragu, ia menghapus pesan itu.

Mobil akhirnya memasuki area parkir gedung apartemen mewah. Myra sibuk melepas sabuk pengaman dengan raut wajah kaku.

"Kamu benar-benar tidak mau bercerita?" tanya Yosep lagi, menatapnya intens.

"Cerita apa?" Myra mengangkat alis.

Yosep menghela napas, mencoba bersabar menghadapi mood Myra yang seperti roller coaster. "Tujuh tahun ini, Myra. Apa saja yang kamu lakukan?"

"Tidak ada yang spesial. Hanya hidup normal sebagai wanita," sahut Myra santai sambil mengangkat bahu. "Belajar, makan, tidur, berkencan---"

"Apa?!" pekik Yosep. Wajahnya mengeras. Kata berkencan terasa seperti duri yang menusuk telinganya. Ia tak pernah membayangkan Myra memiliki waktu untuk hal murahan seperti itu, mengingat pelatihan keras yang diberikan Amran padanya.

"Kenapa berteriak? Kamu mengagetkanku!"

"Siapa pria itu?"

"Pria mana?" Myra menoleh ke luar jendela, pura-pura tidak mengerti.

"Pria yang berkencan denganmu," desis Yosep dengan tatapan sinis.

"Yang mana? Aku berkencan dengan banyak pria. Mereka berganti setiap bulan," sahut Myra santai, sengaja menyiram bensin ke api cemburu Yosep yang mulai berkobar.

"Hah! Aku menahan diri dari semua wanita di sekitarku karena aku pikir... ada hati seorang gadis kecil yang harus kujaga." Yosep mencengkeram kemudi erat. "Tapi kamu? Kamu malah sibuk bergonta-ganti pria?"

"Memangnya kenapa? Aku tidak pernah menyuruhmu menahan diri. Lagipula, bicaramu barusan terdengar seakan kamu jatuh cinta padaku," goda Myra sambil menyipitkan mata.

"Karena itu memang be---" Yosep menghentikan kalimatnya. Nyaris saja ia menelanjangi perasaannya sendiri.

"Memang apa?"

"Karena itu memang tidak mungkin terjadi!" ralat Yosep cepat dengan suara datar. "Aku melakukan ini hanya karena kamu pernah memaksaku berjanji untuk tidak melirik wanita lain."

"Hah? Benarkah? Aku tidak ingat pernah meminta itu," Myra menggeleng, menolak mengakui.

"Ya, sudah kuduga otak kecilmu tidak mampu menyimpan memori penting," dengus Yosep. Ia enggan berdebat lebih jauh tentang masa lalu.

Yosep bergegas keluar dari mobil tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Myra yang didera rasa penasaran.

"Hei! Yosep! Ceritakan janji yang mana?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!