NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Apakah ini akhir?

Dengan tangan gemetar, Shan Luo melangkah di atas jembatan es. Ia mengulurkan tangannya, jarinya hampir menyentuh kristal warisan itu.

​“Akhirnya ... Kekuatan ini ... Aku akan menghancurkan Shan Feng dengan tangan ini sendiri ...!” batin Shan Luo, matanya berkilat penuh kemenangan.

​Tepat saat ujung jari Shan Luo menyentuh permukaan kristal warisan ...

​WUUUSHHH—!

​Waktu seolah berhenti. Seluruh energi di aula itu mendadak sunyi, ditekan oleh sebuah kehadiran yang begitu dahsyat hingga gravitasi di ruangan itu meningkat seratus kali lipat.

​Kolam magma di bawah jembatan es meledak, menyemburkan api merah raksasa yang langsung membentuk pusaran di depan Shan Luo. Dari balik api itu, sesosok pria melangkah keluar dengan tenang.

​Pria itu mengenakan jubah kebesaran klan Shan yang berlapis emas murni. Wajahnya tampan namun dingin, dengan tatapan mata yang bisa membekukan jiwa siapa pun yang menatapnya. Auranya begitu pekat hingga udara di sekitarnya tampak retak dan terbakar.

​Shan Feng. Ayah kandungnya. Pemimpin tertinggi Klan Shan. Pendekar Tahap Integrasi Alam (Ranah ke-9).

​Shan Luo membelalak. Kejutan yang luar biasa menghantam dadanya, lebih menyakitkan dari tusukan pedang mana pun.

Ia tertegun, tangannya mematung di udara. Bagaimana mungkin ... bagaimana mungkin pria ini bisa muncul di sini secara tiba-tiba melintasi ribuan mil?

​Shan Feng menatap Shan Luo dengan pandangan datar, seolah ia sedang menatap seekor semut yang mencoba mencuri remah roti.

Tidak ada kemarahan, tidak ada kebencian, hanya kekosongan mutlak dari seorang penguasa.

​"Hanya karena kau mencapai Ranah Manifestasi Rohani, kau pikir kau bisa menyentuh apa yang bukan milikmu, Anakku?" suara Shan Feng rendah, namun gema energinya meruntuhkan pilar-pilar batu di aula tersebut.

​Sebelum Shan Luo sempat bereaksi atau menarik tangannya, Shan Feng menggerakkan satu jarinya pelan.

​JEDER!

​Sebuah ledakan energi api murni menghantam dada Shan Luo.

Tekanannya begitu besar hingga Shan Luo memuntahkan darah segar dan terlempar ke belakang, menabrak dinding aula dengan keras hingga tubuhnya tertanam di dalam batu.

Inti Sejati Dua Warna di Dantiannya retak seketika, dan aliran Qi-nya menjadi kacau balau.

​Shan Feng melangkah maju dengan anggun di atas jembatan es hitam yang kini meleleh kembali menjadi magma.

Ia mengulurkan tangannya dan dengan mudah mengambil Kristal Esensi Darah Murni Leluhur tersebut.

​"Terima kasih telah membukakan jalan untukku, Sampah," ucap Shan Feng sambil menatap kristal di tangannya dengan senyum tipis yang kejam. "Aku sudah menunggu ratusan tahun untuk momen ini. Dan sekarang, berkat kebodohanmu membawa Kunci Naga ke sini, kekuatan ini akhirnya menjadi milikku sepenuhnya. Aku tidak peduli anak ke duaku mati, aku akan balas dendam kepada Benua Binghuo yang telah membunuh ayahku!"

​"T-TIDAK ...!" Shan Luo mencoba merangkak keluar dari reruntuhan dinding, darah mengalir dari mulut dan hidungnya.

Matanya merah, bukan karena haus darah Mo Huang, melainkan karena keputusasaan yang murni.

Seluruh usahanya, seluruh penderitaannya selama ini, hancur hanya dalam satu detik di depan pria yang paling ia benci.

​Di luar, Han Xiao dan Mo Huang merasakan lonjakan energi yang menakutkan dari dalam makam.

Mereka berlari masuk, hanya untuk menemukan Shan Luo tergeletak tak berdaya dengan Dantian yang hancur, sementara Shan Feng berdiri di tengah aula, memancarkan aura ranah ke-9 yang sanggup menghancurkan seluruh wilayah perbatasan ini.

​"Shan'er!" Mo Huang berteriak, wajah rohnya tampak pucat pasi. Ia mencoba menerjang Shan Feng, namun Shan Feng hanya meliriknya.

​"HANCUR."

​Satu kata dari Shan Feng melepaskan gelombang energi Integrasi Alam. Mo Huang menjerit kesakitan saat bentuk rohnya terkoyak-koyak, dipaksa kembali masuk ke dalam tato di lengan Shan Luo yang kini meredup.

​Han Xiao mencabut belatinya, matanya yang biasa konyol kini dipenuhi ketakutan yang mendalam. "Shan'er, kita harus pergi! Pria ini ... dia bukan manusia!"

​Shan Feng mengangkat tangan kanannya yang kini memegang warisan leluhur. Energi Integrasi Alam mulai berkumpul di telapak tangannya, membentuk sebuah bola api hitam yang siap memusnahkan apa pun di depannya.

​"Permainan sudah berakhir, Anakku," ucap Shan Feng datar. "Kau, ibumu yang jalang itu, dan teman-teman bodohmu ini ... semuanya akan menjadi abu di makam leluhur ini."

​Shan Feng melepaskan bola api hitam itu.

​Bola api itu bergerak perlahan, namun membawa tekanan yang mengunci ruang gerak mereka.

Han Xiao membeku, tidak bisa bergerak. Shan Luo menatap bola api yang semakin mendekat, matanya mencerminkan kegelapan abadi yang akan menelannya.

​Harapan sirna. Balas dendam hancur. Kegelapan total menyelimuti pandangan Shan Luo saat ia bersiap menghadapi ajalnya di tangan ayahnya sendiri.

Di ambang kematian, hanya ada satu penyesalan di hatinya: Ia gagal melindungi ibunya, dan ia gagal menjaga janji pada gurunya, Lin Yue.

​Dan di tengah aula yang runtuh, bola api hitam itu hampir menyentuh tubuh Shan Luo yang tak berdaya ...

​DUMMM—!

​Suara ledakan terakhir menandakan akhir dari segalanya, atau mungkin ... awal dari keputusasaan yang lebih dalam. Dunia menjadi gelap gulita, dan nasib Shan Luo kini berada di ujung tanduk maut yang tak terelakkan.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!