NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2.Di Dalam Lingkungan Kampus

        ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Setelah memasuki gerbang kampus, Aisyah langsung menempuh jalan menuju gedung kuliah utama. Dia berjalan dengan langkah yang anggun namun cepat, tidak ingin terlambat untuk perkuliahan pertama hari ini – mata kuliah Metodologi Penelitian yang diajarkan oleh Dosen Profesor Surya, yang dikenal sangat ketat tentang waktu.

Setelah menyimpan tas di rak yang tersedia di luar kelas, Aisyah masuk dan memilih tempat duduk di barisan kedua sebelah kanan. Tempat favoritnya karena dekat dengan papan tulis namun tidak terlalu depan. Dia segera membuka buku catatan dan menghidupkan laptop, siap mencatat setiap penjelasan dari dosen. Teman sekelasnya, Rina, segera duduk di sebelahnya.

"Kak Aisyah, kamu datang tepat waktu ya. Tadi saya dengar Pak Surya akan memberikan informasi tentang penelitian akhir untuk kita yang semester akhir," ujar Rina dengan suara rendah.

"Iya, saya juga sudah siapin beberapa topik yang mungkin saya angkat. Mudah-mudahan bisa mendapatkan bimbingan yang baik dari beliau," jawab Aisyah sambil tersenyum, namun pikirannya masih sesekali terbang ke pemuda berbusana putih yang baru saja dia temui di gerbang kampus.

 

Sementara itu, Gus Aqlan memasuki gedung administrasi kampus untuk mengurus proses absensi diri sebagai tenaga pengajar baru yang akan mendampingi perkuliahan sebelum berangkat ke Kairo. Dia disambut ramah oleh staf administrasi, yang langsung membantu mengurus berkas-berkas yang diperlukan.

"Mohon maaf Pak Aqlan, karena Anda akan segera berangkat ke Kairo, kami sudah menyusun jadwal mengajar di sini yang bisa disesuaikan dengan waktu persiapan Anda," ujar salah satu staf.

"Terima kasih banyak atas perhatiannya. Saya akan berusaha mengikuti setiap perkuliahan dengan baik sebelum berangkat," jawab Gus Aqlan dengan sikap yang sopan dan rendah hati.

Setelah selesai mengurus administrasi, dia berjalan menuju ruang kuliah. Ketika pintu kelas dibuka, suasana riuh di dalam ruangan seketika hening total.

Gus Aqlan berdiri tegap di depan kelas, tepat di samping papan tulis. Penampilannya yang rapi, sorban yang tersusun indah, dan aura wibawa yang memancar membuat seluruh mahasiswa terpana menatapnya dengan kagum.

Aisyah pun menoleh ke arah depan, dan matanya terbelalak kaget.

"Dia... dia yang tadi di gerbang?!" batin Aisyah, jantungnya berdegup kencang. "Ternyata benar... dia adalah dosen pendampingnya Pak Surya."

Gus Aqlan menatap seluruh isi kelas, hingga akhirnya pandangannya berhenti tepat pada wajah Aisyah. Ada kilatan aneh di matanya, seakan ada rasa akrab yang mendalam yang tiba-tiba muncul.

"Wanita ini... kenapa wajahnya terasa begitu dekat di hati?" pikir Gus Aqlan, namun ia segera mengembalikan sikap profesionalnya dan langsung memulai materi.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," sapanya dengan suara berat, lembut, namun sangat tegas.

"Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," jawab seluruh kelas serentak.

"Perkenalkan saya Aqlan Ardhani Baihaqi, akan mendampingi Bapak Profesor Surya dalam mata kuliah Metodologi Penelitian ini," ucapnya singkat padat. Tanpa banyak basa-basi, ia langsung mengambil spidol dan menuliskan poin-poin penting di papan tulis.

"Baik, mari kita mulai. Hari ini kita akan bahas tentang kerangka berpikir dan penyusunan instrumen penelitian..."

Aisyah berusaha sangat keras untuk fokus mencatat, namun rasanya sulit sekali. Setiap kali Gus Aqlan berbicara atau berjalan mondar-mandir di depan kelas, matanya selalu tertarik untuk melihat. Getaran di hatinya semakin terasa kuat, menyadari bahwa sosok yang diam-diam ia sukai kini berdiri di sana sebagai pendidiknya.

Di tengah penjelasan, Profesor Surya meminta modul dibagikan. Aisyah dengan sigap mengangkat tangan untuk membantu. Saat ia berjalan mendekati depan kelas untuk memberikan modul kepada Gus Aqlan, tangannya sedikit gemetar.

Saat menyerahkan kertas itu, jari mereka tak sengaja bersentuhan sekilas.

"Maafkan saya, Pak..." ucap Aisyah pelan, wajahnya memerah.

"Terima kasih, Non..." jawab Gus Aqlan lembut, tatapan mereka bertemu sejenak sebelum Aisyah buru-buru kembali ke tempat duduknya, dengan hati yang berdebar kencang.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!