NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hal pertama yang di rasakan Aruna ketika bangun adalah seluruh tubuhnya terasa sakit sekali. Rasanya sudah seperti di pukuli oleh berpuluh-puluh ribu menggunakan benda berat, terlebih daerah bawah tubuhnya, perih, sakit dan terasa ada yang mengganjal di sana__Aruna meringis tatkala kakinya mulai bergerak sampai pada pembatas akhir ranjang, setelah menghela nafas beberapa kali Aruna pun memutuskan untuk berdiri, namun baru berdiri, tubuhnya sudah kembali duduk tatkala di rasakannya perih itu begitu terasa sekali.

Sialan. Ini semua gara-gara pria yang menjadi suaminya itu. Dia Arka yang melakukannya dan membuat Aruna begitu kesakitan serta lemah tak berdaya begini.

Mata Aruna tajam dan terdengar beberapa kali menghembuskan nafas serta berdecak kasar, lekas di ingatannya bagaimana kejadian beberapa jam yang lalu.

Saat Arka dengan seenaknya mendorong tubuhnya ke ranjang dan melucuti semua pakaiannya dan kemudian pria itu menciumnya membabi buta, padahal Aruna sudah mengkode dengan memukul dadanya, namun Arka seolah abai dan melahap bibirnya seolah-olah sebuah hidangan. Bukan itu saja yang membuat Aruna semakin kesal serta miris secara bersamaan__tetapi pria itu meninggalkan jejak yang cukup banyak dan perih hampir di sekujur tubuhnya dan ya, sampai pada tahap inti.

Intinya Arka memaksanya atau memperkosanya dan Aruna benar-benar ingin melupakan serta mengutuk pria sialan itu.

Dia benar-benar biadab sekali. Bilangnya tidak akan mencampuri urusan masing-masing, bilangnya tidak akan meminta jatahnya, tapi apa? Dia ingkar janji, dia memperlakukan Aruna begitu kejam dan buruk sekali__bahkan bukan hanya satu kali, tapi berkali-kali sampai membuat Aruna pingsan saking tak kuatnya menahan gempuran Arka pada tubuhnya.

“Sialan ARKA, GUE BENCI SAMA LO.!!!“Teriak Aruna dan melempar botol parfum miliknya pada cermin rias di kamarnya, sehingga suara benda pecah belah pun terdengar nyaring sekali__padahal parfum itu kesukaannya dan untuk membelinya perlu effort yang cukup, di mana Aruna harus menabung dulu selama beberapa bulan dan rela untuk tak menghambur-hamburkan uangnya__tapi ya sudah, Aruna bahkan bisa membeli lebih dari lima sekarang.

“GUE BENCI DIA, BENCI BANGETTT ARGHHHHH..“Tambahnya lagi sambil menangis terisak lalu tubuhnya merosot ke lantai, Bahkan dari sini pun Aruna bisa melihat kekacauan kamarnya yang di buat oleh pria itu beberapa jam yang lalu, beberapa pakaiannya yang masih teronggok mengenaskan di beberapa tempat, bau yang begitu menyengat bekas percintaan mereka dan yang lebih membuat hatinya sakit adalah jejak keperawannya yang terlihat di seprai yang terpasang di ranjang.

Pria itu telah mengambilnya dengan paksa, hal yang selama ini Aruna selalu coba jaga dan akan ia persembahkan untuk suaminya kelak, seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya sampai maut memisahkan dan bukanlah seorang Arka yang memang notabennya sebagai suaminya, tetapi tidak mencintai dan di cintai olehnya.

Aruna hancur-sehancurnya-hancurnya, bukan cuman fisik tetapi hati juga. Dia begitu kejam sekali dan melampiaskan semuanya pada Aruna.

Di lain tempat...

Arka terlihat berdiri termenung di balkon dengan sebungkus rokok dan segelas kopi yang masih mengepulkan asap, tatapannya lurus dan kosong dan beberapa kali juga peia itu terdengar menarik nafasnya dalam-dalam.

Di ingatannya lekas sekali bagaimana kejadian beberapa jam yang tadi. Di mana ia dengan bringas kasar dan membuat Aruna tak berdaya di bawah kekuasannya__bejat, ya. Dirinya memang sebejat itu, dia pemaksa, pemerkosa, dan pelaku pelecehan seksual, agaknya semua sebutan itu memang pantas untuk dirinya.

Ah Arka menyesal, tentu saja. Apalagi setelah dengan jelas ia melihat bagaimana cairan merah itu keluar dari inti tubuh Aruna dan seolah menegaskan kalau Aruna bukanlah wanita seperti yang ia sebutkan__dan ternyata Aruna tidak seperti kakaknya.

Arghhhhh...

Saking kesalnya dan menyesal pada kejadian yang sudah terjadi, sampai-sampai Arka pun menonjok kaca mobilnya dan membuat buku-buku tangannya berdarah. Sakit, tentu saja. Tetapi Arka membiarkan luka itu dan seolah memberi dirinya sendiri pelajaran, meski sebetulnya tidak setimpal dengan apa yang Aruna katakan.

Semua ini gara-gara sebuah kabar buruk yang di bawakan oleh Santi untuknya.

Beberapa saat sebelum kejadian malang itu terjadi.

“Ka, gue bawa kabar buruk.“Ucap Santi di telepon dan membuat Arka menepikan langkahnya dan memilih untuk duduk di salah satu kafe yang ada di bibir pantai, sedang matanya masih memantau kemana sang istri pergi.

“Ada apa? Katakan sekarang!.“Tegas Arka sambil merasakan sesuatu yang aneh, perasaannya mendadak tak enak dan jantungnya di dalam sana berpacu cepat sekali.

“Gue kirim ke ponsel lo, liat aja sendiri.“Tukas Santi, di saat itulah Arka melepas ponsel yang tertempel di telinganya lalu menatap layar itu dan kedua matanya seketika langsung melebar dan seolah hampir keluar saking terkejutnya dengan apa yang di lihatnya, jangan lupa tangannya gemetaran dan membuat ponselnya begitu saja terjatuh ke lantai, tatapannya seketika kosong dan otaknya nge blank.

“Arka, lo masih di sana??.“Tanya Santi di sebrang sana dan Arka tak menjawab, kepalanya penuh dengan suara-suata berisik yang mendadak membuat Arka begitu emosi sekali.

Sampai Arka pun langsung bangkit setelah mengambil ponsel dan menghampiri Aruna yang tengah terlihat bercengkrama dengan seorang pria__di saat itulah amarahnya mendadak muncul dan Arka yang seolah hilang kontrol pun menyamakan Aruna dengan kakaknya yang jelas-jelas terlihat dengan perutnya yang membesar dan di gandeng oleh seorang pria asing. Ya, informasi terbaru yang di dapatkan Santi adalah sebuah foto Elia yang tengah berbadan dua dan di gandeng oleh seorang pria asing.

Tentu saja Arka emosi, tidak percaya, sedih dan kecewa. Semuanya bercampur menjadi satu kesatuan yang sanggup meluluh lantahkan hatinya dan membuat hatinya terasa remuk redam, semuanya berspekulasi dan menyatu hingga menumbuhkan sebuah tuduhan keji serta ke posesifan seorang Arka terhadap istrinya sendiri yang notabennya adalah adik dari wanita yang membuat Arka seperti itu dan semuanya terjadi begitu saja, Arka benar-benar berubah menjadi prdator kejam yang mengecam semuanya, padahal tidak seperti itu. Nyatanya keduanya berbeda dan tentu saja melahirkan sebuah rasa penyesalan yang teramat besar sekali.

“Apa telepon gue malam-malam begini?.“Sahut pria yang terdengar dengan nada galak di seberang sana dan Arka tak memperdulikannya.

“Kasih gue solusi.“Ujar Arka serak, ia sudah tak tahu harus berbuat apa, dan satu-satunya yang terpikirkan adalah nama Ari, sahanatnya yang mudah-mudahan bisa membuat Arka tercerahkan.

“Ckck apa? Cepet, gue masih mau tidur, nih..“Tegasnya sambil mendengus, Arka berdecih kasar.

“Eittts, anda gak bisa marah-marah, ya? Mengingat bukan jam kerja..“Ujar Ari seolah tahu apa yang akan Arka katakan, Arka menghela nafasnya panjang, ia harus menahan emosinya dan berusaha mendengar ucapan Ari, siapa tahu adalah solusi terbaik untuknya.

“Hmm..“

“Apa ARKA??.“

“Ri, gue udah tidur sama istri gue..“Pelan tetapi begitu jelas sekali sampai-sampai Ari tersedak di sebrang sana.

“Apa-apa? Lo tidur sama istri lo? Lah, ya kalau itu sih, kenapa harus lapor gue? nyet. Kan itumah wajar, buat apa lo bayar mahal-mahal mas kawin, tempat resepsi, gedung, baju nikah dan biayain dia. Wajarlah lo tidur sama dia.“Sahut Ari terdengar malas sambil menguap, Atka berdecak kesal.

“Masalahnya kan lo sendiri tahu kalau gue dan dia nikah karena terpaksa.“Tekan Arka antara gemas dan kesal sebenarnya.

“Eh sorry gue lupa. Eumm ya, udahlah kalau gitu..“

“Tapi gue maksa Ri.“

“Si anjing!“Refleks Ari berucap kasar dan meminta maaf setelahnya”Sorry, gue kelepasan. Habisnya lo jujur sih kalau lo ternyata brengsek.“Sindirnya dan Arka hanya bisa terkekeuh getir, kali ini ia tak protes sams sekali, Arka sendiri pun mengaku kalau dirinya persis yang di katakan Ari, brengsek.

“Gue gak butuh ceramah, tetapi solusi dari lo..“

Sebelum menjawabnya, Ari pun menghela nafasnya dalam-dalam.

“Lo udah minta maaf?.“Tanya Ari terdengar serius dan Arka menggelengkan kepalanya seolah-olah Ari ada bersama dengannya.

“Belum ya?.“Tebak Ari tepat sasaran, pria di seberang sana terkekeuh getir.

“Arka denger ya? Lo itu pria dan pria itu harus gentle, kalau salah. Ya, minta maaf. Gak peduli seberapa besar kesalahan lo, yang utama itu minta maaf. Terlebih lo tahu sendiri perasaan wanita itu se sensitif gimana__dan ya, kasus lo ini bukan sebuah kasus remeh temeh, tetapi masuk ke dalam kategori pelecehan sih menurut gue.“

Arka terlihat panik”Kalau Aruna laporin gue, besar kemungkinan..“

“Yes, lo di penjara. Meski lo adalah suaminya. Tapi kan lo maksa alias merkosa dia lho, lho tahu gak undang-undang yang baru soal beginian, udah ada pasalnya lho, Ka.“

Wajah Arka terlihat panik dan pucat pasi, dia cemas sekali.

“Ri..“

“Udah mintaa maaf dan bujuk deh. Lagian lo ini gimana sih? Kalau mau, ya. Tinggal ngomong baik-baik, bukannya asal maksa aja. Gue kalau jadi bini lo, udah gue sunat tuh burung atau minimal balik honeymoon gue lapor tuh sama orang tua lo, biar lo sendiri yang di kasih pelajaran ama mereka.“

“Keterlaluan banget sih, lagian apa salah bini lo sampai lo beginian dia? Lo sange atau apa sih, Ka? Kok bisa kayak gitu..“

“Udah Ri, udah. Gue gak butuh di hakimi!.“

“It's ok, gue cuman melampiaskan kekesalan istri lo doang, sih. Yaudah bye. Jangan ganggu lagi yah, gue mau kembali tidur.“Dan telepon itu di tutup meninggalkan Arka dengan segudang rasa bersalahnya.

1
Dewi Sri Astuti
Bagus
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!