NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kedua nya berjalan-jalan dengan tangan berpegangan sembari menikmati pemandangan pantai Hoek van Holland yang memiliki banyak tempat yang mengasikkan.

"Kakak pernah kesini?" tanya Melia sembari menikmati angin semilir yang menerpa dengan halus.

"Pernah" jawab Dimas singkat, genggaman tangan nya pada Melia pun tak ia lepas dan malah sedikit di beri usapan lembut.

"Sama siapa?" tanya Melia dengan penuh selidik, ia melirik curiga pada Dimas yang berjalan di samping nya.

"Sendirian sayang" jawab Dimas melirik Melia sekilas, Melia memperhatikan Dimas sejenak mencari kebohongan yang tak dia lihat.

"Bohong nih" gurau Melia kembali menatap lurus ke depan.

"Iya Kakak bohong, dulu Kakak kesini sama seseorang yang selalu Kakak tunggu kehadiran nya" jawab Dimas sembari melirik tipis Melia menunggu reaksi.

Melia nampak terdiam lalu menepis genggaman tangan itu, ia mulai kesal dengan jawaban dari Dimas. Tapi Dimas tak membiarkan tangan itu terlepas begitu saja.

"Masih nunggu orang itu nggak?" tanya Melia dengan ketus, ia bahkan memandang ke arah lain dengan bibir cemberut.

Dimas terkekeh pelan. "Ngapain di tunggu lagi? Kan sekarang lagi ngabulin khayalan itu dengan orang yang sama" jawab Dimas membuat Melia menoleh dengan kernyitan.

"Maksud Kakak? Kakak udah janjian sama orang itu mau kesini? Kok bawa-bawa aku?"

Dimas menghela napas pelan dan merangkul Melia agar tubuh mereka kembali menempel seperti prangko.

"Kakak dulu pernah berkhayal saat berkunjung kesini sendirian, Kakak berkhayal tentang membawa kamu kesini.. Untuk sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan pantai Hoek van Holland" bisik Dimas menjelaskan tentang jawaban nya.

Deg..

Melia menoleh dan sedikit mendongak. "Kak.."

Dimas mengecup kening Melia dengan lembut. "Iya sayang, Kakak memang sendiri waktu itu, tapi rasa nya jiwa dan hati kamu ada selalu bersama Kakak sejak dulu.. Jadi kemanapun Kakak pergi, terasa kamu ada di samping Kakak, padahal kamu masih di Indonesia saat itu" jelas Dimas dengan panjang lebar.

Melia menatap Dimas dengan mata berkaca-kaca, memang tak salah pilih diri nya menerima lamaran Dimas yang begitu cepat.

"Terus Kakak pernah ngebayangin kemana lagi?" tanya Melia kini mulai kembali antusias.

Dimas terkekeh pelan melihat tingkah menggemaskan Melia, rasa nya ia ingin segera melahap wanita nya itu sepanjang hari di kamar mereka.

"Banyak tempat, tapi yang paling sering itu ya kamar"

Melia mendongak terkejut. "Kakak ih mesum!" seru Melia langsung memberi cubitan di perut Dimas dengan keras.

"Aww! Sakit sayang" ringis Dimas tak di tanggapi oleh Melia yang sudah lari lebih dulu menghindari amukan Dimas.

"Laki-laki tak mengejar wanita, laki-laki mengejar dunia nya.. Tapi, dia dunia ku" gumam Dimas langsung berlari sekencang mungkin menyusul Melia.

Melia pun di tangkap dengan tawa yang tak bisa berhenti, Dimas juga menyerang Melia dengan gelitikan di perut.

"Ampun Kak! Hahaha iya iya aku nyerah" pekik Melia dengan tawa yang masih belum reda.

"Nggak akan ku kasih ampun" ucap Dimas terus menggelitiki Melia yang terlihat kewalahan karena serangan Dimas.

Melia ambruk di tanah di ikuti Dimas di samping nya, tawa Melia pun mulai mereda saat Dimas berhenti menggelitiki nya.

"Udah ya Kak.. Lia.. Cape" ucap Melia dengan ngos-ngosan, dia berlari kencang saja sudah ngos-ngosan di tambah Dimas yang menggelitiki nya, makin tak kuat Melia mencari oksigen.

Dimas duduk di samping Melia dengan tangan yang siap menyangga kepala Melia agar tak langsung menyentuh tanah.

"I love you" ungkap Dimas membuat Melia membuka mata nya dan mendongak menatap Dimas yang tak sedikitpun mengalihkan pandangan nya dari Melia.

"I love you too Kak" lirih Melia membalas ungkapan cinta Dimas.

Cup..

Dimas mengecup bibir Melia dengan lembut, dan di sambut dengan sukarela oleh Melia yang juga langsung membalas kecupan yang berubah menjadi luumatan.

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!