Di saat kedua sahabatnya telah menikah, Davin masih saja setia pada status jomblonya. hingga pada suatu malam ia menghadiri perayaan adik perempuannya di sebuah hotel. perayaan atas kelulusan adik perempuannya yang resmi menyandang gelar sarjana. Tapi siapa sangka malam itu terjadi accident yang berada diluar kendali Davin, pria itu secara sadar meniduri rekan seangkatan adiknya, dan gadis itu tak lain adalah adik kandung dari sahabat baiknya, Arga Brahmana. sehingga mau tak mau Davin harus bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi, Faradila.
Akankah pernikahan yang disebabkan oleh one night stand tersebut bisa bertahan atau justru berakhir begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.
Dari dalam mobilnya Dila menoleh kembali ke gedung Lexa Group dengan perasaan yang sulit diungkapkan. Seperti ada sesuatu yang ingin diutarakannya kepada pemimpin gedung tersebut, namun lidahnya terasa keluh. Beberapa saat kemudian, Dila pun memutuskan berlalu, mengemudikan mobilnya meninggalkan pelataran Lexa Group.
*
Setelah menyakinkan diri, Dila pun mulai mengayunkan langkah memasuki pintu utama sebuah hotel berbintang. Jantung Dila semakin berdegup kencang saat melintasi lobby menuju ke arah lift yang akan mengantarkannya ke lantai di mana kamar 125 berada, di mana seseorang mengajaknya untuk bertemu.
Melintasi koridor hotel, memastikan satu persatu nomor kamar di lantai tersebut, hingga pada akhirnya ia berhasil menemukan kamar hotel dengan nomor 125. Dila menghela napas panjang, mempersiapkan diri sebelum mengetuk pintu.
Hendak mengetuk pintu, tapi rupanya pintu kamar tersebut tidak tertutup dengan rapat sehingga dengan dorongan pelan saja pintu sudah bergerak, terbuka.
"Sayang... Akhirnya kamu datang juga." Terdengar suara bariton yang kemudian disusul oleh langkah seseorang berjalan mendekati Dila yang masih berdiri mematung di ambang pintu. Langkah pemuda itu semakin mendekat dan kini nyaris mengikis jarak di antara mereka jika Dila tidak dengan cepat menghindar.
"Ada apa denganmu, sayang? Apa kamu tidak merindukan aku?." Sandi dibuat bingung dengan sikap Dila yang menurutnya sangat aneh. Wanita itu bahkan menghindar saat ia hendak memeluknya.
Melihat Dila hanya diam saja sambil memegangi tali tas selempang yang terselip di pundaknya, Sandi pun berusaha bersikap seolah hal barusan, penolakan Dila, tidak terjadi. Pria itu melebarkan senyumnya dan mempersilahkan wanita yang masih dianggapnya sebagai kekasihnya tersebut untuk duduk di sofa.
"Duduklah...! Perjalanan ke sini pasti cukup melelahkan bagimu, sayang!."
Dila kembali mengambil jarak aman saat Sandi mendudukkan tubuhnya di samping wanita itu dan tindakan Dila tersebut semakin terasa aneh dan membingungkan bagi Sandi.
"Apa aku ada salah sama kamu, sampai-sampai kamu bersikap seperti ini padaku, Faradila? Kalau memang aku ada salah, sebaiknya kamu mengungkapkannya sayang, jangan bersikap seperti ini! Karena sikapmu ini terasa menyiksa bagiku, Dila." Sandi hampir tak kuasa menahan air matanya. Kerinduan yang begitu besar justru tak terbalaskan.
"Kamu tidak salah, tidak ada yang salah dalam dirimu, Sandi." Dila yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya bersuara.
"Lalu, mengapa sikapmu seperti ini padaku, Sayang?." Sandi hendak meletakkan tangannya pada pundak Dila namun lagi-lagi wanita itu menghindar.
"Aku sudah menikah sejak setahun lalu, dan sejak saat itu aku menganggap hubungan kita sudah berakhir,Sandi."
"Hahahaha..... Jangan bercanda sayang, itu tidak lucu!." Sandi tertawa, menganggap Dila sedang bercanda.
"Aku tidak sedang bercanda. Aku memang sudah menikah dan aku bahagia hidup bersama pria yang kini menjadi suamiku. Aku harap kamu bisa mengerti, Sandi." Tanpa sadar Dila menitihkan air mata, bukan karena berat berpisah dengan sosok Sandi, tapi karena merasa telah mengkhianati Suaminya, bertemu diam-diam dengan pria lain.
Deg
Tiada angin tiada hujan, Sandi merasa tubuhnya seperti di sambar petir di siang bolong. Tawa di bibir Sandi pun surut tak berbekas, tubuh pria itu seketika membeku atas pengakuan mengejutkan dari wanita yang dicintainya.
Dila beranjak dari duduknya, dan berlalu tanpa menghiraukan Sandi dengan keterkejutan serta keterpurukannya. Bukan karena tidak punya hati, tetapi bila terus berada di sana bersama Sandi, Dila semakin merasa bersalah pada suaminya, Davin.
"Maafkan aku mas Davin, aku hanya ingin menyudahi segala urusan yang berhubungan dengan masa laluku." Batin Dila.
Saat memutar handle pintu kamar hotel, betapa terkejutnya Dila menyaksikan keberadaan suaminya berdiri dengan jarak beberapa meter dari kamar hotel tersebut. Pria itu mengulas senyum getir ketika melihat sosok pemuda yang muncul dibelakang tubuh istrinya.
"Mas Davin....mas tunggu! Ini tidak seperti apa yang mas lihat. Aku bisa jelaskan semuanya." Dila mengejar Davin namun langkah lebar Davin yang tengah kecewa dan juga terluka membuat Dila kewalahan mengejar langkahnya. Dila menangis di area parkiran saat melihat mobil suaminya berlalu dengan kecepatan tinggi meninggalkan pelataran hotel.
Beberapa saat yang lalu, setelah Dila meninggalkan perusahaannya, Davin menghubungi orang kepercayaannya. Semua itu dilakukan Davin karena merasa ada yang berbeda dengan sikap istrinya. Tak lama kemudian orang tersebut kembali menghubungi Davin dan melaporkan bahwa saat ini istrinya sedang berada di hotel. Davin yang merasa ada yang mengganjal di hatinya lantas menyusul ke alamat hotel yang dikirimkan oleh orang kepercayaannya tersebut. Dan benar saja, Davin menyaksikan istrinya keluar dari kamar hotel dan yang lebih parahnya lagi, ia juga melihat sosok pemuda yang merupakan mantan kekasih sang istri di sana.
Jika ditanya seperti apa kondisi hati Davin saat ini, tentu saja sangat hancur. Suami mana yang tak hancur hatinya melihat istrinya berada di kamar hotel bersama dengan pria lain. Apapun alasannya, tetap saja itu tidak bisa dibenarkan dan Davin yang paling tidak suka dengan pengkhianatan berlalu begitu saja dengan kehancuran dihati.
Dila bergegas berlari menuju mobilnya. Dengan perasaan kalut Dila melajukan mobilnya hendak menyusul Davin.
"Maafkan aku, mas. Aku memang salah, telah menemui pria lain tanpa seizinmu." Dila terus bergumam di sela kegiatannya mengemudi.
Setibanya di gedung Lexa Group, Dila bergegas turun dari mobil hendak mencari keberadaan suaminya di perusahaan, Namun kata petugas keamanan di gedung tersebut bos mereka belum kembali.
Dila memilih menunggu dengan mondar-mandir di depan gedung Lexa Group, berharap mobil suaminya akan segera menampakkan wujudnya. Namun hingga cahaya matahari perlahan redup dan tergantikan dengan sinar rembulan, Davin tak kunjung kembali. Dila pun memutuskan pulang, berharap setibanya di rumah ia mendapati keberadaan suaminya di sana. Lagi-lagi, setibanya di rumah Dila tak juga mendapati keberadaan Davin. Suasana rumah nampak sepi.
"Sebenarnya kamu ke mana, mas?." Gumam Dila disela tangisnya. Tangis penyesalan tentunya. Dila menyesal karena pergi menemui pria dari masa lalunya tanpa sepengetahuan Davin, padahal sejak awal pernikahan mereka, Davin telah memperingatkan dirinya untuk hal yang satu ini.
"Bodohnya aku.... Seandainya saja aku berterus terang pada mas Davin jika Sandi telah kembali dan dia mengajakku untuk bertemu, semuanya pasti tidak akan seperti ini." Penyesalan memang datang di akhir. Nampaknya hal itulah yang kini tengah dirasakan oleh seorang Faradila akibat tindakan gegabah nya menemui sang mantan kekasih tanpa sepengetahuan Davin.
Semalaman Dila terjaga, menunggu kepulangan suaminya, namun hingga sinar rembulan berganti dengan cahaya matahari yang malu-malu melebarkan sinarnya, Davin tak kunjung pulang ke rumah. Daripada terus menangis dan meratapi penyesalannya, Dila memilih mandi dan bersiap hendak ke perusahaan suaminya untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan pada sang suami.
*
Gedung Lexa Group.
"Maaf Nyonya, anda di larang masuk." Dila hanya bisa menelan ludah saat petugas keamanan yang bertugas jaga di depan pintu utama gedung tidak memperbolehkan dirinya masuk. Dila yakin ini pasti perintah dari Davin, dan itu artinya suaminya tersebut tidak ingin bertemu dengannya.
ayo thor jngn smp sandy menang ,kasihan dila , biar dila bahagia sm davin 🙏🙏