NovelToon NovelToon
The Ryzardr

The Ryzardr

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Saling selingkuh / One Night Stand / CEO / Cinta Terlarang / Mafia
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ceritasaya22

Seorang mafia kejam yang ingin memiliki keturunan. Namun sang istri hanya memiliki sedikit kemungkinan agar dia dapat mengandung. Begitu tipis kesabaran yang di miliki oleh pria tersebut pada akhirnya dia mengambil jalan tengah untuk memiliki keturunan dari wanita lain. Apakah nantinya sang Istri dapat menerima dengan senang hati merawat anak dari wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritasaya22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERKABUNG

"Baiklah! Jika itu keputusanmu, maka aku akan menghormatinya. Namun, jika suatu saat kamu berubah pikiran, maka pintu kediaman Ryzadrd akan tetap terbuka lebar untukmu," ujar Darren sambil menggendong Devan.

Sang putra memiliki fisik yang sama seperti dirinya, tapi ada satu hal yang membuat Darren tetap teringat pada Ziya saat menatap anaknya itu.

Kornea mata putranya berwarna hazel, sama seperti milik Ziya . Selama hampir satu tahun ini, Darren menekan rasa rindunya dengan meniduri wanita yang berbeda.

Ia berharap dapat merasakan kenikmatan yang sama, saat bercinta dengan Ziya . Namun, ia harus menelan kekecewaan. Semakin ia mencari, semakin jelas bahwa kenikmatan itu tidak akan pernah didapatkan dari wanita lain.

Di sisi lain. ia tidak pernah menyentuh Naraya dan semua makanan maupun minumannya, akan selalu diperiksa terlebih dahulu. Ini adalah harga yang harus Naraya bayar karena memasukkan anak haramnya ke dalam daftar kartu keluarga Ryzadrd.

.*.*.*

Di sudut kota yang lain. Seperti biasa, selama satu tahun belakang ini Ziya setiap minggu datang ke panti asuhan yang ada di dekat pemukimannya.

"Selamat pagi, Ziya . Kamu datang begitu cepat hari ini, seru kepala panti asuhan, yang merupakan seorang wanita paruh baya .

Panti Kasih bunda , merupakan tempat di mana setiap minggu Ziya datang untuk mendonorkan ASI serta bermain dengan anak-anak di sana ziya menyekat ruang tersendiri di rumah petaknya dan dijadikan kamar tidur.

la membutuhkan privasi setelah kembali dari Mansion. Sang ayah tidak keberatan sama sekali dan membiarkan Ziya untuk terus menyendiri.

Mulai saat itu, Ziya memompa ASI miliknya dan disimpan di kulkas baru yang memang diletakkan di dalam kamar. Tidak ada yang tahu, sebab ini adalah rahasia.

"Iya, aku ingin bertemu anak-anak lebih cepat," balas Ziya dan tersenyum lebar. Awalnya, Ziya ragu untuk datang ke tempat ini dan mendonorkan ASI nya.

Namun, akan amat disayangkan jika ASI nya dibuang. Maka dengan memberanikan diri, Ziya datang ke tempat ini dan ternyata di luar perkiraan, tidak ada yang bertanya apa-apa dan menyambut kehadirannya dengan tangan terbuka.

"Ayo, kita ke dalam," ajak sang kepala panti kepada Ziya .

Ziya tersenyum lebar. Hanya di tempat ini ia dapat merasa lepas dari tekanan rasa bersalah. Walau, itu hanya untuk sementara waktu. la melakukan ini adalah sebagai bentuk penebusan atas penyesalannya.

Ziya berharap, tindakannya dapat membuat anaknya juga akan diperlakukan dengan baik. Kepala panti membawa Ziya ke ruangan khusus bayi.

Di sana ada belasan bayi yang tidak memiliki orang tua dan haus akan kasih sayang. Seperti biasa, Ziya menggendong mereka bergantian dan memberikan ASI nya melalui botol susu.

Satu persatu bayi itu dilimpahkan kasih sayang darinya. Tidak terasa, hari mulai sore dan sudah waktunya untuk pulang. Dengan berat hati.

Ziya pun meninggalkan ruangan bayi itu dan pamit.

"Jangan terlalu bersedih. Kamu akan bertemu mereka lagi minggu depan," ujar kepala panti yang dapat melihat jelas betapa sulit bagi Ziya untuk meninggalkan tempat ini.

"Ya. Benar, aku hanya perlu bersabar sampai minggu depan tiba," balas Ziya dengan tersenyum, lalu pamit undur diri...

Naik ke dalam bus dan duduk di salah satu kursi yang tepat berada di samping jendela. Menatap nanar keluar, perlahan rasa ringan yang dirasakan tadi mulai pudar.

Rasa bersalah dan tekanan batin, kembali melilit jiwa, Beginilah Ziya hidup selama setahun belakangan ini. Karena hari ini adalah giliran ia libur, maka Ziya langsung pulang ke rumah.

Berjalan perlahan menyusuri jalan kecil, menuju rumah petak miliknya.

"ZIYA! ZIYA! YA, TUHAN!" Seorang pria paruh baya berlari menghampiri Ziya dengan begitu terburu-buru.

Ziya tahu siapa pria itu. Pria itu adalah salah satu teman dekat ayah nya .

"A-Ada apa, Paman ?"

"Ya Tuhan! Bagaimana di zaman sekarang ini kamu tidak memiliki ponsel!" keluh pria paruh baya itu dengan napas memburu.

"Ada apa Bi?" ulang Ziya , bertanya.

"Oh, Ya Tuhan. Ayahmu pingsan saat melakukan kegiatan bersama para customer dalam acara tadi siang . Jadi, kami membawanya ke rumah sakit di mana dulu ayahmu dirawat"

Tidak menunggu penjelasan apapun lagi, Ziya langsung berbalik dan berlari. Ia berlari begitu kencang. Memanggil taksi dan meminta di antar ke rumah sakit yang dimaksud.

Di dalam taksi, jari jemari kedua tangannya ditautkan dan berpangku di atas paha. Jantungnya berdegup tidak karuan, karena diselimuti rasa bersalah dan takut.

Takut, begitu ketakutan akan sesuatu yang buruk terjadi pada ayah nya . Dalam hati, Ziya hanya dapat berdoa memohon ke murah hatian Sang Kuasa.

Tiba di depan gedung rumah sakit, ziya membayar ongkos taksi lalu turun dan berlari masuk ke bagian IGD rumah sakit.

"D-Di mana ayah ku?" tanya Ziya , saat melihat beberapa orang sahabat sang ayah nya.

"Oh, Ziya ...." Langkah kaki ziya melambat, saat melihat raut wajan ketiga orang pria paruh baya yang merupakan sahabat sang ayah.

"D-Di mana ayah ku?" tanya Ziya tergagap.

"Dia di sana," ujar salah seorang sahabat sang ayah, sambil menunjuk ke arah satu sudut di ruangan rawat IGD tersebut.

Dengan gontai, Ziya melangkah ke sana. Di sana ada seorang dokter dan beberapa orang perawat, yang seakan sedang menunggunya.

"Apakah Anda wali dari Tuan Ravindra Ardenson " tanya sang dokter. Ziya, mengangguk.

"Tuan Ravindra mengalami komplikasi. Terjadi penolakan pada jaringan baru dan...."

Seakan-akan merasakan keheningan total. Tidak ada suara apapun yang terdengar. Tatapannya terkunci pada sosok sang ayah yang terbaring tidak sadarkan diri. Kulit pucat dan bibir membiru, menunjukkan bahwa sudah tidak ada napas pada tubuh tersebut .

Dunianya hancur seketika . Perlahan, ziya terus melangkah maju dan menyentuh punggung tangan sang ayah yang terasa begitu dingin membeku.

Kesadaran akan sang ayah telah pergi selama-lamanya, membuat tangisannya pecah. Tubuh kurusnya gemetar hebat, tangisannya terdengar begitu menyayat hati.

Semua ucapan penghibur atau pelukan, sama sekali tidak berpengaruh pada dirinya. Setelah itu,Ziya seakan menjadi mayat hidup.

Air mata telah kering, tapi bukan berarti kesedihannya telah berakhir. Sahabat sang ayah, mengurus semua prosesi upacara pemakaman.

Di rumah duka, tidak banyak dikunjungi pelayat karena memang mereka tidak memiliki keluarga atau kenalan. Yang datang adalah mereka yang menjadi relawan di tempat kerja , tempat ayah nya bekerja.

Ziya berlutut di depan altar dengan tatapan yang tertuju pada foto sang ayah. Ucapan semua orang tidak terdengar, sebab yang dirasakan hanyalah hampa. HAMPA.

.....

Keesokan harinya, jasad Tuan Ravindra di kebumikan tepat bersebelahan di samping makam sang ibu . Satu per satu orang pun pergi, meninggalkan Ziya yang terduduk di lantai rumah duka tepat di depan foto sang ayah . Entah berapa lama, ia terduduk di sana.

.*.*.*

Di belahan dunia yang lain, tepatnya di kediaman Ryzadrd.

"Apakah Nyonya memanggil diriku?" tanya pengasuh Devan kepada Naraya .

"Aku dengar, anakmu sakit dan butuh biaya untuk operasi. Apakah itu benar?" tanya Naraya sambil meletakkan cangkir keramik indah yang berisi teh, kembali ke atas meja.

"B-Benar, Nyonya. Anakku sakit - "

"Cukup!" seru Naraya sambil mengangkat sebelah tangan, tanda agar berhenti bicara. Ia tidak sudi mendengar keluh kesah dari seorang yang tidak penting seperti itu.

Naraya berdiri dari duduknya, dengan anggun. Kemudian, berjalan ke arah si pengasuh berada.

"Aku akan menanggung semua biaya rumah sakit anakmu. Namun, ada yang harus kamu lakukan. Sebab, itu tidak gratis!" ujar naraya.

Sang pengasuh mengangkat wajah dengan wajah penuh binar. Putranya harus menjalani transplantasi sum-sum tulang belakang, dengan biaya selangit. Jadi, ucapan sang Nyonya cukup membuatnya tergerak.

"A-Apa? Apa yang harus aku lakukan Nyonya?" tanya sang pengasuh.

"Ini!" ujar Naraya sambil mengeluarkan satu botol kaca kecil ke hadapan sang pengasuh. Botol kaca, berisi bubuk putih. Si pengasuh menerima botol kaca itu dengan tangan sedikit gemetar.

"Masukkan satu jumput kecil ke dalam susu Devan , setiap hari!" perintah naraya.

Wajah sanv pengasuh, langsung pucat pasi. la langsung dapat menyimpulkan bahwa ini adalah racun.

"Hei Tatapanmu jangan seperti itu. Ini bukan racun. Aku tidak akan membuatnya mati di rumahku, tapi hanya sedikit sakit!" tandas Naraya.

"Jika kamu tidak bisa melakukannya, maka aku akan menemukan orang lain yang mampu!" ancam naraya.

"B-Bisa! Aku bisa, Nyonya."

"Bagus!" ujar Naraya puas.

Bubuk putih ini akan membuat anak haram itu penyakitan dan perlahan, akan menjemput ajal. Semua hal harus dilakukan dengan penuh kesabaran agar tidak menimbulkan kecurigaan.

.....

Kembali ke sudut kota yang lain . Ziya masih tenggelam dalam kehampaan. Langit sudah gelap dan ia masih duduk di lantai tepat di hadapan filoto sang ayah .

Apa yang harus aku lakukan? Bukan. Maksudnya, bagaimana aku hidup mulai sekarang? Selama ini yang menjadi alasan ia bertahan adalah sang ayah. Sekarang, sang ayah telah pergi untuk selama-lamanya. Jadi, apa yang dapat aku lakukan? Pikir ziya penuh ketakutan.

" Seandainya, anakku berada di sisiku maka aku tidak akan sehampa ini " batin Lyra lirih .

" ANAK! Anakku , anakku. " Ziya sangat rindu dengan anak yang ia lahir kan .Seketika, Lyra berdiri dari duduknya dan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

Dengan terburu-buru ia berlari keluar dan meninggalkan rumah . Menggunakan bus untuk pergi menemui Selly Ayrazed.

Ia harus membuat agar Selly Ayrazed mau mengantarkan dirinya ke hadapan putranya.

Tengah malam, Ziya berlari menuju klub malam milik Selly Ayrazed. Hujan gerimis, perlahan dan pasti membasahi pakaian berkabung yang dikenakannya.

Namun, ia sama sekali tidak merasakan dinginnya air hujan yang membasahi tubuh. Tiba di depan klub malam, Ziya menerobos barisan staff keamanan yang berjaga di pintu utama klub.

Tentu mereka mencoba menghentikannya, karena pakaian berkabung yang ia kenakan.

"D-Di mana Selly ?" tanya Ziya kepada salah satu pelayan yang berpapasan dengannya. Ia baru saja dari ruangan Selly , tapi wanita itu

tidak berada di sana.

"Ziya maaf saya tidak bisa datang untuk memberikan penghormatan terakhir pada ibu - "

1
THAILAND GAERI
lura siapa
THAILAND GAERI: lura .......
total 1 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
semangat up Thor, aku kasih vote untukmu
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
biar semangat aku kasih vote thor
kalea rizuky
males deh peran nya bodoh bgt ne cwek bagus deh bapak nya mati nyusain bgt soalnya
kalea rizuky
jahat gt astaga
kalea rizuky
paling elu nanti bucin ma cwek sewaan lu dareen
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
seru .... ditunggu kelanjutannya ya Thor 🤗
Nor aisyah Fitriani
aku ga ngertii dehh
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
masih setia mengikuti ceritamu Thor 🤗
Nor aisyah Fitriani
hera itu siapa
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
kalo bisa kata "saya" nya diubah jd "aku, kamu" aja Thor, LBH enak bacanya
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
biar semangat updatenya aku kasih vote untukmu thor
Nor aisyah Fitriani
upp terus torrr
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
waahh ada apa dengan masa lalu mereka 🤭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
Devan kah itu 🤭
Nor aisyah Fitriani
baguss
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
Alhamdulillah happy Ending 🥰
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
akankah bertemu brp tahun kemudian 🤭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
dahlah Naraya, kamu sama Ferry aja. kalian cocok apalagi ada anak
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ko jd Dastan Thor 😅
ceritasaya: Nama awal Darren itu Dastan kk, tapi penyebutannya namanya kurang cocok menurut saya jadi saya ganti jadi Darren di seluruh bab, maaf kalau mengganggu kk 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!