NovelToon NovelToon
Something Wrong With You

Something Wrong With You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:593.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Andiyani

Lizzie Elmer harus menghadapi kenyataan.

Ibunya mati bunuh diri dan ayahnya kabur karena terjerat hutang dengan angka yang begitu banyak.

Kini para penagih menerornya. Untuk menanggung semua kesalahaan yang tidak ia perbuat.

Hingga Lizzie terjebak bekerja dirumah bordil.

Ia bertemu dengan pelanggan pertamanya seorang pembunuh bayaran. Will Turner.

Lizzie Elmer sudah sangat putus asa. Ia meminta Will Turner untuk membunuhnya.

Apa yang dilakukan Will saat mendengar permintaan Lizzie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Andiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung Pada Teman lama

Selama kurang lebih dua bulan lamanya Lizzie sudah tinggal di kota Southampton. Ia sedang duduk di kursi kayu sambil menikmati segelas lemon tea buatan Bibi Annette.

Kota Southampton adalah kota yang indah. Kota ini sangat dekat dengan laut. Dari rumah Bibi Annete, Lizzie dapat melihat kapal kapal yang sedang berlabuh. Burung camar terbang rendah di atas permukaan air laut untuk mencari ikan.

Udara dan aroma air laut sedikit menenangkannya. Lizzie mengelus perutnya yang terlihat sedikit buncit.

Waktu itu saat pertama kali ia datang ke Kota Southampton dan menemui Bibi Annette, ia merasa takut dan kebingungan jika saja Bibi Annette tidak mau menerima keberadaan nya. Lizzie akan pergi kemana lagi?

Uang yang dimilikinya sudah menipis dan Lizzie sudah datang jauh jauh dari kota Westminster.

Tetapi ternyata di luar dugaannya, Bibi Annette menerima dan menyambut Lizzie dengan tulus. Wanita berusia sekitar pertengahan empat puluh tahun ini sangatlah baik hati.

Bibi Annette tidak dapat memiliki anak. Karena ia mengidap kanker rahim dan terpaksa rahimnya harus diangkat. Suaminya telah meninggal karena kecelakaan lalu lintas tujuh tahun lalu. Maka Bibi Annette mengadopsi dua anak sekaligus dari panti asuhan. Mereka bernama Paul dan Susan.

Paul lebih muda tiga tahun dari Lizzie. Sedangkan Susan seumuran dengannya. Bibi Annette tidak merasa kesepian berkat mereka berdua. Ditambah dengan kehadiran Lizzie. Bibi Annette suka jika rumahnya terlihat ramai.

Bibi Annete adalah seorang penjahit, terkadang ia juga bercocok tanam di kebun miliknya sendiri dengan bantuan Susan. Hasil dari kebun nya akan dijual ke pasar oleh Paul.

Lizzie pun kadang ikut membantu menyiram tanaman dan memetik buah serta sayuran yang telah matang. Lizzie tidak ingin terlalu merepotkan mereka. Lizzie pun berkeras, ia akan menyiapkan makanan untuk keluarga kecil ini.

Walaupun seringkali Bibi Annette melarangnya karena kondisi Lizzie.

Lizzie sudah menceritakan semua pengalaman pahitnya di kota Westminster. Termasuk mengenai kematian ibunya yang tragis.

Lalu Lizzie juga menceritakan tentang Will pria yang dicintainya. Namun Lizzie tidak mengatakan bahwa Will Turner adalah seorang pembunuh bayaran.

Bibi Annete dan Susan menangis mendengar cerita Lizzie. Terlebih tentang kematian sahabat nya. Ia berjanji akan mengunjungi makam Ibu Lizzie.

Betapa Lizzie telah melalui hidup yang cukup berat di usia nya yang muda.

"Kau sudah merasa lebih baik Sayang?"

Lizzie mendongak, melihat Bibi Annette berjalan keluar dari kebun. Ditangannya membawa sekeranjang terong dan tomat merah.

"Ya, lemon tea buatan Bibi sungguh enak."

Tadi Lizzie merasa mual kembali, Bibi Annette mencemaskan nya dan segera membuatkan minuman segar untuk Lizzie agar rasa mual nya berkurang.

"Aku sudah membuatkan sup jagung dan Ayam goreng mentega.."

"Wow, terdengar lezat, masakan mu selama ini selalu enak Lizzie. Aku akan memanggil Paul dan Susan untuk makan bersama."

Bibi Annette dan Lizzie berjalan bersama memasuki rumah. Lizzie merasa nyaman tinggal disini. Keberadaan nya benar benar telah diterima.

Hidup di kota ini bukanlah pilihan yang buruk, mungkin lambat laun Lizzie dapat mengobati rasa sakit hatinya dan perlahan ia akan melupakan Will Turner.

***

Will Turner mengira jika ia sudah lama tidak bertemu dengan Lizzie, maka Will dapat segera melupakannya.

Nyatanya tidak semudah itu.

Setiap detik, setiap menit, setiap jam Lizzie Elmer selalu menghantui pikiran Will.

Will merindukan mata hazel milik Lizzie.

Suara erangan lembut dari bibir Lizzie saat memanggil nama Will dan tubuh Lizzie yang selalu merespon saat Will menyentuhnya.

Ketika Will pulang ke mansion, Lizzie sudah pergi meninggalkannya. Hanya menyisakan sebuah kenangan disana.

Apakah Will menyesal?

Will tetap pada pendirian yang ia bangun sendiri. Ini demi kebaikan Lizzie.

Will bersandar pada balkon kamarnya. Tangan Will menggenggam sepucuk surat yang ia temukan di lantai kamar pada waktu itu.

Surat dari Lizzie.

Pertama kali ia menemukan surat ini, Will tidak langsung membuka dan membaca isi surat Lizzie. Dan baru sekarang Will berniat untuk membacanya.

Tulisan yang rapi berderet di atas kertas.

"***Untuk Will Turner

Terimakasih kau telah menolongku dari kesulitan , membantuku keluar dari rumah bordil yang seperti neraka dan melunasi semua hutang hutang yang kumiliki

Aku tidak akan bisa membalas semua kebaikanmu

Kau masih mau menampungku di mansion mu, memberikan pekerjaan dan tempat tinggal.

Yang paling membuat ku senang adalah saat kau memintaku untuk menjadi kekasihmu

Walaupun hanya sementara, aku tidak pernah menyesali ini semua

Dan entah sejak kapan perasaanku berkembang menjadi cinta

Aku tetap mencintaimu , tidak peduli kau seorang pembunuh bayaran sekali pun, yang ku tahu, kau penyelamat untukku

Yang terpenting kau mengetahui bahwa aku mencintaimu Will Turner itu sudah cukup. Tanpa perlu membalasnya.

Selamat tinggal, semoga hari harimu menyenangkan dan semoga kau selalu dalam lindungan-Nya untuk menjalankan setiap tugasmu.

Lizzie Elmer***"

Will tersenyum getir. Dirinya tidak pantas dicintai wanita polos seperti Lizzie. Will menyimpan surat itu di laci meja kamar.

Ia butuh nasehat dan sebuah pencerahan. Terlintas di benaknya untuk menemui Albert.

Ya, Will perlu berbincang dengannya. Maka Will mengendari mobil Range Rover miliknya menuju salah satu desa terpencil di Westminster ke tempat Albert tinggal.

***

Perjalanan yang cukup panjang, karena jalan yang di lalui Will memanglah terjal dan banyak bebatuan. Will melihat rumah sederhana milik Albert di ujung desa.

Kini Albert berusia hampir tujuh puluh tahun. Ia diberi umur yang panjang. Rambutnya sudah memutih dan wajah Albert dipenuhi dengan keriput. Albert berjalan dengan bantuan tongkat kayu.

Seperti singa tua yang tanggal giginya dan tidak dapat memangsa lagi.

"Kau masih tampak seperti dulu Will." Sapanya ketika Will mendekat dan memberi salam. Albert menelusuri wajah Will yang tampan.

"Duduklah, Leah sedang menyiapkan minuman serta kudapan untukmu."

Leah adalah istri Albert. Mereka menikah dan lebih memilih tinggal dirumah sederhana ini daripada hidup di mansion mewah milik Albert.

"Apakah sekarang kau bahagia hidup seperti ini?"

Albert menatap Will, kemudian tertawa.

"Kau lihat sendiri apakah aku bahagia?"

Benar, Albert terlihat jauh lebih bahagia. Wajahnya tidak sedingin waktu itu, justru sekarang Albert penuh tawa.

Leah datang menjamu Will dengan kudapan yang ia bawa. Sebelum Leah masuk kembali ke rumah, membiarkan mereka berbicara. Albert mencium lembut pipi Leah.

"Terimakasih.."

Betapa Albert terlihat sangat mencintai Leah. Will teringat pada Lizzie. Apakah dia bisa sama seperti mereka nanti?

"Kau ada masalah dengan wanita mu? " Seolah Albert dapat membaca pikiran Will. Pertanyaan itu sangat tepat sasaran. Albert masih memiliki intuisi yang tajam.

Will terdiam. Sorot matanya menjadi serius.

"Ketika aku melihatmu, Kau mengingatkan pada diriku di masa lalu."

"Aku tidak akan bersamanya, demi kebaikannya."

"Dulu aku akan sepemikiran denganmu. Bagimu itu adalah kebaikan untuknya. Lalu bagaimana tentang pendapat wanita mu sendiri?"

Will mengepalkan tangannya. Bukankah Lizzie pernah mengatakan pada Will, bahwa ia menginginkan kebebasan darinya?

Namun Will tak pernah menanyai Lizzie lagi untuk sekedar memastikan.

"Siapa nama Wanitamu?"

"Lizzie Elmer."

"Nama yang bagus, pasti dia wanita yang sangat cantik karena telah membuatmu terpikat."

Albert menepuk pundak Will.

"Segera carilah dia secepatnya nak sebelum semuanya terlambat dan kau akan menyesali semua ini."

Perkataan Albert ada benarnya. Will harus segera mencari Lizzie dan bertanya sekali lagi kepadanya.

Jika Lizzie menolak Will, barulah Will akan meninggalkan Lizzie lalu melupakan wanita itu untuk selamanya.

1
Oktamia Oktamia
sadis bget sih
Nia Ann: wkwkwk 😂😂
total 1 replies
Isti Sofie
suka sekali dengan ceritanya,yg tak selalu tentang CEO kaya 😁👍👍
Ani Rumayom
saya lebih dewasanya dan sahabatnya yg cantik dan baik 🤗
ARRUMI MUTIARA LISTI ARA
okk
Ramida Purba
novel yg bagus..suka skli bacanya.....keren n mantap thor....sukses trs dg karya2 novel yg selanjutnya thor👍👍👍👍👍
Ramida Purba
keren n manta ceritanya thor.....suka skli,
sukses trs dg karya2 selanjutnya ya thor👍👍👍👍👍👍
Nasri Alam Rifani
keren banget, moga sukses Thor...
Nia Ann: makasih kak sudah mau mampir kemari
total 1 replies
eris setiawati
bagus ceritanya
Nia Ann: terimakasih kak sudah ikut mampir
total 2 replies
hope
orang tua Ng tau diri,,, hampir aja anaknya jd pelacur biniknya mati bunuh diri,,, dengan seenaknya Dy datang nemuin anaknya buat minta duit,,,, tokok aja kepalanya sekalian 😡😡😡😡😡
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
thanks karyanya tor, baru bc
Nia Ann: makasih kakak sudah dukung karya karya saya 😊 ditunggu karya baru saya nanti ya
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
good suz, teman yg baik
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
nulis akhir jd ahkir tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
haduh2
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
akhirnya mengaku juga nih will
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
apakah akan terjadi ihim ihim 👀
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
good tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
lizzie merasa malu juga mungkin krn tdk aja jawaban yg pasti dr will
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
will ketagihan bibir lizzie
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
ga bener nih tony, mau ketemu cuma butuh duit doang
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
masih baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!