NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ervina

Transmigrasi Ervina

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Bullying dan Balas Dendam / Mafia
Popularitas:171.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: laras noviyanti

Ervina seorang CEO ZyroCorp harus meregang nyawa akibat ledakan sebuah bom.

Jiwanya harus berpindah pada tubuh seorang gadis yang sedang terbaring koma akibat di dorong dari atap kampus oleh geng yang selalu membully Nessa.

Apakah Ervina yang saat ini menepati tubuh Nessa, bisa menegak kan keadilan untuk Nessa dan Dirinya sendiri??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laras noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Nessa yang di tatap seperti itu tak menghiraukannya dia hanya fokus pada omnya yang tengah terdiam melamun.

***

Nessa menepuk pundak omnya, seketika Rei kembali tersadar dari lamunannya.

  "Maafkan om Nes" ucap Rei.

  "Ayo om duduk dulu" ucap Nessa memapah Rei untuk duduk.

  "Sebenarnya siapa jal*ng itu om" ucap Nessa.

  "Ceritanya sedikit panjang Nes" ucap Rei.

  "Nessa bisa mendengarkannya karena tak ada kelas lagi untuk hari ini" ucap Nessa.

  "Baiklah om akan menceritakannya" ucap Rei.

Rei mulai menceritakan hubungan Rei Sari dan Dianti pada Nessa, Nessa mulai mendengarkan cerita Rei dengan seksama karena dia merasa ada sesuatu yang tak beres dengan Dianti.

  "Begitu ceritanya Nes" ucap Rei.

  "Apa benar tante Sari meminta om untuk menjaga dan menikahi wanita itu" ucap Nessa.

  "Om percaya pada Dianti karena untuk apa dia berbohong terhadap om Nes" ucap Rei.

Nessa menepuk jidatnya mendengar ucapan omnya itu, bagaimana bisa tante Sari jatuh cinta pada omnya yang bodoh ini.

  "Bukan kah tadi om bilang jika wanita jal*ng itu pernah menyatakan perasaannya pada om?" Ucap Nessa.

  "Ya saat masih di bangku kuliah tapi om menolaknya karena om menyukai tante mu" ucap Rei.

  "Bagaimana jika semua permintaan tante Sari yang di katakan Dianti adalah kebohongan, bisa saja itu hanya akal akalan dia agar bisa mendapatkan om" ucap Nessa.

  "Tak mungkin Dianti sudah tak memiliki perasaan apapun pada om Nes" ucap Rei yang tak ingin mempercayai ucapan ponakannya itu.

Nessa mulai geram mendengar jawaban omnya bagaimana bisa omnya sangat bodoh soal percintaan seperti ini.

  "Bagaimana bisa aku memiliki om sebodoh ini" ucap Nessa.

Rei yang mendengar dirinya di bilang bodoh langsung memelototi Nessa.

  "Apa kenapa om memelototi ku, yang aku katakan memang benar bagaimana mungkin seseorang bisa membuang perasaannya begitu saja" ucap Nessa.

  "Pantas saja sistem keamanannya bisa di bobol dengan mudah wakilnya saja seperti ini" ucap Nessa meremehkan.

Seketika Rei menatap Nessa dengan tajam saat mendengar kalimat terakhir Nessa, sedangkan Nessa yang di tatap seperti itu baru sadar jika dirinya telah keceplosan.

  "Upps, keceplosan" ucap Nessa.

  "Jelaskan pada om" ucap rei.

  "Jelaskan apa om aku tak mengerti, jika tak ada yang ingin om bicarakan lagi aku pulang dulu om" ucap Nessa yang langsung bangun dan berlari ke arah pintu.

  "Oh iya om jangan pernah percaya pada wanita ular itu, sebaiknya om menyelidikinya lagi" ucap Nessa.

Dia langsung membuka pintu dan berlari dari sana sedangkan Rei tak melepaskan pandangannya dari Nessa sampai ponakannya itu menghilang.

  "Sepertinya malam nanti aku harus berkunjung ke rumah kakak ipar, untuk memastikannya" ucap Rei menyeringai.

Sepertinya ia telah mengetahui siapa yang membuat kehebohan di markas Black White.

Saat ini Samuel dan Galang telah sampai di alamat yang di kirimkan oleh Xander.

  "Apa nona ada di sini?" Ucap Galang.

  "Tidak ini tempat Xander dan yang lain tinggal" ucap Samuel.

Pintu gerbang segera terbuka Samuel memasukan mobilnya dan memarkirkannya dengan rapih.

Samuel dapat melihat Xander dan anggota yang lain menyambut kedatangannya dengan rapi.

  "Selamat datang Tuan Sam dan Tuan Galang" ucap Xander dan anggota yang lain.

  "Terima kasih atas sambutan kalian" ucap Samuel.

  "Mari tuan" ucap Xander mempersilakan.

Samuel dan Galang melangkahkan kakinya memasuki kediaman tersebut di ikuti oleh Xander dari belakang.

  "Jadi apa kau sudah mendapatkan tempat untuk di jadikan markas" ucap Samuel.

  "Sudah tuan saya juga sudah menyelesaikan pembelian bangunan tersebut" ucap Xander.

  "Apa kalian sudah bertemu dengan nona?" Ucap Galang.

  "Ya kami telah menemui nona tuan" ucap Xander.

  "Baiklah, kalau begitu aku ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum menemui nona" ucap Samuel.

  "Silakan tuan ada banyak kamar kosong di lantai 2, kami semua menggunakan kamar di lantai bawah" ucap Xander.

  "Terima kasih" ucap Samuel.

Samuel dan Galang menaiki anak tangga menuju lantai 2 mereka akan beristirahat terlebih dahulu sebelum menemui Nessa.

Samuel telah mengirimkan pesan bahwa dia telah berada di tempat Xander karena ada sesuatu yang harus dia bicarakan secara langsung dengan Nessa.

Steve yang saat ini berada di hotel masih tak percaya jika sahabat kecil sekaligus adiknya masih hidup meski dalam raga orang lain.

  "Di kehidupan ini aku berjanji akan melindungi mu" ucap Steve.

Steve menatap foto dirinya dengan Ervina kecil, beberapa saat lalu saat Steve mengetahui mengenai kematian Ervina dia seperti orang tak bernyawa tapi kakeknya terus menyemangatinya untuk terus melanjutkan hidup.

  " Aku akan menyelidiki penyebab kematian mu, tenang saja kakak akan membantumu" ucap Steve.

Steve tahu jika Ervina adalah seorang pemimpin yang menguasai dunia bawah , Steve menghubungi orang kepercayaannya.

  "Ron gali lah lebih dalam mengenai kematian Ervina, aku ingin segera menghabisi para bajing*n itu" ucap Steve.

  "Baik tuan" ucap Ronal.

Steve menutup panggilan tersebut dan kembali mengerjakan pekerjaannya, dia akan memasukkan data Ervina yang baru kembali sebagai pemilik NovaSpire bank bersama dengan Steve.

Tapi sebelum itu dia harus meminta izin terlebih dahulu Nessa oleh karena itu Steve langsung menghubungi Nessa.

Saat ini Nessa tengah mengendarai mobilnya dia kabur dari omnya, tiba tiba ponselnya berdering dan nama steve yang tertera di layar ponsel Nessa.

  "Hallo kak" ucap Nessa.

  "Apa kau sedang sibuk Es" ucap Steve.

  "Tidak aku baru saja pulang dari kampus kak, ada apa" ucap Nessa.

  "Apa kakak bisa bertemu denganmu?" Ucap Steve.

  "Tentu saja kalau begitu kita bertemu di cafe, alamatnya akan aku kirimkan pada kakak" ucap Nessa.

  "Baik hati hati dan sampai jumpa di sana" ucap Steve.

  "Oke kak" ucap Nessa.

Nessa mematikan panggilannya bersama Steve lalu mengirimkan alamat tempat mereka akan bertemu.

Saat ini viola telah mendapatkan pertolongan dia tak percaya akan mengalami hal seperti ini.

  "San hubungi Diko" ucap Viola.

  "Untuk apa kau menghubungi Diko Vi" ucap Sania.

  "Tentu saja untuk membalas perbuatan jal*ng itu apa lagi" ucap Viola.

  "Apa tak sebaiknya kita tak mengusiknya, bukan kah tadi kau mendengar dia mengetahui jika kita yang membuat Nessa terjatuh dari atap" ucap Sania.

Viola memikirkan apa yang di katakan oleh Sania, tapi egonya tak membiarkan dirinya untuk menerima kekalahan ini.

  "Oleh karena itu aku membutuhkan Diko untuk melenyapkannya, jika kau tak ingin menghubunginya biar aku sendiri yang menghubunginya kemari kan ponselku" ucap Viola.

Sania memberikan ponsel milik Viola, dia tak ingin ikut terlalu jauh lagi dengan Viola apalagi setelah mimpi yang terus terusan menghantuinya setiap malam.

Sebenarnya selama ini Sania selalu memimpikan Nessa yang meminta tolong padanya, karena selama ini tanpa sepengetahuan Viola Sania beberapa kali membantu Nessa yang telah di bully oleh Viola.

Setelah Nessa terjatuh dari atap pun Sania merasa sangat menyesal karena menuruti perintah Viola tapi dia tak dapat berbuat apa apa.

Mungkin karena hal itu Nessa datang dalam mimpinya dan meminta tolong padanya agar Sania dapat mengungkap semua kejahatan yang di lakukan oleh Viola.

Tapi sampai saat ini Sania masih belum memiliki keberanian untuk melawan Viola apalagi ayahnya bekerja menjadi sopir di kediaman Viola.

Meski sebenarnya dia tak setuju dengan tindakan yang selama ini Viola lakukan dia hanya dapat berpura pura mengikuti Viola demi keselamatan dirinya dan ayahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sal sa
tolong lnjutkan autor cerita nya
Erna Ismail
menarik,lanjut Thor
Sriwahyuni
kpn up LG y thor
Huang shen yu: Bismillah mulai bulan depan aku up lagi ya kak
total 1 replies
Sripuan
Luar biasa
Handa Yani
ka semoga sehat selalu..
tina ^^
/Smile/
Travel Diaryska
bagus , semoga di tamatin ceritanya yaahh
Ratna Sumaroh
rasain kau diandra... niat hati ingin bikin Nessa malu eh malah senjata makan tuan kah
Aisyah Suyuti
menarik
Ratna Sumaroh
diko kamu yang akan mati bukan targetmu 😂😂
Ratna Sumaroh
viola dan Sania kamu salah cari lawan,,, bukan menang tapi mati iya
Ratna Sumaroh
seru nih baca maraton sampai lupa gak komen 🤭🙏🙏
Ratna Sumaroh
enteng banget Viola ngaku anak pemilik kampus....
tau kebenaran baru nyahok
Murni Dewita
👣
Ratna Sumaroh
ayo persiapkan semuanya dengan benar dan matang agar hasil memuaskan
Ratna Sumaroh
Issac terkejut dan pastinya senang karna sang penyelamat akhirnya kembali
Ratna Sumaroh
mau istirahat dirumah sendiri dan tentu menemui Samuel
Ratna Sumaroh
kejutan buatmu sam karna ervina masih hidup tapi diraga orang lain
Ratna Sumaroh
Ervina,apakah musuh mu adalah saudaramu sendiri atau teman dekatmu
sasa adzka
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!