PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 32
Saat duduk santai tengah menunggu sang istri bersiap-siap untuk pergi hangout bareng Steve mendapatkan telepon dari Tante Yuni, yang memberikan kabar buruk kepada Steve.
Benar saja, kabar itu sontak membuat Steve panik bak orang yang kehilangan akalnya sehatnya ia berlari keluar menuju mobilnya untuk pergi menemui Clara. Dan tanpa ia sadari tindakannya ini bisa saja menjadi masalah besar untuk rumah tangganya.
Banyak hal yang Clara alami selama ini, terlebih tentang adiknya. Clara selalu lemah dan tidak tau harus berbuat apa jika sudah menyangkut adiknya. Mengingat yang terjadi kemarin membuat Steve dapat merasakan pilu yang Clara rasakan.
Bagaimanapun gadis itu pernah menjadi bagian hidupnya, pernah menghabiskan waktu bersamanya dalam waktu yang sangat lama. Bahkan ia tahu pasti, jika dari dulu hanya dia tempat bersandar gadis itu.
"Clara pingsan, kepalanya terbentur sudut meja saat mencoba menenangkan Citra. Apa kamu bisa datang kemari? Kami berada di rumah sakit yang tidak jauh dari rumah" ucap Tante Yuni saat di telepon sebelumnya.
Kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinganya, hingga melupakan segalanya ia bahkan melajukan mobilnya dengan sangat cepat bak kesetanan.
Sesampainya di parkiran rumah sakit, saat ia mencoba menenangkan dirinya barulah ia teringat akan istrinya yang mungkin sekarang sedang kebingungan mencari dirinya yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
Ia pun menyambar ponselnya mengirim pesan kepada istrinya bahwa nontonnya di tunda dulu. Setelah menunggu lima menitan tapi ia tak mendapat balasan dan ia pun memilih turun dari mobilnya masuk menuju ruangan tempat Clara dirawat.
Steve mengetuk pintu tempat Clara di rawat, di dalam sana terlihat gadis yang membuatnya gelisah tengah tersandar lemah dengan perban di sudut keningnya dan perban di lengannya akibat luka goresan.
"Karena Steve sudah disini, tante akan pulang melihat Citra. Tante titip Clara ya, Steve" ucap Tante Yuni pada keduanya.
"Kamu di sini?" tanya Clara lemah, wajahnya pucat dan matanya tampak sayu.
Steve duduk di samping ranjang Clara, ia menggenggam tangan Clara yang lengannya di perban "Apa yang kamu lakukan?" tanya Steve melihat perban itu.
"Maafkan aku, i really need you" ucap Clara mengabaikan pertanyaan Steve dan Steve hanya menghela nafas kasar mendengar ucapan Clara.
Clara memandang lekat pria di sampingnya itu, pria yang selama ini ada sisinya tapi kini entah kenapa rasanya sangat sulit untuk di raih kembali. Pandangan mata mereka bertemu hingga membuat Steve menundukan kepalanya canggung.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Clara lemah
Steve hanya bisa terdiam, mendengar pertanyaan Clara membuatnya kembali berpikir apakah ia menyukai Aletta. Dia tidak pernah memikirkan hal itu, namun setiap ia bersama Aletta ia selalu merasa nyaman. Kenyamanan yang bahkan tidak ia dapatkan saat bersama Clara sekalipun.
"Kamu mencintainya? Apa kamu serius dengannya?" tanya Clara lagi.
Steve tak bergeming, pertanyaan itu terlalu sulit untuk dijawabnya. Ia sendiri bahkan tidak tau perasaan seperti apa sebenarnya yang ia rasakan terhadap Aletta.
"Kamu tidur dengannya?" tanya Clara menghela nafas kasar
Steve kaget mendengar pertanyaan Clara. Dadanya seperti dihantam sesuatu pertanyaan yang terlalu mengena. Ia bingung harus jujur atau tidak karena saat ini Clara terlalu lemah baik fisiknya ataupun psikologisnya.
Namun pada akhirnya Steve hanya bisa menganggukan kepalanya, bagaimanapun juga Clara sudah mengetahui bahwa mereka sudah menikah tidak ada larangan untuk pasangan suami istri tidur bersama.
Clara terisak, air matanya jatuh begitu saja. Ia memalingkan wajahnya memandang kosong kearah lain. Hatinya nyeri bagai di tusuk ribuan jarum panas secara bersamaan, ia tak kuat menahan perasaannya mengetahui pria yang selama ini ia cintai telah menjadi milik orang lain.
"Apa aku sudah tidak berarti lagi?" tanya Clara masih terisak
"Clara, tolong. Semuanya sudah usai" ucap Steve menyentuh bahu Clara lembut.
"Apa tidak ada kesempatan kedua untukku? Bukankah aku memintamu untuk menungguku?" tanya Clara berderai air mata.
"Clara" ucap Steve memintanya berhenti.
"Bukankah kamu menikahinya agar keluarga kamu tidak malu? Sekarang aku sudah kembali, apa kamu tidak bisa melepaskannya saja?" tanya Clara isakannya semakin keras dna air matanya mengalir semakin deras.
Steve menghela nafas berat. Ini adalah hal yang selalu dia pikirkan dari sebelumnya, ia merasa tidak mampu memberikan penjelasan kepada Clara tentang kehidupan pernikahannya.
"Iya itu benar, dulu kami menikah memang karena hal itu. Tapi kini sudah berbeda Clara, aku pikir waktu mengubah segalanya" ucap Steve berat.
"Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kebersamaan kita selama ini sudah tidak ada artinya lagi? Bagaimana mungkin kamu bisa seperti ini?" tanya Clara kembali menangis kencang.
"Kita sudah usai, maafkan aku" jelas Steve.
"Aku hanya ingin semuanya kembali seperti semula" isak Clara. Hatinya semakin sakit mendengar penjelasan Steve.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik