NovelToon NovelToon
Dark Romance

Dark Romance

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Obsesi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: cherry blossom

Seorang gadis bernama Clarisa yang bekerja di sebuah rumah sakit, sebagai seorang perawat. Berharap bisa bertemu dengan pria impiannya, dan berusaha kuat dengan keadaan di keluarganya yang terus menerus membandingkannya dengan kakaknya.

Sedangkan dilain sisi, kehidupan seorang pria bernama Ray, yang bekerja sebagai anggota di biro investigasi kriminal. Dengan tujuan bisa menemukan pelaku pembunuhan sang adik.

Ray seorang pria yang dingin bertemu dengan Clarissa yang keras kepala.

Bisakah kedua manusia ini mencapai keinginan dan impian mereka, dan bagaimanakah benang benang takdir akan mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cherry blossom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertempuran yang sesungguhnya

Beberapa waktu kemudian, mobil David yang di kendarai ray telah sampai di rumah sakit. Sebelum ray keluar dari mobil, clarissa lebih dulu keluar dari mobil dan membantu David untuk masuk ke dalam rumah sakit.

Sedangkan ray yang melihat perhatian clarissa terhadap David, seketika membuatnya kesal. Ia bahkan tetap duduk diam di dalam mobil tanpa ada niatan untuk masuk ke rumah sakit dan mengobati lukanya.

Bahkan mungkin rasa sakit di tangannya itu tidak lagi terasa, karena rasa sakit di hatinya jauh lebih menyiksanya.

Tidak lama setelah kepergian clarissa dan David ke dalam rumah sakit. Terlihat clarissa yang kembali keluar dengan sebuah kotak di tangannya, dan ia yang tengah berjalan menghampiri ray.

TOK.. TOK.. TOK....!!!

Ray yang tengah melamun, cukup di kejutkan dengan suara ketukan dari clarissa yang tiba tiba kembali menghampirinya. Melihat clarissa yang duduk di sebuah kursi di dekat tempat parkir itu, ray pun keluar dari mobil dan menghampirinya.

"Mana tanganmu..!" ucap clarissa, setelah ray duduk di sampingnya.

Sedangkan ray dengan senang hati segera mengulurkan tangannya yang sudah penuh dengan darah itu pada clarissa, meskipun wajahnya tetap terlihat datar dan tanpa ekspresi.

"Kenapa kau sudah ke sini..? Apa pria tadi sudah kau obati..?" tanya ray yang penasaran.

"Dia seorang dokter di sini.! Jadi banyak para perawat atau dokter juga yang membantunya..! Sedangkan kau, kenapa tidak ikut masuk ke dalam rumah sakit.? Dan meminta dokter mengobati lukamu.!" ucap clarissa.

"Aku terluka karena menyelamatkan mu.! Bukan karena menyelamatkan perawat lain ataupun dokter dokter itu.! Jadi kau sendiri yang harus bertanggung jawab dengan mengobati tanganku..!" ucap ray.

"Siapa yang suruh kamu jadi pahlawan dan sok sok an menolong ku.?" balas clarissa.

"Ya kau benar..! Aku yang bodoh, karena datang menyelamatkan mu dan pria tadi..!" balas ray.

"Hah..! Sudah selesai..!" ucap clarissa sembari membereskan barang p3k nya.

"Kau akan pulang kan.? Akan aku antarkan.!" ucap ray yang beranjak dari duduknya.

Bahkan ray langsung menarik tangan clarissa untuk ikut dengannya, tanpa bertanya persetujuan dari clarissa terlebih dahulu. Sedangkan clarissa hanya diam dan mengikuti ray.

Karena tidak mungkin ia berani pulang sendiri, setelah kejadian yang ia alami barusan. Di tambah lagi, sepeda motornya yang sudah di antarkan pulang rekan kerja ray.

Dilain sisi.

Di dalam ruangan rumah sakit, tepatnya di atas ranjang rumah sakit. Terlihat David yang terbaring di sana dengan lengannya yang kini di perban oleh rangga.

"Dimana clarissa..?" tanya David sembari melihat kearah pintu dan juga jendela.

"Apa rissa juga terluka..?" tanya rangga.

"Tenang saja..! Rissa tidak kenapa napa.! Dan barusan aku melihatnya pulang dengan detektif ray..!" saut erina yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.

"Oh.! Baguslah.!" jawab rangga.

"Jadi pria tadi, seorang detektif..?" tanya David pelan namun masih dapat di dengar rangga dan juga erina.

"Ya, ia detektif ray, yang bekerja di biro investigasi kriminal jakarta..! Jangan khawatir..! detektif ray pria yang baik, dia juga sudah cukup lama kenal Rissa..!" jelas erina.

Mendengar fakta tentang kedekatan clarissa dan ray, tentu membuat David merasa sedih. Ia kini berfikir, jika mungkin sebab pernyataan cintanya pada clarissa di tolak, karena ray.

"Oh ya hampir lupa. Dokter David..! Terima kasih banyak, karena kau menolong Rissa tadi.! Dan bahkan kau sampai terluka seperti ini.!" ucap Erin kembali.!"

"Sama sama, jangan terlalu sungkan.! Karena memang sudah seharusnya..!" jawab David dengan senyum ramahnya.

"Istirahat lah dulu.! Aku dan erina harus kembali bekerja..!" ucap rangga yang akhirnya pergi bersama erina meninggalkan David yang beristirahat di ruangan itu seorang diri.

David menatap jauh ke jendela yang memperlihatkan taman rumah sakit. Ia memejamkan matanya sejenak, sebelum kembali membukanya.

"Pertarungan baru saja di mulai.! Aku tidak akan pernah menyerah sedikitpun.! Aku pasti bisa mendapatkan hati mu Rissa..!" ucapnya pelan pada angin malam yang perlahan berhembus menimbulkan suasana terasa dingin.

Di lain tempat.

Clarissa terdiam selama perjalanan di dalam mobil ray. Ya, karena takut akan menemui berandalan lagi di jalan, clarissa akhirnya mau ikut masuk ke dalam mobil ray.

Hingga sampai beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka sampai di depan rumah clarissa. Dan terlihat mama nya yang baru saja keluar dari dalam rumah, dan melihat kedatangan clarissa dan juga ray.

Dan di saat clarissa baru saja keluar dari mobil ray, dengan di ikuti ray yang sama sama keluar dari mobilnya.

"rissa..! masuk ke rumah sekarang..!" ucap mama nya .

"Ya..!" jawab clarissa yang sudah sangat lelah untuk berdebat dengan mama nya.

"Eh nak ray.! Kau juga datang..?" tegur papa clarissa yang baru saja keluar dari rumah, dan melihat ray yang ada di depan rumahnya.

"Rissa..! Ajak nak ray masuk, kita makan malam bersama..!" tambahnya lagi.

Belum sempat clarissa maupun ray menjawab perkataan papa clarissa, tiba tiba.

"Pa..! ini sudah larut malam..! Mungkin saja, tuan ray sedang sibuk, dan ingin segera pulang..!" ucap mama, dan terlihat jelas ketidak sukanya ia terhadap ray.

"Tapi ma..!" ucap papa yang tidak setuju dengan opini istrinya itu.

"Pa..!" ucap mama sembari melirik tajam kearah suaminya.

"Maaf om.! Mungkin lain kali saya akan mampir kesini.! Lagipula ini sudah sangat malam, jadi saya pamit pulang dulu..!" ucap ray.

"Baiklah nak, hati hati di jalan..!" ucap papa.

"Makasih ya.! Hati hati dijalan..!" ucap clarissa yang di balas senyuman dan anggukan kecil oleh ray.

Setelah kepergian ray, clarissa pun langsung berjalan masuk meninggalkan mama nya yang masih menatap kepergian ray dengan tatapan tidak suka.

Saat clarissa hendak masuk ke dalam kamarnya, tiba tiba ia di hentikan oleh panggilan dari mamanya yang terdengar sedang kesal dan marah.

"Clarissa..! Mama mau bicara denganmu..!" ucapnya.

"Rissa capek.! Besok aja, mama ngomongnya..!" balas clarissa.

"Mama mau bicara sekarang..!"

"Ma..!

" Kenapa kamu masih dekat dengan detektif ray itu..? Bukankah mama sudah memintamu untuk menjauhinya..?" ucap mama yang benar benar terlihat marah.

"Ma..! Mama kenapa sih.? Ray itu baik..! Bahkan dia baru saja menyelamatkan ku dari geng motor tadi..!" ucap clarissa yang membuat papanya yang mendengar langsung berlari menghampirinya.

"Apa..? Tadi kau di ganggu geng motor.? Apa kau terluka..?" tanya papa.

"Lihat kan, baru beberapa bulan kau mengenalnya, ada saja penjahat yang mengincar mu.! Lalu bagaimana jika kamu benar benar dekat dengannya.? Rissa, dengarkan mama..! kamu harus jauhi dia untuk selama lamanya. ! "

"Ma..! Semua itu tidak ada hubungannya dengan nak ray.! Semua musibah yang baru dialami anak kita, itu semua memang sudah takdir. Lagipula, jika Rissa dekat dengan nak ray, kita bisa tenang karena nak ray akan menjaga anak kita dengan sungguh-sungguh. !"

"Papa..! Dia itu seorang detektif tindak kriminal.! Dia pastinya punya banyak musuh dan musuh musuhnya itu para penjahat.! Bagaimana jika Rissa di incar para penjahat itu untuk bisa mengalahkan ray itu..?

Sedangkan clarissa yang tidak ingin mendengarkan perdebatan mama dan papanya, ia lebih memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mandi kemudian tidur.

1
Ira Cherry
kisah yang seru
Bintang Juing
Luar biasa
Ira Cherry: terima kasih atas dukungan nya/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!