"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
""Beberapa orang tiba tiba berubah. Suatu hari kamu penting,hari berikutnya kamu tidak berharga.."""
Diandra pun mulai mengamati tentang kondisi dan situasi yang tepat untuk menemui Dimas. Diandra tahu dan percaya bahwa laki laki itu begitu mencintainya sehingga dia takin bahwa Diandra masih dengan mudah untuk meluluhkan ya...
"Darling, I'm back and I want to start it all again. I still love you very much and I'm sorry for leaving you..." Diandra berfikir bahwa dia akan bisa mendapatkan hati Dimas lagi hanya dengan kata sorry dan i love you,namun yang belum Diandra tahu jika saat ini telah ada wanita yang seribu lebih baik daripada dia.
Diandra pun telah bersiap kini dia sudah terlihat sangat cantik dengan gaun mini berwarna magenta di padukan dengan sepatu hak tinggi berwarna hitam terlihat sangat menawan Diandra yakin dengan dia berpenampilan seperti itu akan mudah untuk meluluhkan hati Dimas...
"Sempurna..." ucapnya memuji dirinya sendiri...
Diandra pun langsung pergi ke kantor milik Dimas dan ingin segera menemuinya dia pikir akan semudah itu.
"Maaf saya mau bertemu dengan Pak Dimas Airlangga apa beliau ada?"tanya Diandra dengan sangat arogan.
Seorang resepsionis pun menatapnya sekilas dia pun tak pernah melihat wanita itu sebelumya...
"Maaf Nyonya ini siapa ya dan ada keperluan apa dengan Pak Dimas?"tanya sang resepsionis namun bukannya jawaban yang di berikan oleh Diandra tapi justru sikap kurang sopan yang dia berikan.
"Apa perlu saya laporkan pada Dimas untuk segera memecat kamu dari sini apa kamu sudah tak ingin bekerja lagi besok? Katakan saja tunangannya datang untuk menemuinya."Diandra langsung membuang muka berharap dia akan segera bertemu dengan Dimas...
Mendengar kata tunangan membuat mereka tersenyum simpul mereka tahu jika CEO mereka akan segera menikahi CEO dari Perusahan Mitha Persada lah ini orang malah ngaku ngaku..
"Apa kamu gak dengan apa yang aku katakan aku ingin bertemu dengan Dimas tunangan ku.." Diandra pun kembali berteriak...
Tak di sangka kini Dimas sudah berada dalam belakangnya...
"Siapa kamu ngaku ngaku menjadi tunangan Dimas Airlangga..."Dimas pun berdiri di belakang Diandra sembari melipat kedua tangannya...
Diandra yang melihat Dimas langsung berusaha untuk memeluknya..
"Mereka keterlaluan mereka tak mengizinkan aku bertemu dengan kamu Mas. Kamu pecat saja pegawai itu.."ucap Diandra dengan rengekan manja membuat Dimas muak melihatnya...
"Diandra..." ucap Dimas dalam hati.
Dimas pun tak bergeming dari tempatnya dan kemudiaan menatap wanita yang kini ada di hadapannya...
"Mas Dimas aku kembali. Mas maafkan ku ya yang pernah meninggalkan kamu,aku kembali untuk memperbaiki semuanya dan aku tahu jika kamu masih sangat mencintaiku bukan!!" Diandra pun langsung berlari kepelukkan Dimas namun Dimas mundur beberapa langkah.
"Mas Dimas kenapa?"tanya Diandra tak mengerti.
Dimas hanya menatap sekilas wanita yang pernah memberinya luka yang dalam bahkan dia pun sempat berfikir bahwa semua wanita sama saja namun setelah dia bertemu dengan Mitha waktu itu dia pun berhasil membuka hatinya lagi...
Diandra pun langsung memeluk Dimas sementara Dimas hanya diam saja dia masih berusaha untuk menahan amarahnya, laki laki itupun berfikir untuk apa wanita itu kembali lagi setelah di merasa bahagia bersama Mitha...
Dari arah yang berlawanan Mitha melihat Dimas sedang berpelukan dengan Diandra,tak terasa airmatanya kembali menetes dia berfikir bahwa semua laki laki itu sama saja sama sama hanya bisa menorehkan luka...
Mitha pun langsung pergi sembari terisak dia tak tahu bagaimana lagi harus kembali menata kembali hatinya yang kini harus kembali porak poranda...
Sedangkan Dimas seperti sekilas melihat Mitha namun dia ingin mengurus Diandra terlebih dahulu..
"Lepaskan Di,tak seharusnya kamu melakukan hal ini. Dan maaf ya Di,hubungan kita sudah berakhir dan aku sudah menutup pintu hatiku untuk kamu. Maaf sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan pernah kamu bikin rusuh di perusahaan milikku, jangan membuat kesabaran aku habis." ucapan Dimas penuh dengan penekanan sehingga membuat Diandra merasa tak percaya bahwa laki laki itu akan bersikap seperti itu..
Diandra pun mengeluarkan jurus terakhirnya untuk mengambil perhatian Dimas...
"Mas aku tahu aku salah waktu itu aku minta maaf aku hanya ingin memperbaiki semuanya lagi Mas. Aku juga masih sangat mencintaimu dan aku juga menyesal karena telah meninggalkan kamu. Aku yakin kamu juga masih mencintaiku kan honey." Diandra pun mencoba untuk kembali memegang tangan Dimas berharap laki laki itu akan percaya.
Tatapan tajam Dimas membuat Diandra terkejut dia tak pernah menyangka jika laki laki itu akan sangat sulit untuk di taklukkan lagi...
"Maaf Di,aku tahu apa yang sudah terjadi pada kehidupan kamu di luar sana. Dan juga aku sebentar lagi akan menikah jadi aku berharap kamu jangan pernah menampakan wajahmu di hadapanku lagi. Aku juga tak akan mau memungut sampah maksudku aku tak akan mau memungut orang yang pernah meninggalkan luka di dalam hatiku pergilah atau aku akan panggil keamanan untuk mengusir kamu dari sini.." Dimas pun langsung berlalu pergi..
Pikiran Dimas saat ini lebih tertuju pada Mitha dia sangat yakin bahwa Mitha melihat saat dirinya di peluk oleh Diandra tadi. Dan Dimas tak ingin jika Mitha akan salah paham dan berubah marah padanya...
"Ayo angkat Mitha kamu dimana?"Dimas mencoba untuk menghubungi Mitha namun nomer ponselnya tak aktif...
Dimas pun menjadi sangat cemas dia pun panik dan kemudian pergi menuju perusahan milik Mitha. Sementara Diandra hanya mampu menatap punggung laki laki yang di pikir akan dengan mudah dia taklukan..
"Kenapa semuanya menjadi seperti ini kenapa Dimas saat ini berubah dulu dia sangat mencintaiku tapi kenapa sekarang dia malah membenciku..." Diandra pun menghentak kakinya berapa kali..
Diandra pun bingung harus bagaimana lagi sekarang,karirnya sudah hancur dan tabungannya juga semakin menipis hal itu tentu saja membuat Diandra kesal dan juga marah. Dia berharap pada Dimas namun kenyataannya justru kini Dimas malah menolaknya...
*******
Saat ini Mitha pun menangis menitikan airmatanya dia sedih dan juga hatinya terluka. Pikirannya berubah kacau Mitha takut jika Dimas akan bersikap sama seperti Heru setelah menikah Dimas juga akan kembali pada kekasihnya dan hal itu tentu saja tak bisa dia bayangkan...
"Apakah semua laki laki itu sama saja. Sama sama hanya bisa menyakiti perempuan dan apakah perempuan juga tak pantas untuk merasakan kebahagiaan..." Isak tangis Mitha pun pecah, susah payah dia menata hati kini kembali hancur.
""Selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankannya semoga kita semua bisa merasakan indahnya bulan ramadan... Amin..""
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖