NovelToon NovelToon
Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Karlina Sulaiman

Gibran Satya Dinarta, putra tunggal dari pebisnis ternama Asia, Satya Dinarta dan Ranti Dinarta. Gibran merupakan seorang CEO muda di perusahaan GS Group milik keluarganya.

Berbeda dengan CEO yang lain, otak Gibran agak sedikit geser karena sikapnya yang koplak dan somplak.

Dia rapat menggunakan celana boxer, menghadiri pesta pernikahan dengan sandal jepit, dan masih banyak lagi jal konyol dalam dirinya.

Suatu hari dia dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Jasmine yang terlihat somplak padahal sifat aslinya sangat dingin dan anggun.

Jasmine bersikap somplak hanya untuk menutupi rasa sakitnya yang berasal dari keluarganya.

Bagaimana jika Gibran jatuh cinta dengan Jasmine? Penasarankan silakan baca..

Alur cerita ini sedikit lambat, jadi jika tidak langsung ke inti, itu adalah faktor kesengajaan.

ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CSJC : Chapter 32

"Mending Lo ke toilet, sisiran biar rambut Lo rapi dan pakai lipstik ini biar bibir Lo nggak pucat, gue cuma sebentar ketemu sama dokter jadi kita pulangnya bareng aja." Airin mengedipkan satu matanya dan masuk ke ruangan sepupunya, sedangkan Jasmine, dia menatap dua benda yang berada di tangannya lalu membuang napas kasar.

"Terpaksa harus nurutin perintah Mak Beringin kalau begini," ucap Jasmine. Dia berjalan pelan ke toilet sambil sesekali menatap horor pada orang-orang yang menatap dan melihatnya sambil tertawa mengejek. Ada juga beberapa dari orang-orang itu yang terang-terangan bilang kalau Jasmine seperti orang gila. Jasmine ingin marah tapi dia mengajukan saja ocehan mereka.

"Lihat aja kalau gue udah dandan terus ganti baju yang lebih rapi, pasti kalian pada ngiri sampai kecantikan paripurna seorang Jasmine," gumam Jasmine sambil terus berjalan ke toilet.

Sesuai perintah Airin tadi, sekarang Jasmine sedang bercermin sambil menyisir rambut panjangnya yang hitam legam. Tidak lupa, Jasmine memoles bibir seksinya dengan lipstik berwarna merah bibir. Jasmine terlihat cantik sekarang.

Jasmine melihat bajunya sedikit lusuh, tapi itu tidak masalah, setidaknya sekarang dia terlihat lebih baik dari sebelumnya. Matanya masih terlihat sedikit bengkak. Jasmine tersenyum pada dirinya sendiri sebelum meninggalkan toilet dan menemui Airin yang sedang periksa.

"Aku tidak melihat Tuan Gibran lagi, di mana ya dia? Ah ... bodo amat dengan dia, aku sudah tidak ingin berurusan dengannya lagi." Jasmine duduk di depan ruangan Dokter Adit, dia menunggu Airin yang masih berada di dalam ruangan Dokter Adit.

Sepuluh menit berlalu, Airin keluar bersamaan dengan Dokter Adit yang terlihat sangat tampan di mata Jasmine.

"Hati-hati nanti pulangnya, kamu tanggung jawab aku di sini, Airin." Dokter Adit memberi pesan untuk Airin ketika mereka keluar ruangan.

"Siap, Kak." Airin memberi hormat pada Dokter Adit.

"Halo Jasmine," sapa Dokter Adit saat melihat ada Jasmine yang sedang duduk di kursi tunggu. Dokter Adit tersenyum menawan dengan senyum mautnya. Senyuman yang bisa melelehkan semua hati wanita, kecuali yang tidak mau leleh.

"Halo juga Dokter Adit yang tampan," jawab Jasmine membalas dengan senyuman yang tidak kalah menawan.

"Giliran ada yang bening-bening aja langsung senyum, dasar Melati payah." Airin tersenyum menggoda Jasmine.

"Aku Jasmine bukan melati," protes Jasmine yang biasanya tidak pernah protes dengan panggilan itu.

"Sama saja, Mel," balas Airin santai.

"Terserah Lo. Kita langsung pulang?" tanya Jasmine menatap mata Airin.

"Iya, gue harus banyak istirahat kata dokter tampan ini." Airin menaik-turunkan alisnya melihat sepupunya yang sedang memandang Jasmine.

"Lo kenapa?" tanya Jasmine pada Airin.

"Sepupu gue ngelihatin, Lo," jawab Airin dengan senyum lebar.

Jasmine menoleh dan melihat wajah Dokter Adit yang tersenyum, sepertinya Dokter Adit sedang melamun karena tidak sadar kalau sedang dilihat oleh Jasmine.

"Kak Adit, jangan ngelamun!" Airin menepuk pundak Dokter Adit, Dokter Adit terlihat terkejut karena langsung mengucapkan istighfar.

"Astaghfirullah, kamu bikin kaget kakak kaget saja, Airin. Gimana kalau kakak jantungan coba? Bisa mati muda kakakmu ini." Dokter Adit mengusap-usap dadanya untuk menghilangkan rasa terkejutnya.

Jasmine hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan karena menahan tawa saat melihat wajah Dokter Adit yang menurutnya lucu ketika sedang terkejut tadi.

"Kalau mati ya tinggal di kubur selesai," jawab Airin dengan entengnya.

"Jahat banget kamu sama kakak sendiri, kalau Dokter Adit mati nanti gue nggak nikah dong, Rin. Kan Dokter Adit itu calon imam gue," canda Jasmine. Dokter Adit yang mendengar ucapan Jasmine wajahnya langsung memerah karena malu.

"Cie, Kak Adit ternyata ada yang suka nih sama, Kakak." Airin menyikut perut Dokter Adit.

"Nakal banget sih jadi adik." Dokter Adit mengacak-acak rambut Airin dengan perasaan gemas.

"Mau dong di acak-acak juga rambutnya sama dokter Ganteng." Jasmine tersenyum lebar dan lagi-lagi pertanyaan itu hanya sebuah gurauan semata.

"Usul banget jadi kakak." Airin menepis tangan Dokter Adit yang masih terus mengacak-acak rambutnya.

"Yah, aku jadi kacang." Jasmine pura-pura sedih karena perkataannya tidak di respon. Jasmine menjatuhkan dirinya di kursi dengan muka yang ditekuk.

"Kakak sih, ngambek kan tu anak." Airin melotot pada Dokter Adit. Dokter Adit yang melihat tingkah dua gadis itu hanya tersenyum tipis.

"Kakak masih banyak kerjaan, kakak tinggal ya," pamit Dokter Adit. Sebelum pergi, dia menyempatkan diri untuk sekedar menepuk pelan kepala Jasmine. Tepukan yang akan membuat semua wanita bahagia, apalagi yang menepuk itu Dokter Tampan incaran semua perawat wanita di sana.

"Cie, Mel panas dingin itu hati Lo pastinya." Airin menggoda Jasmine yang sama sekali tidak terpengaruh dengannya.

"Udah ah, yuk pulang!" Jasmine menarik tangan Airin dan berjalan beriringan ke parkiran.

Di jalan, Airin terus saja menggoda Jasmine sampai Jasmine muak mendengarkan ocehan Airin.

"Berisik banget sih, Lo. Udah mirip radio rusak tahu nggak?" ucap Jasmine dengan kesal, saat ini mereka sudah berada dalam perjalanan pulang.

"Hahaha ...." Airin tertawa keras melihat kekesalan sahabat terbaiknya itu.

***

Di Ruang Perawatan Bayu.

Gibran duduk di kursi samping ranjang pasien tempat Bayu berbaring. Ingin sekali rasanya bercerita banyak hal dengan Bayu, tapi keadaan Bayu yang masih belum ada kemajuan membuat Gibran bersedih.

"Sampai kapan Lo mau terbaring lemah seperti ini, Bay?" tanya Gibran walau jelas dia tahu Bayu tidak akan menjawab dengan membuka mulutnya.

"Lo ingat nggak, Bay? Beberapa hari yang lalu Lo bilang ke gue kalau Lo ketemu sama dia. Waktu itu gue nggak terlalu serius nanggepin Lo kan?" Gibran terus saja bicara, biarkanlah dia seperti orang gila, setidaknya ada orang yang menjadi pendengar setianya.

Gibran mengusap kepala Bayu dengan pelan, dia sangat menyayangi Bayu dan dia juga sudah menganggap Bayu seperti adiknya sendiri. Air mata Gibran kembali meleleh saat ingat beberapa jam yang lalu Bayu merespon ucapannya.

Berbeda dengan tadi, sekarang Gibran tidak mendapat respon apa-apa dari Bayu. Bahkan suara hati Bayu pun tidak bisa dia dengar. Sungguh, Gibran merasa dunianya hancur jika Bayu terus seperti ini. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan hidupnya jika tanpa adanya Bayu di samping dirinya.

Gibran menatap lekat wajah pucat Bayu, Bayu terlihat tidur dengan damai tanpa beban seperti ketika dia membuka matanya. Gibran menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh Bayu.

"Cepat sadar dong, Bay. Gue rindu sama Lo, gue rindu kerja bareng sama Lo. Lo ternyata lebih hebat dari gue, Lo masih hidup setelah kecelakaan pesawat, sedangkan gue malah sempat mati." Gibran terkekeh tapi air matanya mengalir semakin deras di pipinya.

Gibran hendak mencium dahi Bayu, tapi saat jarak keduanya sudah dekat. Puk ... sesuatu jatuh tepat di kepala Gibran, Gibran menyentuh kepalanya dan tangan Gibran merasakan ada pergerakan.

Gibran melemparkan sesuatu yang bergerak itu sampai jatuh di atas bibir Bayu. Gibran melompat ke atas sofa dan berteriak. "Aaa ... Cicak."

***

Bersambung ...

Wuidih, cicaknya beruntung banget bisa cium bibir Bayu, aku juga mau jadi cicak kalau gitu.

1
Gina
🤣🤣🤣🤣 bos sama satpam peak
Alejandra
Mau ngasih saran boleh nggak Thor...?
Ceritanya jangan terlalu banyak nyelenehnya, lebih baik diselang seling biar dapat feelnya. Kalau diterima ya, kalau nggak juga nggak pa"...🤭🤭🤭
ngakak 🤣🤣🤣
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN
total 1 replies
baru nemu karya mu thor,, ettt dahh baru chapter 1,gigi ku kering karena tertawa terus thorrr🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
APA SI RANTI PNY FIRASAT, KLO GIBRAN AKN KNPA2...
Sulaiman Efendy
KDUA ORTUNYA SOMPLAK, PANTAS ANAKNYA JUGA SOMPLAK...😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
SIAPA TEMAN LAMA GIBRAN, APA MANTANNYA..
Aksal hasbi Ramadhan
ada yah CEO somplak kaya gibran,,, ga ada wibawa nya dong sebagai seorang CEO,, tpi aqu suka cerita nya tetap semangat ya kak 💪💪
Bunda silvia
Saya reader thor
Bunda silvia
Mimpi ya om 😂😂😂
Bunda silvia
Gimana gibran nggak somplak orang pabriknya juga somplak (bunda dn ayah satya)
Bunda silvia
Susu seruang eh maksud reader susus beruang thor 🤣🤣🤣
Bunda silvia
Hahaha bisa aja author
Bunda silvia
Asisten lucknut bos di tertawakan untung bos somplak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NO NAME
.
Aurellio Afta Surya Nasution
gokil ya mereka sekeluarga, .... hiburan di wkt senggang bisa ketawa sendiriann ... ( tp nggak gila kok ) .. lanjut Thor ...
Unyil_unyu
yg jd pertanyaan gw dr kmaren kok gk ada pemeran pembantu di rmh Gibran, masak CEO gk punya pembantu, sedang kan tetangga gw jualan bakso yg paling sehari laku 5 mangkok aja punya 2 pembantu, walaupun tiap bulan kalang kabut buat bayar pembantunya....😂😂
Unyil_unyu
wah rezeki tu
aisya_
keluarga somplak..
ayfa
🤣🤣🤣😭😭😭😭😭 thorrr gelud yuukkkk,,anjimmm bikin kram perut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!