gimana ya rasanya kalau punya suami seorang guru dikelasnya sendiri..??
penasaran..??
baca yuk novel pertamaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyla farzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Malam harinya,setelah makan malam.Icha dan Arnya sudah berada di kamarnya.Icha melihat Arya yang tengah sibuk dengan laptop yang berada di pangkuan nya.Icha mengehela nafasnya karena melihat suaminya yang masih saja sibuk dengan pekerjaan nya,padahal sedari pagi hingga sore dia juga sudah sibuk dengan pekerjaan nya.
"Masih belum selesai juga pekerjaan nya." tanya Icha melihat pantulan suaminya dari cermin.
"Bentar lagi sayang,kurang dikit lagi." jawab Arya tanpa mengalikhan pandangan nya.
"Huh...dari pagi sudah kerja dan sekarang masih kerja aja." guman Icha dengan kesal.Dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur.Dia naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar sambil melipat tangannya di dada.Dan jangan lupakan bibirnya yang sedang cemberut.
Satu jam menunggu,namun Arya belum juga menutup laptopnya.Membuat Icha semakin geram.Dia pun merebahakan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
"Kenapa gak nikah aja sama laptopnya kalau tiap hari mantengin tuh laptop." ucapnya bermonolog sendiri di dalam selimut.
"Kenapa sayang...?" tanya Arya menyadari tingkah istrinya yang aneh.Dia pun menutup laptopnya dan menaruhnya di nakas,kemudian dia mendekat dan memeluk istrinya yang sedang memunggunginya.
"Kenapa,hem...?" tanya Arya berbicara tepat di telingan Icha.
"Tau ah," jawab Icha ketus.Arya pun membuka setengat selimut yang menutupi wajah Icha.
"Kenapa..? kamu marah sama mas karena mas sibuk terus ya." tebak Arya.Dia sadar dia tadi memang sempat mengabaikan Icha yang tengah menunggunya.
"Maaf ya sayang,pekerjaan mas hari ini memang banyak sayang,apalagi beberapa hari ini mas tinggal karena kita ke Bali."
"Apa di kantor belum cukup." tanya Icha masih dengan nada ketusnya.Sedangkan Arya hanya terkekeh.
"Istri mas ini lucu juga ya kalau lagi marah,gemesin." jawab Arya yang kemudian membalik kan tubuh Icha.Higga kini Icha tidur berbantalkan lengan Arya.
"Sudah dong jangan marah lagi,mas janji gak akan bawa pekerjaan ke rumah lagi."
"Janji...?" tanya Icha mendongak.
"Iya sayang,janji." jawab Arya sambil mengecup kening Icha.
"Gimana tadi di rumah sakit yank,apa pernikahan Adam sama Billa lancar...?" tanya Arya.
"Alhamdulillah,lancar mas,abah sudah sadar,tapi ummi masih juga kritis." jawab Icha sedih.
"Emmm....ya sudah,kita doakan saja semuanya baik-baik saja ya." jawab Arya dan Icha hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ya sudah,tidur yuk mas.Icha ngantuk." jawab Icha.
"Kok ngantuk sih yank." jawab Arya yang langsung membuat Icha bingung.
"Kan udah malem mas,emang mas Arya gak ngantuk apa...?" tanya Icha dengan polosn.
"Belum lah,mas mau main-main dulu sama kamu." jawab Arya sambil mengerlingkan mata nakalnya.
"Ngapa tuh mata begitu..." tunjuk Icha saat melihat ekspresi Arya
"Haish.....kamu kelamaan ah." jawab Arya yang langsung memulai aksinya.Icha yang sebenarnya sudah tau kemana arah pembicaraan suaminya hanya diam dan menikmati apa yang suaminya lakukan.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Esok pagi di meja makan.
"Adit belum pulang bun..?" tanya Bima yang kini sedang menikmati kopi panas buatan Andin.
"Bunda juga gak tau bang,mungkin Adit pulang ke rumah Hawa." jawab sang bunda.
"Owh...Icha sama Arya belum turun juga..?"
"Paling sebentar lagi." jawab Bunda.
"Om Alya bobok cini ya dad..?" tanya Vano yang kini sedang duduk di sebelah Bima.
"Iya sayang." jawab Bima.
"Bobokna cama capa..?" tanya Vano sekali lagi.
"Sama anty dong." jawab Bima lagi.
"Napa cama Anty dad..?"
"Ya karena mereka sudah menikah sayang."
"Yang malen tuh..?" tanya Vano saat mengingat pesta pernikahan tantenya.
"Iya sayang." jawab Bima sekali lagi.
"Tyus daddy ndak nitah..?"
"Kan daddy sudah menikah sayang sama mommy."
"Kok Pano ndak ada..?" tanya Vano sekali lagi yang langsung membuat Bima dan Andin saling pandang.
"Vano tanya mommy ya." ucap Bima melempar jawaban nya kepada istrinya.
"Mommy...." Vano menoleh kepada Andin yang juga bingung harus menjawab apa,dia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.Dan bersamaan dengan itu Arya dan Icha datang.
"Pagi semuanya...." ucap Icha dan Arya berbarengan.
"Pagi.." jawab mereka semua.
"Pagi anty." ucap Vano.
"Pagi ponakan anty yang ganteng."
"Anty anty pas daddy nitah,anty ada ndak...?" tanya Vano yang kini melanjutkan pertanyaannya kembali.
"Ada sayang,memangnya kenapa..?" tanya Icha.
"Pano kok ndak ada anty,Pano kemana Anty...?"
"Kan Vano belum di buat." jawab Icha loss tanpa hambatan,yang langsung membuat semuanya menatapnya dengan tatapan horor.
"Kenapa pada liatin Icha..?" tanya Icha dengan tampang watadosnya.
"Bisa gak sih dek gak ngomong jujur kamu itu." ucap Bima geram karena jawaban Icha.
"Lah emang kan kenyataan nya gitu mas." jawab Icha santai.
"Ya mas tau,tapi lihat dulu dong yang nanya itu siapa." Bima memutar bola matanya malas.
"Vano mending sekarang makan deh,nanti makanan nya keburu dingin sayang." ucap Bunda akhirnya mengalihkan pertanyaan Vano.
"Api Pano tadi tanya oma,beyum di jawab cama anty." ucap Vano yang masih saja belum puas dengan jawaban semua orang.
"Vano mau es crim gak...?" tanya Arya mencoba merayu Vano.
"Mau." jawab Vano menganggukan kepalanya
"Kalau begitu sekarang Vano,mamam ya.Sehabis makan kita beli es crim." jawab Arya.
"Benelan om..?" tanya Vano senang.
"Benaran dong,masak bohong sih.Tapi mamam dulu ya,om juga mau mamam dulu."
"Ote-ote.." jawab Vano dengan mengacungkan jempolnya.Akhirnya semua bernafas lega karena Arya telah menyelamatkan mereka semua dari kekepoan Vano.
Setelah selesai makan,sesuai janjinya, Arya dan Icha mengajak Vano untuk membeli es crim.Hari ini Arya sengaja tidak datang ke kantor karena hari ini dia akan memboyong Icha pindah ke rumah orang tuanya.Mama dan papa Arya hanya tinggal berdua,maka dari itu mereka meminta Icha dan Arya supaya tinggal bersama mereka.Dan lagi jarak antara kantor dan kampus cukup dekat.
"Mas nanti malam kita jengukin abah ya," ucap Icha sambil memasuk kan beberapa bajunya ke dalam koper.
"Iya,tadi mama sama papa juga bilang mereka mau ke rumah sakit,jadi nanti sekalian aja kita ke sananya barengan." jawab Arya.
Icha mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa dengan laptop yang berada di meja.Apa lagi kalau tidak mengerjakan pekerjaan nya.
"Mas Arya..?" panggil Icha.Dia duduk di sebelah Arya yang sedang fokus menatap layar laptopnya dan tangan nya yang sibuk dengan keyboardnya.
"Hmm...." jawab Arya tanpa mengalihkan pandangan nya.
"Icha mau ngomong sebentar,bisa tidak pekerjaan nya berhenti dulu." ucap Icha.
"Dikit lagi sayang,tunggu sebentar ya." jawab Arya.
"Berapa lama..?" tanya Icha.
"10 menit." jawab Arya singkat.
"Ya sudah,Icha tunggu." jawab Icha akhirnya berdiri dan melanjutkan pekerjaan nya mamasuk kan pakaian ke dalam kopernya.
.
.
.
.
.
Bersambung....
aneh kan da Dimas knp harus jln sendiri
GK masuk akal