Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 32
"Tuan. Seperti yang anda katakan, saya sudab mencari tahu tentang pria itu. Dan ternyata dia..." Kata Zam menghentikan ucapannya kala Bian memberikan kode dengan jari untuk diam.
"Tapi tuan.."
"Diam!" Kata Bian, lalu memijat keningnya, yang tiba-tiba terasa pusing.
"Bagaimana Zam, apa kau sudah tahu tentang Vanya?" Tanya Bian, yang memang sudah memerintahkan Zam untuk mencari tahu asal usul Vanya.
"Maaf tuan, sejauh yang saya cari tahu, nona Vanya tidak memiliki sanak keluarga. Dia hanya seorang diri di kota ini." Jawab Zam.
Kepala Bian semakin pusing, karena kini ia tahu kebenaran jika Vanya hanya gadis yatim piatu yang bekerja di club malam untuk menyambung hidup.
"Tuan, apa benar yang saya pikirkan, jika tuan sudah jatuh cinta?" Tanya Zam dengan sangat lancangnya.
Bian langsung menatap tajam pada Zam yang menanyakan hal yang sangat tidak masuk akal baginya.
"Tutup mulutmu Zam. Jika kau berkata sepatah kata lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk memecatmu." Ancam Bian, lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Benar, pasti apa yang aku pikirkan benar. Jelas sekali jika Bian sudah jatuh cinta." Batin Zam.
•••••
Bukhh.. Bukhh.. Bukhh..
Bantal sofa melayang dan mendarat tepat di dada bidang Bian. Bantal yang di lempar Vanya saat Bian masuk ke dalam apartemen.
"Hentikan!" Titah Bian, tapi Vanya tidak perduli, dia tetap melempar bantal sofa hingga habis. Dan semua kena tetap sasaran di dada bidang Bian.
Setelah melempar, Vanya langsung menghampiri Bian dan berdiri tepat di depan Bian dengan kedua tangan berada di pingganya.
"Bian! Aku tidak suka dengan sifatmu yang kekanak-kanakan. Aku tidak suka." Ucap Vanya dengan kesal. "Katakan, apa yang kau lakukan dengan Dito?"
Bian tidak menjawab, ia justru berjalan melewati Vanya begitu saja.
"Bian." Panggil Vanya sambil mengikuti langkah kaki Bian. "Jawab"
"Jangan melewati batas, jika kau tidak ingin menyesal." Kata Bian tanpa berhenti melangkah.
Vanya yang tidak tahu pasti dengan apa yang Bian katakan, memilih tetap mengikuti langkah kaki Bian, hingga Vanya pun ikut masuk ke dalam kamar Bian.
"Bian, katakan jika Dito baik-baik saja." Kata Vanya, yang saat ini berdiri tepat di belakang Bian.
Bian membuka satu persatu kancing kemeja, lalu membuang asal baju kemejanya, dan menoleh ke arah Vanya hingga Vanya menelan salivanya secara kasar saat melihat pahatan tubuh yang sempurna di depan matanya.
"Sudah aku katakan, jangan melewati batas." Ucap Bian lalu perlahan mendekati Vanya.
"Bian." Ucap Vanya sambil terus memandang tubuh Bian. "Bian, apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Vanya saat Bian berhenti tepat di hadapannya, bahkan nafas Bian pun terdengar sangat jelas.
Vanya menutup matanya. Hingga membuat Bian membuat seutas senyum yang tidak dapat di lihat oleh Vanya.
PLETAK....
Satu sentilan mendarat di jidat Vanya, hingga membuat Vanya merasakan nyeri.
"Bian." Teriak Vanya, sambil mengusap keningnya.
Bian tak menghiraukan teriakan Vanya, ia tetap berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Tunggu, ada apa dengan ku? Kenapa aku harus menutup mata?" Gumam Vanya.
"Dan apa ini?" Vanya menepuk sendiri bibirnya. "Kenapa bibir ini reflex, kenapa?" Vanya menyesali sendiri dirinya yang seolah berharap kecupan atau bahkan lebih dari kecupan.
Dan di dalam kamar mandi, Bian terus saja tersenyum mengingat tingkah Vanya yang menurutnya sangat lucu.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...