NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Tersembunyi di Balik Cadar

   Ling Xie telah mendapatkan izin resmi dari Pangeran Jin Ling Jian untuk merawat dan menyembuhkan Selir Agung Ling Mei Rong. Meskipun langkah ini mendapat penentangan keras dari Pangeran kedua Jin Lim Jian, hal itu sama sekali tidak mengganggu tekadnya. Hari ini, ia berniat mengajak Yang Mulia Selir Agung untuk membersihkan diri serta memperbaiki penampilan.

"Yang Mulia Selir Agung, izinkan hamba membantu mempercantik diri Yang Mulia?" tanya Ling Xie dengan suara pelan.

"Baiklah, silakan." jawab Selir Agung Ling Mei Rong.

Sementara itu, di Paviliun Dingin, seorang dayang bernama Yu Lan datang menemui Mantan Permaisuri Yan Shi. Ia beralasan membawa makanan dari dapur istana untuk Nyonya Yan Shi, tepat di hadapan para pengawal yang berjaga di depan paviliun itu.

"Dilarang masuk jika tidak ada kepentingan resmi!" seru kedua pengawal itu sambil menyilangkan tongkat panjang mereka.

"Eh... maaf, para penjaga. Hamba membawa sekeranjang makanan dari dapur istana untuk diserahkan kepada Nyonya Yan Shi," ucap Yu Lan dengan suara gugup.

  Pengawal itu menurunkan tongkatnya dan kembali berdiri tegak. "Baiklah, silakan lewat."

  Yu Lan pun segera melangkah masuk ke Paviliun Dingin. Ia berjalan menuju ruangan yang dulunya merupakan kamar penjara Selir Agung Ling Mei Rong, yang kini berubah menjadi sel tahanan bagi Yan shi. Sesampainya di depan pintu, ia memegang gagang pintu dan membukanya perlahan. Di dalam sana, terlihat sosok yang kakinya terbelenggu tali besi.

"Yang Mulia... Nyonya Yan Shi. Hamba membawa berita yang sangat penting!" bisik Yu Lan dengan suara rendah.

Nyonya Yan Shi semula duduk meringkuk dengan dagu bertumpu pada lututnya. Ia tersentak kaget dan segera bangkit berdiri.

"Siapa di sana?" tanyanya dengan suara parau.

"Hamba, Dayang Yu Lan, Yang Mulia," jawab Yu Lan dengan suara yang bergetar karena takut.

"Begini, Yang Mulia... Hamba mendengar kabar, Nona Ling Xie tabib yang pernah menyelamatkan nyawa Ibu Suri Zhao He, telah berani membawa Selir Agung Ling Mei Rong ke Paviliun Tamu Agung untuk dirawat. Yang lebih mengejutkan, ternyata selama ini Selir Agung Ling Mei Rong hanya berpura-pura gila! Ia sudah sadar sepenuhnya, dan tahu bahwa Pangeran kembar Jin Ling Jian serta Jin Lim Jian adalah anak kandungnya sendiri. Ini sungguh sangat berbahaya bagi Yang Mulia!" jelas Dayang Yu Lan dengan napas terengah-engah.

"APA! Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja!" Yan Shi melonjak berdiri, wajahnya memerah menahan amarah. "Aku tidak akan membiarkan mereka bertemu! Aku tidak akan membiarkan Selir Agung Ling Mei Rong merebut kembali kedudukan sebagai Permaisuri! Aku harus segera berbuat sesuatu untuk menghentikannya!"

 Dayang Yu Lan memberikan sekeranjang makanan dan minuman untuk Nyonya Yan Shi.

"Ini makanan untuk Yang Mulia," kata Dayang Yu Lan pelan, lalu meletakkan keranjang anyaman itu perlahan di lantai. Matanya melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka, takut ketahuan jika ada hal lain yang dibawanya selain makanan.

Yan Shi menarik keranjang makanan itu ke dekatnya, lalu segera bertanya:

"Lalu, bagaimana tanggapan kedua Pangeran kembar itu?"

"Mereka sama sekali tidak percaya, Yang Mulia. Selama ini mereka yakin bahwa Ibu kandung sejati mereka adalah Yang Mulia, bukan Selir Agung Ling Mei Rong. Bahkan Pangeran Jin Lim Jian berani berkata dengan lantang bahwa ia adalah anak kandung Yang Mulia. Ia begitu marah hingga mendorong Selir Agung Ling Mei Rong sampai terjatuh," jelas Dayang Yu Lan.

Senyum licik tersungging di bibir Yan Shi. "Bagus... Dengan cara terus menanamkan kebohongan ke dalam pikiran mereka, aku bisa membuat mereka membenci Selir Agung Ling Mei Rong selamanya." Jari-jarinya yang kurus mencengkeram pinggiran keranjang hingga memutih. Matanya berkilat penuh kebencian dan kepuasan.

* * * * *

Sementara itu, di Paviliun Tamu Agung, Ling Xie membantu Selir Agung Ling Mei Rong membersihkan diri dan mandi. Setelah selesai, di hadapan cermin besar di kamar, Ling Xie bersama seorang dayang muda bernama Bai Zhi mulai merapikan rambut dan mempercantik penampilan Selir Agung.

Setelah semua pekerjaan selesai, Ling Xie mempersilakan Selir Agung berdiri di depan cermin untuk melihat hasilnya. Sosoknya tampak begitu mempesona mengenakan hanfu merah muda bermotif bunga plum yang halus, dihiasi tusuk konde senada dengan warna baju, yang disematkan bersama kelopak bunga mawar yang segar dan lembut.

Cahaya matahari pagi yang masuk lewat jendela menyinari wajahnya, membuat kilauan pada tusuk konde dan kain hanfu berkilau lembut. Wajah yang dulu tampak kusam dan penuh ketakutan kini kembali bersinar, memancarkan keanggunan yang tak hilang meski telah lama menderita.

Ling Xie mengajak Selir Agung Ling Mei Rong keluar kamar Paviliun Tamu Agung, berjalan-jalan menikmati suasana pagi yang indah di Istana Kerajaan Feng Ling.

"Yang Mulia Selir Agung, izinkan hamba mengajak Yang Mulia keluar menghirup udara pagi?" tanya Ling Xie sambil membungkuk hormat dengan gerakan salam Baoquan.

"Tentu saja boleh. Sudah sangat lama aku tak melihat keindahan luar ruangan," jawab Selir Agung dengan senyum lembut yang pertama kali terlihat setelah sekian lama.

Ling Xie pun menggandeng tangan halus itu, berjalan keluar paviliun diikuti dayang Bai Zhi di belakangnya. Keakraban di antara mereka begitu nyata, seolah ada ikatan darah seperti anak dan ibu.

"Matahari pagi yang hangat sangat baik untuk memulihkan tenaga Yang Mulia," ujar Ling Xie pelan.

Mereka tiba di taman istana yang dipenuhi beraneka ragam bunga bermekaran. Senyum manis perlahan terlukis di wajah Selir Agung, membuat hati Ling Xie terasa haru. Ia tak melepaskan gandengan tangannya, sesekali menunjuk tanaman yang indah, hingga mereka sampai di atas jembatan merah. Di bawahnya terbentang kolam dengan air jernih, tempat berenang beragam ikan hias dan ikan mas.

"Lihatlah, Yang Mulia! Ada segerombolan ikan sedang berenang ke sana," seru Ling Xie sambil menunjuk ke kolam.

Di dalam hatinya, ia merasakan ikatan yang begitu kuat. Ia tahu betul, Selir Agung Ling Mei Rong adalah ibunya di dunia novel ini. Namun ia sadar, saat ini belumlah tepat untuk mengungkap jati dirinya. Ia berjanji pada Sistem untuk lebih dulu membantu ibunya bersatu kembali dengan kedua putra kembarnya, membuat mereka mengakui ibu kandung yang sebenarnya, tanpa membongkar identitas palsu Putri Li Mei Feng, dan tanpa menyatakan bahwa dialah putri yang sesungguhnya.

"Aku bersumpah akan menyatukan kedua kakakku kembali ke pelukan Ibu. Maafkan aku... Untuk saat ini, aku belum bisa berani memelukmu dan memanggilmu Ibu dengan jati diriku yang sebenarnya," ucapnya dalam hati. Senyum getir namun penuh harap tersungging di balik cadar putihnya.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!