NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. LAPORAN

Festival musim semi yang seharusnya menjadi perayaan terbesar tahun ini telah berubah menjadi mimpi buruk.

Ratusan orang mendadak kerasukan roh jahat. Jeritan memenuhi alun-alun.

Orang-orang menyerang keluarga mereka sendiri. Beberapa bahkan mencoba melukai diri sendiri sambil tertawa seperti orang gila.

Kejadian itu masih menjadi bahan pembicaraan di setiap sudut kota.

Dan yang lebih mengherankan lagi adalah kemunculan seorang gadis misterius berambut pirang platinum. Seorang gadis yang mampu melepaskan roh jahat hanya dengan sentuhan tangannya.

Tak seorang pun mengenalnya apalagi tahu dari mana asal perempuan tersebut. Dan setelah menyelamatkan orang dari roh jahat, gadis itu menghilang seolah tidak pernah ada.

Di dalam Istana Kekaisaran Aurelius.

Rowan berjalan melewati koridor panjang yang dipenuhi tiang marmer putih. Langkah sepatunya bergema pelan. Tatapannya serius namun pikirannya terus memutar kembali kejadian di festival beberapa kemarin.

Terutama sosok gadis itu.

Rowan telah melihat banyak penyihir selama hidupnya. Bahkan beberapa penyihir legendaris yang adalah anggota keluarganya. Namun kemampuan gadis berjubah itu berbeda.

Bukan sihir seperti yang selama ini Rowan lihat. Energi yang keluar dari tubuh gadis itu terasa asing, hangat, tetapi sangat kuat. Seakan mampu menekan keberadaan roh-roh jahat secara mutlak.

Dan itulah alasan Rowan mencarinya. Karena dunia sedang membutuhkan orang seperti gadis itu.

Retakan Abyss muncul di berbagai wilayah di benua ini. Makhluk gelap semakin sering terlihat. Kasus kerasukan terus meningkat dari minggu ke minggu.

Jika gadis misterius itu benar-benar mampu menangani fenomena tersebut, maka keberadaannya bisa menjadi harapan bagi banyak orang.

Rowan berhenti di depan pintu besar ruang kerja Kaisar.

Dua penjaga segera memberi hormat. "Yang Mulia Rowan."

Rowan mengangguk dan bertanya, "Apakah Kaisar di dalam?"

"Sang Kaisar sedang menunggu kedatangan Anda," jawab penjaga itu dan membukakan pintu besar dan memersilahkan Rowan untuk masuk.

Ruangan kerja Kaisar Aurelius selalu membuat siapa pun terkesan. Langit-langitnya tinggi dengan rak-rak buku memenuhi dinding. Peta dunia terbentang di salah satu sisi ruangan.

Sementara meja kerja besar dipenuhi tumpukan laporan. Di balik meja itu duduk seorang pria paruh baya dengan rambut pirang. Wajahnya tampan dan berwibawa meski usia mulai meninggalkan jejak di sudut matanya.

Kaisar Aurelius, Sang Penguasa Kekaisaran Aurelius. Dan juga paman Rowan.

Melihat keponakannya masuk, sang Kaisar mengangkat kepala.

"Rowan?"

Rowan memberi hormat singkat. "Yang Mulia, semoga keselamatan dan kesejahteraan selalu untuk Anda."

"Tidak perlu formal, saat berdua aku adalah Pamanmu. Duduklah," ujar sang Kaisar.

Rowan duduk kursi di depan meja.

Kaisar mengamati wajah keponakannya dan berkata, "Kau tampak tidak tidur semalaman."

"Aku memang tidak tidur terlalu lama. Masih memikirkan kejadian festival. Lebih tepatnya memikirkan gadis misterius itu," jawab Rowan.

Kaisar menyandarkan tubuhnya. "Aku sudah mendengar soal gadis misterius itu. Jujur saja jika benar dia dapat mengusir roh jahat itu akan sangat luar biasa."

Rowan mengangguk. "Sampai sekarang aku masih belum menemukan jejak apa pun. Aku menyaksikan sendiri gadis itu melepaskan kerasukan dalam hitungan detik. Tidak ada mantra panjang. Tidak ada ritual rumit. Tidak ada artefak pendukung."

Victor Aurelius, sang Kaisar mendengarkan ucapan Rowan.

"Jika kemampuan itu bisa digunakan untuk menangani korban retakan Abyss, maka kita membutuhkan bantuannya," tambah Rowan.

Keheningan sesaat memenuhi ruangan. Kaisar memahami alasan Rowan mengingat situasi dunia memang semakin buruk.

Tiga tahun setelah kekalahan Abyss, luka yang ditinggalkannya ternyata belum sepenuhnya sembuh dari benua ini.

Retakan dimensi masih bermunculan. Makhluk kegelapan masih menyelinap keluar. Dan kini roh-roh jahat mulai mengincar manusia.

"Teruskan pencarianmu. Aku akan memerintahkan seluruh jaringan intelijen kerajaan membantu," kata Kaisar akhirnya.

"Terima kasih," ucap Rowan tulus

Namun ekspresi Kaisar tidak berubah membaik. Sebaliknya. Wajahnya menjadi semakin serius.

"Ada hal lain yang perlu kita bahas," kata sang Kaisar.

Rowan segera menyadarinya. Biasanya nada seperti itu berarti masalah besar.

"Apa yang terjadi?" tanya Rowan.

Kaisar membuka sebuah dokumen.

"Akhir-akhir ini aku menerima laporan dari Caelum bahwa ada kelompok pencuri yang sedang bergerak dan mengincar kerajaan kita," beritahu Victor.

Rowan mengangkat alis. "Pencuri?"

"Bukan pencuri biasa. Mereka mengincar relik-relik kuno." Kaisar mendorong dokumen itu ke depan.

Rowan membaca cepat isi laporan tersebut.

Beberapa lokasi kuno.

Artefak bersejarah yang hilang.

Gudang penyimpanan peninggalan kerajaan tetangga yang dibobol.

Dan semuanya terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Kaisar melanjutkan, "Menurut penyelidikan Caelum, target berikutnya kemungkinan adalah relik milik kerajaan kita."

Rowan langsung memahami relik mana yang dimaksud.

Relik yang ditemukan tiga tahun lalu dan kini menjadi salah satu harta terbesar Kekaisaran Aurelius.

Relik yang disimpan jauh di dalam ruang penyimpanan khusus istana.

"Relik itu diincar?" kata Rowan pelan.

Kaisar mengangguk. "Ya."

Rowan mengingat kembali benda tersebut. Saat pertama kali ditemukan, banyak ahli sihir datang untuk menelitinya.

Bahkan Elara dan Aaron turut memeriksanya.

Adik perempuan Rowan dan suaminya memang termasuk penyihir paling berbakat yang pernah ia kenal.

Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu meneliti relik itu. Dan kesimpulan mereka cukup jelas; energinya luar biasa besar, namun tidak berbahaya. Tidak ada kutukan atau pun niat jahat. Hanya kekuatan aneh yang belum diketahui asal-usulnya.

"Itulah yang membuatku bingung. Jika relik itu tidak berbahaya, mengapa para pencuri mengincarnya?" kata Rowan.

Kaisar tersenyum tipis. "Pertanyaan yang sama juga diajukan Caelum. Kemungkinan mereka hanya dibayar."

Rowan terdiam. "Dibayar?"

"Ya. Kelompok pencuri seperti ini biasanya bekerja untuk orang lain. Dan orang yang memesan relik itu mungkin memiliki tujuan berbeda." Kaisar melipat kedua tangannya.

Suasana ruangan mendadak terasa lebih dingin. Karena keduanya memahami kemungkinan yang sama.

"Kelompok okultis yang akhir-akhir ini terdengar?" duga Rowan.

Kaisar mengangguk perlahan. "Bisa jadi."

Rowan menyandarkan tubuh. Pikirannya bergerak cepat.

"Bisa saja ada kelompok yang sengaja memperbesar retakan dimensi, memanggil roh jahat. Atau melakukan ritual terlarang. Mereka mirip para penyihir hitam yang dahulu membantu membangkitkan Abyss," simpul Rowan.

Kaisar menghela napas panjang. "Itulah yang paling kutakutkan."

Dunia sudah membayar harga terlalu mahal dalam perang terakhir. Tak seorang pun ingin melihat tragedi mengerikan itu terulang.

"Karena itu, relik tersebut harus dijaga apa pun yang terjadi," kata Kaisar akhirnya.

Rowan langsung mengangguk. "Aku setuju. Aku akan memperketat keamanan. Aku sendiri juga akan mengawasinya."

Kaisar mengangkat alis. "Kau?"

"Aku dan para kesatria elit akan menjaga relik selama dua puluh empat jam. Tidak ada yang boleh mendekati ruang penyimpanan tanpa izin resmi," ujar Rowan serius.

Tatapan Kaisar melembut. Keponakannya memang selalu seperti ini. Jika sudah menyangkut keselamatan kerajaan, Rowan tidak pernah setengah-setengah.

"Baiklah. Aku menyetujuinya," ujar Victor.

Namun kemudian Rowan memerhatikan sesuatu. Meski Kaisar berbicara santai sepanjang diskusi tadi, ada kelelahan yang tidak bisa disembunyikan di wajahnya.

Lingkar hitam samar terlihat di bawah mata Victor. Dan senyum yang biasa menghiasi wajahnya kini menghilang.

Rowan mengetahui penyebabnya.

"Bagaimana kabar Permaisuri?"

Pertanyaan itu membuat ekspresi Kaisar berubah. Kesedihan muncul jelas hingga Rowan merasa menyesal telah mengungkitnya.

Kaisar menatap jendela. Beberapa detik berlalu sebelum ia menjawab.

"Masih sama. Belum sadar." Suara Kaisar terdengar jauh lebih lemah dibanding sebelumnya.

Hati Rowan terasa berat.

Sudah tiga bulan penuh. Dan Permaisuri masih terbaring tanpa kesadaran.

Kejadian itu mengguncang seluruh kerajaan, dimana saat pesta minum teh istana berlangsung. Permaisuri mendadak kerasukan roh jahat.

Tak ada seorang pun yang siap menghadapi kejadian tersebut.

Para pelayan berteriak.

Para bangsawan panik.

Bahkan kesatria istana kesulitan menanganinya.

Berjam-jam keadaan luar biasa kacau sampai akhirnya Aaron, suami Elara yang saat itu juga ada di istana langsung menggunakan sihir pemurnian.

Namun Permaisuri tidak pernah benar-benar terbangun setelah itu. Tubuhnya hidup. Jantungnya berdetak. Tetapi kesadarannya tidak kembali.

Melihat Kaisar yang selama ini begitu kuat menunjukkan kesedihan seperti itu terasa menyakitkan.

"Paman Alaric dan Bibi Liora masih di Aurelion?" tanya Rowan.

Kaisar mengangguk. "Ya."

Kerajaan Aurelion adalah tanah kelahiran Permaisuri yang suci.

"Menurut informasi yang mereka dapatkan, ada seseorang di sana yang memahami kasus kerasukan roh jahat," kata Kaisar.

"Seorang tabib? Penyihir?" tanya Rowan penasaran

"Informasinya belum jelas. Tapi mereka sedang mencarinya. Aaron dan Elara juga sedang berdiskusi di Oberyn tentang kasus kerasukan ini," jawab Kaisar.

Rowan berharap pencarian itu berhasil.

Alaric dan Liora bukan orang sembarangan. Jika mereka turun tangan langsung, berarti harapan tersebut cukup besar. Begitu pula Elara dan Aaron yang memiliki sejarah yang tak dimiliki oleh siapa pun di benua ini.

"Namun sebelum itu, Anda juga harus menjaga diri." Kekhawatiran terlihat jelas di paras Rowan.

Kaisar tertawa kecil. "Kau mulai terdengar seperti ibumu."

"Mungkin. Kekaisaran membutuhkan Anda. Rakyat juga. Aku tahu Permaisuri adalah orang yang paling berarti bagi Anda. Tapi jika Anda jatuh sakit, situasi akan semakin buruk," ucap Rowan penuh kepedulian.

Kaisar terdiam. Lalu mengangguk perlahan. "Aku akan mencoba lebih memperhatikan diriku sendiri."

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

BRAK!

Pintu ruangan mendadak terbuka.

Seorang penasihat kerajaan masuk dengan wajah pucat. Napasnya memburu.

"Maaf mengganggu, Yang Mulia. Tapi ada keadaan darurat dan saya dengar Yang Mulia Rowan ada di sini," kata sang penasehat kerajaan itu.

Rowan langsung berdiri. "Ada apa?"

Pria tua itu tampak panik. "Masalah besar! Korban kerasukan yang ditahan di sel bawah tanah mengamuk! Mereka menyerang penjaga! Dan sekarang mereka mulai menyakiti diri sendiri!"

Rowan tidak menunggu lebih lama lagi. "Aku akan pergi. Permisi, Yang Mulia."

Kaisar mengangguk cepat. "Hati-hati. Kau jangan sampai terluka."

Rowan memberi hormat singkat. Kemudian berbalik menuju pintu. Detik berikutnya ia sudah berlari meninggalkan ruangan.

Sementara itu di luar istana ketika bayangan malam mulai turun perlahan.

Di atap-atap bangunan. Di antara cerobong dan menara. Beberapa sosok berpakaian hitam bergerak tanpa suara. Mereka melompat dari satu bangunan ke bangunan lain seperti bayangan hidup.

Tidak ada warga yang menyadari keberadaan mereka. Tidak ada penjaga yang melihat. Kelompok itu bergerak menuju satu tujuan.

Istana Kekaisaran Aurelius.

Pemimpin mereka berhenti di atas sebuah menara. Topeng hitam menutupi wajahnya. Tatapannya mengarah pada istana yang berdiri megah di kejauhan.

"Relik berada di ruang penyimpanan si sayap timur istana. Bagaimana penjagaan?" ucap sang pemimpin kelompok.

"Ketat. Namun sesuai informasi, sebagian besar perhatian penjaga sedang teralihkan oleh insiden kerasukan," jawab salah satu dari mereka.

Pria itu tersenyum. Semuanya berjalan sesuai rencana.

Lalu seseorang muncul dari belakang kelompok tersebut.

Seorang gadis bertubuh ramping. Jubah hitam menutupi sebagian besar sosoknya. Namun beberapa helai rambut pirang platinum terlihat tertiup angin malam. Keindahan rambut itu begitu mencolok bahkan dalam kegelapan.

Mata birunya memandang istana dari kejauhan. Tenang dan tidak menunjukkan emosi apa pun.

Pemimpin kelompok menoleh ke sang gadis. "Kau sudah menghafal jalurnya?"

Gadis itu mengangguk pelan. "Sudah."

"Bagus. Kita masuk malam ini."

Angin berhembus melewati atap-atap kota. Membuat rambut platinum gadis itu berkibar lembut.

Namun jauh di dalam istana ada seseorang yang sedang mencari sang gadis tanpa henti; Rowan. Kesatria yang berharap menemukan jawaban atas misteri kerasukan roh jahat.

Dan tanpa mereka sadari takdir keduanya kini perlahan bergerak menuju satu titik pertemuan.

Di tengah konspirasi relik kuno dalam kemunculan kembali bayangan Abyss. Dan di tengah rahasia besar yang mampu mengguncang dunia yang kelak akan menjadi tragedi untuk mereka berdua.

1
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
serem bgt mbayanginya...
Jelita S
lanjut thor 😍
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
eaaalaahhh main tiyum² ajaaaaa..😅
Jelita S
eh si Rowan udah main cium2 z nih😄
Eli Rahma
cieeeee..Lowan..udah menyatakan tinta nih ceritanyaaa..🥰🥰🥰
Archiemorarty: Gx mau ketinggalan dia 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
syukurlah cecillia sadar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!