Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Lea terpaksa menerima ajakan Vano yang merupakan presdir di perusahaan tempatnya magang untuk menikah kontrak dengannya, karena desakan sang Kakek dan kedua orang tuanya untuk segera menikah.
Bagaimanakah hari-hari yang dilalui oleh wanita keras kepala dan tengil dengan pria yang terkenal sangat cuek dan bersikap dingin kepada semua orang, dalam menjalani rumah tangga? Apakah mereka akan tetap bersatu karena timbul rasa cinta di antara keduanya atau justru perpisahan yang akan terjadi setelah masa kontrak berakhir?
Yuk ikuti kisah Lea dan Vano.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mangga Muda.
Vano masih tampak terdiam, tak percaya dengan apa yang menjadi keinginan istrinya itu. Tentu saja ia ingin mengikutinya, tetapi permintaan Lea saat ini benar-benar sangat konyol, membuatnya pun tak yakin akan melakukan hal tersebut.
"Kenapa kau diam Vano? Bukankah tadi kau bilang menuruti apapun yang menjadi keinginanku," tukas Lea.
"Tapi maksudmu apa, kau ingin aku menjadi maling?" Tanya Vano.
"Ayolah Sayang, itu tidak maling kok. Hanya mengambilnya 1 saja tidak akan jadi masalah. Kau juga bisa mengambilnya dari luar pagar, tidak perlu masuk ke dalam rumahnya," ujar Lea, karena pohon mangga tersebut memang memiliki dahan yang sangat besar dan buahnya yang sangat lebat hingga keluar dari pagar rumahnya.
"Itu sama saja aku telah mencurinya Sayang, aku izin dulu ya dengan pemiliknya," ucap Vano.
"Sudah tidak ada waktu lagi, aku yakin pemiliknya juga pasti sudah tidur. Lagipula aku ingin kau mengambilnya langsung, cepat Vano," rengek Lea, sehingga membuat Vano pun tak punya pilihan lain.
Vano membawa galah yang cukup panjang, lalu segera saja ia pergi menuju ke rumah tetangganya itu. Sedangkan Lea menunggunya di depan rumah sambil melihat apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
"Tuan pemilik rumah, aku minta mangganya ya. Ya ambil saja," gumam Vano yang berbicara sendirian, lalu menjolok mangga tersebut.
Guk ... guk ... guk ...
Di saat itu pun terdengar suara gonggongan anjing yang membuat Vano cepat-cepat mengambil mangga yang sudah berhasil ia jolok dan terjatuh di atas tanah, lalu membawanya kabur dengan lari pontang-panting, membuat Lea terkekeh melihat kelakuan suaminya itu. Hingga kini Vano sudah berada di hadapannya dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Sayang ini benar-benar gila tahu nggak. Masa sih anak kita menginginkan aku untuk menjadi seorang maling," ujar Vano yang terlihat sangat kesal.
"Aku juga nggak tahu Sayang, tapi ini benar-benar keinginannya," ucap Lea tertunduk sembari mengusap perutnya yang masih terlihat rata.
"Ya sudah ini mangganya," ucap Vano yang memberikan 2 biji mangga dan tentunya membuat istrinya itu merasa sangat bahagia.
"Terima kasih Sayang, ya sudah kalau begitu ayo kita masuk dan mengupasnya. Aku sudah tidak sabar ingin memakannya," ucap Lea begitu antusias.
Lalu Vano pun menggandeng tangan istrinya itu masuk ke dalam rumah dan langsung saja menuju ke dapur.
------
Vano mengupaskan mangga tersebut, sementara Lea menunggunya di meja makan dan sudah tak sabar lagi untuk menikmati mangga muda itu.
"Sayang, ini mangganya. Apa kau yakin akan memakan mangganya seperti ini saja?" Tanya Vano.
"Ya, aku hanya ingin memakan mangga ini dengan sedikit garam. Terima kasih ya Sayang," ucap Lea menerima mangga tersebut, lalu mengambil potongan mangga dan mencoleknya dengan sedikit garam, serta memakannya dengan sangat lahap.
"Emh ... ,"
Kres ... kres ... kres ...
Vano yang melihat istrinya itu makan mangga seperti layaknya makan kerupuk dengan bunyi khasnya, membuatnya merasa ngilu dan juga keheranan. Karena Lea yang biasanya tidak suka mangga, kali ini terlihat begitu menyukainya bahkan itu adalah mangga muda yang rasanya sangat asam. Akan tetapi Vano memakluminya saja, mungkin karena memang saat ini Lea dalam kondisi mengidam. Vano pun lebih memilih menikmati makan malamnya sambil menemani istrinya tersebut.
"Sayang, apa kau yakin tidak mau makan sedikit saja. Nanti perutmu bisa sakit kalau kebanyakan makan mangga muda seperti itu tanpa menyentuh nasi sedikitpun," ujar Vano.
"Aku tidak mau Sayang. Makan mangga saat ini saja membuat perutku sudah terasa kenyang," jawab Lea.
"Sedikit saja ya, yang penting ada sedikit nasi yang masuk ke dalam perutmu. Biar aku yang suap," pujuk Vano sehingga Lea pun mengangguk menyetujuinya.
Tetapi hanya beberapa suap saja Lea sudah menyudahinya karena ia benar-benar merasa sangat kenyang dengan memakan 2 buah mangga yang telah Vano ambilkan khusus untuknya.
"Kau ini benar-benar luar biasa sayang, padahal tadi kau hanya memintanya 1, tapi aku mengambilnya 2 dan kau menghabiskan semuanya. Lalu yang aku tahu kau tidak menyukai mangga, kenapa bisa saat ini kau menyukai mangga muda seperti itu tanpa merasakan masam sedikitpun," ujar Vano.
"Aku juga tidak tahu Sayang, tapi rasanya itu benar-benar sangat enak dan sekarang aku sudah sangat lega," ucap Lea tersenyum.
"Sayang, kau ini ada-ada saja. Ya sudah yuk sekarang kita masuk kamar," ajak Vano karena mereka memang sudah selesai makan. Lalu keduanya pun melangkahkan kaki menuju ke kamar.
*****
"Van, setelah Perusahaan Y sudah tak lagi bekerja sama dengan kita, saat ini kita belum memiliki perusahaan jasa yang baru. Atau menurutmu aku harus mencarinya lagi?" Tanya Zayn yang menemui Vano di ruangannya.
"Kenapa dalam masalah seperti ini saja kau harus bertanya Zayn, ya sudah pasti kau harus mencarinya yang baru. Pastikan perusahaan itu benar-benar sudah bergerak di bidang jasa ini kurang lebih selama 2 tahun dan tidak masalah bagiku meskipun perusahaan itu bukanlah perusahaan besar, yang terpenting bisa bekerja sama dengan baik dan juga bertanggung jawab," ucap Vano.
"Baiklah Tuan Vano dan aku sudah menemukan beberapa di sini. Ini data-data beberapa perusahaan tersebut, kau bisa melihatnya langsung," ucap Zayn yang memberikan berkas terhadap Vano.
"Ternyata kau sudah menyiapkannya, kenapa kau harus bertanya lagi. Baiklah, kalau begitu kau boleh keluar sekarang dan tolong panggilkan kekasihku ke sini," ucap Vano.
"Kekasih? Bukankah kau hanya memiliki istri di sini?" Tanya Zayn kebingungan.
"Ish kau ini, cepat cari kekasih supaya kau tahu. Aku dan Lea 'kan baru saling mencintai semenjak kami menikah, itu artinya dia kekasihku dan sekarang ini adalah masa-masa kami berpacaran setelah menikah," ujar Vano.
"Terserah kau saja," ucap Zayn yang langsung saja keluar dari ruangan Vano.
Jika sudah membahas soal jomblo dan kekasih, Zayn memilih untuk menghindar daripada harus dibully oleh sahabatnya itu. Apalagi jika ada Lea di sampingnya, sudah pasti ia tidak akan dibuat berkutik oleh pasangan suami istri itu.
*****
Karena Lea sangat menginginkan makan steak daging, sehingga malam hari tepat pukul 19.00 WIB, Vano langsung saja mengajak istrinya itu pergi ke restoran steak daging yang menurut Lea sangat enak. Tentunya mereka sudah pernah berkunjung sebelumnya, sehingga Lea pun sangat menginginkannya lagi saat ini
Setibanya di restoran tersebut, bukan hanya steak daging saja yang dipesan oleh Lea tetapi juga dengan beberapa makanan lainnya yang membuat Vano merasa sangat terkejut.
"Kau yakin bisa menghabiskan semua makanan ini?" Tanya Vano yang melihat ada beberapa menu makanan sudah berada di atas meja.
"Memangnya kenapa? Apakah menurutmu aku tidak sanggup untuk menghabiskan makanan ini?" Tanya Lea pula.
"Tapi ini sangat banyak Sayang, apa kau yakin? Kalau tidak habis semuanya akan menjadi mubazir,"!ujar Vano.
"Ya sudah kalau aku tidak habis, kau harus membantuku untuk menghabisinya," tukas Lea yang membuat Vano pun mengernyitkan dahinya.
Lalu mereka mulai menikmati makanan yang telah tersaji di atas meja. Lea terlihat lahap mencicipi semua makanan yang ia pesan meskipun tidak bisa menghabiskannya dan terlihat sudah sangat kekenyangan.
"Sayang, aku mau ke toilet dulu ya. Kau jangan memakan makananku karena aku masih ingin memakannya," ucap Lea yang membuat Vano pun hanya geleng-geleng kepala saja.
Vano hanya berpikir positif mungkin karena bawaan bayinya itu yang membuat Lea saat ini menjadi lebih banyak makan. Padahal usia kandungannya baru saja memasuki usia 8 Minggu tetapi ia sudah mengidam yang aneh-aneh serta porsi makannya yang terlihat banyak, tidak seperti ibu hamil pada umumnya yang sedang mengalami morning sickness di saat usia kehamilan muda.
Brak ....
Saat hendak masuk ke dalam toilet, tidak sengaja Lea bertabrakan dengan seorang ibu paruh baya yang di saat itu baru keluar dari toilet tersebut. Sehingga membuat keduanya pun saling bertatapan dan merasakan jika mereka pernah bertemu sebelumnya.
Bersambung ...