Su Tianjin, seorang Pangeran terbuang dari Kekaisaran Jing. Dia tidak lagi diakui sebagai Pangeran Kekaisaran dan harus terasingkan hanya karena tidak bisa berkultivasi.
Diasingkan di tempat pembuangan, di mana tempat itu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak bisa berkultivasi. Su Tianjin mengungkap sebuah fakta tentang dirinya dan semua orang yang diasingkan di tempat sama seperti dirinya.
Sebuah fakta jika dirinya bukannya tidak bisa berkultivasi, melainkan kekuatannya tersegel sampai usia tertentu. Sedangkan untuk orang lain yang bernasib sama sepertinya, nyatanya mereka semua bisa berkultivasi begitu segel di tubuh mereka dihancurkan.
Apa yang akan dilakukan Su Tianjin setelah kekuatan segel yang menyegrl kekuatannya hancur dan dia bisa memulai jalan kultivasinya? Apa dia akan membalaskan dendam pada Kekaisaran Su, atau dia justru membangun kekuatan baru untuk melebihi Kekaisaran yang merupakan tanah kelahirannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekalahan Kaisar Tang Zuhai
Kaisar Jing Ren yang sedang bertarung dengan Kaisar Tang Zuhai, dia cepat melompat mundur, saat penasaran dengan keadaan prajurit Kekaisarannya.
Dia khawatir prajurit Kekaisaran telah dibabat habis oleh prajurit Kekaisaran Tang yang unggul dalam jumlah serta kekuatan.
Namun, kekhawatirannya terbantahkan saat dia melihat hal yang sebaliknya. Bukan prajurit Kekaisarannya yang berada dalam keadaan terdesak, melainkan justru prajurit Kekaisaran Tang yang dalam keadaan terdesak.
Bahkan kini jumlah prajurit Kekaisaran Jing dan jumlah prajurit Kekaisaran Tang mulai berimbang, dan segera pandangan Kaisar Jing Ren tertuju pada sosok pemuda yang tanpa ampun membunuh satu-persatu prajurit Kekaisaran Tang.
Pemuda itu terus saja membunuh prajurit Kekaisaran Tang, dan dari wajahnya dia mengenali pemuda itu. ‘Su Tianjin! Setelah apa yang aku lakukan, kenapa dia masih peduli dengan Kekaisaran Jing? Bukannya dia seharusnya senang saat hal buruk terjadi padaku dan Kekaisaran ini?’ batinnya bertanya-tanya.
Ketidak percayaan terlihat jelas di wajah Kaisar Jing Ren saat melihat putra yang telah dia buang, dengan gagah berani bertarung melawan musuh Kekaisaran Jing.
Dia tidak menyangka jika masih ada kepedulian yang begitu besar pada Kekaisaran Jing, setelah semua hal buruk yang dilakukan padanya.
Sementara di sisi Kaisar Tang Zuhai, dia menggertakkan giginya marah, saat tahu ada beberapa orang yang membantai prajuritnya.
“Kurang ajar! Beraninya mereka melakukan hal buruk pada prajuritku! Mereka semua harus mati di tanganku!” Kaisar Tang Zuhai berteriak penuh amarah, lalu dia bergerak cepat menyerang salah satu orang yang membantai prajuritnya.
Kaisar Jing Ren yang melihat Kaisar Tang Zuhai pergi meninggalkan pertarungan dengannya, dan memilih menyerang salah satu orang yang membantai prajurit Kekaisaran Tang, dia segera mengejar Kaisar Tang Zuhai.
Namun sayangnya Kaisar Jing Ren jauh lebih lambat, dan dia tidak bisa menghentikan pergerakan cepat Kaisar Tang Zuhai.
Melihat wanita yang menjadi tujuan Kaisar Tang Zuhai, Kaisar Jing Ren yakin hal buruk akan terjadi pada wanita itu, dan itu bukan sesuatu yang dia inginkan. Bagaimanapun juga wanita itu datang untuk membantu Kekaisaran Jing, dan dia sebagai seorang Kaisar sudah seharusnya melindungi wanita itu.
Akan tetapi, apa yang selanjutnya dia lihat benar-benar membuatnya terperangah.
Bukannya melihat wanita yang di serang Kaisar Tang Zuhai terluka, tapi dia justru melihat sosok Kaisar Tang Zuhai terpental jauh, menghantam ratusan prajurit Kekaisaran Tang. Sang Kaisar terpental oleh sebuah tinju, dan tinju itu dilakukan oleh wanita yang menjadi target serangannya.
‘Tinjunya bisa membuat Kaisar Tang Zuhai terpental begitu jauh. Dia sangatlah kuat, dan masih sangat muda. Dari apa yang aku lihat, dia jauh lebih cocok menjadi Permaisuri masa depan Kekaisaran Jing, dibandingkan Putri Mahkota Kekaisaran Tang!’ batin Kaisar Jing Ren dengan senyuman lebar nampak di wajahnya.
Kaisar Jing Ren memiliki rencana, dan rencana itu berhubungan dengan masa depan Kekaisaran Jing.
Sementara untuk wanita yang baru meninju Kaisar Tang Zuhai sampai terpental, dia adalah Yue Yang, dan dia sama sekali tidak ada niatan melepas siapapun yang menjadi lawannya.
Bergerak cepat mencari keberadaan Kaisar Tang Zuhai, begitu menemukan keberadaan sang Kaisar yang baru saja bangkit berdiri dan menyeka darah di sudut bibirnya, Yue Yan langsung saja menyerang Kaisar Tang Zuhai yang sudah ditetapkannya sebagai lawan, dan dengan semua yang dimilikinya, dia akan berusaha membunuh lawannya.
Su Tianjin dan empat orang lainnya, mereka melihat dah tahu jika Yue Yan sedang menghadapi Kaisar Tang Zuhai.
Bukannya khawatir dengan keselamatan Yue Yan, mereka justru sangat yakin jika Yue Yan dapat mengalahkan Kaisar Tang Zuhai.
Dengan kekuatan berada di tingkat aura berwarna Emas tahap puncak, bukan sesuatu yang sulit bagi Yue Yan mengalahkan Kaisar Tang Zuhai, yang kekuatannya saat ini berada di tingkat aura berwarna Emas tahap awal.
Yue Yan belum menyerang tanpa menggunakan senjata, berbeda dengan Kaisar Tang Zuhai yang saat ini sudah mempersenjatai dirinya dengan sebuah pedang.
Meski sudah mempersenjatai dirinya, bukan berarti Kaisar Tang Zuhai bisa membalikkan keadaan, yaitu membuat Yue Yan terpojok. Nyatanya dia tetap kewalahan, meski selain menggunakan senjata, dia juga sudah mengerahkan seluruh aura kekuatannya.
Swush... Swush... Swush... Swush...
Bergerak cepat dan lincah, mudah bagi Yue Yan menghindari seluruh tebasan pedang yang dilakukan Kaisar Tang Zuhai. Dia juga mengeluarkan aura tidak kalah kuat, saat Kaisar Tang Zuhai menggunakan kekuatan aura kekuatannya, untuk menekan dirinya.
Slash... Slash...
Baang... Boom...
Tebasan demi tebasan berhasil dihindari Yue Yan, dan saat lawan sedikit lengah, dia berhasil melepaskan tinju yang tepat menghantam wajah Kaisar Tang Zuhai.
Tubuh besar Kaisar Tang Zuhai terpelanting ke samping begitu dia terkena tinju Yue Yan.
Wajah sang Kaisar terluka, tapi itu bukanlah akhir dari serangan yang dilakukan Yue Yan.
Yue Yan cepat muncul di hadapan Kaisar Tang Zuhai, dan kembali melepaskan tinju ke arah wajah serta tubuh sang Kaisar.
Beberapa tinju berhasil dihindari Kaisar Tang Zuhai, tapi tidak sedikit tinju yang tepat sasaran, membuat luka di tubuh Kaisar Tang Zuhai semakin bertambah.
Menggunakan kekuatan elemen angin untuk mendorong Yue Yan supaya menjauh darinya, semua itu tidak berguna karena nyatanya kekuatan elemen angin Yue Yan jauh lebih kuat dibandingkan milik Kaisar Tang Zuhai.
Bukannya Yue Yan yang terdorong menjauh, tapi justru sebaliknya, Kaisar Tang Zuhai terpental oleh hantaman kuat bola angin yang dikeluarkan Yue Yan.
Baang... Baang... Booomm...
Tubuh Kaisar Tang Zuhai terpental menghantam prajurit Kekaisaran Tang, membuat banyak prajurit terluka, bahkan ada yang seketika mati saat itu juga.
Selayaknya Dewi Kematian yang belum puas menyiksa lawannya, Yue Yan kembali muncul di dekat Kaisar Tang Zuhai yang mencoba kembali bangkit.
Tanpa ampun kembali Yue Yan menyerang, dan kali ini seluruh serangannya tepat mengenai sasaran karena Kaisar Tang Zuhai tidak lagi memiliki kekuatan lebih untuk melakukan perlawanan.
“Aku tidak akan membunuhmu, dikarenakan ada yang jauh lebih pantas membunuhmu daripada aku!” kata Yue Yan, dan dia melayangkan tinju yang telah berselimut energi spiritual ke arah tubuh Kaisar Tang Zuhai.
Kuatnya tinju yang dilakukan Yue Yan, membuat Kaisar Tang Zuhai seketika kehilangan kesadaran, dan semua itu disaksikan oleh prajurit Kekaisaran Tang.
Melihat Kaisar Tang Zuhai yang berhasil dikalahkan, prajurit Kekaisaran Tang yang masih bertarung segera mengangkat kedua tangan setelah lebih dulu menjatuhkan senjata di tangan mereka.
Tanpa adanya sosok Kaisar Tang Zuhai dan nyatanya mereka saat ini berada dalam keadaan terpojok, menyerah adalah keputusan paling tepat daripada mati konyol di tangan musuh.
Pertempuran yang sebelumnya diperkirakan bisa berlangsung selama berhari-hari, nyatanya hanya berlangsung kurang dari satu hari, dan semua itu karena seorang wanita yang berhasil mengalahkan Kaisar Tang Zuhai.
Seluruh prajurit Kekaisaran Tang memutuskan menyerah, tapi keanehan terlihat, saat wanita yang mengalahkan Kaisar Tang Zuhai bukannya membawa tubuh tidak berdaya sangat Kaisar Kekaisaran Tang ke hadapan Kaisar Jing Ren, melainkan dia justru membawa tubuh tidak berdaya Kaisar Tang Zuhai ke hadapan seorang pemuda.
“Aku membawakan tangkapan besar untuk Tuan Muda!” Yue Yan melempar begitu saja tubuh tidak berdaya Kaisar Tang Zuhai tepat di hadapan Su Tianjin.
Su Tianjin melihat keadaan Kaisar Tang Zuhai, memastikan dia masih hidup.
Setelah memastikan sang Kaisar masih hidup, Su Tianjin memanggil dua orang prajurit Kekaisaran Jing.
“Serahkan orang ini pada Yang Mulia Kaisar Jing!” perintah Su Tianjin pada dua orang prajurit Kekaisaran Jing yang dia panggil.
Kedua prajurit segera menjalankan perintah Su Tianjin.
Bekerjasama mereka menyeret tubuh Kaisar Tang Zuhai, membawanya ke hadapan Kaisar Jing Ren, yang kini telah didampingi para Jenderal, Putra Mahkota, serta dua Pangeran Kekaisaran.
Kaisar Jing Ren yang menerima tubuh Kaisar Tang Zuhai, dia mempercayakan mengantar Kaisar Tang Zuhai ke penjara pada kedua Jenderal Kekaisarannya.
Kini, dengan didampingi Putra Mahkota, kedua Pangeran Kekaisaran, serta tiga orang Jenderal, Kaisar Jing Ren melangkahkan kaki berjalan menghampiri kelompok yang dipimpin Su Tianjin.
Tujuan Kaisar Jing Ren bukanlah untuk berterimakasih, tapi dia ingin merebut wanita yang sebelumnya berhasil mengalahkan Kaisar Tang Zuhai.
Baginya, wanita itu jauh lebih pantas menjadi Permaisuri masa depan Kekaisaran Jing, dibandingkan menjadi pengikut sang Pangeran terbuang. Namun, dia tidak sadar jika apa yang akan dia lakukan justru akan mendatangkan masalah yang jauh lebih besar, daripada serangan Kekaisaran Tang.
Sedangkan di sisi lain, Su Tianjin yang melihat arah pandangan Kaisar Jing Ren, dia bisa menebak apa yang diinginkan seorang Kaisar, yang sangat gila akan kekuatan.
‘Jika dia bermaksud datang untuk merebut Yue Yan, aku pastikan dia akan mendapatkan sesuatu yang lebih mengerikan dari kematian!’ batin Su Tianjin.
......................
Bersambung.