Via menata kembali kehidupannya setelah orang tuanya meninggal dalam kecelakaan dan kakaknya berakhir dalam kondisi vegetatif di rumah sakit.
Saat inilah Ziga datang menawarkan sebuah pernikahan kontrak.
Apakah akhirnya mereka saling mencintai atau hanya sebatas kontrak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang memukulku ?
Erik pun akhirnya tiba di Bar, dia terkejut melihat keadaan Ziga yang tampak tak karuan.
"Apa yang terjadi dengan anda Tuan ?" tanya Erik.
"Jemput orang tuaku tengah malam nanti. pesawat mereka baru akan tiba pukul 00.15 !" Ziga memberikan perintah pada Erik tanpa menjawab pertanyaan asistennya tersebut.
"Aku tidak mungkin menjemput mereka dalam keadaan seperti ini dan sampaikan permintaan maafku pada mereka," pesan Ziga
"Baik Tuan," jawab Erik singkat.
"Sebelum itu, kau periksa terlebih dahulu Cctv di Bar ini, aku ingin tahu, siapa orangnya yang berani memukulku," ujar Ziga dengan geram.
"Baik Tuan," jawab Erik yang akhirnya mengerti apa yang menyebabkan Ziga marah.
Erik pun langsung menuju kantor keamanan untuk melihat Cctv Bar sesuai dengan perintah Ziga.
"Permisi, selamat malam !" sapa Erik pada petugas yang menjaga ruang kontrol.
"Aku ingin melihat rekaman Cctv satu jam terakhir," ucap Erik pada petugas itu.
"Silahkan Tuan !" jawab sang petugas yang memang sudah mengenal Erik asisten Ziga selaku pemilik hotel tersebut.
Setelah melihat rekaman Cctv, Erik merasa kecewa, karna tidak dapat menangkap dengan jelas wajah pelaku yang memukul Tuan Muda Ziga.
Sudut pandang Cctv tersebut kurang bagus di tambah pencahayaan di dalam bar yang sedikit remang remang membuat wajah si pelaku tampak buram.
"Apa tidak bisa di perjelas lagi ?" tanya Erik pada petugas itu.
"Maaf Tuan, ini sudah maksimal, karena pencahayaan di Bar membuat sudut pandang yang kurang bagus," jelas petugas tersebut.
"Kirim salinan rekaman ini ke E-mail saya !" perintah Erik.
"Baik Tuan, akan segera saya kirimkan ," jawab petugas tersebut.
Erik pun segera kembali ke Bar untuk menemui Ziga.
"Bagaimana, hasilnya ?" tanya Ziga setelah melihat Erik kembali dari tugasnya.
"Maaf Tuan, rekaman Cctv tidak begitu jelas, jadi saya tidak dapat mengenali pelaku yang memukul Tuan," terang Erik.
"Brengsek !!!" umpat Ziga sembari menggebrak meja.
Orang orang yang betada sekitar mereka terkejut tapi tak ada yang berani berkomentar, karena mereka tahu jika mereka salah berkomentar anggap saja cari mati.
Ziga sendiri tak perduli dengan keadaan sekitarnya. Amarah pria itu telah mencapai puncaknya.
"Tapi, saya sudah meminta salinan rekaman Cctv tersebut agar bisa saya selidiki lagi siapa pelakunya," terang Erik.
Ziga menghela nafas, setidaknya Erik bertindak dengan benar, karena bagaimanapun juga dia harus menemukan pelaku tersebut.
Ziga pun beranjak meninggalkan bar karna dia merasa tak ada gunanya di sana hanya menambah pusing kepalanya saja.
"Aku akan istirahat," ucap Ziga pada Erik.
"Jangan lupa untuk menjemput orang tuaku !" ucap Ziga mengingatkan kembali erik akan tugasnya.
"Baik Tuan," jawab Erik.
Mereka pun berpisah di lift, Ziga menaiki lift menuju kamarnya, sedangkan Erik menuju ke parkiran mobil untuk segera berangkat menjemput Tuan dan Nyonya besar Pratama .
Ziga merebahkan tubuhnya di kasur, pria itu mencoba mengingat-ingat kejadian di dalam Bar. Dari wanita asing yang berusaha mendekatinya sampai insiden pemukulan yang menimpanya.
Sial, siapa ******** yang berani memukulku, umpat Ziga dalam hatinya.
"Ahhhh," Ziga berteriak frustasi.
Kemudian pria tersebut mencoba memejamkan matanya untuk meredakan sakit di kepalanya akibat alkohol yang ia minum.
Sementara itu, Erik telah tiba di Bandara untuk menjemput Danu dan Ayu.
"Selamat datang Tuan, Nyonya !" sapa Erik sembari memasukkan barang bawaan mereka ke dalam bagasi mobil.
"Terima kasih," jawab Danu.
"Di mana Ziga, Rik ?" tanya Ayu yang tak melihat keberadaan putranya.
"Maaf Nyonya, Tuan Muda sedang beristirahat karena kelelahan. Jadi tidak datang untuk menjemput Tuan dan Nyonya ," jawab Erik seperti apa yang telah di pesankan oleh Ziga.
"Dasar anak nakal, tidak menghargai orang tua," gerutu Danu.
"Mungkin Ziga memang benar-benar lelah Pah," ucap Ayu berusaha menenangkan suaminya tersebut.
"Besok adalah hari pernikahannya, jadi sebaiknya kita biarkan dia beristirahat," tambah Ayu.
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke Hotel.
kalo 28 atau 29, mungkin lah mulai khawatir.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya