Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Kelam Malam Kebahagiaan
Plak plak plak plak
Tamparan keras bertubi-tubi Lisa layangkan di pipi kanan dan kiri Ayu hingga terlihat Ayu meringis kesakitan.
"Ampun Tante, ampun," rintih Ayu meratap sambil memegangi kedua pipinya yang sudah tampak merah.
"Berani-beraninya kamu ngasih alamat rumah kita sama orang asing! Apa Kamu sengaja ingin minta bantuan dia untuk keluar dari rumah ini! Hah!!" bentak Lisa sambil menjambak dan mengguncang-guncangkan kepala Ayu.
"Aaa! Hiks sakit Tante, ampun. Ayu gak kasih tahu alamat rumah kita sama Kaka itu, hiksss huhuhuuu," ratap Ayu sambil menangis pilu.
"BOHONG KAMU! SUDAH BERANI KAMU YA BERBOHONG DAN MAU MENENTANG KU, HAH!"
Plak plak plak plak
Kembali tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri dengan sangat keras. Lisa makin kalap dan terus menyakiti Ayu dengan pukulan, jambakan, cakaran atau tendangan hingga membuat tubuh Ayu yang kurus tak bertenaga terkulai lemah di lantai.
"Cuih! Dasar sampah!" maki Lisa sambil meludahi wajah Ayu sebelum dia pergi meninggalkan Ayu yang terkulai lemah di ruang tamu.
"Hiksss hiksss huhuhuuu hiks hiks huhuhuuu." tangis pilu Ayu terasa mengiris hati.
Ayu berusaha merangkak dari lantai untuk berjalan menuju kamarnya, rasa sakit sekujur tubuhnya membuat Ayu tak berhenti menangis. Kini tubuh kurus yang tinggal tulang berbalut kulit tergeletak lemah di atas ranjang sambil meringkuk.
Malam tak terasa kian larut, dengan tubuh penuh luka lebam di sekujur tubuhnya, Ayu bangun dari tidurnya lalu berjalan ke luar kamar. Hampir semua lampu ruang di rumahnya sudah padam, hanya beberapa lampu sudut yang masih menyala lengkap dengan suasana yang sangat hening.
Ayu terus berjalan perlahan melewati ruangan demi ruangan hingga dia sampai di depan pintu utama rumahnya, dengan sangat hati-hati dia menekan handle pintu perlahan tanpa menimbulkan suara. Hembusan angin malam langsung menerpa wajah Ayu, tapi Ayu seperti tidak merasakan dinginnya malam, kulitnya seakan mati rasa.
Berjalan menembus pekatnya malam tanpa rasa takut, Ayu melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang sangat sepi. Bunyi binatang malam seperti teman yang mengiringi langkah Ayu menuju tempat yang sangat dirindukannya untuk mencurahkan segala keluh kesah dan juga kesedihan hatinya.
"Bunda Ayu datang." ucap lirih Ayu langsung bersimpuh memeluk makam Nirmala.
"Hiksss hiksss huhuhuuu hiksss hiksss...," isak tangis Ayu tak mampu dia tahan.
Tangan mungilnya mengusap pusara Nirmala dengan air mata berlinang, gadis beranjak remaja itu seakan ingin meluapkan semua beban penderitaan yang selama ini dia tanggung sendiri.
"Maafin Ayu Bunda, Ayu nggak bisa menepati janji Ayu untuk menunggu ayah pulang hiksss," ucap Ayu putus asa.
Ayu menoleh ke arah makam Queen lalu dia memeluk batu nisan Queen sambil mengusap pusaranya.
"Hiksss huuuu, maafin Kakak Dek, Kakak nggak bisa balas dendam sama orang yang sudah bikin dedek pergi dari sisi kakak." ucap Ayu menyesal tak bisa memenuhi janjinya kepada dua orang yang dia sayang.
Setelah beberapa saat tangisnya reda Ayu mulai berjalan meninggalkan kedua makam orang yang dia sayangi. Langkah kakinya tak membawanya pulang ke rumah tapi ke arah jalan yang berbeda.
Ayu terus berjalan menembus pekatnya malam hingga langkah kakinya terhenti tepat di tengah jembatan sungai besar tak jauh dari rumahnya. Kaki kurusnya perlahan menaiki pagar besi pembatas jembatan, kalau dia berdiri di atas pagar pembatas jembatan tanpa rasa takut.
Keinginannya saat ini cuman satu, dia ingin mengakhiri hidupnya dan bertemu dengan Nirmala serta Queen. Penderitaan bertubi-tubi dan siksaan membuat dia putus asa hingga ingin mengakhiri hidupnya.
"Bunda, dede kita akan kembali berkumpul bertiga, Kakak ingin sekali bertemu dengan bunda dan Dede." ucap Ayu begitu yakin ingin mengakhiri hidupnya yang pedih.
"Ayah maafin Ayu yah, Ayu nggak bisa jaga ayah. Ayu juga nggak sanggup nunggu ayah, Ayu sudah terlalu sakit yah, Ayu sudah nggak kuat lagi." suara Ayu tampak pasrah dalam keputusasaannya.
Ayu mulai memejamkan matanya, dia melepaskan tangannya dari pegangan pada besi pembatas jembatan lalu perlahan dia mulai memajukan tubuhnya dan siap untuk terjun ke bawah ke dalam sungai yang sangat dalam.
Hupp.
Satu sambaran langsung memeluk erat tubuh Ayu yang nyaris jatuh ke sungai. Tubuh Ayu langsung diangkat dari atas pagar pembatas jembatan dan diturunkan di trotoar pinggir jalan. Ayu membuka matanya dan betapa terkejutnya saat dia melihat sosok yang ada di depannya.
"Ka-" suaranya terasa tersekat di tenggorokan dan hanya ada air mata yang meleleh di kedua pipinya dengan tatapan penuh putus asa dan juga kesedihan.
Tampak sosok berhodie hitam dengan penutup kepala itu memeluk erat tubuh Ayu. Dia mencium pucuk kepala Ayu beberapa kali sambil terisak. Ayu sesaat bingung tapi hatinya merasa hangat dalam pelukan sosok sang penolongnya.
"Hiksss huuuu hiksss hiksss huuuu." Tangis Ayu seketika pecah dalam pelukan sosok berhodie hitam itu.
Setelah meninggalnya Nirmala dan Queen baru kali ini Ayu merasakan kembali hangatnya sebuah pelukan sehingga membuat dia tidak mampu meluapkan perasaannya.
"Huhuhuuu hiksss hiksss hiksss huhuhuuu." Ayu terus menangis tanpa henti.
Sementara sosok berhodie hitam itu tak berhenti mengusap punggung Ayu dan mencium pucuk kepalanya.
Hampir 10 menit Ayu menumpahkan semua kesedihan dalam tangis dipelukan sosok berhodie itu sampai tangisnya benar-benar reda.
"Jangan lakukan hal konyol dan sia-sia seperti ini ingat itu Ay, walaupun semua orang di dunia ini jahat kepadamu percayalah sama kakak, Kakak sayang sama Ayu." ucap sosok berhodie itu yang tak lain adalah Diandra.
"Kakak kenapa ada di sini?" tanya Ayu kenapa Diandra saat dia ingin mengakhiri hidupnya Diandra datang mencegahnya.
"Setelah kejadian di rumahmu tadi kakak terus mikirin keadaan kamu, pasti wanita iblis itu menyiksamu. Kakak ingin sekali mendobrak dan mengambil Ayu secara paksa tapi itu akan jadi masalah, karena itu Kaka mengawasi rumahmu di pos ronda di ujung gang. Saat Kakak melihat kamu berjalan sendiri Kakak mengikutimu dari belakang dan melihatmu ingin bunuh diri kakak tidak tahan untuk mencegahnya karena Kakak sayang sama kamu. Kakak nggak mau kamu mati sia-sia sebelum kamu bisa membalas dendam sama orang yang sudah menyakiti kamu, mereka nggak boleh dibiarkan hidup dengan tenang Ay. Perbuatan mereka harus kamu balas." jawab Diandra.
Ayu menoleh ke arah Diandra lalu memandang sorot mata yang begitu tegas tapi penuh kasih sayang.
"Ikutlah dengan kakak, saat nanti kamu sudah dewasa dan kuat punya bekal yang cukup, balas dendam lah pada orang-orang yang sudah membuatmu menderita dan kehilangan orang yang kamu sayang." ucap Diandra begitu bersemangat membangkitkan keputusasaan Ayu.
"Tapi mereka akan menyakiti Bunda sama Queen, tante mengancam akan membongkar kuburan Bunda sama Dede kalau Ayu pergi melarikan diri dari tante." ucap Ayu putus asa dengan ancaman Lisa.
"Dengar Sayang, itu cuman omong kosong orang jahat berhati iblis, hal yang terpenting yang perlu Ayu ketahui bahwa Bunda dan Queen memang sudah tiada mereka sudah menyatu dengan tanah tapi ingat mereka nggak pernah mati di hati dan juga pikiran Ayu mereka akan senantiasa hidup. Jadi jangan khawatir di manapun Ayu berada mereka akan selalu ada di hati dan pikiran Ayu. Mengerti." kata-kata Diandra membuat Ayu membulatkan matanya.
Sejenak Ayu memandang pekatnya malam seperti sedang mencerna dan memikirkan perkataan Diandra. Diandra mengambil kedua telapak tangan Ayu lalu meremasnya lembut dan mengusapnya.
"Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya. Kaka yakin dari penderitaan yang Ayu alami sampai saat ini. Ayu adalah orang yang kuat jadi ikutlah dengan kakak, kita akan balas setiap luka, darah dan tetesan air mata kamu Ay," ucap Diandra terus berusaha membujuk Ayu.
"Tapi kak kalau nanti tante sama Om jahat itu nemuin Ayu pasti mereka akan menyiksa Ayu kembali." ucap Ayu kembali ketakutan jika mengingat kelakuan Lisa dan Rudi kepadanya.
"Jangan khawatir, malam ini juga kita akan pergi keluar dari kota ini. Kita akan pergi jauh meninggalkan kota ini. Yang penting Ayu harus siap untuk ikut bersama kakak dan untuk sementara Ayu tinggalkan dulu bunda dan Queen di sini. Suatu hari nanti Ayu bisa balik lagi dan kembali cari ayah Ayu." kata Diandra terus meyakinkan Ayu untuk ikut bersamanya.
Sejenak Ayu diam seperti sedang memikirkan pilihan mana yang harus diambil, mengakhiri hidupnya, pulang ke rumahnya dengan siksaan seperti neraka atau pergi bersama Diandra dan melupakan semua kenangan buruk seperti yang Diandra katakan.
"Ayu ikut Kaka." Ucap Ayu pelan tapi membuat hati Diandra bersorak girang.
Diandra langsung memeluk tubuh Ayu sangat erat sambil tersenyum bahagia, dia memandang langit malam dengan taburan bintang dan bulan sabit yang menghiasi dengan penuh perasaan bahagia. Kini keinginannya cuma satu hidup dengan Ayu dan pergi sejauh mungkin dari Lisa dan Rudi.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya