NovelToon NovelToon
SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan dari novel BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN.



Semuanya masih menjadi misteri.
Revan, Revin, Reon dan Carlos memutuskan untuk pergi ke negara S dan menemukan seseorang yang mencoba untuk melukai keluarga mereka.


Dengan kepintaran yang menurun dari sang ayah, membuat mereka mudah untuk mencari petunjuk akan keberadaan orang tersebut.


Tapi siapa sangka, jika keputusan yang mereka ambil, malah membawa mereka pada penderitaan penuh dengan siksaan.


"Melindungi keluarga adalah keputusanku, melindungi wanita yang ku cintai juga adalah keputusanku, maka aku akan membunuh siapapun yang ingin menganggu ketenanganku dan juga keluarga." Revan Li.


"Rahasiaku hanya aku yang tahu, aku tidak menyangka kepergianku untuk meninggalkanmu demi menyelamatkan keluarga, justru membuatku percaya, bahwa hanya kau yang ditakdirkan untukku, maka aku akan menunggumu dewasa," Revin Li.


"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, dan ketika aku pulang, aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya," Carlos Sia.


"Ldr lagi, Ldr lagi. Tapi aku tidak masalah, karena aku percaya bahwa kau akan setia, tunggu aku kembali kesana, dan aku akan segera mengikatmu untuk berada disisiku selamanya," Reon Sang.


penasaran yuk liat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEMBUNUH

Tiga puluh menit kemudian.

Sudah tiga puluh menit mereka menunggu dan dua orang itu belum juga kembali membuat Revan, Revin, Carlos dan Felisia bosan.

Saat Carlos ingin berdiri dari duduknya tiba-tiba Reon dan Liona berjalan mendekati mereka membuat Carlos mengurungkan niatnya untuk pergi mencari Reon.

"Fel, ayo pulang!" ucap Liona dan Felisia pun berdiri dari duduknya lalu melirik tajam ke arah Carlos kemudian membuang muka.

Carlos mengepalkan tangannya kesal melihat hal itu, seandainya saja Felisia bukan wanita, mungkin ia sudah memberi pelajaran sedari tadi.

Liona mengecup pipi Reon singkat kemudian berpamitan pada Revan, Revin dan Carlos dan pergi dari sana bersama dengan Felisia.

Carlos bergidik ngeri melihat apa yang baru saja terjadi sedang Revan dan Revin terdiam melihat hal itu, terutama saat Reon tersenyum manis pada Liona.

Kini mereka berada di parkiran untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

"Reon ...," ucap Revan memanggil nama sahabatnya itu.

Reon menoleh pada Revan begitu pun dengan Revin dan Carlos dan menatap Revan yang berwajah serius.

Mereka bertiga menelan salivanya dengan susah payah, karna tau jika Revan sudah berwajah serius seperti itu pasti akan ada hal yang akan terjadi.

Revan mendekat pada ketiga pria itu, Lalu berbicara dengan suara yang begitu pelan.

"Arah jam 2, setelah keluar dari parkiran ini, berpencar," ucap Revan dengan suara yang begitu pelan tapi mampu di dengar oleh ketiga orang itu.

Revin, Reon dan Carlos menoleh ke arah jam 2 yang di katakan oleh Revan dan sedikit terkejut ketika melihat seseorang yang berjas hitam sedang menatap ke arah mereka.

Revin, Reon dan Carlos saling bertukar pandang dan berdecak kesal dalam hati.

'Sia**n, mereka pasti suruhan dari orang yang tidak suka dengan keluarga Li, Sia dan Sang, sia**n,' ucap Revin, Reon dan Carlos dalam hati kemudian mengangguk.

Revin menatap sang kakak yang sudah naik ke motornya dan bersiap untuk memakai helm.

'Untung saja tingkat kewaspadaan Brother tinggi, jadi dia bisa merasakan bahaya lebih cepat dari siapa pun,' ucap Revin dalam hati kagum pada sang kakak.

Mereka berempat menyalakan motor mereka kemudian mengangguk dan melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi meninggalkan parkiran mall itu.

Revan dan Reon pergi ke arah kanan sedang Revin dan Carlos ke arah kiri, orang yang mengikuti mereka menjadi pusing kemudian membagi kelompok untuk berpecah, 3 mobil mengikuti Revan dan Reon, 2 mobil mengikuti Revin dan Carlos.

Revan dan Reon melajukan motor mereka ke arah jalan sepi dan masuk ke dalam gang yang cukup untuk mereka menyelesaikan hal yang menganggu.

Revan dan Reon mematikan motornya kemudian membuka helm mereka dan turun dari motor di ikuti oleh lebih dari sepuluh orang yang turun dari mobil yang mengikuti mereka.

Revan dan Reon di kepung, tapi bukannya takut, Reon malah tersenyum sedang Revan masih dengan wajah datarnya.

"Kemarilah, dasar banci," ucap Reon dengan senyum meremehkan.

Sepuluh orang itu kesal dengan apa yang di katakan oleh Reon yang mengatai mereka Banci.

Mereka pun mulai menyerang secara bersamaan tapi Revan dan Reon dengan lihay menghindar dan memberikan orang-orang itu pukulan.

Hampir 15 menit Revan dan Reon berkelahi dengan para pria itu atau bisa dibilang pembunuh bayaran.

Revan dan Reon hanya menyisahkan satu orang yang masih hidup tapi dengan keadaan yang tragis yaitu kaki yang sudah tidak bisa menopang dirinya karna di patahkan oleh Revan bagai mematahkan tangkai bunga.

Revan berjongkok dan menatap pria itu yang sudah gemetar.

"Siapa yang memberikan kalian perintah untuk menangkap kami?" tanya Revan dengan menatap tajam pria di hadapannya yang sudah gemetar.

"Sampai mati pun aku tidak akan memberitahukannya padamu!" sarkas pria itu yang tetap tidak mau memberitahukan siapa yang memerintahkannya pada Revan.

Revan meraih tangan pria itu yang gemetat dam kemudian.

"AAAA!" teriak pria itu kala Revan mematahkam jari telunjuk pria itu.

Reon menelan salivanya dengan susah payah dan kemudian mengalihkan pandangannya ke segala arah agar tidak melihat hal yang di lakukan oleh Revan selanjutnya.

"Sekali lagi aku tanya, siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Revan dengan nada suara yang sedang menahan amarah.

Pria itu bungkam tidak berbicara sedikit pun membuat Revan kesal dan sedetik kemudian pria itu tewas saat Revan memukul kepalanya hingga mengeluarkan darah di dinding di belakangnya.

Revan berdiri dari duduknya kemudian mengambil sapu tangan lalu membersihkan darah yang menempel di tangannya.

"Bereskan," ucap Revan dingin pada anggota Dragon night yang sedari tadi berada di sana tapi hanya menonton karna mendapat isyarat dari Revan untuk tetap di tempatnya.

"Persiapkan nanti malam, kita akan pergi ke markas pembunuh di kota ini," titah Revan pada salah satu anggota Dragon night.

Revan dan Reon menaiki motornya dan segera memakai helm kemudian meninggalkan tempat itu untuk segera pulang.

Sementara itu di waktu yang bersamaan, Revin dan Carlos tiba di jalan yang cukup sepi kemudian menghentikan motor mereka lalu membuka helm dan turun dari motor.

Revin merengangkan otot-ototnya kemudian menatap delapan orang di hadapannya lalu mengangkat kepalannya dan dengan sigap Carlos melakukan tos kepalan tangan dengan Revin dan mulai menyerang.

Pukulan demi pukulan Revin berikan pada para pembunuh itu tanpa ampun begitu pun dengan Carlos.

Tiba-tiba dari arah belakang Revin seseorang bersiap untuk menikam Revin dengan pisau tapi dengan sigap Revin menghindar kemudiam memengang tangan pria itu lalu mematahkannya dan mengambil alih pisau itu dan.

Revin menusukkannya pada perut pria itu berulang-ulang hingga pria itu terjatuh dengan darah yang terus keluar dari perutnya.

Lima orang yang tersisa terdiam melihat hal yang terjadi dan kemudian menatap Revin yang membuang pisau itu ke atas dan dengan sigap ia tangkap dan kemudian menyerang lima orang yang tersisa dengan membabi buta.

Tujuh menit kemudian.

Revin dan Carlos berjalan kembali ke motor mereka dengan melewati mayat para pembunuh itu dan 2 mobil hitam pun mendekat.

Para anggota Dragon night keluar dari mobil dan berjalan mendekati Revin dan Carlos.

"Bos Revin anda terluka," ucap salah satu anggota Dragon night saat melihat goresan di lengan Revin.

"Tidak apa-apa, hanya luka kecil, kalian bereskan," ucap Revin santay kemudian kembali berjalan ke motornya dengan Carlos yang mengelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya itu.

Revin dan Carlos naik ke motor mereka lalu kembali memakai helm dan melajukan motor mereka untuk segera pulang.

'Aku berharap, Mommy tidak ada di rumah,' ucap Revin dalam hati berharap agar Ana tidak ada di rumah, karna bisa berbahaya jika ibunya sampai melihat luka goresan itu, Revin tidak ingin membuat sang ibu khawatir.

1
Wita Arym
Jngan2 ank angkat kakek nya lg musu nya
sulastri kartawi
haaaaaa
Handriyani
cerita yng menegangkan seru serta bkin ngakak😊
onalis
penisirin eehh penasaran
onalis
jadi bapeeeerrr
onalis
jadi bapeeeerrr
Handriyani
seru....sungguh thor...aku br dpt novel yng membuat aku ngakak habis hhhhh🤣🤣
Ita Nusta Mega
aku suka karakter Arian sebagai seorang ayah
yg menjadikan anak-anak nya seperti seorang temen, dan aku juga suka dengan anak-anak Arian mereka sangat menghormati orang tua terutama ibu... sukses untuk karya mu Thor
Asphent Lina
lol orangtua nya arian & ana ga pernah nongol lagi ya, sementara kakek gaul masih nongol
Tan
bagus banget epribadihhh
Tan
mantap
Riza Anggelina
🤣🤣🤣🤣 dasar bebek
nur_aziyani_noviana
NCT best parah 🙏🗿
helga
dion juga playboy
makanya revin gak suka
helga
keren daenji
helga
🤣
helga
kemungkinan besar kimso
tp ap motiv nya
hmmm
makin penasaran
helga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
helga
somplak emg sih kembar
helga
best brother
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!