NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Celes

Seta Huang bersama anggota timnya (termasuk Dien) menuju ruangan formasi sihir teleportasi dunia monster yang berada di bawah naungan divisi penelitian sihir dan senjata sihir. Mereka dengan cepat sampai di ruangan yang dimaksud dan melihat isi di dalamnya.

Ruangan yang berukuran 4x4m itu berisi 11 orang penyihir formasi dan beberapa pengawal. Para penyihir formasi terlihat bersantai sembari memainkan game online di handphonenya. Mereka terlihat acuh tak acuh dengan kedatangan tim pemburu monster ke-15 yang dipimpin Seta Huang.

Seta mengabaikan mereka dan mendekati seseorang yang duduk di kursi sofa yang terletak di paling pojok ruangan.

"Kalian sangat santai sekali ya, membuat orang iri saja." Celetuk Dien melihat betapa santainya penyihir formasi yang menangani formasi teleportasi ke dunia monster.

"Haha. Anak muda apa yang kamu lihat tidak mencerminkan keseluruhannya. Jangan menilai buruk sesuatu yang tidak kamu kenal dengan baik.” Luther Zio (kepala tim formasi sihir teleportasi) tertawa dan berkata dengan santai menanggapi celetukan Dien.

“Silahkan duduk!” Luther tersenyum kepada Seta dan yang lainnya, lalu mempersilahkan mereka duduk.

Seta dan anggota timnya duduk di kursi sofa yang disediakan.

“Apa tujuan kalian mengunjungi tempat kami yang kumuh ini?” Tanya Luther basa-basi saja karena sudah menebak tujuan kedatangan Seta dan yang lainnya.

Seta sebagai kapten tim segera memberikan surat jalan kepada Luther.

Luther menerima dan membaca surat jalan dengan serius. Luther mengangguk-angguk kepala membaca surat jalan dan sesekali melirik Seta Huang dan yang lainnya.

"Baiklah!” Luther mengerti dan mengembalikan surat jalan dengan acuh tak acuh.

"Masuklah ke dalam lingkaran formasi sihir teleportasi. Kami akan membuka teleportasi ke dunia monster untuk kalian." Ucap Luther apa adanya, lalu mengangguk kepada rekan-rekannya.

10 orang penyihir formasi yang sibuk bermain game mengerti dan segera pergi ke posisinya masing-masing. Mereka duduk bersila mengelilingi pola formasi sihir yang berada di tengah-tengah ruangan.

Mereka melakukan segel tangan ringan.

Tiba-tiba pola rumit yang tergambar di lantai memancarkan energi spiritual, membuat pola rumit yang memudar itu tiba-tiba melepaskan cahaya terang, memperjelas bentuk mereka yang lebih mirip tulisan atau simbol-simbol kuno.

“Silahkan!” Pinta Luther menunjuk lingkaran formasi teleportasi yang sudah siap dan dikelilingi 10 orang penyihir formasi yang siap membantu.

Seta dan yang lainnya melangkah masuk dengan santai ke dalam lingkaran formasi teleportasi. Luther tersenyum dan melakukan segel tangan rumit, lalu memukul lantai memulai formasi teleportasi. 10 penyihir formasi yang duduk bersila mengelilingi dan membentuk lingkaran formasi melakukan segel tangan rumit yang sama, lalu menggabungkan dua tangannya sebagai tanda dukungan.

“Formasi aktif!” Pekik Luther dan 10 penyihir bersamaan mengaktifkan formasi sihir teleportasi dunia monster.

Pola formasi teleportasi yang memudar tiba-tiba bercahaya dan meledakkan energi spiritual yang menembus langit. Tembakan energi spiritual itu memancarkan sinar yang sangat terang dan menyelimuti seluruh anggota tim pemburu monster ke-15 pimpinan Seta Huang. Energi spiritual berbentuk pilar energi semakin membesar dan membesar, membuat bayangan Seta dan anggota timnya di dalam lingkaran formasi mulai kabur.

"Semoga perjalanan kalian menyenangkan para bajingan sekalian!!!" Luther menatap dingin dan menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan.

Teleportasi hampir berakhir. Pilar energi yang menjulang tinggi perlahan-lahan mengecil layaknya lilin yang akan padam.

Tembakan cahaya!

Ruangan formasi sihir teleportasi dunia monster tiba-tiba bersinar terang dan membutakan mata semua orang yang melihatnya. Ketika sinar cahaya terang berakhir, tim pemburu monster ke-15 yang dipimpin Seta Huang sudah menghilang.

Gedebuk!

Seorang penyihir tiba-tiba jatuh pingsan tanpa suara. Darah segar mulai mengalir dari setiap lubang di kepalanya, membuat penyihir itu digenangi darahnya sendiri.

Para pengawal yang sudah bersiap segera berlari dan menolong penyihir tersebut.

“Uwek! Uhuk! Uhuk!” Penyihir yang lainnya muntah darah dan batuk-batuk.

“Uwek…” Penyihir yang lainnya muntah darah dan jatuh pingsan setelahnya.

Hasil akhirnya 4 dari 10 penyihir formasi yang bergabung untuk membuka teleportasi dunia monster mengalami muntah darah, lalu pingsan. Mereka jelas terkena serangan balik energi spiritual, karena menggunakan energi spiritual hingga habis mendekati nol, membuat jantung (inti energi spiritual) mereka kehilangan banyak energi spiritual dan menyebabkan kerusakan berantai, kehilangan oksigen, kehilangan darah, kehilangan detak jantung untuk sesaat, dan kehilangan fungsi otak sebagai organ vital bagi manusia.

Luther hanya bisa berduka melihat beberapa rekannya jatuh.

"Bawa mereka ke ruang medis untuk menerima perawatan lebih lanjut. Mungkin saja beberapa orang masih bisa diselamatkan!" Perintah Luther kepada pengawal yang sibuk memberikan pertolongan pertama.

Luther menatap anggota timnya satu-persatu dengan sakit hati dan bergumam dalam hati. "Semoga mereka baik-baik saja."

Kota Celes, wilayah kerajaan Keleztial, Dunia Monster.

BUSH!

Tim pemburu monster ke-15 yang dipimpin Seta Huang muncul di dalam menara formasi teleportasi kota Selabatu. Mereka muncul tepat diatas pola sihir rumit yang merupakan lingkaran sihir formasi.

“Ayo!” Seta Huang segera mengajak anggota timnya untuk keluar menara.

Dien seketika takjub dan kagum melihat ratusan menara formasi ketika melangkah keluar menara dan menginjakkan kaki di dunia monster. Menara-menara itu merupakan menara formasi teleportasi dari berbagai kota yang ada di Kerajaan Keleztial.

“Selamat datang di kota Celes bocah-bocah sekalian!” Ucap Seta tersenyum kepada Dien dan Aamon, lalu melanjutkan langkah.

Kelompok Seta langsung bertemu dengan tim pemburu monster ke-15 dari kota Hitam yang kebetulan menara formasi kota mereka bersebelahan. Mereka juga bertemu dengan tim pemburu monster ke-2 dari kota Bunkinh yang juga menara teleportasi kota mereka secara kebetulan berdekatan dengan menara teleportasi kota Selabatu dan kota Hitam.

Seta menyapa dua kapten dari dua tim pemburu monster yang berbeda tersebut.

Tiga tim pemburu monster itu secara bersamaan melangkah menuju gerbang kota Celes, wilayah kerajaan Keleztial, Dunia Monster.

"Kota ini dibangun oleh kerajaan Keleztial kurang-lebih 1000 tahun lalu setelah kerajaan berhasil menduduki pulau ini. Raja Keleztial V memberi nama kota ini sebagai kota Celes untuk menghormati jendral Celes yang sangat berjasa membersihkan wilayah ini dari ancaman monster.” Seta menjelaskan sejarah kota Celes kepada Dien dan Aamon yang baru pertama kali datang ke dunia monster.

Dien dan Aamon hanya menyimak saja.

"Kalian lihat patung di kedua sisi gerbang itu?" Seta menunjuk dua patung yang saling berhadapan di pintu gerbang.

Dien maupun Aamon mengangguk saja.

"Mereka adalah dewa petir Ryuji Nagumo dan dewa petir Tlalot Moyes, salah dua dari 11 dewa yang terbunuh saat perang memperebutkan wilayah luar pulau ini dari para monster. Kematian mereka adalah bayaran yang harus kerajaan berikan demi membangun kota di pulau ini. Artinya tanpa pengorbanan mereka kota ini tidak akan pernah ada." Jelas Seta apa adanya.

Dien mengangguk mengerti, begitu juga Aamon yang mendengar dengan penuh minat.

Trang!

Dua penjaga menyilang tombak mereka, mencegah Dien dan yang lainnya melangkah masuk melewati gerbang.

“Tidak ada yang bisa masuk ke dalam tanpa izin dari kerajaan. Tunjukkan surat jalan kalian!” Ucap salah satu pengawal tegas dan penuh wibawa.

Seta memberikan surat jalan kepada prajurit penjaga gerbang. Kapten tim pemburu monster ke-2 kota Bunkinh dan kapten tim pemburu monster ke-15 kota Hitam juga memberikan surat jalan mereka kepada prajurit penjaga.

"Kapten Seta, kali ini siapa diantara kalian yang akan meminum ramuan dan naik tingkat?" Tanya Leorio melirik kelompok Seta, tatapan matanya akhirnya jatuh ke Dien dan Aamon.

"Jangan katakan, kamu mendapatkan tugas untuk menemani dua bocah mencari bahan ramuan?" Lanjut kapten Leorio tersenyum mengejek.

Seta menatap kapten Leorio dan kapten Vigram yang menonton dari samping.

"Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu?" Balas Seta tenang dan tidak menganggap serius.

Leorio terdiam, melirik Dien dan Aamon kembali. Leorio mencoba melihat lebih dalam Dien dan Aamon yang dia duga praktisi spiritual baru.

“Apakah mereka jenius?" Tanya Leorio tersenyum mengejek.

"Sepertinya tidak! Karena aku melihat mereka berdua seperti pemula yang akan mati besok pagi. Haha." Lanjut Leorio tertawa terbahak-bahak, diikuti anggota timnya.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!