Azahra Micel Bagaskara harus menelan rasa kecewa karna Sky sang pacar hanya menjadikan nya sebuah ajang belas dendam.
"Gua gak akan pernah maafin lu Kak," ucap Zahra menahan rasa kesal.
"Gua bisa jelasin Ra, gua beneran sayang sama lu," ucap Sky memelas.
"BULSYIT!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sky kepo
"Ibu udah baik baik aja," jawab nya sambil tersenyum samar entah apa yang Zahra pikirkan yang jelas Sky merasa ada yang Zahra sembunyikan dari nya.
"Kapan aku bisa mengunjungi ibumu?" tanya Sky penasaran.
"Mungkin nanti sore, entah lah aku nanti tanya Papa dulu takut nya ibu jadi pulang hari ini," jelas nya sungguh Ia sangat malas jika harus mengunjungi ibu nya ke rumah itu terlalu banyak cerita buruk yang Ia dapat di sana.
Mungkin Ibu Laras dan Pak Alan tidak akan tahu bagaimana Zahra dulu saat tinggal di sana apalagi mereka jarang ada di rumah hingga Ia nekat pergi, itu semua terjadi bukan karna tanpa alasan.
"Baiklah, bagaimana apa kamu masih ngantuk?" tanya Sky namun Zahra menggelengkan kepalanya.
"Udah enggak sih," jawab nya.
"Kakak mau pulang sekarang?" tanya Zahra sambil mentap pemuda itu.
"Kamu ngusir aku?" tanya Sky kesal dengan pacar nya itu, kenapa sih Zahra seolah tidak ingin Ia datang ke sana.
"Bukan gitu maksud gua kak, gua cuma tanya aja takut nya nanti malah bosen di sini karna gua mau mandi dulu," ucap Zahra dan Sky pun akhirnya ngerti .
"Ya udah sana mandi tapi gua boleh gak pinjem ponsel kamu?" tanya Sky membuat Zahra mengerutkan kening bingung.
"Buat apa bukannya Kakak juga bawa ponsel?" ucap Zahra malah balik bertanya.
"Ya udah boleh enggak nih?" tanya Sky membuat Zahra menghela nafas, kenapa sih orang ini kaya maksa gitu pikir nya.
"Boleh tuh di dekat tv lagi isi batrai ambil aja, gua pamit mandi bentar ya," ucap nya segera berdiri.
"Ya udah sana, nanti setelah mandi ikut aku ya kan kemarin kamu udah janji mau ikut aku kemana pun," ucap Sky dan mau tak mau Zahra pun mengangguk pasrah.
"Oke," ucap Zahra berjalan menaiki tangga.
"Eh tunggu," ucap Sky membuat Zahra memberhentikan langkah nya.
"Apa lagi?" jawab nya.
"Pinnya apa?" tanya Sky karna Ia yakin ponsel Zahra pasti memakai pin.
"180800," jawab nya dan Sky pun tersenyum sedangkan Zahra memutar bola mata nya malas pasti mau ngepoin ponsel nya pikir nya terserahlah karna tidak ada apa apa di sana, ponsel Zahra ada dua dan yang satu nya dia titip pada Mika tadi pagi, ponsel itu khusus anak anak WiNer sedangkan ponsel yang Sky pegang sekarang adalah ponsel biasa untuk Ia berjualan dan chatan bersama teman teman sekolah nya.
Zahra langsung masuk kekamar dan mengunci nya setelah itu Ia langsung mandi karna memang sudah sangat gerah sekali.
Sedangkan Sky sibuk menyadap ponsel gadis itu entah mengapa Ia ingin tahu siapa saja yang sering menghubungi Zahra.
"Sial ternyata Arya juga perhatian sama Zahra pake nanyain kabar ibu nya segala lagi, apa jangan jangan dia suka lagi sama Zahra? gua harus bisa miliki Zahra seutuh nya gua gak mau kehilangan gadis itu," gumannya setelah membaca chat dari Arya sepupu nya itu.
Lalu Ia pun membuka chat dari Marvin yang sama sekali tidak ada satu pun yang Zahra balas, sepertinya gadis itu tidak berminat membalas nya sama sekali.
"Ternyata Marvin benar benar serius dengan Zahra gua harus manfaatin ini dengan baik, tunggu pembalasan gua Vin," gumannya sambil tersenyum.
Tidak ada chat lain lagi selain dari grup sekolah dan juga grup osis yang membahas tentang acara study tour ke Jogjkarta besok sore.
"Nyari apa sih?" tanya Zahra ternyata gadis itu sudah cantik dan wangi sehingga membuat Sky menatap nya tanpa berkedip.
"Udah siap?" tanya Sky dan Zahra pun mengangguk.
"Duduk dulu bentar ada yang mau aku omongin," ucap Sky membuat Zahra mau tak mau duduk di sebelah nya.
"Selpy bentar lagi bagus mood nya," ucap Sky menyalakan kamera ponsel Zahra, Zahra hanya menggelengkan kepalanya apaan sih dia ini pikir nya.
"Kenapa gak boleh?" tanya Sky.
"Boleh ayo cepetan katanya mau pergi," ucap Zahra tidak bersemangat bahkan Ia sedikit risih duduk terlalu dekat begitu.
"Senyum dong," ucap nya sambil mencubit pipi Zahra pelan, Zahra pun memasang senyum indah nya.
"Satu, dua,cis," ucap Sky namun bukannya tersenyum Sky malah mencium pipi Zahra sontak saja gadis itu kaget dan melotot.
"Astaga apa apaan sih kak," ucap nya mengusap pipi nya bekas bibir pemuda itu.
"Ya elah cuma pipi doang Ra pake segitu nya," ucap Sky masih mengotak atik ponsel nya Zahra sedangkan gadis itu langsung memasang wajah kesal nya sungguh keterlaluan sekali Sky itu.
"Udah jangan cemberut ayo pergi," ajak nya sambil memberikan ponsel gadis itu, Zahra langsung memasukan ponsel nya ke dalam tas kecilnya karna terlalu kesal Ia tidak menyadari kalo Sky sudah mengganti dering ponsel nya dengan senyap karna Sky tidak mau waktu berdua mereka terganggu.
Apalagi Sky mengposting poto tadi di story Whats app nya,otomatis pasti teman satu kontak dengan Zahra melihat nya.
Zahra pun memakai helm nya dan duduk di motor besar Sky, Ia hanya bisa mengikuti keinginan kakak kelas nya itu karna Sky tidak mau memberi tahu nya sama sekali kemana mereka pergi.
"Mau kemana? apa masih jauh?" tanya Zahra sedikit berteriak, Ia berpegangang ke jaket Sky karna Ia takut terjatuh.
"Bentar lagi nyampe kok kamu tenang aja, sini tangan nya peluk aku," ucap Sky meraih tangan Zahra dan meletakan nya di perut nya.
Ingin melepaskan namun Sky menahan nya sehingga mau tak mau Zahra pun berpegangan ke perut Sky, Zahra memeluk perut Sky dengan tangan kiri nya sedangkan tangan kanan nya masih memegang jaket nya.
Tak terasa mereka pun tiba di sebuah bukit mereka bisa melihat keindahan kebun teh dari atas bukit yang di tumbuhi pohon pinus itu.
Entah tahu dari mana Sky bisa tahu kalo gadis itu sangat suka dengan tempat tempat yang sunyi seperti itu.
"Ayo turun," ucap nya.
Zahra pun turun dari motor dan membuka helm nya setelah itu Ia membereskan rambut nya yang acak acakn terkena angin.
Dan ternyata di sana banyak orang bukan hanya ada mereka saja namun mereka duduk berjauh jauhan.
Mereka pun duduk di bangku yang di sediakan, Zahra tersenyum menikmati pemandangan Ia teringat saat dirinya kecil selalu diajak rekreasi ke tempat seperti itu bersama kedua orang tua nya.
Entah lah kejadian itu sudah sangat lama sekali dan Zahra lupa terakhir kali nya Ia ke tempat itu.
"Gimana suka?" tanya Sky dan Zahra pun menganguk sambil tersenyum.
"Makasih udah bawa gua ke sini," ucap nya sambil melihat hamparan kebun yang luas.